Feng Mang – Chapter 147

Chapter 147 – Rasa Lama Yang Telah Hilang

“Kamu jangan membuatku takut. Sangat mudah bagiku untuk percaya.” Han Dong berkata dengan serius.

Pelayan itu tidak bisa menahan senyum. “Aku tidak sedang menakutimu. Pemilik asli pulau ini harus menjual karena adanya masalah ekonomi. Ketua Wang membelinya dan memberikannya padamu sebagai hadiah.”

“Hah ???? Memberikan padaku ????”

Jika Han Dong baru saja melebih-lebihkan bahan kata itu, sebenarnya dia merasa ketakutan sekarang.

Pelayan berkata dengan sangat serius, “Ya, ini pulau berbentuk hati. Kamu sekarang adalah pemilik pulau ini.”

"Juga berbentuk hati ?????" Han Dong dengan bodoh jatuh ke kursinya

“Juga berbentuk hati ?????” Han Dong dengan bodoh jatuh ke kursinya.

“Pulau ini semi-berkembang. Pulau ini memiliki pantai yang masih murni, dan vegetasi yang melimpah. Ada juga berbagai macam kehidupan laut. Kamu bisa mendapatkan bahan secara lokal, membangun rumah pohon, membangun gudang anggur, membangun perkebunan, dan merencanakan serta mengelola segala sesuatu di area ini.”

Untuk seseorang yang suka hal-hal seperti ini yang dikatakan, tempat di mana orang dapat melakukan apa pun yang diinginkannya hanyalah mimpi pamungkas.

“Kamu jangan mengatakannya lagi.” Han Dong merasakan susah untuk bernapas.

Pelayan itu terus melanjutkan: “Pulau pribadi ini cukup tertutup, dan sangat cocok bagi orang-orang yang berstatus sepertimu untuk datang ke sini kalau ingin berlibur. Selain itu, kamu juga dapat membangun sebuah resor liburan dan menyewakannya kepada orang lain untuk mendapatkan keuntungan ketika kamu pensiun nanti.”

Bisakah menghasilkan uang? ? ? ?

Mata Han Dong menjadi putih, sudut bibirnya berkedut, dan ekspresinya seolah tidak sadarkan diri.

Pelayan itu benar-benar ketakutan dan mengguncang Han Dong dengan penuh kekuatan. “Tuan? Tuan?”

Han Dong tiba-tiba melompat dan mengeluarkan tawa keras.

Pelayan itu dengan tidak berdaya. “Nikmati segera sarapanmu.”

Apakah Han Dong masih bisa makan? Seluruh tubuh berada dalam keadaan yang tidak terkendali, berlari seperti orang gila di sekitar pulau, kebahagiaan dan kegembiraan batinnya hampir tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, Surga! ini benar-benar Surga ah! Siapa yang bisa menghentikanku untuk membunuhku!

Hahahahahahahaha …

Wang Zhongding melihat seperti ada angin puyuh hitam yang menyapu dari jauh, meskipun dia sudah siap untuk bertemu, tapi dia dipaksa untuk mundur dua langkah.

Han Dong melompat ke tubuh Wang Zhongding dan menciumnya tanpa sadar. Wang Zhongding dengan segera merasa dihangatkan oleh antusiasme Han Dong ini, dan dia hanya menenangkannya untuk waktu yang lama.

“Kenapa kamu harus memberiku pulau ini?” Tanya Han Dong.

Sebenarnya, setelah film “Sneak the Shadow” terjual, Wang Zhongding ingin memberikan sebuah hadiah kepada Han Dong. Pada saat itu, dia tidak bisa memikirkan apa yang harus diberikan sebagai hadiah. Kemudian, ketika dia mendengar bahwa Han Dong si bodoh ini mengatakan ingin bermain dan mengeluh pada Wang Zhongding yang tidak bisa menemaninya, jadi dia hanya memutuskan untuk membeli pulau dan berlibur seperti ini.

