Legendary Master Wife – Chapter 673

Chapter 673 – Bergeraklah

Gedung Jamur adalah tempat terpenting bagi Serikat Penyihir. Ada banyak benda berharga yang disimpan di dalamnya, dan jika semuanya dihancurkan, itu akan menjadi kerugian besar bagi serikat tersebut sampai-sampai bahkan kemungkinan berdampak pada fondasi mereka.

Setelah pria paruh baya itu memasuki Gedung Jamur, dia menggunakan identitasnya untuk masuk tanpa hambatan. Dia tiba di lantai dua dengan sangat cepat. Bahkan ada lebih banyak penjaga di lantai dua daripada lantai satu, dan ada dua penjaga setiap dua meter. Keamanannya sangat ketat, membuat pria paruh baya itu sedikit menyipitkan matanya.

Awalnya, dia ingin pergi ke lantai tiga untuk melihat-lihat, tetapi dia dihalangi saat dia baru saja berjalan ke pintu.

Pria paruh baya itu menyerahkan kartu identitasnya kepada penjaga. Tanpa diduga, si penjaga hanya meliriknya sebelum mengembalikannya, berkata tanpa ekspresi, “Kamu tidak bisa naik.”

Pria paruh baya itu tertegun. Dia bertanya, “Mengapa aku tidak bisa naik?”

Penjaga itu berkata, “Tidak cukup otoritas/kekuasaan!”

Pria paruh baya itu bertanya lagi, “Lalu tingkat otoritas apa yang kamu butuhkan untuk naik?”

Penjaga itu: “Tanpa persetujuan dari pemimpin perguruan atau kepala penatua, tidak ada yang diizinkan naik!”

Pria paruh baya itu mengerutkan kening. Dia tidak menyangka sesuatu menjadi sangat rumit; awalnya dia berpikir kalau dia akan bisa naik ke lantai tiga setelah mendapatkan kartu identitas ini, tetapi ternyata dia benar-benar membutuhkan persetujuan dari dua tua-bangka tersebut. Ini sama saja sulit untuk naik – mereka berdua sangat cerdik, jika dia berani bertanya, dia pasti akan langsung dicurigai!

Ketika dia melihat pintu masuk ke lantai tiga begitu dekat di depannya, pria paruh baya itu tidak mau menyerah begitu saja. Dia akhirnya memasuki tempat ini dengan banyak kesulitan, dan dia tidak tahu kapan waktu berikutnya dia bisa melakukannya lagi. Selain itu, sebagian besar orang dari dua serikat sedang berada di alun-alun saat ini, jadi dua hari ini adalah waktu terbaik untuk merebut Serikat Penyihir!

“Aku punya surat rekomendasi penatua kedua, aku masih tidak bisa naik?” Pria paruh baya itu bertanya, tidak mau menyerah. Saat dia berbicara, dia mengeluarkan botol kecil dan mengambil langkah ke depan, memasukkannya diam-diam ke tangan penjaga. Bahkan tanpa melihat jelas bahwa ada pil ajaib di dalamnya, dan itu bukanlah pil ajaib kelas rendah.

Tanpa diduga, penjaga itu bahkan tidak menatap kelopak mata, dan dia langsung menghindar ke samping. Dia berkata dengan nada kayu, “Bahkan jika penatua kedua secara pribadi datang, beliau tidak akan diizinkan!”

Wajah pria paruh baya itu segera menjadi agak gelap, seolah-olah dia sedikit kesal dengan sikap penjaga yang tidak pandang bulu (tidak diskriminatif).

Penjaga itu berkata dengan ekspresi serius, “Silakan pergi segera dari sini!”

Begitu dia berbicara, niat membunuh samar-samar meledak dari tubuhnya, seolah-olah dia mengatakan dia akan mengambil tindakan jika dia tidak pergi!

Pria paruh baya itu tidak berani untuk membuat keributan di sini, jadi dia tidak punya pilihan selain pergi.

Begitu dia meninggalkan Serikat Penyihir dan berbelok ke sudut, dia membuang kartu identitas itu.

Kartu identitas itu sama sekali bukan miliknya, tapi yang dia dapatkan dari orang lain. Orang itu sudah diundang olehnya ke alam baka untuk minum teh. Setelah itu, wajahnya juga berubah menjadi milik orang lain, sekitar usia yang sama, tetapi sedikit lebih bersemangat dan tajam.

Pria paruh baya itu berjalan ke suatu tempat yang lebih jauh. Ketika dia tiba di luar halaman yang tertutup, dia mengetuk gerbang depan, dan suara yang lebih rendah terdengar dari dalam.

“Siapa?”

“Hei Niao.” (黑袅)

Setelah itu, gerbang depan dibuka. Berdiri di belakangnya adalah seseorang yang terbungkus sepenuhnya dengan jubah, dan dia menutup gerbang dengan hati-hati tepat setelah dia membiarkan pria paruh baya itu masuk.

