Male God Is Chasing My Brother – Chapter 2.2

Translator Inggris : WhiteHemlock5

Diterjemahkan Indo : Mellynies

***

Mereka yang memiliki permohonan segera memperhatikan Han Ming. Namun, Zhou JinChen datang dan mengambil perhatian semua orang. Dalam lingkaran hiburan, ada banyak selebritas yang masuk dan keluar dari perusahaan. Setiap orang bisa menemukan seseorang yang memiliki mata yang baik untuk memimpin mereka. Semua orang di antara penonton masih terkejut oleh kecantikan pria itu. Lambat laun, para trainee di lobi mendapat tanggapan yang lebih normal.

Setelah mereka mengatasi shock, semua orang menyadari bahwa Han Ming masih berbicara dengan Zhou JinChen. Yang satu lagi mengenakan setelan berkerah warna hitam pekat yang melapisi tubuhnya sehingga penampilannya lebih tegak dan tampan. Dia juga mengumumkan hal lain —— tempat acara resmi yang akan dia hadiri.

Dibandingkan dengan reaksi orang lain, Han Ming menjadi semakin dingin. Dia juga salah satu yang jarang memiliki penampilan yang bagus. Meskipun dia tidak sebaik Zhou JinChen, temperamennya ditunjukkan selama percakapan mereka cukup, karena dia tahu bagaimana cara memuji orang lain.

Lobi sangat luas sehingga orang-orang di sekitar mereka tidak bisa mendengar percakapan di antara keduanya. Sikap Han Ming pada Zhou JinChen hangat, dan Zhou JinChen, yang selalu tanpa emosi, tampaknya tidak tertarik pada apa pun. Dia hanya mengatakan satu kalimat dan Han Ming menjadi senang. Karena suasana yang luar biasa di antara keduanya, para trainee tidak berani mengganggu.

Melihat ke dua orang itu, yang lain menyadari kalau mereka bahkan tidak mengambil dua langkah ke depan. Jadi beberapa anak muda yang tidak dikenal datang untuk menyapa.

Mungkin itu karena perubahan rencana, atau mungkin karena mereka berdiri di samping mereka. Beberapa orang berlutut di tanah untuk mengobrol, mereka bahkan tidak memperkenalkan diri dengan benar. Han Ming, yang awalnya bercanda, segera pulih dan menjadi tenang. Dia melirik tanda nama yang ada di dada beberapa orang. Dia mengakui orang-orang dengan anggukan sederhana dan tidak melanjutkan percakapan.

Melihat para trainee yang mengelilingi dan menahan Han Ming, An XuMo, yang duduk di kejauhan, tiba-tiba teringat tujuannya untuk datang ke sini. Awalnya dia bermaksud untuk menyapa Han Ming, tetapi pria itu ada di sana. Sangat mustahil baginya untuk pergi.

Tidak ada jalan lain, An XuMo hanya bisa diam-diam meminta maaf kepada Tang Tang dari lubuk hatinya.

Dibandingkan dengan An XuMo, para trainee itu akan menyesali tindakan mereka. Pada saat ini, Han Ming dan Zhou JinChen sudah memasuki lift bersama. Mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk memperbaiki tindakan mereka. Awalnya mereka ingin meninggalkan kesan yang baik, tetapi pada akhirnya mereka mengacaukan. Yang lebih buruk lagi adalah para trainee meninggalkan kesan tidak sopan pada Zhou JinChen.

Kesan pertama selalu penting. Mereka takut kalau di masa depan mereka harus menggunakan sepuluh kali lebih banyak energi untuk menebusnya.

An XuMo, yang tidak melangkah maju, telah menjadi orang yang paling tenang. Rasa laparnya juga lega. Istirahat makan siang masih tersisa tiga puluh menit lagi, Han Ming telah pergi, dan An XuMo tidak memiliki tujuan untuk berada di sini lagi. Dia ingin melanjutkan latihannya dan dia berpikir tentang perubahan dalam kurikulum baru yang disebutkan oleh Tang Tang. An XuMo berhenti di tangga dan menggunakan ponsel bersponsornya untuk mengirim pesan ke Tang Tang.

Ini adalah metode umum bagi perusahaan untuk mengurangi kemungkinan risiko dan biaya dengan menempatkan pendatang baru ke dalam portofolio. Namun, An XuMo telah menunjukkan nilainya saat dia berada di bagian bawah kompetisi. Perusahaan secara alami memiliki pengaturan lain untuknya. Latihan grup tidak lagi cocok untuknya. Karena dia punya agen, An XuMo perlu untuk memulai sebuah rencana pelajaran baru.

Tang Tang masih sibuk, jadi dia mengirim pesan singkat untuk memberitahu An XuMo untuk menunggu sebentar. Tanpa agen, An XuMo tidak dapat dengan mudah pergi langsung ke kantor lantai dua. Dia hanya tinggal di lobi, menunggu Tang Tang kembali.

Tidak butuh waktu lama sebelum keributan terjadi di lobi yang tenang sekali lagi. An XuMo, yang linglung, menjadi fokus dan menoleh untuk melihat. Tapi, dia menjadi takut ketika sosok yang akrab muncul lagi.

