Legendary Master Wife – Chapter 614

Chapter 614 – Menebak Identitas

Tanah itu benar-benar tertutup oleh darah segar dan bongkahan daging berdarah yang menunjukkan bahwa baru-baru ini ada adegan penyiksaan sepihak di sini. Dari dua mayat yang ada di sini, tidak ada satu pun dari keduanya yang utuh.

Semua ini adalah mahakarya seorang pria tunggal (sendiri). Jika bukan karena bilah-pedang bernoda darah di tangannya, sulit membayangkan kalau dia baru saja menyiksa dua orang sampai mati dengan pakaian bersihnya yang putih, yang tidak memiliki sedikit debu.

Pria itu menjentikkan darah di pedangnya. Ini adalah pertama kalinya dia membunuh dengan pedang-scimitar (sebelumnya diterjemahkan pisau-lebar). Rasanya sangat berbeda dari metode sebelumnya untuk membunuh orang. Meskipun itu lebih rendah daripada metode langsung dan efisien sebelumnya, itu sesekali tidak masalah. Tentu saja, akan lebih baik melakukannya sambil membawa Istrinya di punggungnya.

“Tidak buruk!”

Nada sombong yang membawa minat kuat terdengar dari belakang pria itu.

Pria berpakaian putih itu memiringkan kepalanya dan melirik orang yang sedang berbicara, namun tidak ada kejutan di wajahnya. Orang ini tak lain adalah pria berjubah hitam yang baru saja mengejar dua anggota Laba-Laba Hitam lainnya.

Karena dia ada di sini, itu berarti kedua pria tersebut telah benar-benar menetap di dunia bawah dan dipertemukan dengan rekan-rekan mereka. Kecepatan ini sangat cepat.

Pria berjubah hitam itu masih membawa tongkat api ungu (烧火棍). Warna bajunya terlalu gelap untuk mengetahui apakah ada noda darah atau tidak. Tapi, aroma darah yang menghembus darinya lebih kuat dari sebelumnya dan bahkan ada beberapa noda darah di tongkat api itu.

“Ada seseorang yang membersihkan tujuh atau delapan Gua Legendaris secara teratur dalam lima belas hari dari waktu sebulan yang lalu. Apakah itu kamu?”

Pria berjubah hitam itu tampak curiga pada pria berpakaian putih itu. Meskipun dia mengajukan pertanyaan, ada kepastian yang jelas dalam nada suaranya. Seolah-olah dia tidak akan mempercayainya bahkan jika pria berpakaian putih itu tidak mau mengakuinya.

Tatapan santai pria berpakaian putih itu bergerak dari pisau-lebar mengarah ke pihak lain, mengukur dia dengan tampilan yang dangkal. Sudut-sudut mulutnya perlahan melengkung sedikit, menunjukkan senyuman samar, “Jadi?”

“Aku sangat tertarik padamu. Bertarunglah satu ronde denganku.” Pria berjubah hitam itu memiliki ekspresi kurang ajar saat dia menatap pria berpakaian putih dengan mata arogan. Dia penuh semangat dan jelas merupakan maniak-pertempuran. Dengan satu pandangan, orang bisa mengatakan kalau dia adalah pria yang tak henti-hentinya membenamkan diri dalam pembantaian berdarah.

Pria berpakaian putih itu meliriknya dengan acuh tak acuh menjawab, “Kamu tidak sebanding untukku.”

“Ha ha!” Pria berjubah hitam itu tertawa bukannya marah. Dia adalah seorang pria yang semaunya dan kejam, yang telah hidup untuk waktu yang lama. Ini bukan pertama kalinya seseorang mengatakan ini kepadanya, tetapi orang ini adalah satu-satunya yang membuatnya percaya kata-kata itu. Ini karena pria berpakaian putih itu memang benar – dirinya yang sekarang bukanlah tandingan untuknya.

