His Majesty Hostage – Chapter 4

Ketika Su Zili terbangun, langit sudah cerah. Selalu menyanjung dirinya dengan pepatah “karena telah tiba disini, maka itu harus membuat diri nyaman” [1], setelah perjuangan selama tiga hari, akhirnya harus menerima kenyataan bahwa “dia harus mengatasi” semua ini. Memikirkan itu sekarang, yang sebenarnya dia hidup penuh kenyamanan sebagai tuan muda, setiap hari yang dia lakukan hanyalah makan dan tidur semaunya. Selain itu, setiap kali dia makan, dia akan dikelilingi oleh sekelompok pelayan cantik yang memberinya makan. Bahkan orang kaya di jaman modern tidak memiliki perlakuan semacam itu. Meskipun dia dalam aspek material itu penuh kenyamanan, tetapi situasi yang dialaminya sangat menyedihkan. Karena cedera itu, dia terpaksa harus berbaring di tempat tidur, satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan adalah bergerak di sekitar kamarnya dengan pelayan atau pergi berjemur di bawah sinar matahari tepat di luar pintunya.

[1] 既来之,则安之 (Idiom)- mempunyai artian seperti : “Jika kamu tidak dapat melakukan apapun untuk mencegahnya, kamu sebaiknya duduk dan menikmatinya”.

ZiLi merasa sangat tertekan, dia ingin berkali-kali berteriak bahwa dia ingin pergi keluar dan berjalan-jalan tapi dia tidak pernah bisa melawan Ming Yue yang berlinang air mata, dan harus berbaring di tempat tidur atau duduk seperti orang yang setengah hidup atau mati.

Setelah istirahat lebih dari sebulan, luka di dadanya juga telah membaik. Pada awalnya panah yang ditembak itu terlihat sangat menakutkan, yang sebenarnya panah itu tidak mengenai area vital. Untungnya itu berhasil lolos di antara organ-organ dalamnya.

Dan sekarang bekas lukanya telah terkelupas, ZiLi akhirnya mendapatkan izin untuk meninggalkan tempat tidur dan melakukan apa pun yang diinginkannya. Yang hanya bisa dilukisman oleh satu kata– menyenangkan!

ZiLi membuka pintu, berdiri di luar koridor dan meregangkan tubuhnya di bawah sinar matahari yang cerah, lalu mengambil napas dalam-dalam untuk menghirup aroma segar dari bunga-bunga dan rumput di halaman.

“Tiga kali ke kiri dan tiga kali ke kanan, goyangkan lehermu dan goyangkan pantatmu. Tidur lebih awal dan bangun pagi kemudian berolahraga. Goyangkan tangan, kaki, dan kaki lagi. Cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam! Ikuti aku untuk bernyanyi dan menari, dengan begitu kamu tetap akan merasa bugar.” [2]

[2] hihihi, ini adalah lagu kesehatan untuk anak-anak di China. Lucu~ aku jadi ikut joget pas dengerin, kiri kiri kanan kanan.. lol

   https://www.youtube-nocookie.com/embed/MzptrRmW2dw?rel=0&showinfo=0&enablejsapi=1

ZiLi tertawa dan bernyanyi sambil menggoyang pinggulnya, melakukan gerakan berputar-putar untuk berolahraga. Ketika dia berbalik, dia menemukan semua pelayan memperhatikannya dengan ekspresi lucu di wajah mereka.

“Eh, hahahahaha. Selamat pagi semuanya! Kalian semuanya sepertinya sibuk! Cuaca hari ini sangat bagus!” ZiLi segera memaksakan untuk tertawa.

“Yang Mulia, apakah merasa lapar? Ming Yue akan segera menyiapkannya, Yang Mulia bisa pergi untuk membersihkan diri lebih dulu.” Ming Yue adalah orang yang pertama kali memulihkan jiwanya, dan bergegas untuk bertanya dengan sopan.

“Ide bagus, cepat, cepat, aku, ehem, Yang Mulia ini, begitu lapar sampai perut menempel di bagian belakang perut. Ming Yue, aku ingin makan kue Biji Teratai yang kamu buat kemarin.” Kata ZiLi menuntut karena air liurnya menetes dari mulutnya sementara Ming Yue menghadap ke punggungnya.

Dia ingat sebelumnya, asalkan dia bisa makan, tidak masalah apakah rasanya manis atau asin yang dia masukkan ke mulutnya, selama dia bisa mengisi perutnya! Tidak seperti sekarang dimana makanan manis dan tidak berminyak, hambar dan tidak berasa

Dia ingat sebelumnya, asalkan dia bisa makan, tidak masalah apakah rasanya manis atau asin yang dia masukkan ke mulutnya, selama dia bisa mengisi perutnya! Tidak seperti sekarang dimana makanan manis dan tidak berminyak, hambar dan tidak berasa. Sepertinya mulut ini telah banyak dimanjakan oleh masakan Ming Yue!

