Legendary Master Wife – Chapter 594

Chapter 594 – Meremehkan Musuh

Sosok Ling Xiao menghilang langsung saat orang bertudung itu mundur. Saat dia muncul, dia sudah berada di belakang orang bertudung. Meskipun Ling Xiao mengalami luka dalam, itu tidak berpengaruh pada kecepatannya.

Kaki ramping dan tajamnya menyapu ke arah punggung orang berjubah seperti angin puyuh. Yang terakhir tidak mengira dia akan menyerang tiba-tiba, atau mungkin dia salah menilai kekuatan Ling Xiao. Ini karena informasi yang dia dapatkan mengatakan kalau Ling Xiao telah maju ke ahli Alam Suci belum lama ini. Tidak peduli seberapa tinggi potensinya, dia tidak mungkin maju dengan empat bintang hanya dalam satu tahun.

Pikiran inilah yang membuatnya meremehkan musuh, yang kini memberinya pelajaran yang sangat mendalam. Pria berjubah itu hanya punya waktu untuk memblokir serangan Ling Xiao dengan tangannya, tetapi hanya berfungsi sebagai penyangga kecil dan tendangannya mendarat dengan kuat di punggungnya.

Serangan kekuatan penuh dari seorang ahli Realm Suci tidak dapat diremehkan. Orang bertudung itu dengan cepat meningkatkan jarak di antara mereka. Qi dan darah di tubuhnya bergejolak dan dia tidak bisa membantu tetapi mengeluarkan seteguk darah, darah menyebar dalam lingkaran di laut.

Xia Yin tiba-tiba memblokir jalannya begitu MoQi XiYuan hendak melangkah maju.

MoQi XiYuan bingung dan mengangkat alisnya, “Gadis Suci, apa yang kamu maksud dengan ini?”

Dia berbeda dari orang bertudung itu. Dia merasa ada yang aneh dengan dialog Xia Yin dan Ling Xiao, tetapi dia tidak terlalu memikirkannya karena Ling Xiao telah meluncurkan serangan mendadak pada orang bertudung itu. Sekarang Xia Yin telah memblokirnya, keraguan di dalam hatinya tumbuh.

Xia Yin tertawa pelan, “Ketua MoQi, tidakkah kamu pikir ini adalah kesempatan?”

Mata MoQi XiYuan menyala, “Apa maksudmu?”

“Ketua MoQi harus tahu apa yang aku maksud. Laba-Laba Hitam bukanlah mitra yang baik untuk bekerja sama. Mereka mungkin akan menikam kita di belakang kapan saja. Mengapa tidak menunggu sampai kedua pihak menderita kerugian besar sebelum bertindak?” Ling Xiao telah memeras Xia Yin, tetapi dia tidak akan berkompromi jika masih ada secercah harapan.

“Dimensi independen…” Keinginan MoQi XiYuan terangsang ketika dia mendengarkan, tetapi ini bukan berarti bahwa dia akan segera mengambil tindakan. Beberapa hal harus didistribusikan dengan baik terlebih dahulu agar seseorang merasa yakin.

Xia Yin menjawab, “Dimensi independen bukanlah satu-satunya harta yang ditinggalkan oleh Macan Putih, apalagi, tidak tepat untuk membicarakan hal ini saat ini. Mari kita lakukan begini saja. Kita akan bernegosiasi lagi setelah masalah ini diselesaikan. Apa yang harus dilakukan menurutmu?”

MoQi XiYuan ragu-ragu.

Xia Yin tahu bahwa dia tidak akan mengambil keputusan jika dia tidak mengeluarkan chip tawar-menawar yang bisa menggoda dia. Dalam hal apapun, dia harus mencarinya cepat atau lambat, tidak ada bedanya apakah dia menjelaskannya dengan jelas sekarang atau tidak.

“Ketua MoQi……….” Mulut Xia Yin membuka dan menutup tapi dia tidak bersuara.

MoQi XiYuan sangat terkejut saat dia mendengar bagian terakhir dari kata-katanya yang mana dia tidak menahan ekspresinya pada waktunya. Untungnya, orang bertudung itu masih berurusan dengan Ling Xiao dan tidak punya waktu untuk memperhatikan situasi di sisi ini.

“Ketua MoQi, kamu dapat memikirkan hal ini. Kamu adalah orang yang bijaksana. Usulan-ku hanya berisi manfaat untuk Suku ShuiXi. Kamu harus memahami situasi saat ini dari Suku ShuiXi. Tindakan Mo Ma terhadap Suku ShuiXi menjadi lebih dan lebih kurang ajar. Dalam waktu dekat, dia mungkin akan memulai perang antara dua suku. Aku tidak punya banyak waktu, jadi aku harap kamu bisa memberiku jawaban secepat mungkin.” Kata Xia Yin.

MoQi XiYuan terdiam beberapa saat, “Baiklah, aku akan memberikanmu jawaban secepat mungkin.”

