There Will Always Be Protagonist With Delucions OSH – Chapter 33

2nd-arc (1)

Translator Inggris : Phiare

Aku minta maaf untuk menunggu lama m (_ _) m  

__________________________________

Lei Baofei pergi dengan wajah gelap. Dia tidak menyentuh hidangan apa pun; anggur itu benar-benar tumpah. Sebelum dia pergi, dia dengan tegas mendesak An Cheng Jie untuk melakukan sendiri. An Cheng Jie menjadi bingung, tidak tahu mengapa Lei Baofei meninggalkan kemarahan seperti itu ketika dia hanya ingin memperkenalkan hidangan dan obrolan baru sambil minum anggur tentang rencana masa depan untuk restoran tersebut.

Penjaga toko itu tampaknya takut dengan kepergian tamu yang tiba-tiba itu. Dia memeriksa di luar pintu dan bertanya, “Boss, piring-piring di dapur … Apakah kamu masih membutuhkannya?”

“Tidak perlu!” Dia berkata dengan kesal. Dia mengerutkan kening dan melirik berbagai bahan di atas meja, tertekan dan linglung. Sikap Lei Baofei hari ini benar-benar aneh. Kalimat yang dia katakan sebelum dia pergi juga tidak masuk akal. Apakah semua orang kuno ini temperamental?

Dia ragu-ragu ingin menyusul dan berbicara dengan Lei Baofei lagi ketika tiba-tiba seorang pelayan bergegas menghampiri dengan panik, membawa sebuah keranjang bambu kecil yang akrab di tangannya. “Ini tidak bagus, Tuan. Ada juga restoran-baru hotpot yang baru saja dibuka di Jalan Selatan. Harga mereka setengah lebih murah dari milik kita, mereka juga secara terbuka membagikan resep hotpot mereka! Ini, ini adalah hotpot yang mereka jual hari ini.”

Wajah An Cheng Jie berubah, dia menyambar keranjang itu dan dengan cepat melihat ke dalam dan mengeluarkan surat didalamnya. Jarinya meremas kertas, otaknya terasa seperti telah dihancurkan oleh palu. Tanpa berpikir, dia secara naluri bertanya, “Di mana toko itu? Apa nama tokonya? Siapa yang membukanya?”

“Itu ada di tengah Jalan Selatan bernama Chuan Yue, aku tidak tahu siapa pemiliknya, orang yang bertanggung jawab adalah orang yang tidak diketahui darimana asalnya.” Penjaga toko itu mendengar ini dan melihat pandangan An Cheng Jie yang tersesat, hatinya menjadi lebih bingung, “Boss, apa yang harus kita lakukan?” Restoran itu akan dibuka, namun hidangan tanda tangan telah digunakan oleh yang lain. Ini tentu tidak bisa menjadi baik.

Chuan-Yue*, Chuanyue** …… Tangan An Cheng Jie gemetar, dia hampir tidak bisa memegang keranjang kecil di tangannya, hatinya sangat tenggelam. Ada semacam kegembiraan untuk bertemu rekan transmigrasi lain tetapi juga rasa takut akan keuntungannya yang akan diambil. Hot pot, Chuan Yue …… Apakah nama ini hanya suatu kebetulan atau memang petunjuk dari pihak lain?

(* Dari Sichuan – Yuenan = Sichuan (Cina) – Vietnam. Berarti ini adalah restoran perpaduan China-Vietnam.)

(** 穿越: chuan yue = melewati / melakukan transmigrasi)

Ye Zhizhou kembali ke Pemerintah Kota (Zhenguo Gong Fu) dengan Yan Mingyong dan bersiap untuk makan Hot Pot di rumah. Sambil menunggu Chang Shun dan Chang Fu mengolah bahan-bahan, dia mendorong Yan Mingyong ke ruang makan dan menyerahkan buku itu kepadanya, “Mingyong, tunggu di sini. Aku akan menelepon kakakku, dia ada di rumah hari ini. Ayo buat dia merasakan hotpot juga.” Dan juga mencuci otaknya di sepanjang jalan.

Senyum Yan Mingyong di wajahnya memudar dan matanya tenggelam. “Apakah kamu menyukai kakakmu?”

