Mr. Dior – Chapter 1.1 (Book I)

Translator Inggris : TRANSnoveLation

Diterjemahkan Indonesia : Sungwoooonnie

Editor : Mellynies

*****

Chapter 1.1 (Book I)

Pengantin Presiden Jutaan Dollar

“Dokter, dari korban yang terluka dalam beberapa kecelakaan mobil beberapa saat yang lalu, apakah ada seseorang yang dipanggil Zhangda Diao [1] … uhuk …. bernama Zhang Chenfei?”

[1] Zhang adalah nama keluarga pemimpin pria kit di sini. ‘Da’ berarti ‘besar’. ‘Diao’ adalah istilah sehari-hari dalam bahasa China yang berarti ‘keren / luar biasa‘ atau ‘ayam jantan / penis‘. ‘Diao’ juga bisa berarti ‘bercinta‘ dalam bahasa Kanton. Seiring berjalannya waktu, ‘diao’ akan digunakan secara berbeda (terkadang mengacu pada makna bahasa China dan terkadang, arti Kanton-nya) tetapi bentuk Jiao Qi untuk Zhang Chenfei yang Zhangda Diao secara harfiah berarti ‘Zhang penis besar‘. Tapi tentu saja, aku tidak akan menggunakan frase yang diterjemahkan karena itu akan mengganggu… jadi aku akan mempertahankan pinyin untuk itu. Aku hanya membolak-balik cerita tetapi aku pikir ada alasan mengapa Jiao Qi memanggil suaminya seperti itu dan kita akhirnya akan sampai ke bagian itu.

Jiao Qi saat ini berkeringat deras saat dia berlari tanpa henti sebelumnya menuju pusat rumah sakit. Mantel di tangannya sudah kusut tetapi dia sama sekali tidak menyadarinya.

“…di ruang gawat darurat. Apakah kamu anggota keluarga-nya? Bayar depositnya terlebih dulu.” Dokter yang bertugas menjawab sambil membalikkan lembar catatan.

“Presiden Jiao!” Mengambil keuntungan dari orang di meja konsultasi yang mendengkur keras, Sekretaris Yu Yuan memanggil presidennya sambil terengah-engah kehabisan nafasnya sendiri. Tubuhnya yang gemuk bergoyang-goyang sambil berlari tiga langkah demi mengejar Jiao Qi.

Dia awalnya mengikuti presiden ke pesta makan malam, tetapi dia hanya berjabat tangan dengan klien ketika mereka menerima panggilan telepon dari rumah sakit yang mengatakan kepada mereka bahwa suami sah Jiao Qi, Zhang Chenfei, mengalami kecelakaan mobil.

Dia telah mengikuti Jiao Qi selama tiga tahun, dan ini adalah pertama kalinya Yu Yuan melihatnya panik saat wajahnya berubah pucat. Tanpa mempedulikan pekerjaan, dia meraih mantelnya dan pergi dengan terburu-buru.

Dia tidak punya jalan selain meminta maaf kepada klien. Membawa berat badannya yang 180 pound, dia berlari keluar juga untuk mengejar bosnya. Dengan kecepatan 180 mph, dia berkendara ke rumah sakit. Jiao Qi melempar kartu ke sekretarisnya, berbalik dan berjalan ke ruang gawat darurat.

Yu Yuan, dengan tubuh montoknya yang kecil, terengah-engah sebelum berjalan ke

arah dokter yang sedang bertugas dan kemudian tersenyum, memperlihatkan dua lesung pipi kecil yang dalam: “Di mana aku

dapat melakukan pembayaran?”

Saat memasuki ruang gawat darurat, Jiao Qi melihat puluhan tempat tidur di dalam. Melihat seprai berwarna biru itu dapat membuat seseorang akan merasa pusing. Dia menarik napas dalam- dalam dan berusaha mencari suaminya di kerumunan yang kacau.

Sains dan teknologi terus berkembang dan masyarakat juga berkembang.

Saat ini, pernikahan sesama jenis adalah sah dan dia telah menikah dengan Zhang Chenfei selama tujuh tahun. Tujuh tahun terakhir berjalan tenang dan sangat manis tanpa angin dan ombak besar.

Jiao Qi tidak akan pernah berpikir bahwa ‘kecelakaan mobil’ akan terjadi pada suaminya dan akan menjadi alasan untuk membuatnya ‘mematuhi aturannya’ setiap hari.

Sebuah tabrakan mobil berantai terjadi di viaduk yang menyebabkan lebih dari 20 korban yang disatukan di ruang gawat darurat ini.

“Ah – itu sakit!”

“Cepat! Yang ini harus segera dioperasi!”

“Dokter, kamu cepat selamatkan dia, huhuhu……”

Para pasien lainnya dikelilingi oleh dokter atau dikelilingi oleh keluarga mereka, dan hanya suaminya yang sendirian. Tubuh tinggi

itu diselipkan di tempat tidur lebar kurang dari satu meter dengan kepala menggantung. Kain kasa melilit kepalanya yang membuatnya terlihat agak menyedihkan. Tidak ada lengan dan kaki yang hilang dan melihat ini, Jiao Qi yang mengepalkan jari-jari dinginnya sedikit rileks.

“Apakah kamu baik-baik saja?” Dia menyampirkan mantel di tangannya di atas tubuh Zhang Chenfei yang bajunya telah kehilangan dua kancing.

Dia hendak berbalik untuk memanggil dokter tetapi tiba-tiba pergelangan tangannya di tangkap. Zhang Chenfei mendongak dan beberapa memar bisa terlihat di wajahnya.

Kain kasa di dahinya berkilauan dengan warna

merah cerah tetapi tidak sedikit pun, menurunkan ketampanan wajahnya.

Di mata hitam yang dalam dari Jiao Qi mencerminkan wajah Zhang Chenfei yang

jelas, tampan dan acuh tak acuh lalu tiba-tiba mencemoohnya: “Apa yang salah, melihat bahwa aku bertemu dengan kecelakaan membuat kamu sangat bahagia?”

“Zhangda Diao! Apa maksudmu ??!” Jiao Qi meraih tangan yang memegangnya dan gemetar.

Ketika dia mendengar tentang kecelakaannya, dia sangat ketakutan sampai mati. Bagaimana orang ini bisa mengatakan kata-kata menyakitkan seperti itu?

Zhang Chenfei mengangkat bibirnya dan tersenyum sangat tidak normal, seolah-olah dia adalah seorang pembunuh yang disesatkan dalam film kejahatan tertentu. Seperti dalam

beberapa film dan karya televisi, mungkin ini adalah apa yang mereka sebut dengan ‘senyum jahat yang menawan’.

<< Daftar Isi >>

Iklan

4 respons untuk β€˜Mr. Dior – Chapter 1.1 (Book I)’

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s