Legendary Master Wife – Chapter 647

Chapter 647 – Ibu

Ling Xiao segera mengetahui ini.

XiaoJi meminta Ji Feng untuk membantunya sekarang, jadi dia tidak perlu melakukan semuanya secara pribadi, juga tidak perlu bersembunyi dan menyelinap. Ji Feng adalah penolong terbesarnya. Klannya tidak akan curiga bahkan jika Ji Feng dikirim pergi.

Setelah selesai membaca, Ling Xiao menyerahkan jade drive itu ke You XiaoMo yang cemas, yang hampir menahan diri dari menyambar Jade Drive tersebut.

You XiaoMo melirik Ling Xiao yang terdiam di sebelahnya setelah melihat isi jade drive itu. Dari gambaran XiaoJi, sikap Ibu-nya Ling Xiao tampak agak aneh, berbeda dari yang dia harapkan.

XiaoJi telah membawa nama Ling Xiao dalam percakapan mereka, tetapi dia tidak bereaksi, bahkan tidak menanyakan tentang Ling Xiao sama sekali. Apakah dia bahagia tetapi berpura-pura tenang dan diam, atau………

You XiaoMo tidak mengerti. Ling Xiao telah mengatakan kepadanya di masa lalu kalau ayah dan ibunya bersama-sama meskipun klan mereka keberatan karena cinta satu sama lain. Jika mereka bisa melakukan itu, maka mereka harus benar-benar saling mencintai satu sama lain, dan anak dari darah daging mereka sendiri juga tidak akan dicintai. Tapi, sekarang tampaknya tidak seperti itu.

“Mungkin seseorang sudah memberitahunya tentang apa yang kamu lakukan?” You XiaoMo menatap Ling Xiao, takut dia akan marah. Dia tahu bagaimana rasanya memiliki orang tua yang tidak peduli. Itu tidak baik sama sekali.

Ekspresi Ling Xiao kosong. Mendengar kata-katanya, sedikit senyum muncul di wajah Ling Xiao, “Mungkin saja.”

Melihatnya tersenyum hanya membuat You XiaoMo semakin khawatir.

Meskipun orang tuanya tidak terlalu peduli padanya, setidaknya dia memiliki mereka di sisinya sejak dia masih muda dan kadang-kadang akan mendapatkan beberapa kata cinta dari orangtua. Namun, Ling Xiao telah terpisah dari orang tuanya selama bertahun-tahun. Dia pernah berkata kalau dia ingin menyelamatkan mereka. Jelas bahwa dia sangat merindukan mereka.

Mengetahui sekarang kalau Ibu-nya seperti tidak terlalu menyukainya, jika itu dia, dia pasti tidak akan merasa sangat bahagia.

Saat dia memikirkan hal itu, Ling Xiao berdiri dan keluar.

You XiaoMo bergegas mengejarnya, “Kamu mau pergi kemana?”

“Untuk mencari Paman Gu,” Jawab Ling Xiao tanpa menatapnya.

Jantung You XiaoMo berdebar. Seperti yang diduga, dia tidak bisa membiarkan ini begitu saja dan harus mempertanyakan Paman Gu. Paman Gu yang pertama kali bercerita tentang orangtuanya.

Lin Gu tidak ada di Daratan Tangisan Hantu akhir-akhir ini. Sebagai Boss-nya, dia sering absen, tetapi hanya TianDao yang tahu kalau setiap kali dia pergi, dia keluar untuk mengumpulkan intel di Klan Qilin. Namun, dia telah kembali beberapa hari ini, dan saat ini ada di Daratan Tangisan Hantu.

Lin Gu sudah mengetahui kunjungan mereka sebelumnya, jadi dia menyuruh mereka untuk datang dan menemukannya di ruang teh. Berbicara tentang ruang teh, rumor mengatakan bahwa Lin Gu juga seorang pecinta teh. Saat You XiaoMo mendengar hal ini, dia curiga kalau Ling Xiao telah mendapatkan hobby nge-teh itu dari Lin Gu.

