His Majesty Hostage – Chapter 12

Dia sejujurnya tidak tahu bagaimana mengalihkan perhatian Hong Xu pada saat ini, ketika tiba-tiba ada suara teriakan keras dan langkah kaki yang dapat terdengar di luar aula istana.

“Pembunuh! Ada pembunuh! Lindungi Yang Mulia!”

Bayangan orang-orang dan cahaya obor yang saling bersilangan bisa dilihat, dan suara samar logam dentang bisa terdengar.

Hong Xu yang baru saja diisi dengan bahan peledak oleh ZiLi, jelas sudah mendekati ujung ledakan, tetapi kebenciannya belum mendalam. Hal ini karena ZiLi sangat masuk akal dan berhati-hati untuk tidak memancing amarahnya. Tapi sekarang keberuntungannya sedang tidak baik. Tidak hanya karena nasib buruk seseorang akan membakar tempat itu, tetapi juga dengan bodohnya mengipasi angin!

Hong Xu yang kepanasan seperti kucing yang menginjak ekornya, oh bukan, agak seperti seekor naga yang dibelai dengan cara yang berlawanan. Dia mengabaikan ZiLi dengan ekspresi gelap, turun dari tempat tidur, dan menendang pintu terbuka. Situasi di luar benar-benar kacau seperti yang dia duga. Dia melihat tumpukan Pengawal Kekaisaran bersenjata mengacungkan pedang lebar mengepung sosok berpakaian hitam dan wajah yang tertutup. Tapi dia bisa memastikan kalau itu pasti laki-laki pembunuh.

Tampaknya kelincahan pembunuh ini sangat gesit. Dia memegang pedang yang berbentuk setengah bulan sabit, dan di ujung tajam pedang, itu menciptakan suara tebasan di udara saat dia bergerak di sekitar dan bentrok dengan pedang bermata dua, yang membuat para penjaga kekaisaran tidak mampu mendekatinya bahkan dalam jarak satu meter.

Penjaga yang dilatih untuk bertahan dilemparkan dalam kebingungan olehnya, dan mundur dengan kekalahan sedikit demi sedikit.

Si pembunuh itu mengayunkan pedangnya untuk mendapatkan kelonggaran dan berurusan dengan sepuluh atau lebih penjaga kekaisaran di sekitarnya. Dia melawan balik saat menuju ke arah kamar tidur Hong Xu. Tapi tak lama kemudian semakin banyak Pengawal Kekaisaran bergabung ke dalam kelompok, pembunuh itu perlahan-lahan mulai kelelahan. Dia tahu daya tahannya dalam pertarungan ini tidak akan bertahan lama seperti ini, jadi dia harus menyelesaikan apa yang harus dia lakukan sesegera mungkin. Jadi begitu dia melihat pintu kamar tidur kaisar terbuka, dan ketika dia melihat  Kaisar Chu Jing -Hong Xu keluar dari sana, dia segera menyingkirkan beberapa penjaga yang menghalangi jalan di depannya, lalu melangkah di atas bahu mereka dan melompat ke depan. Dia mengangkat pedang lengkungnya dengan mantap pada tingkat wajah Hong Xu yang menyaksikan pertarungan.

Ketika orang lain melihat tindakannya, mereka menatap kosong, lalu menjadi pucat ketakutan. Namun, Hong Xu hanya menonton dengan dingin bahwa pedang itu mendekat padanya, dan tidak melihat bagaimana pembunuh ini bergerak. Pada saat Pengawal Kekaisaran pulih dari keadaan syok, mereka hanya menyaksikan pembunuh itu seperti burung yang mematahkan sayapnya, terbang dengan lemah ke belakang, lalu jatuh dengan keras di atas tanah.

Pembunuh itu menguatkan perutnya dan mengangkat kepalanya dengan susah payah. Matanya dipenuhi dengan kebingungan yang tak menentu saat dia melihat Hong Xu yang berdiri tegak. Gerakannya lamban, dan wajahnya yang tertutup tampak seolah basah dari atas ke bawah rahangnya. Ternyata oh ternyata, dia baru saja batuk darah!

Kelincahan yang mengerikan! Aku dianggap sebagai salah satu master seni bela diri terbaik di benua ini. Tetapi, bagaimana bisa dia dengan mudah menghindari serangan pamungkas-ku, apalagi tidak terhalang oleh situasi dan menegakkan kekuatannya untuk menyebabkan kerusakan internal padaku?

Pembunuh itu dengan lemah berdiri di empat anggota badan dan perlahan mundur sambil menatap Hong Xu. Wajah Hong Xu tanpa ekspresi ketika dia berjalan di samping pembunuh itu, matanya bersinar tajam dan dingin, membuat pembunuh yang melakukan kontak mata dengannya tanpa sadar gemetar kedinginan.

“Bunuh saja aku!”

Hong Xu menatap pembunuh itu dengan enggan seolah dia adalah serangga. Dia berkata: “Membunuhmu? Jadi kamu ingin mati?”

“Agh!” Pembunuh itu mendengus kesakitan saat dia dengan lemah mengangkat tangannya, ingin mendorong kaki yang dengan kejam menghancurkan dan menggiling tulang rusuknya.

“Seseorang yang rendahan seperti kamu tidak akan menjalani kehidupan yang baik, dan bahkan tidak bisa mati dengan damai.”

ZiLi yang bersandar di sisi pintu, diam-diam mengawasi situasi di luar. Dan setiap kali kaki itu menginjak ke bawah, hati ZiLi gemetar ketakutan.

Pria ini tidak hanya kejam, tetapi dia juga bertindak sadis seperti orang gila. Bahkan jika orang lain ingin membunuhnya, tetapi karena dia sudah menderita, tidak perlu membuatnya lebih menderita lagi.

Perhatian semua orang terfokus pada si pembunuh, jadi ZiLi mengambil keuntungan dari kesempatan itu dan perlahan-lahan melangkah ke gerbang aula istana dengan punggung menempel ke dinding.”

“Haaah ………” Begitu dia berhasil melarikan diri, ZiLi menarik napas panjang yang santai.

Tapi sebelum dia cukup bersukacita, tiba-tiba saja sebuah tangan terulur di belakangnya dan menutup mulutnya, lalu menyeretnya ke belakang——


<< HMH Chapter 11

HMH Chapter 13 >>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s