Remaja itu menjadi semakin suram lagi, Ye Zhizhou menatapnya tanpa daya, lalu dia membungkuk untuk mencium wajah remaja itu dan menyentuh rambutnya, “Jadilah patuh, setelah makan malam aku akan menunjukkan permainan baru yang belum pernah kamu mainkan sebelumnya. Sekarang, baca saja bukunya.”

Yan Mingyong tidak bisa mengendalikan panas dari wajahnya yang baru saja dicium, mata hitamnya tiba-tiba menjadi cerah, tapi dia tidak menunjukkan kegembiraannya, dia berkata dengan wajah tenang, “Aku akan mendengarkanmu sekali ini saja, cepat sana pergi.”

Ye Zhizhou terkekeh melihat wajah serius kekasihnya itu, dia mencubit wajahnya dan berpaling setelah mencium sekilat. Kekasihnya telah berubah menjadi seorang anak laki-laki, dan dia berangsur-angsur mulai tumbuh… Ini luar biasa!

Hotpot sudah siap ketika Ye Zhizhou kembali dengan An Chengsheng. Yan Mingyong meletakkan buku itu dan memindahkan kursi rodanya ke arah pintu, mengabaikan kejutan An Cheng Sheng, dan mengulurkan tangan ke arah Ye Zhizhou, “Le Er, dadaku sakit.”

Ye Zhizhou tertipu, dia buru-buru berjalan dan menggosok dada remaja itu. Dia bertanya dengan cemas, “Di mana pil obatmu? Bukankah aku sudah mengatakan untuk mengambil satu setiap kali kamu merasakan nyeri dada?”

Tubuh kekasihnya terlalu lemah, dan semua pil obat dari sistem adalah obat yang bertindak dengan cepat. Dia tidak berani memberinya makan secara langsung, jadi dia mengencerkannya untuk membuat pil yang lebih kecil untuk dimakan setiap kali kekasihnya merasa tidak nyaman pada tubuhnya.

“Ada pada De An, aku lupa untuk mengambilnya.” Yan Mingyong benar-benar menikmati kepedulian dan perhatian dari pemuda ini. Mengambil keuntungan dari ketidakhadiran De An, dia berbohong tanpa mengedipkan kelopak mata. Kemudian dia melirik An Chengsheng dan mengaitkan bibirnya, “Sedikit menyakitkan, tapi tidak apa-apa. Ayo makan dulu, jangan biarkan Kakak laki-laki menunggu.”

An Chengsheng mengepalkan tangannya dengan provokasi ini, mendengarnya mengejar adik laki-lakinya dan juga memanggilnya Kakak laki-laki membuat hatinya menjadi masam dan tidak baik. Bagaimanapun, dia masih ingat status dan kekuatan orang lain. Setelah menenangkan hatinya, dia menangkupkan tangannya dan dengan enggan mengatakan salamnya, “Aku tidak menduga Yang Mulia Pangeran ke-8 akan ada di sini. Aku telah merepotkanmu dengan temperamenku.”

Yan Mingyong tersenyum, tidak menunjukkan ekspresi gila dari pertemuan terakhir itu. Dengan aura Yang Mulia, dia berkata, “Le Er sangat baik padaku, kamu memiliki adik laki-laki yang sangat baik.”

An Chengsheng juga memasang senyum palsu, “’Yang Mulia Brother‘, juga sangat baik.”

Suara deruan bisa didengar; sepertinya ada percikan tak terlihat diantara kedua orang ini.

Melihat mereka seperti ini, Ye Zhizhou, yang baru menyadari penyakit belakang ini dari Yan Mingyong hanyalah kepura-puraan, mengambil kembali tangannya dan memutar matanya. Dia pergi lebih dulu ke arah meja makan dan mengambil tempat duduk, dia mengambil daging panas dengan menggunakan sumpit, “Kalian berdua bicara pelan-pelan saja. Aku sudah kelaparan jadi aku tidak akan menemani kalian.”

Melihat pemuda itu marah, mereka buru-buru mengambil kembali penglihatan mereka dan menahan suasana hati mereka. Yan Mingyong dengan cepat menduduki kursi di samping Ye Zhizhou dan menarik lengan bajunya, “Bagaimana kamu memakan ini?”

Ye Zhizhou menyipitkan mata padanya dan mengejek, sekarang kamu tahu bagaimana berperilaku? Bukankah kamu baru saja berpura-pura sakit sekarang?