Ruang teh Lin Gu didekorasi dengan kesederhanaan yang elegan, tidak mencolok atau glamor, tetapi perabotan dan peralatan terbuat dari kayu berkualitas tinggi. Mereka bisa mencium aroma teh begitu mereka melangkah masuk, dan aroma pohon yang lebih ringan.

“Kamu tiba di waktu yang tepat. Ini adalah daun teh berkualitas tinggi yang baru saja aku bawa kembali.” Lin Gu berdiri di samping meja teh, sedang mempersiapkan daun teh dan menyapa mereka, memberi isyarat agar mereka duduk.

Ling Xiao tidak berbicara, seperti biasanya.

You XiaoMo, khawatir tentang Ling Xiao, juga tetap diam seperti biasanya, dengan demikian menarik perhatian Lin Gu.

“Kenapa kalian begitu tenang hari ini? Apakah kalian bertengkar?” Melihat You XiaoMo dengan hati-hati sebelum menggeser tatapannya ke Ling Xiao, Lin Gu tersenyum.

Keduanya telah bersama selama bertahun-tahun, dan hubungan mereka tidak pernah tegang seperti ini sebelumnya. Bagi mereka, bertengkar adalah sesuatu yang baru diantara mereka, karena salah satu dari mereka memiliki kepribadian yang agak keras, sementara yang lain jauh lebih lembut, sehingga mereka sering bisa untuk saling melengkapi.

Baru saja dia selesai berbicara, You XiaoMo menatapnya dengan simpati dalam pandangannya.

Lin Gu berhenti, mencoba memproses ini dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Saat itulah Ling Xiao mengambil tempat duduk di depannya dan langsung ke pokok permasalahan. “Paman Gu, aku datang karena aku memiliki sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Tolong jawab aku dengan jujur.”

Melihat keseriusan yang tidak biasa ini, Lin Gu berhenti untuk bercanda dan mengangkat alisnya. “Apa itu?”

“Dulu… Dulu, apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka? Sebelumnya kamu tidak mengatakan yang sejujurnya padaku, yah kan?” Ling Xiao sama sekali tidak bertele-tele, ekspresinya tenang dan kata-katanya begitu tumpul sehingga Lin Gu membeku karena kaget.

Tangan Lin Gu berhenti, dan dia meletakkan teko teh di atas meja, menatap Ling Xiao. Meskipun kata-kata itu tidak menyebutkan siapa pun yang spesifik, dia tahu siapa yang dibicarakan Ling Xiao. Dia ragu-ragu sejenak dan bertanya, “Apakah seseorang mengatakan sesuatu untuk membuatmu berpikir seperti itu?”

“Aku memiliki orang-orang di Klan Phoenix Iblis, dan mereka telah mengajaknya keluar, memberitahunya tentang aku, tetapi reaksinya tidak sesuai dengan apa yang kamu katakan padaku. Dia sepertinya tidak terlalu menyukai putranya. Paman Gu, kamu tahu kenapa bisa begitu?” Tatapan Ling Xiao tajam, menatap Lin Gu.

You XiaoMo duduk di samping dengan kepala menunduk, tatapannya bingung.

Melihat kepastiannya. Lin Gu menyadari bahwa dia tidak akan bisa menipu yang lain dan hanya bisa mengatakan, “Beberapa hal terjadi di antara orang tua-mu dulu, tetapi aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Kamu bisa bertanya pada ayahmu ketika dia datang.”

“Bukankah itu sama jika kamu yang memberitahuku?”

Lin Gu menggelengkan kepalanya. “Xiao-er, aku punya alasan, tapi aku bisa mengatakan begini. Ibumu… dia punya sesuatu untuk melawan ayahmu, tetapi dia ingin bebas. Setelah kamu lebih kuat, aku masih berharap kamu bisa membebaskannya dari Klan Phoenix Iblis.”

Ling Xiao menatapnya sejenak. “Aku mengerti.”

Ling Xiao mengerti seperti apa Lin Gu. Jika dia tidak mau mengatakan sesuatu, maka tidak peduli seberapa banyak kamu mendesaknya, kamu tidak akan mendapatkan apa pun darinya.

