There Will Always Be Protagonis With Delucions OSH – Chapter 34

Ye Zhizhou menemukan bahwa Yan Mingyong selalu ngantuk akhir-akhir ini. Dia sering tertidur hanya dengan beberapa halaman buku setelah makan siang. Ketika kekasihnya tertidur di sofa kecil, dia akhirnya tidak tahan lagi dan memanggil tabib. Bahkan setelah sekian lama, tabib masih tidak dapat menemukan sesuatu yang salah dengannya, tetapi Kaisar yang mengunjungi putranya sangat ketakutan.

“Apakah dia benar-benar baik-baik saja?”

“Menjawab Kaisar, Yang Mulia tidak ada yang salah, kesehatannya juga membaik. Mungkin dia bisa menemani Yang Mulia dalam upacara [1] tahun ini.” Dia berkata dengan gembira. Di masa lalu, setiap kali Pangeran Ke-8 sakit, halaman tabib kekaisaran akan menderita berbagai omelan. Sekarang setelah tubuh pangeran menjadi lebih sehat, Kaisar dalam suasana hati yang baik. Tidak hanya dia tidak memarahinya, dia juga mengirimkan mereka berbagai hadiah sesekali.

[1] Untuk mempersembahkan korban kepada dewa atau leluhur.

“Hmm, tidak buruk. Hadiah!” Kaisar sangat senang mendengar ini. Dia melihat wajah tua tabib lalu menuju ke arah wajah muda dan tampan di sampingnya. Dia berpikir sebentar dan bertanya, “Dengan kondisi Yong’Er saat ini, bisakah dia menghadiri Pemburuan Musim Gugur dalam dua bulan ke depan?”

Tabib itu mempertimbangkan ini dan menjawab, “Jika kamu memastikan dia tidak akan kelelahan, maka dia bisa pergi.”

“Sangat bagus!” Kaisar tertawa terbahak-bahak. Sama seperti semua ayah biasa di dunia, dia sangat senang melihat sedikit peningkatan pada putranya yang sakit.

Ye Zhizhou hanya bisa mendesah melihat Kaisar seperti ini. Bahkan jika dia memiliki banyak putra, meskipun begitu mereka bukan putranya sama sekali [2], hanya Yan Mingyong. Status ibu kandungnya rendah dan tidak memiliki saudara, usianya juga jauh lebih muda daripada Kaisar. Dia tidak menjadi ancaman bagi tahkta. Dia satu-satunya – yang bisa membuat Kaisar merasa tenang sambil menunjukkan cinta seorang Ayah. Selain itu, Yan Mingyong telah secara tidak langsung menyelamatkan nyawanya… Sebuah kemalangan tersembunyi sebagai berkah; sebuah berkat yang tersembunyi sebagai kemalangan. Penyakit Yan Mingyong juga merupakan perlindungannya sendiri. Ketika tubuhnya menjadi lebih baik di masa depan, tidak pasti apakah Kaisar akan peduli dengan putranya seperti sekarang.

[2] Mereka juga putra dari pihak ibu mereka, biasanya akan terlibat dalam politik untuk memperoleh tahkta atau untuk mendapatkan orang-orang mereka posisi di pengadilan.

Tabib kekaisaran tidak dapat menemukan alasan mengapa Yan Mingyon selalu mengantuk. Tong Tian (nama si Sistem) juga tidak dapat mendeteksi masalah apa pun. Meskipun Ye Zhizhou khawatir, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini adalah kondisi normal untuk seorang anak di masa pubertas.

Yan Mingyong melihat kekhawatirannya dan tahu bahwa dia diam-diam mengundang tabib untuk memeriksanya, tetapi untuk menikmati kesenangan dirawat dan dihargai, dia pura-pura tidak tahu apa-apa dan terus “tidur”.

Tiga hari kemudian, plot asli mengatakan bahwa An Cheng Jie akan berpartisipasi dalam pertemuan sastra yang diadakan oleh Akademi Yingtian. Ulama besar akademi, Liu Qingfeng, akan memperhatikannya dan menerimanya sebagai muridnya, maka dia akan secara resmi memulai perjalanan menaklukkan dunia sastra. Ketika Ye Zhizhou membuka restoran Chuan Yue, dia ingat tentang plot ini. Awalnya dia ingin membawa Yan Mingyong bersamanya untuk ikut bersenang-senang, tetapi melihat dia menjadi selalu mengantuk seperti ini, dia sangat khawatir yang mana dia tidak berani untuk membawanya keluar, jadi dia menolak gagasan itu.