An Chengsheng selangkah lebih lambat, dia hanya bisa duduk di depan saudaranya. Dia mengambil sumpit dan tersenyum, “Makanan ini cukup menarik. Le Er selalu bisa menemukan sesuatu yang baru, yah?”

“Benar.” Ye Zhizhou tidak makan pujian ini. Dia menurunkan lengan bajunya dan memeriksa suhu, melihat itu tidak terlalu dingin, dia mengambil hotpot, dan berkata dengan dingin, “Aku menemukan koleksi buku puisi kuno. Aku ingin memberikannya kepada kakaku yang tertua, tetapi sepertinya itu tidak perlu sekarang.”

Koleksi buku puisi? Kuno? An Chengsheng, yang sangat mencintai puisi, segera menangkap titik kunci ini. Dia meletakkan sumpitnya, “Le Er, itu kesalahan kakak laki-laki. Tolong pinjamkan buku puisi itu ke kakakmu ini.”

Umpan kecil ini, aku tahu kamu akan menerimanya. Ye Zhizhou menyeringai dan tertawa dalam pikirannya. Dia bangkit dan berjalan menuju tas kain untuk mengeluarkan versi campuran 《Tiga Ratus Puisi Tang》 dan 《Lirik Lagu Dinasti Song》, lalu dia memasukkan ke dalam pelukan An Chengsheng, “Buku ini terlalu tua, tidak cocok untuk bacaan. Aku sudah membuat salinannya, kamu bisa ambil.”

An Chengsheng memegang buku itu seolah-olah mendapatkan harta yang paling berharga. Dia tidak peduli dengan tulisan-berantakan di dalamnya, dia belum menghabiskan makanannya dan segera membaca buku itu.

Yan Mingyong diam-diam meletakkan sumpitnya saat melihat adegan ini dan memandang Ye Zhizhou.

Ketika Ye Zhihou kembali menatapnya, dia tahu anak ini akan murung lagi. Dia mengambil sumpit itu dan mengembalikannya ke tangan remaja itu. Dia berkata, “Ini adalah kumpulan puisi, apakah kamu juga ingin aku membuatkan salinan untukmu? Atau apakah kamu ingin hadiah lain? Apapun yang kamu inginkan, aku akan memberikannya kepadamu. Sekarang cepat makan, tubuhmu masih belum sehat, kamu harus makan dengan teratur.”

“Kamu akan memberikan padaku apapun yang aku inginkan?” Yang Mingyong memegang sumpit dan bertanya dengan hati-hati.

Ye Zhizhou, yang memperhatikan pemberitahuan sistem, hanya mengangguk sembarangan sembari membantunya mengambil sayuran dari hotpot. Yan Mingyong menatapnya dalam-dalam lalu menundukkan kepalanya untuk makan. Dia menggunakan tangannya yang nganggur untuk memegang ujung kain pemuda itu dengan sembunyi-sembunyi. Dia tersenyum, satu-satunya yang dia inginkan adalah pemuda ini.

Sistem itu memunculkan layarnya. Ye Zhizhou berterima kasih kepada Surga di dalam hatinya. Perasaan An Chengsheng terhadap An Cheng Jie lebih seperti pengejaran gila dan obsesi penggemar fanatik terhadap idolanya. Sekarang ‘bakat’ An Cheng Jie telah hilang, dan dengan bantuan Ye Zhizhou, kasih sayang itu juga telah berubah terhadap dirinya sendiri.

Jika mereka ingin memulai ‘sesuatu’, itu akan sulit!

[Probabilitas cinta dari An Chengsheng dan protagonis telah turun menjadi 50%. Tolong buatlah usaha yang gigih, Host]

Setelah selesai makan, An Chengsheng juga telah menyelesaikan bukunya. Ye Zhizhou dengan puas mematikan layar sistem dan mengeluarkan kotak kecil permainan poker dari ruangnya. Dia tersenyum pada Yan Mingyong yang luar biasa dan mulia, begitu juga An Chengsheng yang lembut dan terpelajar, “Sekarang setelah kita selesai makan, Ayo bermain ‘Fight the Landlord’!”