Di ruang samping, serangan kejutan Ling Xiao pada orang bertudung itu berhasil, dan orang bertudung itu semakin kesal. Pada saat yang sama, dia dikejutkan oleh basis kultivasi Ling Xiao. Dia tidak tahu metode apa yang Ling Xiao gunakan untuknya bisa maju tiga hingga empat bintang dalam waktu yang singkat. Jika dia terus dengan kecepatan seperti ini, Ling Xiao mungkin akan menyusul Tuan-nya dalam waktu singkat.

Orang bertudung itu berpikir perlu untuk melaporkan kepada Tuan-nya kabar ini. Jika tidak, akan lebih sulit untuk membunuhnya ketika dia meningkat setara dengan Level Tuan-nya. Siapa pun yang mengancam mereka harus dibunuh dalam buaian. Ini adalah tujuan dari Laba-Laba Hitam. Mereka sepenuhnya menyadari prinsip bahwa ‘memelihara harimau mengundang musibah’.

“Xia Yin, MoQi XiYuan, kalian masih belum bergerak?” Orang bertudung itu melihat bahwa keduanya tampaknya ingin duduk di pinggiran dan menyaksikan harimau bertarung. Dia tidak bisa menahan diri untuk berteriak pada mereka. Tanpa diduga, mereka masih belum bergerak.

Melihat ini, orang bertudung itu segera menebak niat mereka.

Laba-laba Hitam selalu menjadi orang yang menikam di belakang, tetapi kali ini skema telah dihidupkan. Perasaan semacam ini menempatkannya dalam suasana hati yang agak buruk. Dia juga salah satu ahli terkuat di Laba-Laba Hitam. Tidak ada seorang pun yang tidak takut padanya selain orang-orang yang peringkatnya lebih tinggi darinya, tetapi sekarang dia terus dihina di sini.

“Kamu sepertinya dibiarkan tinggi dan kering [1]. Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” Sudut mata Ling Xiao terangkat, dan ada ejekan jelas di matanya. Sama seperti apa yang terjadi sebelumnya, ada tatapan benci yang sama di matanya. Mungkin orang bertudung itu tidak berpikir kalau situasinya akan terbalik.

[1] T/n: Dibiarkan tinggi dan kering : artinya, Kamu ditinggalkan dalam situasi yang sulit dan tidak dapat berbuat apa-apa.

 

“Kamu ingin membunuhku? Kamu tidak akan memiliki kemampuan ini!” Orang bertudung itu mendengus dingin, “Orang lain mungkin tidak tahu ini, tapi aku tahu betul kalau luka dalam-mu belum sembuh, dan kamu tidak bisa menunjukkan kekuatanmu yang sebelumnya.”

Xia Yin dan MoQi XiYuan menunjukkan jejak keheranan di wajah mereka. Mereka berdua menatap Ling Xiao pada saat bersamaan. Jika apa yang dikatakan orang bertudung itu benar, peluang sukses mereka akan semakin besar.

Biarpun begitu, mereka tidak segera percaya kata-kata orang bertudung itu, karena Ling Xiao tidak tampak seperti dia menderita cedera luka-dalam. Sepertinya orang bertudung itu telah memasang jebakan untuk mendorong mereka melakukan tindakan.

“Mengapa kamu tidak mengujinya apakah aku memiliki kemampuan itu atau tidak?” Begitu dia selesai berbicara, sosok Ling Xiao menghilang lagi.

Kali ini, orang bertudung itu merespon dengan cepat dan mengayunkan tinju ke arah tertentu tanpa ragu sedikitpun. Kekuatan tinjunya begitu mengejutkan sehingga memecah laut menjadi dua, dan momentumnya sangat besar.

Sosok Ling Xiao muncul ke arah sana, namun dia tidak membuat gerakan tunggal. Tinju orang bertudung itu tiba-tiba dialihkan dari jalan ketika hanya tiga atau empat meter darinya, sebelum mendarat lebih dari dua puluh meter di belakang kirinya, menyebabkan air laut meledak dalam sekejap.

Pupil orang bertudung itu itu tiba-tiba menyusut.

Tidak hanya dia, tetapi Xia Yin dan MoQi XiYuan juga agak kaget. Mereka tidak melihat pergerakan besar dari Ling Xiao sama sekali. Berdasarkan kekuatan orang bertudung itu, tidak mungkin untuk memusnahkan kekuatannya dengan mudah.

Apa yang mereka tidak tahu adalah yang mana Ling Xiao memiliki garis keturunan dari Kura-Kura Hitam di dalam tubuhnya. Meskipun Kura-Kura Hitam bukanlah binatang iblis dengan atribut air, mereka tinggal di Perbatasan Sungai Air Kehidupan selama beberapa generasi. Kemampuan mereka untuk memanipulasi air adalah salah satu yang terbaik bahkan jika itu tidak sebagus seperti Macan Putih. Banyak ingatannya yang diwariskan berkaitan dengan metode tentang cara mengendalikan air secara fleksibel.

Pada saat ini, air di sekitar orang bertudung itu menjadi bergejolak seolah-olah mengikuti kesempatan itu.

