Feng Mang – Chapter 141

Chapter 141 – Hingga Tuntas

Setelah acara penghargaan, semua orang keluar dari aula perjamuan.

Dibandingkan dengan pemenang lainnya, wajah Yu Ming tidak bisa terlihat sedikitpun kegembiraan.

Mobil Xia Hongwei masih diparkir di sudut terpencil, tapi kali ini Yu Ming tidak langsung naik ke mobil, sebaliknya dia berkata pada Xia Hongwei, “Aku kembali ke asrama hari ini.”

Xia Hongwei tidak membahas, “Perayaan pemenang penghargaanmu telah diatur.”

Mendengar ini, Yu Ming menunjukkan ekspresi enggan.

“Aku tidak ingin merayakannya. Tidak ada yang perlu dirayakan.”

Xia Hongwei tidak mempertimbangkan pendapatnya sama sekali. Dia berkata: “Aku telah mengirim surat undangan. Aku telah mengumpulkan semuanya, kamu tidak ingin membuat orang-orang menunggu disana, kan?”

Yu Ming tidak percaya, “Penghargaan baru saja diberikan. Bagaimana mereka bisa begitu cepat?”

“Penghargaan ini memang baru diberikan, tetapi itu tidak berarti bahwa hasil seleksi baru saja keluar.”

Yu Ming tiba-tiba teringat sesuatu. Mata yang bertanya-tanya menusuk wajah Xia Hongwei. “Apakah kamu tahu hasil seleksi sebelumnya atau mengganggu hasil seleksi?”

“Apakah ada perbedaan dalam hal ini?” Xia Hongwei berkata dengan nada tenang.

Jantung Yu Ming tiba-tiba menjadi dingin, bahkan keinginan untuk berbicara dengan Xia Hongwei hilang dan dia berbalik untuk pergi.

Xia Hongwei menangkapnya dan menekan dengan keras di pintu mobil, berkata dalam kemarahan, “Kau sebaiknya menjaga pikiranmu tetap jernih. Jika penghargaan ini bukan milikmu, itu juga bukan miliknya!”

“Apakah itu miliknya atau bukan, itu tidak ada hubungannya denganku, aku hanya muak dengan cara bicaramu!” Yu Ming sangat marah.

Mata Xia Hongwei sekali lagi suram, dan kemarahan yang dalam naik ke dahi.

“Apa yang baru saja kamu katakan? Muak?”

Yu Ming akhirnya melepaskan emosinya yang telah lama tertekan. “Ya, muak, aku muak dengan posisi di bawah kekuatanmu-mu.”

Wajah Xia Hongwei sulit untuk dilihat.

“Yu Ming, apakah kamu tahu apa yang disebut pelacur yang ingin mendirikan kuil? [1] Karena kamu sudah muak dengan TM, mengapa kamu masih menggunakan posisiku?”

[1] t/n: saat melakukan hal-hal buruk, tapi juga ingin mendapatkan reputasi yang baik. Ini cerita tentang wanita kuno yang nemiliki temperamen mulia untuk diraih, kemenakan pria mengacu pada wanita berbudi luhur di rumah bordil, dan merujuk pada seseorang yang telah melakukan kesalahan, tapi masih ingin mendapatkan nama (reputasi yang baik).

Yu Ming bertanya, “Apakah aku punya pilihan lain?”

Xia Hongwei tiba-tiba tertawa, tawa itu bahkan lebih mengerikan daripada guru spiritual di “Sneak of Shadows”.

“Lalu aku akan memberimu pilihan ini, selama kamu bisa mengatakan dengan percaya diri: Aku, Yu Ming, tidak membutuhkan kamu lagi! Aku akan membebaskanmu!”

Yu Ming hanya terdiam untuk waktu yang lama sebelum membuka mulutnya.

“Aku, Yu Ming, tidak pernah menginginkanmu.”

Xia Hongwei dari kecil hingga tumbuh besar, selalu hidup dengan nyaman, dapat dikatakan bahwa kata-kata Yu Ming adalah pisau pertama yang memotong hidupnya. Dan lebih jauh lagi, dia tidak punya setengah kekuatan untuk merespon.

“Kamu ingat apa yang kamu katakan hari ini.”

Melemparkan kata-kata ini, mobil Xia Hongwei melaju keluar dari pandangan Yu Ming.