“Kamu benar, tapi aku masih ingin mencobanya.”

Pria berjubah hitam itu bukan masokis. Dia tahu kalau dia tidak sebanding untuk lawannya namun dia masih ingin bertarung dengannya. Alasan mengapa dia ingin melawan pria itu dikarenakan dia yakin bahwa hanya dengan bertarung dia bisa menjadi lebih kuat. Membuat terobosan di tengah-tengah bahaya dan meledak di saat-saat hidup atau mati. Inilah motto hidupnya.

“Aku sibuk!” Pria berpakaian putih melemparkan kalimat ini padanya sebelum dia berbalik dan berjalan pergi.

Sosok pria berjubah hitam itu melintas dan dia menghalangi jalan pria berpakaian putih saat dia muncul kembali. Dia dengan keras kepala bersikeras, “Ini tidak akan berhasil. Kamu harus bertarung denganku.”

Mata pria itu menjadi gelap.

Di sisi lain, badai petir yang telah lama merebak akhirnya datang.

Mereka hanya bisa mendengar gemuruh guntur yang samar-samar karena mereka berada agak jauh.

You XiaoMo harus berurusan dengan awan petir itu sendirian karena Ling Xiao tidak ada di sana. Untungnya, dia sudah memiliki banyak pengalaman dengan ini, ditambah dia sendiri cukup kuat. Oleh karena itu, dia mampu mengatasinya dengan mudah meskipun kekuatan dari Petir Kesengsaraan untuk Level Pelangi Kelas Empat lebih kuat dari Kelas Tiga.

Setelah menyelesaikan Petir Kesengsaraan, You XiaoMo meletakkan pil ajaib yang mencoba kabur ke dalam botol dan saat dia berlari keluar, Binatang Musang memberitahunya bahwa Ling Xiao belum kembali setelah keluar tadi.

Apa yang dia lakukan di saat begini?

Jadi, saat You XiaoMo yang dipenuhi rasa penasaran, mengikuti jejak ke tujuannya, Ling Xiao sudah mulai bertarung dengan pria berjubah hitam itu.

Tingkat kultivasi orang berjubah hitam adalah Level 12 bintang dua, yang berada dua bintang lebih rendah dari Ling Xiao. Masih ada celah satu bintang dalam kenyataan bahkan jika kultivasi Ling Xiao merosot satu bintang karena cedera luka dalamnya.

Tapi, sebagai maniak-pertempuran yang telah berurusan dengan semua jenis ahli selama bertahun-tahun, jelas bahwa pengalaman pertempuran pria berjubah hitam itu lebih kaya daripada Ling Xiao. Selain itu, Ling Xiao tidak berniat untuk bersusah-payah dengannya. Jadi, keduanya bertarung dengan penuh semangat sampai ada pasir terbang dan kerikil bergulir.

Ada jejak yang ditinggalkan oleh pertempuran mereka dalam radius seratus mil dan dua mayat yang telah dipotong-potong oleh Ling Xiao sudah lama lenyap.

Jika situasi ini terjadi pada waktu normal, itu pasti akan menarik orang-orang yang datang ke Gunung Roh untuk berburu harta karun. Bagaimanapun, yang bertarung adalah kedua ahli Level 12. Namun, tujuan setiap orang saat ini adalah puncak Gunung Roh, jadi penonton hanya terdiri dari You XiaoMo.

Dua sosok yang terjerat di udara akhirnya terpisah satu jam kemudian.

Tongkat api di tangan pria berjubah hitam itu bersinar dengan cahaya ungu, seolah dia bersiap-siap untuk melakukan gerakan besar. Di sisi lain, Ling Xiao mencengkeram pedang-scimitar yang telah dijarahnya dari Gua Legendaris lainnya. Ujung dari bilah-pedang itu berwarna hitam – yang merupakan fitur yang jarang terlihat – diwarnai dengan darah merah yang belum dibersihkan.

