Legendary Master Wife – Extra 17 (Chapter 730)

Extra 17 (Chapter 730) – Berakhir

You XiaoMo dan Ling Xiao sama-sama menemukan bola basket ini, tetapi mereka mengabaikannya.

Hanya saja langkah mereka menjadi semakin ringan. Dalam sekejap, satu langkah berubah menjadi dua langkah dan bola basket itu akhirnya melewati Ling Xiao yang telah berjalan di belakangnya, dan menabrak pagar besi di pinggir jalan dengan suara keras ‘buk’.

Bola basket bergulir ke kaki Ling Xiao dan kedua pria itu berhenti pada saat bersamaan.

“Hei bro, bisakah kamu melempar bolanya?” Seorang pemuda bermata biru berambut pirang berdiri di belakang pagar kawat dengan melambai ke arah mereka. Sosok mudanya dipenuhi dengan vitalitas. Meskipun dia tertawa, sudut matanya terangkat dalam sebuah provokasi yang menunjukkan bahwa dia tidak mengetahui luasnya langit dan bumi.

Ling Xiao menatapnya sebelum dia menoleh ke istrinya, “Istriku, bolehkah aku menganggap kalau tindakannya adalah sebuah provokasi?” Dia tahu bahwa bola di bawah kakinya disebut bola basket dan kebetulan ada satu di tim Qiu istrinya juga. Dia telah melihat di televisi kalau bola basket adalah jenis olahraga pemompa-darah di Bumi, dan bola basket cukup dilemparkan ke dalam ring saja.

You XiaoMo berkeringat dingin, “Kamu tidak perlu menganggap. Dia itu jelas-jelas memprovokasi kita.”

Sudut bibir Ling Xiao meringkuk dengan senyum tipis. Dia membungkuk untuk mengambil bola basket dengan kakinya, dan dengan gerakan lembut jarinya, bola basket itu segera mulai berputar dengan cepat di jari telunjuknya.

Ada teriakan alarm dari orang-orang di sekitarnya dan semua orang yang lewat berhenti untuk menonton pertunjukan ini. Setelah menonton beberapa saat, mereka menemukan bahwa bola basket di tangan pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti dan terus mempertahankan kecepatannya saat ini.

Ekspresi pemuda di belakang pagar kawat langsung berubah.

Saat dia hendak berbicara, bola basket di jari Ling Xiao tiba-tiba berhenti. Ling Xiao mengangkat bola di atas kepalanya dan melemparkannya dengan santai ke arah lapangan. Bola basket itu terbang dengan lintasan, menggambar busur di udara, sebelum jatuh ke dalam ring tanpa menyentuh jaring.

Semua orang tercengang, termasuk pemuda yang memprovokasi mereka. Ekspresi wajah mereka membeku dalam sepersekian detik.

You XiaoMo tidak bisa menahan tawa. Jika itu adalah kehidupan masa lalunya, dia akan merasa bahwa bola basket benar-benar olahraga yang berdarah panas dan energetik. Tetapi sekarang dia merasa itu seperti permainan rumah-rumahan anak kecil, karena tidak peduli seberapa jauh mereka dari ring itu, dan semudah ABC bagi mereka untuk memasukkan bola ke dalam ring.

Pemuda itu dipermalukan oleh tawanya. Dia tiba-tiba berjalan ke arah mereka dan melemparkan sebuah tantangan, “Apakah kamu berani memainkan basket-jalanan (street-ball) bersama kami?”

You XiaoMo tertegun. Dia benar-benar masih berani mengajak mereka melakukan basket-jalanan? Tiba-tiba dia merasa bahwa pemuda itu benar-benar menantang. Secara umum, orang-orang yang melihat skill yang ditunjukkan oleh Ling Xiao sudah lama ketakutan dan kebanyakan tidak akan berani memprovokasi mereka lagi.

“Jangan menangis kalau kamu kalah, bocah.” Ling Xiao menyilangkan tangannya saat dia menatap pemuda itu.

Pemuda itu mengangkat dagunya dengan bangga dan berkata dengan percaya diri, “Ini wilayah kami. Kami tidak akan kalah.” Tatapannya bergeser ke You XiaoMo yang bertubuh lebih kecil.

Sudut bibir You XiaoMo sedikit berkedut, apakah dia memandang rendah tubuhku?

Ling Xiao mengangkat bahu dengan acuh tak acuh, “Oke, ayolah kalau begitu.”

Sepuluh menit kemudian, kerumunan penuh sesak mengelilingi lapangan basket. Banyak orang datang setelah menerima berita yang menyebar belum lama ini. Sebagian besar dari mereka ada di sini untuk menonton pertunjukan yang bagus sementara beberapa dari mereka datang untuk mendukung para pemuda itu. Dalam waktu singkat, tim pemandu sorak yang terdiri dari tujuh orang pun terbentuk.

