When Love Was Blind – Bab 6

Chapter 6 – Pengelompokkan Umur

“Apakah itu berarti ada tentara kita yang selamat? Bagaimana dengan para jendral?” Tanya Bai Ji Chen dengan antusias yang mulai hidup.

Kedua pengawal harus mendesah lega dalam hati, setelah berhari-hari mereka melihat senyum yang ditarik paksa dan mata redup Bai Ji Chen, kini untuk pertama kalinya melihat mata itu hidup lagi. Tidak… belum secantik semula, namun itu adalah hal bagus.

“Akan ada kemungkinan itu.” Sahut Pengawal Xi.

Mereka tidak berbohong, tapi memberikan harapan untuk menghidupkan hati permaisuri yang membawa pewaris kekaisaran dalam perutnya.

Tidak ada satupun orang yang rela tanahnya dijajah. Maka selalu ada niat perlawanan dihati setiap orang. Dengan sedikit pemicu, mereka bisa disatukan dalam sebuah perjuangan merebut kembali negri tercinta.

Luo dan Xi adalah bagian dari tentara elit khusus kaisar. Mereka tahu bagaimana mengumpulkan dan menggunakan kekuatan dengan cara paling efektif.

“Apakah itu berarti kita bisa mengusir orang-orang Lu suatu saat nanti.” Tanya Bai Ji Chen bersemangat.

Hatinya yang penuh luka sangat bergairah saat berpikir akan mengembalikan satu persatu luka yang dideritanya. Begitu tak sabar untuk ikut melakukan hal-hal yang bisa mendorong orang-orang Lu ke jurang penderitaan.

“Kemungkinan itu ada. Selalu ada. Tapi permaisuri, kita harus memikirkan setiap langkah dengan benar dan hati-hati, atau kita hanya akan mendapatkan kerugian semata.”

Bai Ji Chen mengangguk. Dia mengerti. Pengetahuannya yang dangkal tentang seni perang akan menjerumuskan mereka dalam kematian jika dia tak sabar. Yang bisa dilakukannya saat ini adalah menjaga semangat dihatinya dan menjaga buah hatinya dengan kaisar. Pewaris sah Kekaisaran Wu.

Setelah menunggu satu hari, akhirnya terdengar suara pintu gudang dibuka. Baik pengawal Xi maupun Luo bersiaga menatap penutup diatas mereka. Mereka akan seperti tikus dalam lubang jika orang diatas adalah tentara Lu. Meski begitu, selalu ada peluang untuk perlawanan.

Ketegangan kedua pengawal sedikit mengendur mendengar langkah yang hanya milik satu orang. Papan penutup lubang diatas mereka bergerak terbuka, menampakkan sosok nyonya Liu.

Setelah tiga orang itu naik kembali, mereka duduk disalah satu ruangan dalam gudang yang digunakan sebagai tempat istirahat para pekerja.

“Peraturan baru yang sangat aneh dibuat.” Nyonya Liu memulai ceritanya.

Saat baru tiba disana, mereka diatur dalam barisan. Setiap pria yang tercatat berusia dua puluh hingga tiga puluh tahun akan dipisahkan dan digiring pergi. Begitu juga wanita, hanya saja ini dipilih yang berusia tujuh belas sampai dua puluh tiga tahun.

Setelah itu, anak-anak baik perempuan ataupun laki-laki berusia enam hingga enam belas tahun akan di atur tinggal di distrik tengah yang adalah pusat pemerintahan ibukota dan tempat terdekat dengan istana.

Sisa dari mereka dipulangkan.

“Apakah Ling Er juga mereka bawa?” Tanya Bai Ji Chen cemas.

“Ling Er masih enam belas tahun, yang mulia. Dia berada di distrik tengah.”

“Sebenarnya untuk apa mereka melakukan hal seperti ini?” Gumam Ji Chen.