Sepuluh meter darinya, orang yang berjalan menuruni tangga persis dengan orang yang dia pikirkan, Zhou JinChen. Orang itu datang sendiri kali ini, bayangan Han Ming tidak dapat ditemukan. Tidak seperti orang lain yang ingin menarik perhatian Zhou JinChen, jantung An XuMo melompat sangat cepat dan bahkan perutnya penuh manis dan asam. Dia tidak berani berbicara sehingga dia menahan nafasnya, berusaha untuk tidak mengkhawatirkan yang lain.

Untungnya, Zhou JinChen tidak memperhatikan lingkungannya. Dia bukan orang yang ingin bergaul dengan orang lain. Sekarang dia tidak perlu membuat koneksi, pria itu tidak tinggal di lobi lama dan dengan cepat pergi.

An XuMo masih tegang. Kemudian ponselnya tiba-tiba bergetar, membuatnya takut lagi. Setelah bersantai, dia melihat pesan yang dikirim oleh Tang Tang. Dikatakan bahwa dia sedang menjadwalkan rencana pelajaran baru. Dia tidak perlu terburu-buru dan berlatih, dia bisa beristirahat.

Tang Tang tahu kepribadian An XuMo, jadi dia tidak mendesaknya untuk berlatih. Sebaliknya, dia mencoba membantunya bersantai. An XuMo membalasnya dengan ucapan terima kasih, tetapi sekarang dia agak khawatir tentang ke mana dia akan pergi berikutnya.

Dia takut tinggal di lobi, Tuhan tahu siapa (t/n: menekankan bahwa kamu tidak memahami sesuatu sama sekali) yang akan dia temui selanjutnya. Namun, selain Ruang Dance dan Karaoke, dia tidak memiliki tempat tambahan untuk pergi.

Ketika An XuMo berpikir, dia tiba-tiba merasakan getaran lain di dekat kakinya. Dia pikir itu adalah pesan lain dari Tang Tang. Dia secara tidak sadar mengulurkan tangan sebelum menyadari bahwa ponsel bersponsornya berada di tangan kanannya.

Itu bukan ponsel perusahaan …

Punggung An XuMo menegang.

Dia bergegas mencari ponsel pribadinya di sakunya. Layar menyala secara otomatis, nama yang ditunjukkan di atas adalah satu-satunya orang yang tidak berani dia pikirkan.

An XuMo mengambil napas dalam-dalam, dia tidak segugup ini bahkan ketika dia berada di depan konser. Tangannya berkeringat dan jari-jarinya tergelincir dua kali sebelum menjawab telepon.

“Um…brother?”

Orang lain di ujung sinyal tidak menyadari emosinya. Suara pria yang menarik dan bernada rendah terdengar dari ponsel. Tertegun, tertegun An XuMo gemetar. Suara Zhou JinChen yang dalam adalah setenar penampilannya, An XuMo harus menahan tangannya untuk menghentikan gemetar dan fokus pada apa yang dikatakan orang lain.

“Pesta ulang tahun Kakek malam ini, datang ke rumah utama.”

An XuMo ingin mengatakan sesuatu, tetapi bibirnya tidak membuat suara yang sukses bahkan setelah membuka dan menutup beberapa kali.

Dia tahu tentang pesta ulang tahun itu. Tetapi pada saat yang sama, An XuMo bahkan tidak memikirkan untuk menghadiri pesta ulang tahun ini. Tidak ada yang ingin dia muncul di hari yang meriah seperti itu. Dan juga, dia tidak berharap kalau Zhou JinChen akan benar-benar memanggilnya kembali.

Ini tidak ada dalam rencana An XuMo. Dia punya banyak alasan untuk menolak karena tidak ada orang di keluarganya yang ingin bertemu dengannya. Dia perlu berlatih dance, pergi ke kelas, latihan, istirahat …

Dia memiliki kurikulum yang padat, tetapi berbagai alasan ini tidak cukup baik.

—— An XuMo tidak punya pilihan selain bertemu dengan Zhou JinChen.

Dia ketakutan, tetapi perutnya yang kosong dipenuhi dengan madu, lembut dan manis, menghangatkan hatinya [1].

[1] Bingung~ “就像刚才的匆匆一瞥,他心惊胆战,却甘之如饴,空空如也的胃像被灌满了芝士和蜂蜜,又软又甜,暖到心里”

T / N: Zhou JinChen dan An XuMo tidak terkait secara biologis.

Ketika An XuMo terdiam, suara itu terdengar sekali lagi. Suara membuka dan menutup pintu mobil dan suara pria bernada rendah ditularkan, “Hidupkan lokasi, akan menjemputmu,”

Ada sistem keamanan di ponsel pribadinya dan An XuMo sebelumnya lupa untuk mematikannya. Dia tidak memikirkannya karena tidak ada yang mau mendatanginya.

Sekarang ketika Zhou JinChen baru saja selesai berbicara, suara “tetes” bisa didengar dengan tenang dan itu terjadi di kedua ujung sinyal.

Di ujung yang lain, suara wanita yang manis dan mekanis mengingatkan, “Tujuan telah tiba.”

An XuMo menelan ludah, suaranya dan bibirnya kering, dia berbisik, “Brother… Aku ada di tempat yang baru saja kamu tinggalkan.”

<< Chapter 2.1

Iklan

4 respons untuk ‘Male God Is Chasing My Brother – Chapter 2.2

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s