Lin Gu tampaknya tidak merasa lega dengan ini. Dia tidak mood lagi untuk minum teh.

Ling Xiao dengan tenang mengambil teko teh itu dan membuat beberapa cangkir teh, memberikannya kepada You XiaoMo, yang sedang menatapnya dengan mata lebar. Dia hanya pergi dengan You XiaoMo setelah menghabiskan teh mereka, sama sekali tidak merasa seolah-olah dia telah merusak suasana hati Lin Gu.

Begitu mereka kembali ke Istana, You XiaoMo tidak bisa memendamnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu benar-benar baik-baik saja?”

Ling Xiao menatapnya dengan sedikit senyum dan terus berjalan ke dalam saat dia menjawab, “Mengapa aku tidak baik-baik saja?” Dia bahkan tampak agak puas karena suatu alasan.

You XiaoMo merasa seperti dia tidak memiliki kekuatan otak yang cukup untuk memproses ini.

“Apa yang kamu maksud dengan itu?” You XiaoMo berlari dan meraih lengannya. Moodnya berubah dengan cepat, membuat You XiaoMo merasa seperti berhalusinasi.

“Apa maksudmu dengan apa maksudku?” Ling Xiao menoleh, menatapnya agak tak berdaya.

You XiaoMo merasa dia berpura-pura tidak tahu dan berkata, “Aku merasa sikapmu aneh. Apakah kamu benar-benar ingin tahu tentang orang tua-mu atau tidak? Kenapa sekarang kamu tidak peduli?”

Ling Xiao mengangkat bahu, merentangkan tangannya ke samping dengan gerakan ‘apa yang bisa kulakukan’.

Ling Xiao, “Jika Paman Gu tidak ingin mengatakannya, lalu apa gunanya aku mengkhawatirkannya? Atau apakah kamu mengharapkanku untuk mengamuk dan menangis sampai dia mau memberitahu aku?”

Mulut You XiaoMo berkedut. “Bukan itu yang aku maksudkan…” Dia hanya berpikir Ling Xiao bersikap sedikit aneh, tapi dia tidak benar-benar yakin bagaimana menjelaskannya dengan kata-kata.

“Baiklah, kita akan membiarkan hal ini begitu saja untuk sekarang. Seperti kata Paman Gu, setelah aku mengeluarkan ayahku, maka aku akan bisa mengetahui apa yang terjadi. Aku sudah menunggu bertahun-tahun, terus apa lagi?” Ling Xiao menyelanya, berjalan dan melingkarkan tangannya di bahunya sehingga mereka bisa masuk bersama.

“Tapi…” You XiaoMo masih merasa ini agak aneh.

Ling Xiao tidak memberinya kesempatan untuk terus khawatir. Apakah ada kepentingan untuk memikirkan lebih lanjut? Baginya tidak ada. Hanya seperti apa adanya.

Dengan demikian, dia berhasil mengalihkan perhatian You XiaoMo dari topik tersebut.

Ini adalah tragedi memiliki IQ rendah!

Dalam Klan Phoenix Iblis, XiaoJi pergi dan berbicara lebih banyak dengan Ji SuXin setelah menerima kabar dari Boss, tapi, dia tidak membuat kemajuan. Ji SuXin tetap seperti sebelumnya, seolah-olah tidak menginginkan kebebasan sama sekali.

Dengan adanya Ji Feng, XiaoJi tahu seperti apa posisi Ji SuXin di Klan Phoenix Iblis. Setelah dia bersama ayah Ling Xiao, Klan Phoenix Iblis pada dasarnya telah membuangnya. Hanya ayahnya, Ji WuFeng, yang masih berusaha membujuknya, menolak untuk menyerah.

Ji WuFeng adalah pria yang ambisius. Tujuannya adalah posisi pemimpin lembah, tetapi tidak mungkin baginya untuk mencapai itu sendirian, jadi dia menganggap Ji SuXin sebagai satu-satunya harapannya. Saat itu, jika Ji SuXin tidak terlibat dengan ayah Ling Xiao, maka dia pasti bisa menggantikan posisi pemimpin lembah, tetapi impian ini hancur begitu saja tanpa ampun.