Tentu saja, Kahn juga merupakan Katalisator[1]. Jika bukan karena rangsangannya, Wang Zhongding mungkin tidak akan segera memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya, dan menghabiskan beberapa hari bersama Han Dong.

[1] Katalisator : Seseorang atau sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa.

“Bagaimana bisa kamu mengerti diriku dengan sangat baik? Apakah kamu begitu mencintaiku? Mengapa tidak memakanku dengan keras? Apakah kamu hanya ingin melihat senyumanku dengan segala cara?”

Meskipun Han Dong mengatakan kalau itu semua kejujuran, Wang Zhongding berpikir, Apa yang seharusnya tidak menjadi masalah bagimu?

Setelah cukup kesulitan, Han Dong tiba-tiba tertegun, dan kepalanya ditarik ke bahu Wang Ding, berpura-pura membuat kondisi yang sakit dan lemah.

“Kamu akan membuatku cemas seperti itu.”

Wang Zhongding meletakkan tangannya di dada Han Dong … Sial! Detak jantung masih sangat lamban, tidak bisa untuk melihatnya.

“Hmm….” Han Dong tersenyum tipis dan bermain dengan tangan Wang Zhongding. “Jangan terlalu khawatir ~”

Tentu saja, Wang Zhongding tidak terburu-buru, dia masih memiliki banyak perhitungan untuk Han Dong.

Melihat wajah Wang Zhongding tiba-tiba mendung, Han Dong meraih tangannya ke dadanya dan tersenyum penuh cinta.

“Kamu, biarkan kamu menyentuhnya….”

Wang Zhongding mundur dengan keras. “Ini bukan masalah sentuhan…..”

“Lalu kamu sentuh ini!” Han Dong lalu mengambil tangan Wang Zhongding dan mengarahkan ke pantatnya.

Wang Zhongding tiba-tiba teringat adegan dimana Han Dong ditarik celananya ke bawah oleh gurunya dan wajahnya tenggelam lagi.

“Apakah kamu begitu santai kepada siapa pun?”

Han Dong berkata acuh tak acuh, “Aku akan santai dengan para pria, tapi tidak jika di depan gadis kecil.”

Wang Zhongding berkata, “Apakah kamu punya aturan dengan gadis kecil? Gadis kecil mana yang akan merindukan pantatmu sebagai pantat pria?”

Han Dong segera berkata, “Pria mana yang akan mengingat pantatku sebagai pantat pria?”

Jadi, pria yang mengingatnya sebagai seorang pria itu hanya menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

“Salah, salah, tidak bermaksud untuk mempermalukanmu….” Han Dong mulai menenangkan Wang Zhongding lagi dengan kasih sayangnya.

Wang Zhongding menemukan bahwa mencambuk orang-orang semacam itu dengan Han Dong hanyalah masokis, tidak sesulit itu. Memberi dia warna untuk dilihat, lain kali dia akan memiliki ingatan yang panjang.

Akibatnya, warna Wang Zhongding belum keluar, dan Han Dong datang untuk memberinya sedikit “warna”.

“Di pulau ini, jika kita hanya memiliki dua orang dari kita, mengapa kita tidak melakukan itu saja? Di pantai, di atap, di kebun, di gua, jika itu benar-benar tidak cukup untuk merangsang, kita bisa melakukannya di tengah jalan….”

Fakta telah membuktikan bahwa menyerang warna adalah metode pertahanan terbaik, dan Wang Zhongding yang baru saja mendengar itu, wajahnya berubah hitam, tidak mengatakan apa-apa.

Han Dong merengek lagi dan lagi, “Bisakah kamu tidak membuat wajahmu tidak enak dilihat seperti itu? Sekarang tidak sedang berada di perusahaan, kamu tidak perlu menetapkan prestise bagi siapa pun, jadi tertawalah, oke?”