Setelah mereka berdua berjalan ke halaman, mereka tiba di depan sebuah rumah. Sebuah suara yang agak tua melayang keluar dari dalam sana, memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam.

Saat mereka membuka pintu dan masuk, orang yang berada di dalam kebetulan berbalik.

Jika You XiaoMo ada di sini, dia pasti akan mengenali orang ini, karena dia justru si Imam Besar itu (大祭司). Satu-satunya perbedaan adalah dia jauh lebih tua sekarang daripada sebelumnya. Sejak rencana Kaisar TongTian gagal, Kaisar TongTian mengeluarkan amarahnya. Tentu saja, segalanya menjadi kacau karena dia tidak mengawasi You XiaoMo dengan hati-hati. Bertahun-tahun keringat dan darah yang dicurahkan, telah dihancurkan dalam sekejap, dan dia juga ikut terpengaruh!

“Bagaimana situasinya?” tanya si Imam Besar itu.

Pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan menjelaskan dengan singkat apa yang terjadi.

Si Imam Besar mengerutkan kening dan mengetuk permukaan meja dengan jarinya ketika dia berkata, “Sepertinya segala sesuatu akan sedikit rumit. Tidak mudah untuk meniru kedua tua-bangka itu…”

“Tidak perlu untuk segala sesuatu menjadi begitu rumit. Bagaimana kalau aku membantu kalian?”

Pada saat itu, sebuah suara yang membawa sedikit senyum aneh tiba-tiba berbicara, bergema di atas mereka, segera menyela si Imam Besar.

Ekspresi wajah mereka langsung berubah.

Si Imam Besar melihat ke belakang dengan ganas. Sosok putih itu muncul di belakang mereka pada waktu yang tidak diketahui, dan ada tirai yang memisahkan mereka. Itu bergoyang dalam angin yang bertiup dari luar jendela. Tidak jelas juga sudah berapa lama dia berdiri di sana mendengarkan dialog mereka, tetapi mereka tidak menyadari sama sekali.

Mereka bertiga bereaksi sangat cepat, tetapi mereka tidak menyerang orang yang berada di balik tirai itu. Sebaliknya, mereka dengan cepat berjuang untuk lari keluar, seolah-olah sosok putih itu semacam monster atau iblis.

Tapi, tidak peduli seberapa cepatnya mereka, mereka tidak lebih cepat dari sosok putih itu. Tirai berayun dengan ringan, dan sosok putih itu melintas di depan mereka dalam sekejap, menghalangi jalan mereka. Pada saat yang sama, mereka bergerak, dan tekanan kuat menyerang pria paruh baya dan orang berjubah yang membawanya bertatap-muka.

Mereka berdua tertangkap basah, dan mereka menyemprotkan kabut darah sebelum jatuh dan menabrak dinding, menciptakan suara yang sangat kencang.

Si Imam Besar bereaksi paling cepat. Seolah-olah dia sudah mengantisipasi hal ini, segera dia berbalik dan berlari menuju jendela di balik tirai.

Meskipun agak bodoh bagi tiga orang untuk takut pada satu orang, tapi satu orang itu adalah seseorang yang bahkan menyebabkan Kaisar TongTian menderita karena tindakannya. Bahkan jika ada sepuluh orang lebih diantara mereka, mereka kemungkinan besar tidak bisa mengalahkan orang itu. Daripada menghadapi kekuatan dengan kekuatan, lebih baik segera melarikan diri. Mungkin saja mereka masih memiliki kesempatan untuk hidup.

Ling Xiao tidak melirik kedua orang yang telah menerima cedera serius tepat setelah melihatnya, dan dia langsung mengejar si Imam Besar.

Si Imam Besar adalah pejabat tinggi di bawah Kaisar TongTian, ​​dan selama dia mati, itu seperti Kaisar TongTian telah kehilangan lengan. Jadi, targetnya adalah dia.

Keheningan segera kembali ke rumah itu.

Pria paruh baya dan pria berjubah dengan penuh rasa syukur merangkak naik dan menyeka darah di mulut mereka. Ada yang hendak pergi ketika sekelompok besar orang tiba-tiba masuk dari luar. Menilai dari pakaian mereka, secara mengejutkan mereka adalah orang-orang dari Serikat Penyihir.

Ekspresi kedua orang itu langsung menegang.

Pada saat yang sama, kompetisi di alun-alun juga memasuki tahap akhir.

Satu jam memang cukup waktu untuk menyeret beberapa penyihir, karena ada sangat sedikit penyihir yang memperhatikan waktu seperti You XiaoMo, bukan karena tingkat keberhasilan pil ajaib.

Ketika dia melihat bahwa hanya setengah jam yang tersisa dan beberapa penyihir baru saja memasuki tahap peleburan pil, yang bahkan lebih sulit daripada penyulingan, jelas saja setengah jam sama sekali tidak cukup, terutama karena tahap itu membuang-buang waktu dan energi.