(sebuah permainan kartu)

___________________________

Di tengah malam, Yan Mingyong terbangun di tangan Ye Zhizhou, dan menatap lurus padanya untuk sementara waktu dan kemudian bangkit. Dia mengambil manik-manik dari samping tempat tidur dan menghancurkannya di bawah hidungnya, memastikan kalau dia benar-benar tertidur, dia melangkah keluar dari tempat tidur dan menarik tali di sisi tempat tidur. Setelah beberapa saat, De An mendorong pintu dengan lembut dan berjalan masuk, diam-diam berdiri di depan tempat tidur.

“Apakah kamu telah menangkap orang itu?”

De An melangkah maju untuk membantunya berganti-pakaian dan berbisik kembali. “Ya, dia sudah berada di dalam penjara rahasia.”

Yan Mingyong menggenggam tangannya dan menunjukkan senyuman yang sedikit suram. “Bagus sekali, istana itu terlalu kotor, sekarang saatnya untuk membersihkan semuanya.” Lalu dia kembali menatap Ye Zhizhou yang sedang tidur, yang memiliki wajah memerah dan menutupinya dengan selimut, seberkas cahaya menerpa matanya, “Aku harus membiarkan Le Er hidup nyaman dan sehat.”

__________________________

An Cheng Jie menutup pintunya dan tidak pernah keluar setelah restoran itu ambruk. Melihat bahwa tuan muda keluarga Len tidak pernah datang mengunjungi boss mereka lagi dan bonus murah hati yang biasa telah hilang, para pelayan secara bertahap mengabaikannya. An Cheng Jie sangat marah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam beberapa hari terakhir, dia bersembunyi di kamar dan memeriksa hidangan di dalam keranjang kecil. Dia ragu-ragu, segala macam kemungkinan dijejerkan di mana-mana, tetapi dia tidak bisa memutuskan di mana harus mencari teman seperjalanan yang memungkinkan. Saat ini, dia secara bertahap beradaptasi dengan kehidupan kuno, dan dia memiliki rencana umum untuk kehidupan masa depannya. Kemunculan tiba-tiba dari pihak lain membuatnya merasa pahit dan jijik, dan nalurinya tentu saja menentangnya.

Xiǎo sī dà zhù melihatnya tanpa berpikir selama beberapa hari, berpikir bahwa dia sedang dalam suasana hati yang buruk karena masalah dalam bisnis. Dia menyarankan, “Tiga hari kemudian, akan ada pertemuan sastra yang diadakan oleh akademi Yingtian yang berlangsung di bawah Gunung Yuan Si di luar kota. Mengapa tidak Gong Zi* menghadiri ini untuk membebaskan diri dari kebosanan? Aku mendengar bahwa Imperial Great Scholar juga akan menghadiri acara ini. Dengan bakat sastra Gong Zi, kamu akan dapat meraih penghargaan sarjana luar biasa!”

(* putra seorang bangsawan)

Mendapatkan wajah untuk Sarjana Luar Biasa? Hati An Chengjie sedikit tergerak dan pikirannya yang bermasalah menjadi tenang. Selain itu, tidak ada gunanya untuk menebak berbagai hal sambil menutup diri seperti ini. Karena menghasilkan uang tidak berhasil, bagaimana dengan membuat sebuah nama? Bayangkan mengejar berbagai penggemar puisi, penghinaan yang dia rasakan bagi orang-orang dari Pemerintah Kota (Zhenguo Gongfu), dan juga kekecewaan di wajah Lei Baofei, jantungnya tiba-tiba bangkit dengan kegirangan.

Apanya yang anak haram? Dia pasti akan lebih baik daripada anak-anak resmi itu! Tidak masalah jika Lei Baofei tidak mendukungnya. Dengan pengetahuan terdepan yang ada dalam pikirannya, para bangsawan itu akan berbaris untuk bergantung padanya di masa depan!

Ekspresinya berangsur menjadi tegas, dan penglihatannya yang ada pada keranjang kecil itu perlahan berubah menjadi lebih gelap.

Restoran ChuanYue ini lebih baik hanyalah suatu kebetulan. Jika tidak…… itu orang beruntung yang bertransmigrasi seperti dirinya, dunia ini hanya membutuhkan satu saja.


<< Protagonis Delucions Bab 32

Iklan

2 respons untuk ‘There Will Always Be Protagonist With Delucions OSH – Chapter 33

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s