“Aku tidak mau tertawa, dan tidak peduli di mana pun itu. Itu hanya terkait dengan orang-orang yang di hadapi.” Wang Zhongding berkata.

Han Dong segera pergi ke depan Wang Zhongding dan memintanya untuk mengikutinya. “Kamu tidak melihat bagaimana aku bisa tertawa? Hmmm? Tidakkah saudara ini merasa bahagia? Hmm?”

“Baiklah, hentikan itu.” Wang Zhongding dengan sengaja mengalihkan tatapannya.

Han Dong tidak menerima, dia mengejar Wang Zhongding, bercerita yang tampaknya menyenangkan, membuat lelucon lucu, dengan  serangan humor yang kuat dan menekan satu sama lain, akhirnya menerobos pertahanan Wang Zhongding.

“Kamu benar-benar…..” Wang Zhongding akhirnya memberikan senyum tanpa sadar.

“Apanya yang aku benar-benar?” Tanya Han Dong.

Wang Zhongding ingin mengatakan “imut” tapi mengubahnya menjadi kata yang berbeda.

“Bodoh.”

Han Dong tidak memperhatikan, dan dia hanya berputar-putar dan mengelilinginya dua kali, menampar pada pantat Wang Zhongding.

“Ayo kita sarapan dulu, belum makan apapun selama dua hari.”

“Dua hari?” Han Dong terkejut.

Wang Zhongding berkata, “Omong kosong, kamu tidak melihat di mana kita sekarang. Berapa banyak malam yang dibutuhkan untuk sampai ke sini?”

Han Dong tiba-tiba berpikir bahwa dia telah pergi begitu tenang, dan Yu Ming pasti khawatir, jadi dia bertanya pada Wang Zhongding. “Bisakah kamu bantu aku untuk memberikan ponsel-ku?”

“Tidak.” Nada Wang Zhongding mengeras tanpa sadar.

Han Dong berkata, “Pinjamkan ponselmu untuk-ku. Aku harus membuat panggilan.”

“Tidak perlu,” kata Wang Zhongding lurus. “Aku sudah menelepon Kahn dan bilang kepadanya kalau kamu tidak akan pergi.”

Han Dong tertegun, “Kahn? Apakah Khan mengajakku pergi?”

Wang Zhongding menyadari bahwa Han Dong sama sekali tidak mengerti kata-kata Kahn, dia telah makan cuka (cemburu) sejak kemarin.

“Aku ingin menelepon Ming’er.” Kata Han Dong.

Wang Zhongding menyerahkan ponsel kepadanya.

Han Dong membuka ponsel Wang Zhongding, dan menemukan wallpaper yang menarik perhatiannya. Jika itu foto kerennya tidak apa, tapi itu menjadi fotonya yang terlihat paling bodoh. Digunakan sebagai wallpaper di layar ponsel canggih, itu tampaknya sangat tidak layak.

“Ternyata kamu menyukai sifatku yang sebenarnya?” Han Dong benar-benar menggoda lagi untuk mengungkapkan permainan Ketua Wang.

Wang Zhongding melakukan yang terbaik untuk mengambilnya. “Apakah kamu yang ingin menggunakannya atau tidak?

“Gunakan, gunakan, gunakan….” Han Dong buru-buru menarik wajahnya.

Sesaat kemudian, suara Han Dong terdengar lagi.

“Halo? Ming’er, apakah kamu belum bangun?”

“Aku? Aku sekarang ada di sebuah pulau, pulau pribadi milikku, hehehe….”

Tidak tahu sejak kapan dimulai, untuk mendengar seseorang yang membual untuk menyombongkan diri, itu menjadi menyenangkan bagi Wang Zhongding.

……

Pada siang hari, Han Dong mengenakan sepasang celana renang dan berjemur di pantai, memanfaatkan hari-hari liburan dan mengubah kulit ini menjadi warna gandum yang sehat.

