His Majesty Hostage – Chapter 10

Menurut teori dari kota kelahiran Chun Lan, manusia memiliki tiga jiwa abadi dan tujuh bentuk fana (dalam Taoisme). Tetapi ketika seseorang dirasuki oleh roh jahat, satu bagian dari jiwanya akan hilang. Untuk mengumpulkan jiwa yang tercerai berai, penduduk desa akan membawa orang yang terkena bencana ke tempat yang penuh dengan energi yin pada waktu tertentu di antara jam 11 malam – 1 pagi. Mereka akan membawa lentera putih dan meneriakkan nama orang itu untuk membimbing jiwanya yang hilang.

*T/N 三魂七魄 – tiga jiwa abadi dan tujuh bentuk fana : tiga jiwa abadi dalam Taoisme mewakili roh dan kecerdasan jiwa / tujuh bentuk fana dalam Taoisme mewakili kehidupan dan keinginan duniawi.

 

Beberapa hari terakhir ini ZiLi tidak pernah bisa tidur nyenyak ketika dia berusaha keras untuk menahan matanya terbuka, dengan lingkaran hitam di bawahnya dan terus menatap pintu. Dia membayangkan musuh memegang pedang mereka yang tajam dan bersinar kemudian menendang pintu terbuka dan menyerbu masuk. ZiLi yakin bahwa metode untuk tetap terjaga sambil bersembunyi di bawah selimutnya lebih baik untuk memastikan keselamatannya. (Jangan percaya, anak ini hanya bingung karena sakit!)

Di rak di tengah kamar, ada singa emas yang naik ke atas dupa dengan ada beberapa dupa tipis yang menyala. Di layar putih, ada pohon peoni emas yang ditarik ke dalamnya. Api batang lilin berwarna orange mulai tumbuh redup, itu samar-samar berkedip ke arah bulan naik saat cahaya redup mulai terbakar.

Mata ZiLi terkulai ke bawah saat dia mengamati objek itu seolah-olah memiliki ilusi yang samar. Kepalanya perlahan-lahan menggantung, tubuhnya membungkuk, lalu akhirnya berbaring dan tertidur.

Setelah waktu yang singkat, pintu kamar terbuka dengan ringan, dua wanita muda berjinjit dengan pelan-pelan. Mereka mengangkat selimut kapas di atas kepalanya untuk melihat ke dalam.

“Dupa mulai memiliki efek. Yang Mulia sudah tertidur.” Salah satu wanita muda itu berbisik.

“Baguslah. Sudah sekitar jam 7 malam – 9 malam. Kita harus membawa Yang Mulia ke Istana Dingin sebelum jam 11 malam – 1 pagi.” Wanita muda lainnya menjawab.

Bukankah kedua orang ini Ming Yue dan Chun Lan?

Salah satu menutupi ZiLi dengan selimut, lalu membawanya dengan digotong oleh keduanya dan keluar.

Istana kekaisaran, tempat dimana keamanan dijaga ketat. Ada satu kelompok kecil berisi dua belas penjaga kekaisaran yang sedang berpatroli.

Dengan selang waktu satu jam, satu kelompok akan berpatroli di sekitar kemudian perubahan shift akan dimulai setelah jam hampir habis. Hal ini dilakukan untuk mencegah orang luar menyamar sebagai penjaga sejati.

Bagaimana pun pasti akan ada beberapa momen, di mana keamanan ketat istana akan tergelincir. Misalnya, waktu di mana penjaga patroli perlu mengubah shift, ada sekitar lima belas menit waktu bagi mereka untuk membereskan segala sesuatunya.

Ming Yue dan Chun Lan mencari titik waktu ini dan pada saat yang tepat, mereka melanjutkan untuk membawa ZiLi menuju Istana Dingin yang dipenuhi energi yin.

Sekarang Istana itu tidak berpenghuni. Kedua pelayan yang ingin menyelamatkannya dengan hati-hati mengangkat tuan mereka dan bergerak menuju tujuan mereka. Sekitar jam 9 malam – 1 malam, cahaya bulan naik tinggi di atas kepala mereka. Mereka mungkin harus tiba tepat waktu untuk mengatur berbagai hal.