Han Dong cukup menyukainya, dia mengikuti para kru pergi ke klub malam untuk merayakannya, dia merasakan kegilaan selama beberapa jam, kembali ke asrama itu sudah jam 2 pagi. Merasa sedikit lapar, dia pergi ke dapur dan memasak sepanci mie besar.

Ketika sedang makan, dia mendengar suara dingin dan samar terdengar di belakangnya.

“Kenapa kamu masih memasak mie begitu larut?”

Han Dong sangat takut hingga hampir meludahkan ke wajahnya.

Membuatku terkejut sampai mati, [2] kenapa kamu di asrama?”

[2] t/n: kata yang digunakan agak vulgar, bentuk alternatif lain dari kata wo cao, ibuku- fuckyourmother- etc, jadi aku mengambil kalimat ini lebih baik.

Nada Yu Ming halus, “Daritadi ada disini.”

“Aku jelas melihat mobil Xia Hongwei. Bukankah kamu pergi merayakan bersamanya?”

Yu Ming tidak menjawab dan mengarahkan tatapannya langsung ke panci, “Bisakah kamu memberiku beberapa makanan?”

Han Dong melihat sisa dalam panci, ekspresinya agak terlalu mengada-ada (dipaksakan).

“Aku khawatir ini tidak cukup untuk aku makan, atau kamu ingin memasak lagi?”

“Aku akan mengambil dua suap, hanya mencicipi.”

Han Dong masih memegang ujung panci, “Jadi bagaimana … berapa banyak dari dua suap itu untuk mulutmu di sana?”

“Lupakan, tidak jadi memakannya.” Yu Ming merasa tidak senang.

Han Dong buru-buru mendorong panci itu. “Hanya menggodamu, ayo makan.”

Yu Ming datang ke panci dan menyesapnya, menunjukkan ekspresi tak terduga. “Rasanya enak.”

“En, masih ada satu suap lagi yang tersisa,” kata Han Dong.

Yu Ming, “………..”

Itu benar-benar bukan lelucon.

Setelah selesai makan, Han Dong bertanya lagi, “Apakah Xia Hongwei memberimu perayaan besar?”

“Sudah selesai,” Yu Ming mengakui.

Han Dong memiliki ketertarikan instan. “Katakan padaku apa yang terjadi?”

“Aku tidak pergi.”

Sumpit Han Dong berhenti dan wajahnya bingung, “Kenapa kamu tidak pergi?”

Yu Ming tidak mengatakan alasannya, tetapi mengatakan pada Han Dong. “Aku benar-benar memutuskan hubungan dengannya. Kedepannya, jangan menyebut tentang orang ini lagi.”

“Kenapa kamu memutuskannya ah?” Han Dong tidak mengerti, “Tidak ada perasaan yang bisa perlahan-lahan dipelihara, toh kamu juga tidak ada menyukai orang lain, bukankah lebih baik seseorang seperti itu mengejarmu?”

“Aku memiliki orang yang aku sukai.” Kata Yu Ming tiba-tiba.

Sumpit Han Dong benar-benar berhenti.

“Kamu memiliki orang yang kamu sukai?”

“En.”

“Siapa?”

“Kamu.”

Han Dong menjawab kalimat klasik, “Aku menyukaimu, tapi aku sudah punya Zhongzhong eh.”

Yu Ming berkata: “Aku serius.”

Han Dong berkata: “Meskipun aku menyukai pria ini, tapi aku hanya bisa mencintai satu orang pada satu waktu, jika tidak, maukah kamu mengantri di belakang nomor itu?”

Tanpa diduga, Yu Ming mengulanginya lagi.

“Aku serius.”

Kali ini, Han Dong membeku dan menatap Yu Ming dan menemukan bahwa dia tidak memiliki perasaan berpura-pura sedikit pun.

Air mata Han Dong hampir jatuh.

Jangan begini! Aku telah berhutang kepada keluarga Xia, itu bahkan belum terbayar, kamu tidak bisa membuatku berhutang terlalu banyak!

“Ming’er, kamu dengar aku, aku telah menghitungnya, tidak ada hubungan perasaan cinta di antara kita berdua. Kamu pasti telah keliru.”

Yu Ming berkata dengan pasti: “Kamu yang salah.”

“………”

Han Dong menyesuaikan keadaannya dan meningkatkan keberaniannya.