Kompetisi bahkan belum berakhir ketika penyihir menyerah dalam suksesi/urutan cepat dan meninggalkan kompetisi.

You XiaoMo tidak memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya. Dia berkonsentrasi menatap pil ajaib yang ada di dalam kuali. Kecepatannya selalu sangat cepat, dan sekarang, pil ajaibnya sudah terbentuk. Hanya tinggal beberapa langkah terakhir yang tersisa, jadi kelulusan tidak akan menjadi masalah.

Di sebelahnya, Qiao WuXing dan Jiu Ye juga hampir selesai. Membuat pil ajaib level sepuluh sama sekali tidak sulit bagi mereka, karena mereka berdua penyihir tingkat pelangi. Shifu mereka juga orang yang terkenal di serikat, jadi itu standar untuk murid-muridnya sangat tinggi. Jika mereka bahkan tidak bisa lulus tes ini, mereka tidak hanya kehilangan wajah mereka sendiri tetapi seluruh serikat.

Seperempat jam kemudian, ada ‘dentang‘ di dalam kuali.

Setelah itu, kuali You XiaoMo tiba-tiba melepaskan semburan cahaya putih, dan pil ajaib merah gelap mencoba terbang keluar dari dalam. Namun, itu terhalang oleh pembatas di dalam kuali, dan pil itu kembali tenang setelah sedetik.

You XiaoMo menangkap Pil Awan-Api (火云丹) tersebut. Ketika dia melihat kualitasnya, dia mengungkapkan ekspresi puas di wajahnya.

Kualitas pil ajaib itu kelas menengah, condong ke kelas tinggi. Karena hanya ada dua ramuan ajaib tingkat tinggi, itu benar-benar agak sulit untuk bergantung pada dua ramuan ajaib ini agar menghaluskan ramuan ajaib kelas tinggi, kecuali dia menggunakan air spiritual. Tetapi peraturan menyatakan kalau mereka tidak bisa menggunakan apa pun yang tidak disediakan oleh perkumpulan penyihir.

You XiaoMo bukan yang pertama selesai.

Dia yang kedua. Yang pertama adalah Zu Ma, veteran berpengalaman dari penyihir kelas transenden. Dia sudah lama menyempurnakan seni dari penulingan pil, dan kualitas Pil Awan-Api-nya juga kelas menengah, condong ke kelas tinggi.

Semua orang kebanyakan kelas menengah, tetapi mayoritas dari mereka kelas rendah. Orang-orang itu pasti akan tereliminasi.

Jadi, setelah ronde kompetisi ini berakhir, 200 orang telah tereliminasi dari keseluruhan total 300 orang lebih. Pada akhirnya, hanya 108 orang yang maju ke ronde ketiga kompetisi.

Ronde terakhir telah secara langsung memusnahkan dua pertiga dari para peserta, dan beberapa orang terkejut secara bersamaan, tetapi juga menemukan itu yang diharapkan. Bagaimanapun, tes ini benar-benar sangat sulit.

You XiaoMo menyerahkan pil ajaib yang sudah jadi. Karena Perguruan XiaoYao yang menyediakan bahan-bahan dan juga harus menilai apakah pil ajaib itu baik atau buruk, para peserta tidak punya pilihan selain menyerahkan pil ajaib mereka kepada Perguruan.

Setelah ronde kedua selesai secara resmi, You XiaoMo mengucapkan selamat tinggal ke Qiao WuXing dan pergi ke bagian penonton untuk mencari Ling Xiao. Namun… dia bahkan tidak bisa menemukan bayangannya…

You XiaoMo berpikir kalau Ling Xiao sedang menunggu di pintu keluar, seperti kemarin, jadi dia pergi ke sana untuk menemukannya. Tetapi ketika dia berkeliling dua kali dan masih tidak melihatnya, dia merasa bingung. Tidak mungkin Ling Xiao pergi sendirian, kan?

Jiu Ye kebetulan berjalan mendekat. Saat dia melihatnya, dia mengangkat alis. “Kamu sedang mencari Ling Xiao?”

“Apakah kamu tahu dimana dia?” You XiaoMo berbalik dan bertanya. Itu terdengar seperti dia tahu sesuatu, menilai dari nada suaranya.

Benar saja, Jiu Ye langsung mengangguk. “Aku baru saja mendengar shifu menyebutkan kalau sepertinya dia pergi untuk melakukan sesuatu yang memakan sedikit waktu. Mungkin butuh beberapa saat sebelum dia kembali.”

Mulut You XiaoMo berkedut. Dia bahkan tidak perlu bertanya untuk mengetahui apa yang harus dilakukan Ling Xiao; dia benar-benar pergi sendiri ketika You XiaoMo berada di tengah-tengah kompetisi, sewaktu dia sudah bersiap untuk pergi bersamanya!

Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Jiu Ye, You XiaoMo segera pergi dengan marah.


<< LMW 672

LMW 674 >>

Iklan

3 respons untuk ‘Legendary Master Wife – Chapter 673

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s