Feng Mang – Chapter 148

Chapter 148 – Hasil Yang Luar Biasa

Di tengah malam, Han Dong hendak berbalik untuk berbaring, dipaksa menelan nafas oleh rasa sakit di pantatnya.

“Ai ~” (mendesah)

Wang Zhongding mendengar suara itu langsung terbangun, memicingkan mata ke arah Han Dong. Tidak ada tanda-tanda belas kasihan dan rasa simpati di wajahnya.

“Apakah pantatmu sakit?”

Han Dong tersenyum kecut, “Itu tidak sakit.”

Wang Zhongding membuat suara dingin. “Siapa yang menyuruhmu untuk menangkap manisnya tanpa akhir? Sudah aku katakan itu cukup, jika kamu terus melanjutkan, kamu pasti akan menderita, tapi kamu tidak mau mendengarkanku.”

Han Dong bergumam, “Aku tidak mendengarkanmu, apakah kamu mendengarkan aku juga?”

Tenggorokan Wang Zhongding tersedak, butuh waktu lama untuk meremas keluar kata-kata.

“Rasa sakit itu nanti akan hilang.”

Han Dong sedikit mendesah, pura-pura menjadi sosok diam.

Setelah beberapa saat, suara Wang Zhongding mulai terdengar lagi.

“Biarkan aku melihat sedikit seberapa serius itu.”

Han Dong dengan cepat melepas celananya, dan tidak ada sedikit pun kecanggungan.

Wang Zhongding hanya meliriknya dan dengan cepat memalingkan pandangannya, pembengkakan itu sepertinya tidak sepenuhnya berkurang, jadi dia turun dari tempat tidur untuk pergi mengambil salep dan penyeka infeksi.

Hasilnya, ketika Han Dong mengoleskan kapas ke obat, itu adalah bunga krisan yang ketat, dia mulai memutar pinggulnya, dan berteriak keras. Selain itu, burung besar didepannya mulai mengangkat kembali kepalanya, semua jenis perasaan menemukan keberadaannya.

Wang Zhongding tidak bisa menahannya lagi. “Kamu baik-baik saja.”

Han Dong bertanya dengan nakal, “Aku melakukan padamu yah?”

Wang Zhongding tidak berbicara, setelah selesai memberi obat dengan cepat menarik pakaian dalam Han Dong.

“Tidur!”

Apakah bisa Han Dong menjadi begitu patuh?

Dengan siku menempel di dada Wang Zhongding, tatapannya yang tidak senonoh menatap wajahnya, dan mulutnya membujuk. “Bisakah aku melakukannya padamu?”

Wang Zhongding menahan bara api di dalam hatinya dan dengan tenang mendorong Han Dong ke samping.

Han Dong kembali meletakkan tangannya di perut Wang Zhongding yang rata dan menyentuh pusarnya. Dia bertanya tanpa henti, “Bisakah aku melakukannya padamu? Hmm?”

“Kamu tidak mau tidur, kan? Jangan tidur, keluarlah!” Wajah Wang Zhongding berubah menjadi hitam.

Han Dong dengan cepat menarik tangannya kembali.

Tidak lama, Wang Zhongding tiba-tiba berbalik dan menekan Han Dong ke bawah tubuhnya.

…………

Li Shang juga bangun dua hari kemudian.

Bisa tercium bau desinfektan yang kuat tanpa berkedip, kenangan dalam pikiranku tetap berada di tempat di mana dia dipukuli di kamar mandi, tetapi siapa yang memukulinya, dia tidak dapat mengingatnya.

Berpikir bahwa akan ada staf medis dan asisten yang berdiri di sekitar tempat tidur, tidak menyangka bahwa orang pertama yang dia lihat sebenarnya adalah YiLu.

“Sudah bangun?” YiLu berbicara lebih dulu.

Li Shang terkejut, “Kenapa kamu bisa ada disini?”

“Melihat dirimu, tidak bisakah?”

Li Shang dengan keras kepala tertawa, “Tentu saja bisa.”

YiLu mengguncang laporan pemeriksaannya dan bertanya, “Apakah kamu telah menanam paku baja di kakimu?”

Li Shang membeku sesaat, dan mengangguk mengakui.