Karena itu, dia membenci Ling Xiao dan ayahnya. Jika dia tahu kalau XiaoJi adalah salah satu dari Ling Xiao, maka dia pasti akan menjadi hambatan terbesar XiaoJi. Meskipun Ji WuFeng telah low-profile selama bertahun-tahun, dia memiliki banyak pengikut yang setia dan kuat di sisinya.

Menanggapi hal ini, jawaban Ling Xiao sangat sederhana; dia menyuruh XiaoJi untuk menjadi pemimpin lembah sesegera mungkin.

Begitu dia menjadi pemimpin lembah, maka kebebasan Ji SuXin bisa diperoleh hanya dengan satu perintah darinya. Ditambah lagi, bukankah Klan Phoenix Iblis merawatnya.

Namun, Ling Xiao masih meminta XiaoJi untuk bertanya apakah Ji SuXin ingin bebas atau tidak.

You XiaoMo merasa bahwa ini agak seperti gangguan, dan dia meragukan Ling Xiao benar-benar mencoba untuk memenangkan kasih sayang Ibu-nya ini. Itu lebih seperti merupakan kewajiban baginya.

Jadi, semua masalah tentang ibu Ling Xiao diselesaikan begitu saja. Kemudian mereka mengarahkan pandangan mereka pada orang-orang Klan Qilin. Masih Ayah misteriusnya yang menjadi kunci dari semua ini pada akhirnya.


<< LMW 646

Iklan

16 tanggapan untuk “Legendary Master Wife – Chapter 647

  1. Dia tahu bagaimana rasanya memiliki orang tua yang tidak peduli. Itu tidak baik sama sekali.

    🤧🤧 sabar dek. Seengganya You Bo perhatian ke dirimu

    Suka

  2. Saat You XiaoMo mendengar hal ini, dia curiga kalau Ling Xiao telah mendapatkan hobby nge-teh itu dari Lin Gu.

    Biasanya sikap seorang anak akan sama dengan orang yg merawatnya

    Suka

  3. karena salah satu dari mereka memiliki kepribadian yang agak keras, sementara yang lain jauh lebih lembut

    Siapa yg keras dan siapa yang lembut?🤣🤣🤣🤣🤣

    Suka

  4. “Dulu… Dulu, apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka? Sebelumnya kamu tidak mengatakan yang sejujurnya padaku, yah kan?” Ling Xiao sama sekali tidak bertele-tele, ekspresinya tenang dan kata-katanya begitu tumpul sehingga Lin Gu membeku karena kaget.

    Knp aku tegang waktu abang bertanya ini? Terus kaya pengen nangis.. Malang gitu kayanya ya nasibnya 🤧🤧

    Suka

  5.  Dia hanya pergi dengan You XiaoMo setelah menghabiskan teh mereka, sama sekali tidak merasa seolah-olah dia telah merusak suasana hati Lin Gu.

    Abang baper, si paman yang lebih baper.. Sungguh kasihan abang. 🤧🤧 dek, hibur abangmu itu dekk

    Suka

  6. “Apa maksudmu dengan apa maksudku?” Ling Xiao menoleh, menatapnya agak tak berdaya

    😁😁😁 abang uda kembali ke sikap sebelumnya..

    Suka

  7. Ling Xiao, “Jika Paman Gu tidak ingin mengatakannya, lalu apa gunanya aku mengkhawatirkannya? Atau apakah kamu mengharapkanku untuk mengamuk dan menangis sampai dia mau memberitahu aku?”

    🤣🤣🤣🤣🤣 ide yg bagus.. Menangis lah bang. Memohonlah, 😁😁

    Suka

  8. Menanggapi hal ini, jawaban Ling Xiao sangat sederhana; dia menyuruh XiaoJi untuk menjadi pemimpin lembah sesegera mungkin.

    Kerad bang 🤣

    Suka

Tinggalkan Balasan ke gayatri Batalkan balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s