Oleh karena itu, Yan Mingyong yang tersadar menemukan bahwa Ye Zhizhou telah meninggalkan buku dan sudah pergi. Sinar matahari sore yang hangat memenuhi ruangan, meredupkan tepi bantal, yang juga mengaburkan ekspresi suram yang seketika ada di wajahnya.

________________________

Musim semi berubah menjadi musim panas, kumpulan terakhir bunga persik bermekaran di bawah Kuil Yuansi. Ye Zhizhou berada di bawah pohon persik. Dia mendengarkan murid membaca puisi mereka sambil menggigit biji melon dan menggoyang rumput panjang dengan santai.

An Chengsheng keluar dari lingkaran kecil dan menemukan saudaranya di sudut. Dia tidak bisa untuk tidak mendesah, “Le’Er, kamu sudah 16 tahun. Apakah kamu tidak ingin mengatur hatimu untuk belajar dan menghadiri akademi?”

Sejak dimana dia memberinya koleksi puisi, sikap An Chensheng terhadapnya semakin baik dan lebih baik lagi, dan dia menjadi lebih toleran. Ye Zhizhou sangat puas dengan ini. Mendengarkan dia, dia tanpa malu berkata, “Aku tidak ingin belajar ah. Aku tidak cocok untuk belajar. Aku akan membuat keberuntungan besar! Ibu memberiku sebuah harta beberapa waktu lalu. Aku mengubahnya menjadi sebuah restoran dan menghasilkan banyak uang.” Seorang cendekiawan dan pengusaha jauh dibandingkan. Banyak anak keluarga bangsawan yang tidak memiliki bakat untuk belajar pada akhirnya akan memilih untuk menjadi pengusaha melalui hubungan keluarga mereka. Ini jalan keluar yang bagus, tetapi tidak semulia menjadi seorang sarjana atau pejabat.

An Chengsheng tidak sanggup membiarkan saudara laki-lakinya yang bodoh menjalani kehidupan pengusaha yang naik turun, dia terus membujuk, “Kamu tidak harus belajar dengan baik, kamu hanya perlu lulus ujian istana dan lulus, lalu kamu bisa menjadi pejabat kecil yang diam di Akademi Kekaisaran. Ayah dan aku juga bisa melindungimu.”

Ujian masuk istana? Sedangkan untuk Host asli, dia juga tidak akan mengikuti tes itu! Ye Zhizhou meludahi hatinya, tetapi di permukaan menunjukkan tatapan ragu yang bodoh, “Tetapi menjadi pejabat itu menakutkan. Kakak laki-laki, kamu tahu otak-ku tidak cukup baik. Dengan bisnis, jika itu menjadi yang terburuk, aku hanya akan kehilangan uang. Tetapi menjadi seorang pejabat, jika aku tidak berhati-hati, aku bisa langsung kehilangan hidupku. Bagaimanapun, aku tidak ingin belajar atau menjadi seorang pejabat.”

Dia bersikeras untuk menjaga pengaturan tanpa-otak dari Host asli. Dia terus memancingnya, “Dan jika aku menghasilkan banyak uang, aku bisa menemukan puisi yang lebih klasik untuk kakak. Tampaknya buku terakhir yang aku berikan padamu memiliki seri. Aku ingin mengumpulkan mereka semua untuk kakak.”

Ada tumpukan buku puisi di ruangnya, milik pembelian murah-hati dari Ouyang Zhi. Mungkin cukup untuk membuat lebih dari selusin salinan “Koleksi puisi kuno”. Itu cukup untuk memenangkan An Chengsheng.

An Chengsheng menjadi tertarik dan tidak membujuknya lagi. Dia dengan penuh semangat bertanya, “Apakah ini benar-benar memiliki seri? Berapa banyak buku lain yang bisa kamu dapatkan?”

“Aku belum tahu.” Dia melirik kakak laki-lakinya yang mudah dibujuk dan hendak mengambil lampu hijau sambil menunjuk ke arah pintu masuk, lalu berkata, “Aku melihat Brother Chengjie barusan tadi. Kakak, apakah kamu mengundangnya?”