 

Gambaran untuk pedang-scimitar Hubby..

 

“Ling Xiao!”

You XiaoMo segera melambai pada Ling Xiao.

Tentu saja, Ling Xiao sudah lama menemukan keberadaannya dan memberinya tatapan meyakinkan.

Tanpa diduga, lengan orang berjubah hitam yang ditinggikan itu tiba-tiba berhenti ketika dia mendengar nama ini. Matanya berbinar-binar dengan kegirangan yang aneh, “Jadi kau ini Ling Xiao!”

“Kamu mengenalku?” Tatapan mata Ling Xiao bergeser ke arahnya saat dia bertanya dengan tenang.

Pria berjubah hitam itu menjulurkan lidah merahnya dan menjilat bibirnya yang kering. “Tentu saja, namamu seperti petir yang menusuk telinga. Aku tidak bisa melupakan namamu apa pun yang terjadi. Aku sudah lama ingin bertemu denganmu.”

Ada periode waktu saat seseorang terus berbicara tentang orang dengan nama ini. Saat waktunya tiba dia ingin bertemu orang ini, hanya saja dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu orang ini.

Pertemuan hari ini yang tidak terduga benar-benar kejutan yang menyenangkan, karena situasi ini benar-benar berbeda dari informasi yang dia miliki. Pada saat itu, yang lain telah mengatakan padanya kalau basis kultivasi Ling Xiao adalah Level 12 bintang satu, namun itu tidak mungkin bagi Ling Xiao untuk berada di bintang satu tidak peduli bagaimana dia terlihat.

“Dan siapa kamu?”

You XiaoMo adalah orang yang menanyakan pertanyaan ini. Dia merasa bahwa pria berjubah hitam di depannya seperti seorang musuh dan seorang teman.

Alih-alih menjawab pertanyaannya, pria berjubah hitam itu memadamkan api. Tindakannya mengejutkan mereka karena tampaknya dia tidak mau terus bertarung.

“Kamu akan tahu siapa aku di masa depan. Hari ini tidak akan menjadi yang terakhir kalinya kita bertemu. Aku yakin kita akan bertemu lagi segera.”

Pria berjubah hitam itu bergerak (挑动) kedua alisnya tajam yang condong ke arah cambangnya, dan wajahnya yang tampak garang tiba-tiba memunculkan kejahatan yang menakjubkan. Itu adalah semacam penindasan yang benar-benar berbeda dari pesona alami orang lain, karena ini bahkan lebih menarik.

You XiaoMo tercengang. Sepertinya dia adalah seorang kenalan dari apa yang dia katakan, tapi dia yakin dia belum pernah melihat pria ini sebelumnya. Ini adalah orang yang paling haus darah (杀戮 之 气) yang dia lihat sejak dia datang ke dunia ini. You XiaoMo pasti akan mengenalinya jika mereka pernah bertemu sebelumnya.

Pria berjubah hitam itu dengan percaya diri berjalan pergi setelah dia selesai berbicara.

Sama seperti bagaimana dia terus-menerus mendesak Ling Xiao untuk bertarung, dia datang dan pergi seperti angin.

Hanya saja tatapan yang dia arahkan pada mereka sebelum dia pergi tampak agak signifikan. Itu memberi mereka perasaan seolah-olah ada beberapa hal menarik tersembunyi yang tidak mereka ketahui, terutama ketika dia melihat Ling Xiao. Namun, ada satu hal yang pasti. Pria berjubah hitam itu tidak memiliki sedikit niat membunuh saat melihat mereka.

You XiaoMo menggaruk kepalanya dan kemudian dia berbalik untuk bertanya pada Ling Xiao, “Apakah kamu tahu siapa dia?”

Ling Xiao menghapus noda darah di pedang-scimitar dan mengembalikannya ke sarungnya. Pedang-scimitar itu agak berguna untuk dipakai, jadi dia tidak berniat membuangnya untuk sementara waktu. Dia hanya menjawab setelah mendengar pertanyaan You XiaoMo, “Yang jelas dia tahu tentang kita dengan baik.”

