His Majesty Hostage – Chapter 18

“Jangan! Nnn—— ” Su ZiLi menggelengkan kepalanya ingin menghindari ciuman Hong Xu. Tetapi ada perbedaan besar dalam kekuatan mereka, mulutnya ditangkap oleh ciuman orang lain. Tidak hanya itu, Hong Xu bahkan memasukkan lidahnya ke dalam, mengaduk dan mengobrak-abrik bagian dalam mulut Su ZiLi.

Kulit kepala Su ZiLi seolah mati rasa saat dia melotot sebagai balasan pada pria yang melakukan niat jahatnya. Ketika bibir mereka terpisah, Su ZiLi segera berteriak marah: “Sialan, dasar cabul! Aku memperingatkanmu, LaoZi ini adalah pemegang sabuk merah dan sabuk hitam [1] di Tae Kwon Do (sebenarnya adalah sabuk putih). Jika kamu masih tidak mau berhenti, LaoZi ini akan menghancurkanmu—— “

[1] T/N : Sabuk merah / sabuk hitam adalah peringkat tertinggi di Tae Kwon Do sedangkan putih adalah peringkat pemula.

Hong Xu menutup telinga ketika dia menahan kaki Su ZiLi yang memberontak. Ciuman intimnya yang hangat menempelkan kedua bibir mereka bersama-sama, itu seperti guntur dan menyapu seperti angin [2], sampai ciumannya mencapai leher mulus Su ZiLi, menggigiti dan mengisap seolah-olah dia meninggalkan jejak di mana dia telah menandai.

[2] T/N : Ungkapan itu berarti cepat dan menggemparkan, karena guntur adalah listrik dan angin bergerak dengan cepat.

“Kamu tidak diizinkan mencium! LaoZi ini memperingatkanmu sekali lagi, aku bisa Tae Kwon Do! Ahh —— ” Su ZiLi bergetar sekujur tubuh. Dia merasakan tonjolan di dadanya jatuh ke mulut yang hangat itu, dan lidah lincah Hong Xu bahkan berputar-putar di sekitar ujung putingnya seolah-olah dia sedang menggoda dan bermain-main dengannya.

“Itu menjijikkan —— lepaskan aku ——” Wajah Su ZiLi memerah karena malu dan marah. Sebenarnya sulit baginya untuk menyesuaikan diri dalam kegiatan semacam ini yang terjadi di antara mereka.

Ketika dia mendengar protes menentang yang tidak biasa itu, Hong Xu akhirnya mengangkat kepalanya dari bawah tubuh pemuda itu. Dia senang mendapati mata hitam lembap itu tidak mampu menyembunyikan ekspresinya yang marah dan ketakutan. Sisi bibir Hong Xu terangkat menjadi senyum jahat, “Jadi Zhen membuatmu merasa jijik. Tetapi semakin kamu jijik, semakin Zhen merasa bahagia!”

Satu-satunya tanggapan Su ZiLi adalah menjerit ketika pakaiannya yang terakhir jatuh ke pinggangnya, dan lengan bajunya dimasukkan ke dalam di mulutnya.

“Mnmm ~~~~~”

Hong Xu mengaitkan pinggang Su ZiLi mendekat dengannya, dan dengan jahat menggosok selangkangannya yang sensitif dengan ringan di antara kaki Su ZiLi. Tangan dinginnya yang sedikit kapalan turun dari pinggang ke pantat salju Su ZiLi, lalu menyelipkan jari ke celah tersembunyi di antara dua bagian itu.

Tubuh Su ZiLi terus bergetar. Satu persatu bulu tegak muncul di kulitnya. Ekspresi di matanya ketakutan dan marah ketika dia menatap pria di depannya.

“Jangan memandang Zhen dengan cara seperti itu. Apakah kamu sadar bahwa, tatapan itu membuat Zhen semakin ingin——” Hong Xu meraih salah satu kaki Su ZiLi yang langsing dan ramping lalu menariknya ke sisinya, dan kemudian berkata, “—memakanmu sekaligus!”

“Nnnn ~~~~~~~~~~” Dahi Su ZiLi dibasahi oleh lapisan keringat halus. Dia dengan sembarangan menggelengkan kepalanya untuk mendesak Hong Xu menghentikan langkah selanjutnya.

“Sudah terlambat, pangeran ketiga!”