YiLu tidak terus bertanya, hanya mengatakan kepadanya: “Kamu mengalami patah tulang. Dokter mengatakan kaki-mu lebih rapuh daripada rata-rata orang pada umumnya. Kamu harus lebih memperhatikannya.”

Li Shang hanya berdehem ‘hmmm’.

“Kontrak Agen kamu dan Liang Jing telah dihentikan. Apakah kamu berniat untuk tetap di perusahaan atau mencari jalan keluar lain?”

Li Shang menghela nafas, “Aku tidak ingin tinggal di perusahaan, tetapi aku tidak punya tempat yang lebih baik untuk pergi.”

“Aku punya satu tempat.” YiLu tiba-tiba membuka mulutnya.

Li Shang bertanya dengan cepat, “Di mana?”

“Pernahkah kamu mendengar tentang Feng Muzhi? Ini adalah sepupu Feng Jun.”

Li Shang mengangguk, “Tentu saja aku pernah mendengarnya. Aku pernah melihatnya beberapa kali sebelumnya. Aku sudah menjadi agen yang sangat kuat. Masalahnya adalah dia sangat menuntut bahwa dia tidak bersedia untuk menerimaku.”

“Kamu tidak perlu khawatir tentang ini. Aku dibesarkan oleh Feng Jie di tahun pertama. Sekarang memiliki hubungan yang sangat baik dengannya.”

Mendengar ini, mata Li Shang yang redup akhirnya menyala.

“Selain itu, jika kamu pergi ke perusahaan Feng Muzhi, kamu juga dapat menerima perlakuan istimewa dari perusahaan kami, bahkan lebih daripada kamu tinggal di sini untuk menikmati manfaatnya. Karena Ketua Wang selalu memberikan wajah Feng Muzhi untuk membantunya memegang para artis/aktor (seniman). Dibandingkan tinggal disini dan ditekan oleh Han Dong, akan lebih baik pergi ke Feng Muzhi sebagai kue manis (paling dicari).”

Li Shang tidak berbicara, dan hanya mengangguk.

YiLu juga berkata: “Kamu tidak memiliki cukup sayap sekarang, jadi jangan mencoba mengambil risiko. Tidak mungkin bagi perusahaan untuk mengizinkanmu bertindak solo. Begitu kamu terbang keluar dari ruang lingkup Ketua Wang, tidak akan ada buah yang enak untuk dimakan.”

Li Shang berpikir sejenak, dan mengangguk kembali.

“Aku akan mendengarkanmu.”

YiLu tersenyum, “Itu baru benar. Pria harus mampu mengambil keputusan.”

Li Shang benar-benar putus asa sebelum memasuki rumah sakit. Dia sekarang mendengar bahwa YiLu begitu penuh dengan aspirasinya.

“Terima kasih banyak. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa tanpamu.”

YiLu menepuk bahunya, “Ada apa ah? Bukan karena kalah dalam kompetisi, kan? Selain ‘pelayan anjing’ yang sombong, siapa lagi yang melihatnya? Apakah para penonton melihatnya? Kamu masih aktor terbaik di mata mereka, dan Han Dong masih belum memiliki nama yang terkenal, pada akhirnya, basis penonton sejati ada di belakang punggungmu.”

Tidak lama setelah itu, seorang perawat masuk untuk memberi Li Shang check-up dan berganti pakaian, bertanya, “Apakah kamu Li Tian Bang?”

Li Shang mengangguk.

“Wah … aku sangat menyukaimu. Bisakah aku mendapatkan tanda tanganmu?” Matanya berbintang. (t/n: mata berbintang- mata yang menunjukkan emosi sangat senang atau memohon yang ekstrim)

Li Shang mengambil pena dari tangan perawat dan menandatangani tiga karakter yang indah.

Kemudian, pada sore hari, beberapa wartawan datang berkunjung dan ada sedikit wawancara.

Li Shang tidak mengatakan apa-apa tentang kompetisi itu. Seluruh prosesnya dalam keadaan baik. Dia juga menggambarkan “pemukulan” sebagai “kecelakaan saat berlatih” dan menjadi model pekerja baru dan saudara inspiratif. Dia berhasil menjadi berita utama untuk dirinya sendiri.

……..

Sebaliknya, situasi di sisi Yu Ming jauh lebih buruk.

