Male God Is Chasing My Brother – Chapter 2.1

Translator Inggris : WhiteHemlock5

Diterjemahkan Indonesia : Mellynies

***

Meskipun layar terkunci, sudah terlambat untuk membantahnya sekarang. Jadi An XuMo mencoba menjawab sealami mungkin, “Yah, Senior adalah idolaku.”

Tang Tang tidak berpikir ada yang aneh. Dalam beberapa tahun terakhir, nama Zhao JinChen, terkenal di kalangan hiburan. Dia mewakili impian semua orang untuk menjadi sangat terkenal hanya dalam satu malam.

Meskipun An XuMo memiliki kualifikasi yang sangat baik, dia hanyalah seorang siswa yang tidak dikenal. Melihat Zhou JinChen sebagai panutan, itu sangat masuk akal.

Tang Tang mengambil kotak makan siang yang kosong dan memberi ceramah, “Xiao Mo, tidak ada masalah mengejar bintang, tetapi kamu harus ingat identitas-mu. Setelah debut resmi, perusahaan akan memberimu berbagai peluang. Kamu harus hati-hati. Jika tindakan-mu tertangkap mata orang lain, siapa yang tahu apa yang akan mereka tulis.”

Kata-kata Tang Tang agak langsung, tetapi mereka adalah pengingat yang tepat waktu. Tidak ada privasi dalam lingkaran hiburan dan preferensi artis dapat dimanipulasi. Tujuan idola bisa besar atau kecil, tetapi An XuMo tidak memiliki siapa pun yang mendukungnya. Sekali ceroboh, sangat mungkin dia akan dipukuli.

“Tim Brother Zhou berada di puncak perusahaan kami dan dia memiliki basis penggemar yang luar biasa besar. Ketika dia memutuskan untuk berjalan di jalur aktor, kekayaan bersihnya tidak lebih buruk daripada kemajuannya,” Tang Tang mengingatkannya. Dia menghibur An XuMo dengan setengah hati, “Kita tidak perlu terburu-buru. Jadilah baik dan kamu akan memiliki kesempatan untuk bekerja bersamanya.”

An XuMo berbisik dalam pengakuan tanpa ekspresi malu. Tang Tang berpikir bahwa An XuMo akan mengingat kata-katanya dalam hati. Tetapi tidak akan pernah dia berpikir kalau kata-katanya sama sekali tidak diperlukan untuknya.

Dia telah menyembunyikan emosinya selama lebih dari sepuluh tahun. Dia tahu cara menahan diri lebih dari orang lain yang menyukai Zhou JinChen.

Setelah makan siang, trainee memiliki istirahat satu jam. An XuMo biasanya menghabiskan waktu untuk berlatih lebih banyak lagi. Tepat saat dia hendak berjalan ke Studio Dance, dia dihentikan oleh Tang Tang.

“Oh iyah, Han Ming, orang yang membuatmu tampil di konser terakhir, datang ke sini. Dia ingin memilih beberapa orang untuk menjadi mitra dalam single baru. Kamu harus pergi ke lobi terlebih dahulu, beri dia sapaan, mendapatkan kesan pertama, dan kemudian kamu dapat menandatangani kontrak dengannya.”

An XuMo ragu-ragu sejenak. Hanya ketika Tang Tang memanggil namanya, dia mengangguk.

Tang Tang masih memiliki hal lain untuk dilakukan sehingga dia mengucapkan beberapa kata lagi, dan kemudian membiarkan An XuMo pergi. Selama istirahat makan siang, lorong-lorong selalu sepi. An XuMo berjalan untuk waktu yang lama. Saat dia berjalan ke tangga di lantai dua, dia melihat beberapa figur yang lewat di lobi di lantai pertama.

Dekorasi perusahaan memamerkan semangat heroik mereka. Lobi yang luas terang dan bersih, tanah mencerminkan bayangan orang-orang. Beberapa orang berjalan di sekitar lobi, yang lain duduk di sofa di sisi lobi. Mereka semua melihat pintu secara bergantian.

An XuMo berdiri di gedung kelas atas yang tak terhitung banyaknya orang impikan [3]. Ada jendela yang jelas dan cerah dengan cahaya yang memuaskan. Perasaan lapar itu seperti angin menyapu di lorong, menelan semangatnya [4].

[3] Aku menerjemahkan, “Di samping adalah tempat kosong di mana tidak ada yang pergi. Di kaki adalah majalah Vanity Fair yang menampilkan tata rias.” Tapi itu terlalu acak. Jadi hanya pergi dengan ini – 身边是空空荡荡的无人处,脚下是浓妆粉饰的名利场。

[4] Makan siang An XuMo tidak cukup baginya. Dia masih lapar.

Tempat An XuMo di tangga menjadi yang mudah dilihat. Ketika An XuMo berjalan ke lantai pertama, beberapa trainee langsung meliriknya. An XuMo tidak memperhatikan tatapan yang tidak bersahabat. Dia berjalan ke kursi yang terletak di dekat tangga dan duduk di sudut yang tenang. Lobi besar, bahkan pembersihan setiap hari dikelola oleh dua tim. An XuMo sedang duduk di sebuah tempat yang tidak menguntungkan. Dia bisa melihat semua orang memasuki gedung, tetapi sulit bagi orang lain untuk menemukannya.

Tujuan dari pertemuan ini datang dengan cepat. Mereka belum tiba jauh sebelum melihat bayangan Han Ming di pintu.

Han Ming adalah contoh artis solo yang sukses dengan berbagai talenta. Penampilannya cukup baik untuk mendapatkan sumber daya yang memungkinkan dia untuk berhasil menggenggam peluang.

Setelah mengembangkan bakatnya, kemampuan bernyanyi dan menari Han Ming juga tidak memburuk. Sekarang, dia bisa tampil dalam konser pribadi di China yang memiliki kursi VIP yang harganya tiga kali lipat. Meskipun dia memulai debutnya tiga tahun lalu, penetapannya tidak stabil. Namun, di mata trainee yang belum secara resmi memulai debutnya, Han Ming sudah menjadi pendatang baru yang menjanjikan. Para trainee menunggu di sini untuk mencari kesempatan untuk menyusulnya.

Tapi ketika Han Ming masuk, orang lain itu menangkap perhatian semua orang.

Seorang pemuda, yang tingginya 1m 99cm, berjalan ke lobi bersama Han Ming. Keduanya tinggi dan kurus. Tetapi ketika mereka berdiri berdampingan, perbedaan antara mereka sangat jelas. Pria ini, yang menarik mata semua orang, sangat mengesankan.

Penampilannya tiga kali lebih baik dari sang idola, Han Ming.

Itu bukannya berlebihan. Tidak seperti masalah lain, media sangat senang menggunakan format terbesar dan deskripsi yang paling menyentuh untuk memuji penampilan seseorang dengan imbalan sejumlah besar bacaan.

Terlepas dari ini, masih belum ada pernyataan untuk secara tepat yang menunjukkan seluruh pesonanya. Setelah dia debut sebagai aktor, dia adalah pemegang rekor ganda dengan volume penjualan tertinggi dalam edisi spesial pribadi saat ini dan terbitan khusus terbitan jangka pendek. Selama beberapa tahun terakhir, penampilannya membuat orang merasa lebih kecanduan dan terkejut.

Orang lain yang memasuki lobi bersama Han Ming, sebenarnya adalah Zhou JinChen.

<< Chapter 1.2

Iklan

3 tanggapan untuk “Male God Is Chasing My Brother – Chapter 2.1

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s