Setelah selesai makan dan minum, ZiLi merasa sudah waktunya untuk bekerja dengan benar. Yang dimaksud bekerja– tentu saja adalah pergi keluar untuk berjalan-jalan, menyelidiki era dan lingkungan sekitar, serta memahami keadaan dan cara hidup tempat itu.

Ini sangat penting, benar-benar sangat penting. Sebagai orang asing yang akan check-in di hotel, hal pertama yang dilakukan adalah mencari rute pintu keluar darurat untuk mencegah saat terjadinya kebakaran, dia tidak akan menjadi lalat tanpa kepala yang secara tidak teratur menabrak seseorang lagi, jadi setelah sekarat dari api itu, dia belajar bahwa untuk sebagian besar, itu adalah kepercayaan norma orang China untuk bertindak dengan melakukan lebih dari yang dibutuhkan.

Ahemahem, meskipun seseorang dari dalam api itu kembali dari kematian, tetapi, mereka tidak dapat sepenuhnya menyalahkannya, jika melarikan diri dengan hidup seseorang berarti menghalangi kesempatan orang lain, maka dia percaya bahwa dia bisa lolos dengan itu. Itu benar, jadi, dia tidak seharusnya disalahkan! Eh, ngelantur terlalu jauh, kembali ke topik semula. [3]

[3] ZiLi memiliki monolog internal yang belajar untuk mempersiapkan dengan sigap atas kesulitannya saat ini berdasarkan pengalamannya dari insiden kebakaran dan meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak bersalah. jika dia merampas kesempatan emas untuk dihidupkan kembali dari orang lain yang juga mati dalam api.

ZiLi berjalan melewati perkarangan dan hendak berjalan melewati gerbang besar. Kepalanya sedikit mengintip keluar hanya untuk mendengar suara “Berhenti”. Dua pedang berkilauan yang dipegang oleh dua penjaga istana memotong [4] hanya tiga milimeter dari hidungnya. Jika penjaga dengan tombak itu menghitung kesalahan, hidungnya dipastikan tidak ada lagi. ZiLi merasakan dingin yang ganas di punggungnya, dia dengan cepat mundur beberapa langkah.

[4] Pedang itu berlawanan membentuk X.

“Kamu, kenapa tidak membiarkan aku pergi keluar?” ZiLi agak marah ketika dia dengan sopan bertanya.

“Diluar tidak aman, akan lebih baik bagi Yang Mulia untuk tidak keluar. Jika tidak, saat ada kecelakaan lain terjadi lagi, kami tidak mampu menanganinya.” Dua penjaga kekaisaran menyatakan dengan perhatian yang teliti terhadap detail.

ZiLi tertegun untuk waktu yang lama, dan akhirnya menggerakkan kakinya dengan susah payah, seperti yang mereka katakan kepadanya sekarang bahwa dia “tidak diizinkan”? Perasaan ini sama seperti berada di musim dingin yang hebat kemudian disiram dengan baskom air dingin.

ZiLi marah pada saat yang sama merasa bersalah, sangat menyadari betapa suramnya untuk meninggalkan kediamannya sendiri.

Dia berjalan kembali dengan semangat rendah, punggungnya membungkuk dengan gumpalan awan hitam yang meredup di atasnya seolah-olah menyelimutinya.

“Apa yang terjadi Yang Mulia?” Ming Yue yang baru saja selesai merapikan tempat tidur berbalik dan melihat ZiLi pergi keluar dengan gembira sebelumnya, sekarang dengan murung menggantung kepalanya saat dia berjalan dengan lamban.

ZiLi menggelengkan kepalanya dan duduk di kursi. Dia mendesah dan berkata: “Ming Yue, apakah aku benar-benar seorang pangeran? Mengapa aku merasa seolah-olah aku tidak memiliki hak istimewa yang harus dimiliki seorang pangeran?”

Ming Ye menatap kosong setelah mendengar itu, dan dengan senyum enggan, dia segera berkata, “Tentu saja Yang Mulia adalah seorang pangeran, hanya saja situasinya sedikit berbeda!”

“Berbeda? Kenapa? Apa bedanya dalam situasiku sekarang?”

Ming Yue merasa bingung lagi, dia menatap curiga pada ZiLi, berpikir bahwa sepertinya Yang Mulia telah sedikit berubah sejak dia menderita luka itu, tidak hanya mengajukan beberapa pertanyaan aneh, tetapi dia juga sepertinya tidak dapat mengingat dengan jelas tentang hal-hal yang terjadi sebelumnya.