“Jadi, kamu bisa menebak siapa dia?” You XiaoMo mendesak dengan saksama untuk jawaban.

“Mungkin.” Jawab Ling Xiao.

“Mungkin….. itu berarti kamu sudah menebak siapa dia?”

“Mhm.”

“Siapa?”

“Karena dia adalah binatang iblis Level 12, itu berarti dia berasal dari Xi Jing. Dia akrab dengan kita, namun kita tidak mengenalinya. Hal yang paling penting adalah dia terus menatap kita dengan harapan untuk sesuatu yang akan datang segera, dan tatapannya mengandung sedikit schadenfreude (senang melihat orang lain menderita). Menurutmu, siapa dia?” Ling Xiao mengungkapkan segala petunjuk, sebelum dia menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan.

You XiaoMo menyentuh dagunya dan mulai berpikir. Satu menit berlalu, dia tidak bisa menahan gatal pada rambutnya. Lima menit berlalu, dia menjerat lapisan rambut di kulit kepalanya. Sepuluh menit berlalu, dia dengan tidak sabar menatap Ling Xiao, memohon sebuah jawaban!

“Tidak bisa memikirkan itu?” Ada jejak penghinaan di mata Ling Xiao.

You XiaoMo cemberut dan berkata dengan kesal, “Aku ingat bahwa di antara Empat Klan Binatang Kuno, Klan Naga Sejati dan Klan Kura-Kura Hitam sangat bersahabat dengan kita. Karena orang itu memiliki basis kultivasi Level 12, dia harusnya dari dua klan ini. Tapi aku tidak tahu siapa yang menjadi ahli Level 12 dalam klan mereka. Bagaimana aku bisa menebak siapa dia sebenarnya?”

“Kamu pasti akan mati karena kebodohan di masa depan.” (你以后一定是蠢死的)

Setelah melemparkan kalimat ini, Ling Xiao hanya berbalik dan berjalan pergi. Dia tidak ingin berbicara dengan You XiaoMo lagi.

You XiaoMo bergegas untuk menyusulnya. Dia tahu dia telah salah menebak saat melihat reaksi Ling Xiao tetapi itu dikarenakan reaksi ini sehingga dia menjadi lebih bingung. Jangan katakan padanya kalau dia berasal dari Klan Phoenix Iblis? Bagaimanapun, hanya Ji He yang selalu menganggap mereka sebagai musuh. Yang lain semuanya berpihak untuk si anak ayam dan tidak mungkin memusuhi mereka.

“Kalau begitu beri tahu aku jawabannya secara langsung!”

Ling Xiao tahu betul bahwa IQnya sangat rendah, namun dia masih membuatnya untuk menebak. Bukankah ini kematian untuknya? (这不是急死他么)

“Tidak tahu,” Ling Xiao bahkan tidak melihat ke belakang. Kali ini, dia telah mengeraskan hatinya dan bertekad untuk tidak memberitahu You XiaoMo.

You XiaoMo mulai merenggek dengan keras. Dia benar-benar tidak menyukai cerita yang akan segera berakhir seperti ini, yang berhenti sebelum mendapatkan jawabannya. Dia pasti tidak akan bisa tidur malam ini.

Ling Xiao menyatakan, kalau begitu jangan tidur.


<< LMW 613

LMW 615 >>

Iklan

7 respons untuk ‘Legendary Master Wife – Chapter 614

  1. Ji er berkata:

    “Tidak tahu,” Ling Xiao bahkan tidak melihat ke belakang. Kali ini, dia telah mengeraskan hatinya dan bertekad untuk tidak memberitahu You XiaoMo.

    Abang gatau gimana rasanya kalo kita merasa penasaran 🤧🤧

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s