Dia sudah berusaha menekan kecemasannya. Tapi tidak bisa melepaskan pikiran tentang apa yang mungkin dilakukan para tentara Lu pada penduduk ibukota. Lu terkenal memiliki orang-orang kejam yang memperlakukan negri jajahannya dengan semena-mena untuk memperkaya kekaisaran mereka.

Selain peraturan baru seperti itu, setiap orang yang dipulangkan diberi kebebasan hidup seperti biasa selama tidak melanggar daftar peraturan yang sudah ditempel di berbagai tempat di ibukota.

Meski daftarnya panjang, pada dasarnya mereka dituntut hidup seperti semula tanpa memikirkan pemberontakan.

Rumor kekaisaran Lu selalu dikaitkan dengan kata kuat dan kejam. Beberapa negara jajahan Lu selalu menjadi negri yang tertutup. Sekalinya ada berita yang bocor, itu selalu dikatakan jika hidup mereka menyedihkan.

Sebenarnya, Kekaisaran Lu tidak hanya menjajah. Ada kekaisaran atau kerajaan lain yang mendapatkan undangan terhormat untuk bekerja sama. Tapi itu hanya untuk yang setara ataupun yang lebih kuat dari kekaisaran Lu.

Perluasan wilayah kekuasaan Lu sungguh menakjubkan. Itu membuat hanya sedikit kekaisaran dan kerajaan yang menyamai kekuasaannya.

Kemegahan tentaranya selalu bertambah dan bertambah hingga sulit menemukan celah untuk menumbangkan mereka.

“Perlahan kita akan tahu.” Gumam Pengawal Xi.

Bai Ji Chen mengerutkan keningnya tak senang. Jika kekaisaran Lu melakukan sesuatu yang buruk terhadap pria dan wanita yang dipisahkan, apa yang bisa dilakukannya?

“Tidak bisakah kita melakukan sesuatu?” Tanya Bai Ji Chen gelisah.

“Yang mulia permaisuri, tenanglah. Kita tidak bisa terburu-buru. Prajurit Lu baru mendapatkan keteraturan mereka di ibukota.” Bujuk pengawal Luo hati-hati.

“Ya, dalam dua hari aku akan mengamati pola penjagaan prajurit Lu di ibukota, mencari celah untuk bergerak.”

Bai Ji Chen mengangguk. Dia menekan kegelisahannya dan memasang raut tenang. Menyembunyikan jemarinya yang saling meremas dibalik kainnya.

“Tuan…” perhatian tiga orang itu teralihkan pada suara nyonya Liu. “Adakah yang bisa saya lakukan?”

Pengawal Xi dan pengawal Luo saling tatap sebelum membuat kesepakatan diam. Lalu mereka menatap nyonya Liu dan pengawal Xi berkata, “nyonya Liu, saat perdagangan di pasar sudah pulih, cobalah mengumpulkan informasi. Apapun. Bahkan yang menurutmu tidak penting.”

Pasar ibukota selalu memiliki pedagang dari luar. Meskipun sekarang penjagaan ibukota jelas lebih ketat, tapi seharusnya tidak menyurutkan hal itu. Daerah-daerah disekitar ibukota memiliki sesuatu untuk dijual ataupun dibeli di ibukota.

“Baiklah, saya akan melakukannya dengan baik.” Jawab nyonya Liu dengan meyakinkan.

Saat malam tiba, sementara pengawal Xi keluar untuk melihat situasi, Bai Ji Chen menekan kecemasannya dengan membantu nyonya Liu membuat jajanan yang akan dijual di pasar keesokan harinya. Dari mulai yang kecil dan ringan sampai makanan berat mereka buat.

Sungguh disesalkan, meski ingin, Bai Ji Chen tidak bisa membantu nyonya Liu di pasar. Kehamilannya akan semakin besar dan menarik perhatian. Seorang pria yang hamil, mungkin hanya dia didunia ini. Jadi, lebih baik tidak muncul sedari awal.

***********


<< WLWB Bab 5

Iklan

5 respons untuk β€˜When Love Was Blind – Bab 6’

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s