Meskipun Xia Hongwei bukan orang dalam lingkaran, tetapi ada banyak mata dan telinga, dan semua melihat matanya dan bertindak sangat sombong. Ketika Yu Ming disukai, mereka sama seperti anjing yang patuh, ketika hubungan Yu Ming dan Xia Hongwei retak, mereka segera menunjukkan wajah asli mereka, mencela semua jenis penghinaan untuk Yu Ming.

Yu Ming berpikir kalau tidak ada Xia Hongwei, dia akan bebas untuk melakukan apa pun yang dia inginkan, tetapi kenyataannya jauh dari apa yang dia bayangkan.

Ada terlalu banyak orang yang jatuh ke batu dan menunggu berbaris untuk membuatnya hitam.

Beberapa orang yang bahkan tidak mengenal Yu Ming, hanya bisa tertegun sebelumnya, sekarang mereka memiliki kesempatan untuk menampilkan wajah yang angkuh untuk mempermalukannya.

Satu per satu cap hitam di Internet mulai mencambuknya, Yu Ming bahkan tidak perlu keluar rumah untuk menjadi fokus semua orang.

Ada juga beberapa tiran lokal yang sudah lama ingin tahu tentang Yu Ming. Setelah mendengar kebebasan Yu Ming, membuang puluhan ribu untuk mencicipi seperti apa rasanya, hasilnya bahkan tangan kecilnya belum tersentuh.

Ini bukan yang poin utama, yang terutama adalah Yu Ming tidak dapat menemukan arti kehidupan lagi.

Sementara masih tinggal di asrama setiap hari, masih belum pergi keluar, dan perhatian tentang media dapat menutup mata …… Yu Ming tidak bisa menemukan lagi jenis perasaan ketenangan acuh tak acuh, hanya ditemani dengan berbagai kekosongan.

Terutama setelah Han Dong pergi, Yu Ming seperti mayat berjalan tanpa jiwa. Sesekali berlari melewati setiap kamar dan berjalan ke pintu kamar Han Dong.

Saat kepala bergegas masuk, hal pertama yang menarik perhatian-nya adalah gitar.

Tiba-tiba dia merindukan lagu Han Dong sedikit.

Bahkan jika itu suara, setidaknya bisa mencampur dalam emosi, dan itu tidak akan membuat hati terlihat seperti jalan buntu.

Selain itu, Yu Ming juga mengalami insomnia yang serius.

Saat awal tidak ada Han Dong, di asrama begitu banyak kesunyian, tapi Yu Ming tidak bisa tidur berulang kali. Ada sedikit gerakan di ruangan itu, dan sarafnya segera tegang.

Setelah malam tanpa tidur lagi, Yu Ming menderita dua lingkaran hitam besar seperti gelandang yang kesakitan di tempat tidur.

Han Idiot, cepatlah kamu kembali!

(t/n: kata Idiot– dalam bahasa China itu “Er Huo” yang dimaksudkan untuk menghina orang lain sebagai orang bodoh)

…………….

Tiga hari kemudian, Han Dong menyeret pantat yang sakit ke dalam pesawat.

Hal pertama setelah kembali ke asrama adalah untuk menemukan Yu Ming. Akibatnya, pintu di sebelahnya terkunci. Han Dong menelepon Yu Ming dan menemukan bahwa Yu Ming tidak membawa ponselnya.

Karena itu, dia hanya menunggu di asrama.

Setelah sekian lama naik pesawat, dan pantat telah bekerja terlalu keras, Han Dong menunggu untuk berbaring di tempat tidur.

Tidak tahu berapa lama suara yang akrab itu terdengar di telinga.

“Kamu masih tahu untuk pulang?”

Han Dong terbangun sejenak, bangkit dari tempat tidur dan bergerak terlalu banyak, segera melibatkan luka di belakangnya. Tapi sebaliknya dari membuat keributan (rewel) di depan Wang Zhongding, Han Dong bahkan tidak mengerutkan kening saat di depan Yu Ming, dia hanya menahan tatapannya dengan otot-otot wajah yang keras kepala, berjalan santai melangkah ke depan Yu Ming.

“Apa yang baru saja kamu lakukan?” Tanya Han Dong.

Yu Ming berkata, “Pergi ke tim drama.”