Orang bertudung itu ketakutan dan ingin segera melarikan diri, tetapi dia terlambat satu langkah. Seolah keempat anggota tubuhnya terikat erat oleh ular piton yang tak terlihat. Dia membuat gerakan kecil dan benar-benar menemukan bahwa dia tidak bisa membebaskan diri.

Sementara itu, Ling Xiao dengan cepat mengadopsi pose untuk menarik busur. Air laut membentuk busur di tangan kirinya, dan tangan kanannya memegang bulu-anak panah yang benar-benar terbuat dari api ungu dan api merah, dengan ujung mengarah pada orang bertudung itu.

Bayangan kematian menyelimuti kepala orang bertudung itu.

Mustahil. Tidak mungkin dia kalah dari seseorang yang dia anggap rendah.

Bagaimanapun, pada saat ini, dia akhirnya mengerti mengapa Tuan memintanya untuk tidak meremehkan Ling Xiao. Situasi saat ini adalah harga yang harus dibayar karena meremehkan musuh, yang mungkin membuatnya kehilangan nyawanya.

Orang bertudung itu berjuang keras, dan dia merasa kalau sesuatu yang mengekangnya mulai melonggar. Dia hanya butuh sedikit waktu lagi…

Tapi apakah Ling Xiao akan memberikan waktu kepadanya?

Itu jelas tidak mungkin. Panah api di tangannya ditembak. Karena terhambat oleh air laut, jarak yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu detik memakan waktu satu-lima detik sebelum menembus bahu orang bertudung itu. Ketika orang bertudung itu berhasil berjuang bebas dari ular piton tak terlihat yang mengekangnya di saat terakhir, lintasan panah yang seharusnya menembus jantungnya malah menabrak bahunya.

Meskipun begitu, orang bertudung itu tidak bisa merasa tenang.

Api Ling Xiao adalah Godfire tipe khusus, yang memiliki kekuatan melahap/menelan. Hanya ketika seseorang mengalaminya sendiri, seseorang bisa tahu betapa menyakitkan itu.

Orang bertudung itu mengalami nyeri yang memilukan dan memecah paru-paru dengan begitu hebat. Setelah menstabilkan posturnya, dia mempertaruhkan yang terakhir dari kekuatannya untuk melarikan diri dari tempat ini dengan kesal. Dia terluka parah dan tetap berada di sana hanya akan menyebabkan kematian baginya. Dia sudah kehilangan kualifikasi untuk memperjuangkan dimensi independen dan Inti Elemen Air.

Alasan dia menderita kekalahan kali ini adalah karena dia meremehkan musuh dan pasti bukan karena kekuatannya lebih rendah daripada Ling Xiao.

Xia Yin dan MoQi XiYuan saling memandang dengan cemas dan melihat keheranan di mata orang lain. Mereka akan bodoh, mereka percaya pada kata-kata orang bertudung itu setelah penampilan yang begitu dari Ling Xiao. Tapi, mereka tidak mau menyerah pada dimensi independen juga. Selain itu, mereka memiliki dua orang di pihak mereka dan tidak akan dirugikan jika mereka melawan Ling Xiao yang sendirian.

Tepat pada saat ini, bawahan mereka akhirnya tiba.

Orang yang memimpin adalah pria yang bermarga Fu. Dia bergegas mendekat dan membuka mulutnya seolah-olah dia ingin meneriakkan nama MoQi XiYuan, sebelum dia melihat sekilas sosok Ling Xiao di sudut matanya.

Sebelumnya, dia terlalu cepat, jadi dia tidak melihat pandangan depan wajah Ling Xiao. Pada saat ini, wajah Ling Xiao praktis muncul di depannya. Pria bermarga Fu itu tersandung. Untungnya, dia mampu menstabilkan dirinya sendiri tepat waktu, jika tidak dia akan jatuh di depan semua orang.

Keadaannya yang aneh menarik perhatian semua orang.

Ling Xiao sudah mengenalinya sejak lama, hanya saja dia tidak memiliki reaksi apa pun. Sekarang ketika dia melihatnya, Ling Xiao tidak bisa membantu tetapi mengungkapkan senyum aneh di wajahnya yang tampan.

MoQi XiYuan diam-diam berpikir ‘tidaklah bagus’, dia berasumsi bahwa Ling Xiao akan menyerang Fu ZiLin dan dia buru-buru menggunakan tubuhnya untuk melindunginya. Tapi, bertentangan dengan dugaannya, Ling Xiao malah menghilang. Dia benar-benar membuat gerakan nekat dan menghancurkan jimat teleportasi?

Xia Yin juga tidak bisa merespon tepat waktu.

Langkah ‘Tangan Dewa’ ini secara tak terduga berhasil saat dia dan MoQi XiYuan tidak mengharapkannya untuk melakukan hal seperti itu.

Semua orang kaget saat menyaksikan ini.


<< LMW 593

LMW 595 >>

Iklan

4 respons untuk ‘Legendary Master Wife – Chapter 594

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s