Menikmati belaian sinar matahari, Han Dong tiba-tiba mendengar suara gemerisik. Berbalik, salah satu “monster kecil” memanjat keluar dari tumpukan terdekat.

“Monster kecil” ini juga memakai kacamata hitam kecil dan memakai celana yang seksi. Dia bersandar pada kaki daging kecil dan berjemur di bawah sinar matahari.

“Kenapa kamu ada di sini?” Han Dong dengan sengaja mengklaim dirinya dengan menggunakan nada tuan rumah.

Tanpa diduga, Xixi lebih masuk akal daripada dia, “Ini adalah pulau-ku. Kenapa aku tidak boleh datang kemari?”

“Kamu? Bukti apa yang harus kamu punya kalau pulau ini adalah milikmu.” Klaim Han Dong.

Xixi mendorong kacamata kecilnya dengan jari-jarinya dan berkata dengan serius, “Bentuk pulau ini seperti pantatku.”

Han Dong berkata sambil tertawa, “Ini jelas berbentuk hati, pantatmu itu kan bentuknya bulat?”

Xixi tidak menjelaskan, langsung membalikkan tubuhnya di pasir pantai, bakso bulat kecil dengan bangga melonjak ke atas.

Faktanya, Han Dong sudah menduga pada pagi hari kalau Xixi akan datang dan Wang Zhongding akan keluar selama beberapa hari. Dia tentu tidak akan merasa tenang meninggalkan putra-nya di rumah.

Dia hanya bertanya-tanya: “Kenapa kamu baru muncul sekarang? Ke mana saja kamu?”

“Penerbangan tertunda,” kata Xixi dengan malas.

Han Dong tertawa, “Ini hanya berjarak satu jam dari Beijing. Apakah itu perlu?”

Wajah kecil Xixi mengungkapkan penghinaan. “Satu jam itu adalah satu jam bagimu. Bagiku itu adalah 60 menit, 3.600 detik. Jangan memaksakan gagasan waktumu pada kebiasaan kehidupanku yang teratur, oke?”

Han Dong mengeksposnya tanpa belas kasihan saat dia mengungkapkan ayahnya, “Apakah kamu secara langsung mengakui bahwa kamu belum tidur cukup lama? Juga tarik perbedaan waktu apa.”

Benar saja, Xixi tidak bisa memegangi wajahnya dan mengayunkan keempat cengkeramannya, membuat lubang pasir yang besar.

Han Dong menggodanya lagi, “Mengapa kamu ingin menikmati matahari (berjemur)? Suplemen kalsium ah?”

Xixi berkata dengan tenang, “Tidakkah ini menjadi sangat biasa? Aku ingin membuat kulitku menjadi bronzer seksi.”

Han Dong memandang langit, ​​benar-benar lebih baik daripada aku.

Di malam hari, Xixi yang telah bermain selama seharian dengan cepat tertidur.

Wang Zhongding dan Han Dong berjalan-jalan di pantai, Han Dong tiba-tiba tergeletak di pantai dan tidak bergerak.

“Bangun!”

Wang Zhongding menggosok pantat Han Dong dengan jari kakinya, dan memarahinya: “Makan begitu banyak pada malam hari, ayo cepat berjalan lagi.”

Han Dong seperti ulat besar menggeliat di pantai, yang terlihat seperti orang yang sangat lelah.

Ketika Wang Zhongding melihat bahwa dia tidak mau bangun, dia berjalan ke tepi laut dan menendangnya ringan dengan kakinya. Semprotan itu mengenai wajah Han Dong.

Han Dong sangat mudah untuk digoyahkan, dan selama Wang Zhongding membuat sedikit masalah dengannya, dia akan segera bangkit, bersama dengan Wang Zhongding menikmati dalam kejar-kejaran di pantai.