Acara ini didasarkan atas undangan. Sebagai juara cabang, undangan An Chengsheng akan memiliki pengaruh besar, dan sekarang undangan An Chengjie adalah undangan normal. Dalam plot aslinya, An Chengjie mengandalkan kemenangan An Chengsheng untuk mengirim puisinya sendiri.

Tanpa diduga, An Chengsheng mengernyit setelah mendengar ini dan memberi jawaban negatif, “Aku tidak mengundangnya. Saudara kedua pasti mendapatkannya dari tempat lain.” Sebelum ini, dia mengagumi saudara laki-laki ini dan berpikir bahwa dia juga orang yang mencintai puisi. Tetapi melihat dia selalu berlari di luar setiap hari, tanpa tanda atau niat untuk membaca, penghargaan itu perlahan memudar. Bagaimanapun, dia masih merasa sedikit kasihan pada bakat dan kepandaian orang lain…

“Begitukah…” Ye Zhizhou menyingkirkan biji melon ke dalam tas kain dan siap membuangnya. Dia bangun dan membersihkan debu di pakaiannya, lalu berkata, “Saudara Chengjie lebih pintar dariku. Dia pasti datang dengan garis luar biasa, mari kita beri semangat padanya.” Dia mengambil lengan An Chengsheng dan menyeretnya ke atas, tidak mau ketinggalan acara yang bagus.

An Chengsheng tenggelam dalam pikirannya. Dia hampir tidak bisa berdiri saat diseret oleh pemuda itu. Setelah mendapatkan kembali ketenangannya, dia mengusap kepala pemuda itu sambil menahan tawanya, “Sebelumnya, kapan pun kamu melihat saudara kedua, kamu selalu bertindak seperti seekor landak yang marah. Dan sekarang kamu bisa memberinya perlakuan seperti ini. Apa yang dikatakan Ayah benar, Le’Er keluarga kita telah tumbuh dewasa.”

Ya, ya, tumbuh dewasa, dia juga telah mengubah intinya dan tumbuh selama ratusan tahun, pikirnya dalam hati. Dia berjalan ke depan dan mencari Liu Qingfeng di kerumunan, bertanya-tanya bagaimana membiarkan pihak lain mendengarkan karya agung An Chengjie.

Pertemuan sudah dimulai belum lama ini. Sebagian besar murid hanya berkumpul untuk mengobrol satu sama lain. Kebanyakan orang di sekitar An Chengjie adalah orang yang menyukai puisi. Awalnya, ada beberapa murid yang berdiri tidak jauh, tetapi mereka tiba-tiba pergi ketika dia datang.

Ye Zhizhou akhirnya menemukan sosok pendek Liu Qinfeng. Dia sengaja memelototi An Chengsheng dan berdiri di tempat di mana pihak lain bisa mendengarnya. Dia berkata dengan keras, “Kakak laki-laki, mengapa orang-orang itu pindah ketika mereka melihat Saudara Kedua? Apakah mereka membenci saudara kedua?”

“Bukan seperti itu …… umm, mereka hanya memiliki lingkaran yang berbeda.” An ChengSheng merasa terganggu oleh pertanyaan ini dan hanya memberikan jawaban yang agak samar. Sebagian besar ketidaksukaan berasal dari murid yang ikut serta dalam ujian kekaisaran, dan alasannya adalah karena An Chengjie hanya akan menjual puisi untuk “pekerjaan sampingan”. Tapi, An ChengSheng tidak ingin adiknya tahu tentang pengecualian bersama dalam lingkaran sastra ini, itu agak memalukan.

Dia (ACS) ingin menjadi tidak jelas tentang masalah ini, tetapi seolah-olah Ye Zhizhou akan mengikuti niatnya. Sama seperti dia tiba-tiba menyadari tentang sesuatu, Ye Zhizhou berseru, “Aku tahu, mereka adalah murid dari ujian tahun ini, yah kan? Aku mendengar orang mengatakan kalau mereka sepertinya sangat membenci Saudara Kedua karena tidak menunjukkan inisiatif. Tetapi aku tidak mengerti, puisi-puisi dari Saudara Kedua sangat bagus. Bahkan jika dia tidak belajar keras, tidak mengikuti ujian kekaisaran, atau tidak menjadi anggota pejabat, dia sudah menghasilkan beberapa puisi. Bukankah kita semua harus menghormatinya?”