“Bisakah kamu memberitahuku dimana aku lebih baik dari Xia Hongwei?”

Yu Ming berkata: “Kamu memang tidak memiliki lebih banyak uang daripada dia, tetapi kamu lebih baik dari dia. Hanya kamu yang bisa memberiku kebahagiaan dan memberiku kejutan yang tak terduga. Hanya denganmu, aku bisa benar-benar menjadi diriku sendiri.”

Han Dong buru-buru membuka solusi, “Kamu salah, itu karena dengan teman, kamu bisa menjadi diri sendiri, dan apa yang kamu benar-benar sukai, justru yang paling memungkinkan kamu tidak bisa menjadi diri sendiri (terbuka), kamu bisa mengambil contoh dariku, aku adalah orang yang paling patuh di depan Wang Zhongding, aku tidak pernah mengungkapkan kekuranganku, aku selalu menunjukkan sisi terbaik padanya.”

“Lalu ketika kamu pergi ke toilet umum, dan kamu tidak membawa tissue bersamamu. Kenapa kamu memanggilnya tapi tidak memanggilku?” Han Dong tertegun, “Bagaimana kamu tahu?”

“Karena aku tepat di sebelahmu.”

Han Dong, “………..”

“Jelaskan itu, aku akan mendengarkan.” Yu Ming mengangkat dagunya.

Han Dong tampak malu, “Aku pikir itu, perasaanmu padaku mungkin seperti perasaanku untuk Ye Chenglin. Karena kami selalu kekurangan teman sejati, jadi itu sangat berharga.”

“Aku punya teman,” kata Yu Ming.

Han Dong, “………..”

Setelah beberapa saat, ruangan itu akhirnya penuh dengan tangisan tak berdaya.

“Bukankah kamu sudah membantuku untuk aku bersama Wang Zhongding di masa lalu? Mengapa kamu tiba-tiba memiliki pikiran ini?”

“Aku tidak mengetahui kalau aku menyukaimu selama ini.”

“Kapan kamu mulai mengetahuinya?”

“Mulai saat kau tidak membiarkanku untuk melihat tembakan jatuh dari air itu.”

Han Dong menyesal sampai ususnya berwarna hijau. Jika aku tahu, aku akan membiarkanmu melihatnya!

Tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia hanya mendorong panci itu ke depan Yu Ming. “Jika aku membiarkanmu memiliki seteguk? Bisakah kamu memaafkanku?”

Yu Ming tidak mengatakan apa-apa dan langsung pergi ke kamar.

***

Dalam beberapa hari terakhir, departemen teknis Zhongding bekerja sama dengan Polisi Cyber untuk melakukan investigasi. Setelah penyelidikan terperinci terhadap lebih dari 1.000 petunjuk, tersangka penjahat akhirnya diidentifikasi.

Itu adalah seorang staf perusahaan teknologi, yang berarti tidak ada hubungannya dengan Han Dong, jelas bahwa dia telah dibayar untuk pekerjaan itu oleh orang belakang.

Wang Zhongding mengirim Yi Lei dan beberapa orang kepercayaan lainnya menjalani interogasi tiga hari terhadap staf dan akhirnya menangkap orang-orang di belakangnya.

Dengan hasil ini, Feng Jun tidak terkejut.

Dia bertanya penasaran, “Apa yang akan kamu lakukan?”

“Aku ingin dia tidak pernah bisa bangkit untuk seumur hidup!” Kata Wang Zhongding.

Feng Jun bertanya dengan ragu, “Apakah kita akan terus menyelidiki?”

“Lanjutkan, hingga tuntas!”

***

Pada malam harinya, Wang Zhongding kembali ke rumah, Xinxin bertanya kepadanya, “Apakah paman kuncir ekor tidak akan datang ke rumah?”

Wang Zhongding bertanya: “Mengapa dia akan datang?”

“Karena aku dengar bibi mengatakan! Dia telah menyebabkan masalah bagi perusahaanmu. Daddy harus membawanya pulang untuk memberinya pelajaran baru.” Xinxin memandang ke depan dengan ekspresi menantikan.

Wang Zhongding tertawa terbahak-bahak, “Hampir berakhir.”


<< Feng Mang 140

Iklan

2 respons untuk ‘Feng Mang – Chapter 141

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s