Bercanda dengan gembira, Han Dong tiba-tiba merasakan seseorang memeluk pinggangnya dari belakang. Dia pikir dia akan dilempar ke laut. Tanpa diduga, dia tersandung dan jatuh ke dalam pelukan pria itu. (>///<)

Ini adalah pertama kalinya Wang Zhongding mengambil inisiatif untuk mendekati Han Dong. Tidak berlebihan untuk dikatakan, Han Dong cukup beruntung untuk memiliki merinding.

“Maukah kamu tinggal di sini selama beberapa hari?” Tanya Han Dong.

Wang Zhongding berkata: “Hanya bisa enam hari.”

“Menurut perhitunganmu pada waktu, apakah itu mungkin?” Han Dong bertanya dengan serius.

Mempertimbangkan sub-tabel kronis yang dibuat Han Dong kepada Wang Zhongding, enam hari akan berubah menjadi tujuh hari.

Wang Zhongding dengan nada dingin, “Kamu membuat keributan di depan begitu banyak orang. Bagaimana aku bisa mentoleransi untuk satu hari lagi?”

“Siapa yang membuatnya?” Han Dong tidak mengakuinya.

Wang Zhongding langsung menggelitik Han Dong. “Siapa yang kamu katakan, hmm?”

Han Dong berguling minta ampun. “Hahaha … aku yang membuatnya…. aku…. aku…..”

Wang Zhongding akhirnya melepaskannya dan Han Dong bergegas untuk merobek pakaiannya. Tindakan cepat dan napas berat membuat hormon gairah Wang Zhongding melonjak dengan cepat. Hampir tidak ada kekuatan untuk menolaknya, pikirannya telah dihancurkan oleh Han Dong.

Kedua pria itu benar-benar telanjang, dan tubuh seksi itu terus-menerus terjalin di atas pasir pantai.

Han Dong mencium Wang Zhongding dari bibir hingga ke selangkangan untuk merangsangnya, dan mulai meraih bagian yang mengeras, berpikir ‘ingin bagaimana untuk menjilatnya seperti itu’, memaksa pernafasan Wang Zhongding menjadi semakin kasar lagi dan lagi.

Kemudian, lidah lincah milik Han Dong mulai menyapu kedua bola daging itu, mencoba untuk menembus ke area yang lebih dalam, tapi dihentikan oleh Wang Zhongding.

“Menjilati ini super menyenangkan ~” Han Dong menggodanya.

Wang Zhongding tidak hanya “tidak tertipu”, dia segera menekan Han Dong di bawah tubuhnya dan jari-jarinya mulai berkeliaran di celah pantatnya, dengan agresif menggosok pada dua bola daging itu, bertanya, “Apakah begini menyenangkan?”

Han Dong mengerang keras, dan meringkukkan pantatnya ke atas dan ke bawah.

“Mmm .. menyenangkan ..”

Wang Zhongding merasakan api naik ke tenggorokannya, membuat dia tidak sabar untuk menggerakkan mulutnya.

Ketika dia menjilat kemaluannya, rahangnya tertekan, dia merajuk dan menunggu lidah Wang Zhongding untuk memeriksa bagian dalam pada celah pantatnya, akhirnya tidak dapat mengendalikan erangan penuh nafsunya.

“Ahh….ahh…… ini sangat menyenangkan, menghisapnya…..”

Wang Zhongding sekali lagi membalikkan tubuh Han Dong, dan meletakkan tikar keras di atas pasir, mengangkat pantatnya tinggi. Kedua kaki panjang itu terpisah, dan mereka menyebar dengan bebas di kedua sisi, mengungkapkan area sensitif pusat.

Dengan sikap yang menggoda saat ini, Wang Zhongding tidak tahan untuk melihatnya.

Hambatan psikologis dan penerimaan garis bawah mulai runtuh.

Dia mengangkat tubuh Han Dong, benda keras di bagian bawah tubuhnya berulang kali memoles di sekitar celah pantatnya, menggosoknya intens, terutama ketika Han Dong menggoyangkan pinggulnya, keinginan ini semakin kuat.