Dia berbicara dengan menginterogasi kata-kata, tetapi ZiLi tahu dia memiliki rahasia sendiri yang tidak bisa dia katakan. Jadi dia mencoba mengatakan sesuatu untuk mengalihkan topik, tetapi Ming Yue tiba-tiba mulai berbicara: “Karena Yang Mulia adalah seorang sandera! [5] Seorang pangeran yang di kirim ke Negara lain sebagai sandera oleh Negara-nya sendiri tidak boleh pergi dari sini.

[5] 质子 Zhízǐ – yang mengacu pada sandera. Di jaman kuno, para sandera dikirim ke musuh atau Negara lain. Sebagian besar dari mereka adalah pangeran atau putra bangsawan.

Sandera? Seperti di era perang yang memperebutkan kekuasaan, dimana setiap negara saling curiga dan iri, saling mengambil keuntungan satu sama lain. Jadi negara yang lebih lemah, untuk menyatakan bahwa mereka dapat dipercaya, mereka akan mengirim keturunan mereka untuk bertindak sebagai sandera.

Ternyata dia bertransmigrasi selama perang yang akan datang dan ada kemungkinan besar bahwa tubuh yang dia dapatkan sebagai umpan meriam seorang sandera! Jadi itu menjelaskan mengapa dia saat ini diperlakukan dengan penghinaan oleh semua orang di sekitarnya! Itu karena dia seorang sandera! Ai~ dia benar-benar kurang beruntung !!!

Butuh usaha dan waktu yang besar untuk ZiLi dalam mencerna fakta ini, Ming Yue sekali lagi melanjutkan untuk menjelaskan: “Yang Mulia, Ming Yue begitu lancang, Ming Yue selalu ingin memberitahumu tentang ini. Meskipun Ming Yue adalah warga Chu Jing, tapi sebagai seorang pelayan yang yang telah menyaksikan Yang Mulia tumbuh besar, Ming Yue selalu memperlakukan Yang Mulia sebagai adik laki-lakinya sendiri. Sejak Yang Mulia terluka, Ming Yue merasa bahwa Yang Mulia telah banyak berubah, itu berubah seperti orang lain. Bagaimana pun Yang Mulia sekarang menjadi lebih baik dari sebelumnya, tapi Ming Yue masih sangat khawatir, tidak tahu kenapa Yang Mulia tiba-tiba mengalami perubahan semacam ini. Ming Yue dengan rendah hati meminta Yang Mulia untuk menjelaskannya kepada Ming Yue, apakah luka itu menyebabkan efek samping yang dalam? Jika memang begitu, Ming Yue akan meminta tabib kekaisaran untuk memeriksa dan mengobatinya.”

Jantung Zi Li membeku, dia memiliki begitu banyak pertanyaan untuk dikatakan di kepalanya yang membuatnya takut untuk bertanya! Dia bahkan ingin mengatakan kepadanya jika dia ingin bahwa “Yang Mulia ini sudah mati”, bisakah dia membuat kepala atau ekor untuk alasan bagaimana dia bisa bertransmisi di dalam tubuh ini? Dia dapat menjamin jika dia mengatakan hal itu, dia akan diseret ke Puncak Kastil, meskipun, jika di sini tidak ada kehidupan yang baik sama sekali!

“Ming Yue, baiklah! Aku akan jujur untuk memberitahumu, setelah mengalami luka ini, Yang Mulia ini tidak dapat mengingat hal-hal apapun yang terjadi sebelumnya, karena aku tidak ingin kamu khawatir, jadi aku tidak memberitahumu, aku tidak berharap kalau kamu akan lebih khawatir. Jika aku tahu bahwa itu akan menjadi seperti ini, Yang Mulia pasti akan mengatakan yang sebenarnya.”

Setelah Ming Yue mendengarnya, dia menatap ZiLi dengan tatapan khawatir. Ekspresi semacam itu membuat ZiLi merasakan ledakan kehangatan tiba-tiba di dalam hatinya. Dia dengan tenang menghiburnya: “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya kehilangan ingatan, itu saja. Bukankah lebih baik kehilangan ingatan buruk semacam itu?”

Ming Yue percaya padanya dan menyetujui menganggukkan kepalanya. Ekspresi khawatir di wajahnya telah menyebar. “Lebih baik melupakan kenangan yang tidak menyenangkan itu!”


<< His Majesty Hostage 3

Iklan

3 respons untuk ‘His Majesty Hostage – Chapter 4

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s