Mereka berdua tiba di Bai Rui Yuan* saat mereka tiba-tiba mendengar suara dari belakang mereka berteriak untuk menghentikan mereka: “Siapa di sana?”

*T/N: Bai Rui Yuan – wilayah tempat harem kaisar berada.

 

Ming Yue dan Chun Lan keduanya melompat ketakutan. Mereka berbalik untuk melihat, dan diam-diam berbisik ‘gawat’.

Ternyata itu adalah penjaga kekaisaran yang sedang berpatroli.

Bukankah mereka di tengah-tengah perubahan shift? Bagaimana mungkin bertemu mereka dan dipanggil?

Bagaimana bisa ini baik bagi mereka? Kedua wanita muda itu kebingungan untuk sementara waktu ketika para penjaga kekaisaran yang berpatroli tiba di depan mereka.

“Kamu berasal dari istana mana? Mengapa kamu membawa sesuatu larut malam begini?” Pemimpin penjaga kekaisaran itu bertanya dengan tajam. Para penjaga kekaisaran lainnya sudah mengeluarkan pedang mereka dan mengarahkan ke arah mereka.

“Kami —————” Dahi Ming Yue dan Chun Lan berkeringat deras, mereka tidak tahu harus mengatakan alasan apa.

Kemudian pada waktu yang tepat, mereka tiba-tiba mendengar suara lelah seseorang yang kehabisan nafas berkata: “Hei! Ada apa dengan kalian berdua budak rendahan? Aku memerintahkanmu untuk membawa tuan muda ke gerbang timur. Lebih baik cepat kamu membawa ke sana. Jika satu jam lagi terbuang, Yang Mulia akan menyalahkanku. Tidak hanya nyawa rendahanmu tidak akan selamat, aku juga akan terbunuh bersama kalian berdua!”

Para penjaga kekaisaran menengok ke arah suara itu, dan melihat seorang kasim yang gemuk kebingungan dan dengan putus asa berlari ke arah mereka. Di belakangnya adalah tandu kecil yang dibawa oleh empat orang di pundak mereka.

Semua mata penjaga kekaisaran dengan ragu melesat ke sosok yang terbungkus selimut yang sedang tidur nyenyak. Ini adalah “Bai Rui Yuan”, di mana gadis panggung dan pelayan pria tinggal. Di dalam selimut itu pasti ada seorang pria muda yang dimaksud. Tapi mereka tidak tahu adegan seperti apa di musim semi yang dipenuhi dengan basah dan melempar bantal.

Mereka tentu saja membayangkan segala macam hal, tetapi mereka tidak akan berani untuk pergi ke kinerja yang sebenarnya dan mengintip!!!

“Kalau begitu kami tidak akan membuang waktu si kasim lagi. Kamu bisa pergi.”

Ketika mereka mendengar kata-kata penjaga kekaisaran, kedua hati Ming Yue dan Chun Lan yang melonjak naik ke tenggorokan mereka jatuh. Itu benar-benar menakutkan, mereka masih belum mengumpulkan jiwa Yang Mulia yang terpencar, tetapi mereka nyaris kehilangan jiwa mereka. Beberapa pelayan datang dan mengambil alih selimut yang dibawakan oleh kedua wanita muda itu, dengan hati-hati meletakkannya di dalam tandu.

“Berangkat.” Si kasim melambaikan ujung kocokan ekor kuda dan menyalak dengan suara keras.

Suaranya membuat jiwa keduanya yang melayang balik lagi.

Sungguh mengerikan! Mereka — mereka ingin mengantar Yang Mulia yang tidur kemana?


<< HMH Chapter 9

HMH Chapter 11 >>

Iklan

Satu tanggapan untuk “His Majesty Hostage – Chapter 10

  1. Ceritanya bagus. Saya penasaran dg kelanjutannya. Trimakasih sdh menterjemahkan.

    Entah kenapa saya merasa pernah baca komik yg mirip dg cerita ini. Tp saya juga tidak yakin sama atau hanya mirip saja. Karena sdh lama.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s