Su ZiLi benar-benar bernafas di udara dingin, ketika Hong Xu memposisikan dirinya di antara kakinya, dan mengambil posisinya untuk mengendongnya——

*Braakkk*–

Kemudian pada saat genting itu, sebuah lubang besar tiba-tiba muncul di atap.

“Ah! —— “

Tidak lama, tubuh dengan bentuk manusia jatuh, serangkaian jeritan nyaring yang keras bisa terdengar saat orang itu bersiap-siap untuk jatuh ke tanah.

*Bang!*

Lalu tubuh itu akhirnya menyentuh tanah.

“Aduh! Hei! Ini sangat menyakitkan! Kenapa atap itu tiba-tiba rusak?” Seorang pria dengan penampilan berantakan muncul. Pria yang sedang meratap itu memiliki rambut yang seperti bola bulu, dan dia memiliki janggut yang tidak terawat.

Wajah Hong Xu ‘dicat’ hitam.

Tidak masalah siapa yang tiba-tiba muncul, bagaimanapun juga, Su ZiLi menarik napas lega! Dia balas menatap Hong Xu yang masih mempertahankan posisinya: “Mn Nn Mm Nm——” (Terjemahan kutukan oleh penulis: “Bajingan, masih tidak bisa berhenti menyentuhku——)

“Huang Xiong [3], Apakah kamu tidak menyuruh orang untuk memperbaiki ruanganmu? Itu seperti kuil tua yang sudah usang, itu membuat keluarga kekaisaran terlalu banyak kehilangan wajah!”

[3] Panggilan dari saudara kandung dalam keluarga kekaisaran untuk kakak laki-laki mereka yang adalah seorang kaisar.

Satu urat biru, kemudian dua urat biru, lalu lebih banyak urat biru mulai bermunculan di dahi Hong Xu.

Pria yang menjengkelkan ini berdiri dan mengusap rasa sakitnya, lalu berjalan lemas kearah mereka. Sepertinya dia baru saja menemukan situasinya dan berteriak: “Ahh —— Huang Xiong, jadi kamu benar-benar di tengah-tengah urusan yang mendesak, eh! Hei! Hei! Aku benar-benar minta maaf karena mengganggumu! Kalau begitu aku akan pergi dulu. Kalian berdua lanjutkan perlahan dan santai, haha! Itu tidak baik jika kamu sampai keseleo punggung bawahmu!”

Saat Su ZiLi mendengar kata-kata itu, dia segera ingin meratakan kepala babi itu, apalagi Hong Xu, yang sudah di ambang meledak untuk memarahi pria itu. Tapi seperti yang terlihat, saat Hong Xu memalingkan kepalanya, garis pandangnya mengirimkan beberapa tatapan tajam sedingin es yang dia tembak ke arah pria itu. Tapi tatapan kuat itu dibelokkan dan terbang ketika mencapai pria itu.

“Huang Xiong, mengapa kamu menatapku seperti itu ?! Aku sungguh berniat baik!”

“Hong – Qing – Kamu bajingan! Apakah kamu tidak bisa pergi ke pintu masuk utama setiap saat? Setiap kali kamu datang, kamu pasti melompat dari jendela atau menghancurkan dinding, dan kali ini dari atas atap? Jika lain kali kamu memecahkan satu atap atau dinding lagi, Zhen akan mengikatmu dengan besi hitam dan menguncimu di Penjara Tian.” Hong Xu mengancam di antara giginya yang tergerai.

Pria itu hanya melambaikan tangannya yang besar, dan merapikan rambutnya tanpa peduli ketika dia menjawab: “Huang Xiong, aku sudah mendengar kata-kata itu seratus kali! Tidak bisakah kamu membuat yang baru?”

Sekali lagi, urat biru muncul di dahi Hong Xu.

Su ZiLi menahan kejengkelannya sampai paru-parunya hampir meledak. Dia menggunakan lidahnya untuk mendorong kain, dan akhirnya, kain yang dimasukkan ke dalam mulutnya sampai sekarang terdorong keluar. Matanya memerah ketika dia berteriak dengan marah, “Brengsek, kalian berdua sepasang orang mesum yang gila! Kalian terus mengobrol seperti minum teh di sore hari tanpa melepaskan LaoZi ini terlebih dulu——”


<< HMH – Chapter 17

HMH – Chapter 19 >>

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s