Baru pada saat itulah You XiaoMo menyadari banyak pahlawan dan mitos basket-jalanan yang diciptakan di Manhattan. Bisa di bilang ini adalah tempat kelahiran basket-jalanan dan para pemuda itu adalah tim paling terkenal di daerah ini. Mereka sudah menguasai lapangan ini dengan paksa selama tiga tahun. Mereka belum pernah bertemu lawan yang menyamai kekuatan mereka sampai sekarang. Tentu saja, mereka memiliki kekuatan untuk mendukungnya, tidak heran mereka berani memprovokasi mereka berdua!

Karena mereka hanya memiliki dua orang, pemuda itu ingin memainkan permainan dua lawan dua dengan mereka. Tetapi Ling Xiao menyuruh keenamnya untuk sekaligus melawan dia, jadi dua lawan enam. Ini benar-benar menyinggung mereka dan mereka memutuskan untuk memberi pelajaran pada kedua pria itu.

“Apakah tindakan kita dianggap menindas orang lain?” You XiaoMo memandangi enam orang yang sedang berhadapan dengannya.

Ling Xiao memutar bola basket di jarinya ketika dia tersenyum jahat, “Bukankah kamu mengatakan kalau bola basket juga merupakan jenis olahraga rekreasi? Kita hanya bermain-main. Itu tidak dianggap sebagai penindasan.”

You XiaoMo terdiam.

Kompetisi secara resmi dimulai ketika waktunya tiba. Keenam pemuda itu menggulung lengan baju mereka dan bersiap untuk memberikan pelajaran seumur hidup yang tak terlupakan bagi keduanya. Namun mereka tidak tahu bahwa apa yang menunggu mereka merupakan pukulan yang tak terlupakan yang akan berlangsung seumur hidup.

Basket-jalanan tidak memiliki aturan dan lapangan hanya berukuran setengah lapangan dalam pertandingan resmi. Itu sepenuhnya tergantung pada bakat seseorang dan itu tidak dianggap sebagai pelanggaran bahkan jika pihak lain terluka. Tidak dapat disangkal kalau basket-jalanan lebih keren dan trendi.

“Apakah kamu tidak perlu pemanasan?” Pemuda itu mengerutkan kening ketika dia melihat sikap keduanya yang sangat santai, dan masih mengenakan pakaian kasual.

“Tidak perlu.” Ling Xiao melempar bola basket ke tangannya. “Kalian bisa mulai duluan.”

Pemuda itu tiba-tiba merasa seolah diremehkan. Dia dengan marah menunjuk mereka dan berteriak, “Meremehkan kami?! Kalian berdua akan menyesal!” Setelah itu, dia melemparkan bola basket ke rekannya yang ada di belakang. Pada saat yang sama, peluit terdengar di luar lapangan dan pertandingan dimulai.

Rekan pemuda Xiao A (小 A) bergegas menuju ke arah Ling Xiao sambil menggiring bola. Saat dia mendekati Ling Xiao, dia dengan cepat melemparkan bola ke Xiao B (小 B), yang sudah bergegas di bawah ring itu. Xiao B menangkap bola basket dan melompat untuk melakukan slam-dunk tanpa jeda. Kerumunan di sekitarnya meledak menjadi teriakan bersemangat dan heboh bersamaan dengan gerakannya.

Tepat ketika semua orang berpikir kalau bola akan ditembakkan ke dalam ring, sesosok muncul di depan Xiao B dan dengan ‘buk’ bola basket itu jatuh dari tangan Xiao B. Bola basket memantul ke tepi lapangan dan dengan cepat dicegat oleh seseorang. Sebelum yang lain bisa bereaksi, orang itu melompat, lalu mengangkat bola basket di atas kepalanya dan melemparkan dengan suara mendesing. Di bawah tatapan kaget para penonton, bola basket secara akurat jatuh ke dalam ring – tembakan tiga-poin!

Keheningan menyebar selama beberapa detik, sebelum jeritan melengking dari luar lapangan tiba-tiba bergema.

Sorak-sorai pria dan wanita seperti menerobos langit. Terlepas dari siapa yang mencetak gol, itu adalah tembakan yang sangat luar biasa, yang membuat mereka sangat bersemangat.

Keenam pemuda itu semuanya memucat. Kecepatan mengerikan macam apa itu? Mereka pada dasarnya tidak bisa bereaksi sama sekali. Seluruh proses memakan waktu kurang dari tiga detik dan mereka sudah kehilangan poin pertama. Keenam orang itu akhirnya sadar kalau mereka telah bertemu dengan seorang ahli.

You XiaoMo yang telah mencetak poin kurang lebih paham bagaimana perasaan Ling Xiao. Berubah menjadi manusia-super semacam ini dalam satu detik tidak terasa terlalu nyaman!

Mereka saling memandang dengan cepat dan berbagi pemahaman diam-diam saat mereka tertawa.

Tidak diketahui apakah baik untuk memiliki seorang pria yang berharap agar seluruh dunia berada dalam kekacauan, tetapi tentu saja tidak baik untuk memiliki seorang pria yang menemaninya untuk membawa kemalangan bagi orang lain!