“Omong kosong!”

Suara orang tua tiba-tiba terdengar tidak jauh di belakang mereka. Ye Zhizhou berbalik dengan takjub dan mengerutkan kening. “Pria tua ini, bagaimana kamu bisa mendengar percakapan kami, seorang pria seharusnya tidak melakukan ini.”

An Chengsheng menebak identitasnya setelah mendengar suaranya. Dia buru-buru menarik lengan baju Ye Zhizhou untuk memberi isyarat agar dia tidak membalasnya. Dia menghormati pria tua itu dan menghela nafas lega. “Liu Daren, tolong maafkan aku. Adik laki-lakiku kurang ajar. Murid ini akan mendisiplinkan dia saat kami kembali.”

Liu Qingfeng sangat puas dengan An Chengsheng. Wajahnya sedikit santai. Dia berkata kepada Ye Zhizhou, “Pengetahuan yang mencolok hanya dapat memperoleh persetujuan singkat dunia. Sastra adalah masalah seumur hidup, bukan mencari negara. Ketekunan itu penting, kamu tidak boleh terlalu sembrono di masa depan.”

Ye Zhizhou tergesa-gesa menundukkan kepalanya dan pura-pura malu. Dia mengeluarkan satu lagi buku puisi dari dadanya dan menyerahkannya, “Terima kasih banyak atas saran dari pria tua ini. Ini sedikit rasa terima kasih. Mohon diterima.”

Liu Qingfeng adalah seorang pencinta buku, dan ketika dia melihatnya menyerahkan sebuah buku, refleks bersyaratnya adalah mengambil dan membalik halaman. Baru kemudian dia menyadari kalau ada sesuatu yang salah dan tidak bisa untuk tidak merasa sedikit bingung.

“Ini adalah kumpulan puisi kuno yang ditulis oleh adik laki-lakiku. Terimalah, Tuan.” An Chengsheng dengan cepat menjelaskan.

Liu Qingfeng lalu santai dan terus membaca buku itu. “Ah, jadi itu adalah salinan yang dibuat oleh adik laki-lakimu. Tulisan tangan …… batuk, tentu saja yang paling penting adalah isinya. Puisi ini …… hm ?!”

An Chengsheng tersenyum dan Ye Zhizhou merasa puas. Lalu tiba-tiba, suara nyaring datang dari arah An Chengjie. Seorang murid dengan bersemangat berkata, “Bakat sastra Saudara Cheng Jie sangat bagus. Puisi yang memuji bunga persik ini hanya bisa digambarkan sebagai tingkat yang luar biasa!”

Untuk siapa Kehendak Surga akan menetap, berjalan melalui bunga persik yang dalam dicelup,

Aku belum mabuk, aku akan ingat ketika aku bangun,

Gairah menurun dan rasa khawatir menyerang.

Ngengat ( serangga yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu) yang bodoh…..

Ngengat yang bodoh terbang ke nyala api, membuat cahaya berderak saat api menolak,

Dalam bunga persik putih bersalju, membuat warna musim semi bertahan lama.”

(T / N: Maaf, aku tidak dapat menemukan terjemahan yang benar. Ini manual. Puisi ini adalah ‘Peach Blossom’ [緋 桃花] oleh Li Xianyong)

Liu Qingfeng mengucapkan kalimat berikutnya, lalu dia menutup buku itu di tangannya. Dia melihat ke arah para murid yang baru saja berbicara sebelumnya, dan bertanya, “Siapa yang kamu katakan telah menulis puisi ini?”

Murid itu memandang Liu Qingfeng yang berjalan perlahan ke arahnya dan tergagap, “Ini Cheng, Saudara Cheng Jie… Bagaimana bisa kamu tahu kalimat berikutnya Guru Liu, jelas puisi ini hanya……..”

Liu Qingfeng mendengar ini dan melihat An Cheng Jie, wajahnya pucat, “Jelas karena itu tertulis di buku ‘kumpulan terbaik puisi klasik’. Selain itu, sejak kapan itu menjadi pekerjaan anak muda ini? Mari kita perjelas hari ini!”

An Chengjie terkejut oleh pandangan penghinaan orang tua itu dan dia segera menjadi panik.


<< Protagonis Delucions 33

Iklan

Satu respons untuk “There Will Always Be Protagonis With Delucions OSH – Chapter 34

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s