“Jangan digosok lagi … gatal … um …”

Wang Zhongding tidak hanya tidak berhenti, tetapi juga berubah dari gosokan menjadi benturan, Kepala G menjadi basah dari waktu ke waktu saat dia melanggar area sensitif pusat itu.

(t/n: kepala G- yang mengacu pada ujung alat kelamin laki-laki)

“Zhongzhong … aku akan menembak … ah ah … ah…. ah……..”

Pantat Han Dong yang seksi, dengan gelombang dan butiran-butiran keringatnya, bergetar dan berkedut keras, itu hanyalah teknik pembunuh kejam yang menguras kekuatan tekad Wang Zhongding.

Han Dong menunjukkan ledakan kemampuannya yang kedua dan meletakkan mulutnya di telinga Wang Zhongding untuk mengaduk angin.

“Ayo kita pergi untuk sesuatu yang lebih nyata..”

Ketika kedua orang itu pindah ke kamar mandi secepat kilat dan mencuci tubuh mereka dari pasir pantai, sementara wajah keduanya sangat tertekan.

Akhirnya mereka berguling ke tempat tidur besar, Han Dong mengusap leher Wang Zhongding dan tersenyum.

“Aku tidak menyangka kamu akan setuju secepat ini.”

Wang Zhongding tidak melihat pikiran Han Dong yang tidak masuk akal. Hanya ketika Han Dong tidak sabar untuk melakukannya, hatinya terasa panas.

Hasilnya, Han Dong mulai bersiap-siap untuk pemanasan, semua jenis godaan provokatif, “proaktif” yang sangat menggemparkan. (t/n: sangat antusias hingga membuat orang harus merebus darah).

Ketika dia mendapatkan botol berisi pelumas, Wang Zhongding meraihnya.

“Aku akan lakukan.”

Han Dong dengan lembut berkata: “Jangan lakukan lagi. Untuk pertama kalinya, hal semacam ini harus tetap dilakukan olehku.”

Mata panas Wang Zhongding melirik ke arah Han Dong, apakah kamu berani mengatakan sesuatu lagi?

Namun, Wang Zhongding tidak mengizinkan Han Dong datang sendiri.

Seperti yang dikatakan Han Dong, bagaimanapun juga, ini adalah pertama kalinya hal semacam ini harus dilakukan oleh Wang Zhongding. Di satu sisi, dia takut Han Dong tidak akan diizinkan untuk memulai, di sisi lain, dia juga takut untuk menganiaya dirinya.

Pelumas di tangan Han Dong telah diambil, tetapi dia berpikir bahwa wajah Wang Zhongding yang bagus itu dikaitkan dengannya.

Akibatnya, mereka kehilangan seluruh hidup mereka.

Minyak pelumas diseka ke dalam celah pantatnya tanpa tanda peringatan, dan ketika dia ingin menjawab, setengah jari telah masuk.

“Hei, tunggu?” Han Dong memegang pergelangan tangan Wang Zhongding.

Wang Zhongding bingung, “Kenapa? Apakah sakit?” Dia pikir dia sudah sangat pelan.

Ekspresi konyol Han Dong, “Jangan bilang kamu mau melakukan itu padaku?”

Ternyata, yang konyol adalah dia.

“Apakah ada kemungkinan lain?” Jari-jari Wang Zhongding meregang lagi.

Kaki Han Dong lemah dan bergegas untuk berhenti.

“Kurasa kamu mungkin salah. Aku yang TOP.” Berkata dengan serius

“Aku juga.” Wang Zhongding menjelajahi area sensitif itu.

Wajah Han Dong merasa malu. “Tidak mungkin! Bagaimana bisa dua TOP datang bersama-sama? Kamu sedang bercanda, hah?”

Wang Zhongding menyodok pada area itu dan memberi tahu Han Dong bahwa dia tidak sedang bermain-main dengannya.

Benar saja, Han Dong lumpuh dalam satu detik.