Keenam pemuda itu tidak tahu bahwa ini hanyalah hidangan pembuka dan bagian terbaik dari pertunjukan belum datang.

Setelah You XiaoMo bermain, dia bekerja sama dengan Ling Xiao dan terus-menerus mengoper bola di antara mereka dengan kecepatan tinggi, benar-benar melewati blokade keenam pemuda itu.

Keenam pemuda itu ingin mengandalkan jumlah yang lebih besar untuk memblokir pergerakan kedua orang. Tetapi pada akhirnya, mereka tidak bisa mengejar kecepatan keduanya. Mereka tidak bisa mengikuti bola bahkan jika mereka sesekali melihatnya melayang di depan mereka. Trik juga tidak berguna, karena metode keduanya memiliki tingkat yang lebih tinggi dan pihak mereka yang selalu mengalami kerugian satu per satu pada akhirnya. Mereka hanya bisa berulang kali menyaksikan bola terbang melewati mereka. Tidak perlu menyebutkan betapa sengsara perasaan itu. Sangat menyedihkan sampai-sampai mereka merasa nyaris pingsan.

Pertandingan dibagi menjadi dua bagian, satu setengah berlangsung lima belas menit.

Pada akhir babak pertama, keenamnya berkeringat penuh dan jatuh lemas ke tanah. Kekuatan fisik mereka hampir habis, namun mereka hanya mencetak satu poin. Mereka benar-benar kehilangan muka dan malu untuk melanjutkan pertandingan.

You XiaoMo berjalan mendekati mereka. Dia bahkan tidak ngos-ngosan sambil memuji, “Kalian bermain cukup baik untuk bisa mencetak poin dari kami.”

Mereka berenam, “……….”

Karena enam pemuda itu tidak memiliki kekuatan fisik untuk melanjutkan, pertandingan berakhir di babak pertama dengan skor seratus banding satu. Para penonton dipaksa untuk bubar. Mereka masih belum puas melihat, itu benar-benar terlalu luar biasa. Meskipun itu pertandingan sepihak, ada banyak variasi dalam gerakan menggiring bola dari keduanya. Hanya ada sudut yang tidak bisa dibayangkan oleh kerumunan, dan tidak ada tindakan yang tidak bisa dilakukan oleh keduanya.

You XiaoMo juga merasa agak belum puas bermain saat dia mengklik lidahnya.

Ling Xiao memberinya sebotol air murni, “Apakah kamu ingin bermain lagi?”

You XiaoMo melihat ekspresinya yang ingin menggertak orang lain dan memutar matanya, “Skill apa yang ada untuk menindas orang-orang biasa? Jika kamu memiliki kemampuan, bermainlah dengan yang lain ketika kamu kembali. Menang itu membutuhkan skill nyata!”

Ling Xiao tidak mengungkapkan pendapat, “Mendengarkan kata-katamu, sepertinya kamu pikir aku akan kalah?”

You XiaoMo menunjukkan sederet gigi putih dan tampak sangat senang ketika dia berkata, “Segalanya mungkin saja jika kamu tidak menggunakan energi spiritual.”

Tiba-tiba Ling Xiao tertawa, “Istriku, sepertinya kamu benar-benar ingin menang untuk melawan suamimu ini.”

You XiaoMo segera memberikan humph dari lubang hidungnya, Yah tentu saja!

“Master, terimalah aku sebagai muridmu!” Pemuda itu tiba-tiba mengejar mereka dan berlutut dengan cepat. Mata hijaunya berkilau seperti permata saat dia memandanginya dengan harapan dan kegembiraan. Kesombongan yang dulu telah lama menjadi debu dan dia telah memikirkan hal ini sejak saat itu. Dia bahkan menolak untuk pergi ketika teman-temannya memintanya untuk pergi bersama mereka.

You XiaoMo terkejut. Dia tidak pernah berpikir untuk menerima orang asing sebagai murid. Selain itu, dia tidak memiliki niat untuk menerima seorang murid. Tetapi… dia mengeluarkan botol giok yang berisi pil ajaib dari lengan bajunya, dan melemparkan itu ke arahnya dengan santai. “Tangkaplah. Makan ini dan kamu bisa menjadi sangat kuat!” Anggap saja sebagai ucapan terima kasih.

Pemuda itu agak meragukan dan ketika dia masih ingin mengatakan sesuatu, keduanya berbalik dan berjalan pergi sambil tertawa dan ngobrol.

Pemuda itu memakan pil ajaib yang diberikan oleh You XiaoMo, dan kemudian dia menjadi sosok legendaris di dunia olahraga bola. Tidak ada yang bisa melampaui dia dalam dua ratus tahun ke depan.

Tidak ada yang tahu kalau sosok legendaris itu selalu berterima kasih kepada dua orang, dan tanpa mereka dia tidak akan naik ke ketinggian seperti itu. Adapun dua orang yang dia syukuri, mereka saat ini bepergian dengan bebas dan tidak terkekang di dunia lain.


<< LMW Extra 16 (Chapter 729)

LMW Extra 18 (Chapter 731) >>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s