“Tim drama?” Han Dong tidak mengerti.

Yu Ming menunjukkan ekspresi alami. “Ya, pergi untuk melemparkan resume, jika tidak, dengan mengandalkan apa aku harus melanjutkan hidup tanpa berakting?”

Han Dong tertegun, “Kamu … kamu tidak sampai seburuk itu, kan?”

“Jangan berbicara tentang aku. Bagaimana denganmu? Apakah bersenang-senang?”

Han Dong sekali lagi memasang ekspresi munafik itu. “Ya hanya begitu saja.”

Yu Ming hanya mendengus dingin.

Han Dong secara misterius menarik sesuatu dari sakunya dan kemudian mengguncangnya di depan Yu Ming.

“Bagaimana ini? Menginginkannya?”

Yu Ming melihat bahwa Han Dong memiliki batu dengan efek perubahan warna yang unik, penampilannya sangat bagus dan cantik. Batu semacam ini disebut “Harta karun Australia”, juga disebut Opal. Ini adalah permata dari Australia. Orang China menganggapnya sebagai simbol kekudusan. Han Dong merasa sangat cocok untuk temperamen Yu Ming, jadi dia diam-diam menyelinapkan untuk dibawa kembali.

 Han Dong merasa sangat cocok untuk temperamen Yu Ming, jadi dia diam-diam menyelinapkan untuk dibawa kembali

Yu Ming sangat menyukainya, dan mata yang telah meredup selama beberapa hari akhirnya mendapatkan warnanya

Yu Ming sangat menyukainya, dan mata yang telah meredup selama beberapa hari akhirnya mendapatkan warnanya.

Namun, dia masih bertanya: “Jika kamu memberikan ini padaku, apakah Ketua Wang tidak akan cemburu?”

Han Dong langsung memasang postur santai. “Dia berani cemburu. Dia tidak akan!”

Yu Ming menaruh batu Opal itu ke sakunya.

Wajah Han Dong berubah. “Apakah kamu harus membawanya keluar?”

“Ya, barang-barang favoritku selalu bersamaku.”

Nada Han Dong sedikit tidak wajar. “Itu….sebaiknya kau simpan di dalam asrama. Batu ini begitu mempesona sehingga pasti akan dicuri.”

Yu Ming berpikir ‘benar juga’, jadi dia dengan hati-hati memasukkan ke dalam kotak, dan Han Dong menarik nafas lega.

“Apakah kamu sudah makan malam?” Tanya Yu Ming.

Han Dong belum makan, tetapi karena dia tidak memiliki nafsu makan, dia hanya mengatakan bahwa dia sudah makan.

Yu Ming tampak agak kecewa.

“Aku bisa pergi denganmu,” kata Han Dong.

Yu Ming menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mau keluar untuk makan. Aku ingin memesan take-away bersamamu! Keluarga mereka menginginkan 50 yuan untuk dikirim (delivery). Aku tidak bisa makan banyak.”

Han Dong ingat bahwa Yu Ming dulu sering memesan makanan 70-80 yuan, terkadang beberapa piring dan bahkan makanan sampingan juga tidak keberatan dan tidak dihabiskan, kenapa bisa tiba-tiba hitung-hitungan seperti ini?

“Lupakan, aku akan memasak mie.” Yu Ming berbalik ke dapur.

Han Dong melihat punggung Yu Ming dan selalu merasa ada yang tidak beres. Dia memeriksa berita terbaru di Internet dan hanya menemukan bahwa dia telah pergi beberapa hari ini. Sosok Yu Ming telah mengalami begitu banyak hal.

“Persetan! Siapa bajingan penghujat ini?” Han Dong mengerang di depan komputer.

Yu Ming keluar dari dapur dan memandang Han Dong, “Ada apa?”

Han Dong sudah bergegas keluar dengan beberapa kata, tapi dia menelannya.

“Tidak apa-apa, kamu tidak perlu memasak mie, kita akan pesan take-away.”

Yu Ming bertanya-tanya, “Bukankah kamu bilang kamu sudah makan?”

“Tadi terlalu awal untuk makan. Sekarang sudah lapar lagi.”


<< Feng Mang 147

Feng Mang 149 >>

Iklan

3 respons untuk ‘Feng Mang – Chapter 148

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s