“… OK … pria yang tidak mempedulikanmu … berikan saja … kepadamu untuk contoh … ah ah ah … jangan menyodok lagi …”

Han Dong tidak berpikir bahwa “kendali digital” Wang Zhongding memiliki efek substantif. Berada di tempat tidur hari ini, akhirnya dia menyadari kenikmatan luar biasa yang “presisi” membawanya.

Pertama-tama, ekspansi sebelumnya, apakah itu sudut, kekuatan atau kecepatan penggantian jari-jari, telah mencapai tingkat kenyamanan. Han Dong merasa benar-benar tidak sakit dan hampir menyelesaikan tantangan yang sulit.

Bahkan pada saat dimasuki, Han Dong tidak merasakan ketidaknyamanan yang lebih intens.

Sebagai gantinya, Wang Zhongding, untuk pertama kalinya, tidak bisa menahan diri. Dalam menghadapi Han Dong, dia memberi erangan rendah.

Kemudian gerakan piston itu benar-benar membuat Han Dong kesenangan.

Wang Zhongding dari cepat dan lambat, dari dangkal dan dalam, dan itu teknik penyisipan yang tepat, sehingga orang-orang yang mendapatkan sudut penyisipan tepat itu bersedia untuk menjilati lutut, dan tidak cepat atau lambat dalam frekuensi penyisipan tersebut …… Han Dong terisak, memutar kepala ke Wang Zhongding untuk berbicara bahasa tidak senonoh.

“Kau sangat terkutuk … Zhongzhong … Aku tidak tahan lagi … fuck me … ah … ah … yah seperti ini … terus masuk lebih ke dalam … sangat nyaman …um um um …”

Dengan peningkatan kebugaran, Wang Zhongding mulai menyesuaikan frekuensi gerakan lebih intens, sehingga “rasa sakit” Han Dong menjadi ekstrem, membiarkan Han Dong langsung menyublimasikan cintanya ke  ketinggian baru.

“Apakah merasa sangat nyaman … bercinta denganku?”

Daya tarik Wang Zhongding dengan Han Dong juga dipaksa untuk naik ke ketinggian baru, baik secara sensual basah dan ketat. Dia telah melampaui batas toleransi dan memungkinkan dia untuk mengekspos dirinya selangkah demi selangkah.

Postur paling konservatif dari awal, Han Dong berbaring untuk berlutut ke depan, Wang Zhongding mengangkat salah satu kakinya, dimana area itu terpapar di matanya, yang mengungkapkan pandangan cabul saat yang lain mengamati.

Dari awal ke sikap, ke ekstase selanjutnya ke wajah terdistorsi.

Dari awal cibiran yang menekan, hingga putus asa sesudahnya.

……

Kemudian, Han Dong berada di atas tubuh Wang Zhongding, dua orang saling berhadapan secara langsung.

Tangan Wang Zhongding mengelus pantat Han Dong, dari atas ke bawah, Han Dong kemudian meremas puting Wang Zhongding, pinggul bergoyang dari atas ke bawah.

“Apa ini menyenangkan?” Wang Zhongding bertanya.

“Em … menyenangkan.”

“Apa lagi yang akan kamu lakukan setelah ini?”

“Pasrah, pasrah, pasrah…..”

Wang Zhongding tiba-tiba dengan kasar, meremas pantat Han Dong agresif. “Apakah kamu berani menunjukkannya kepada orang lain? !!”

Han Dong terisak memohon ampun.

“Tidak berani… tidak berani… hanya bercinta denganmu …”

Wang Zhongding hanya merasa kalau ada aliran panas meledak di perut bagian bawah, dan kedua pria itu menyapu seperti gelombang besar, dan tubuh yang kusut itu membeku.

Pada saat itu, kedua orang itu memiliki perasaan bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa satu sama lain.

……


<< Feng Mang 146

Feng Mang 148 >>

Iklan

2 respons untuk ‘Feng Mang – Chapter 147

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s