The Secret Night In The Inner Palace – Chapter 3.3

Melarikan diri dari kenyataan pahit, Sekka jatuh ke dalam jurang kesenangan.

…….

Sebuah suara seperti bisikan aliran (sungai) bisa didengar.

…hangat…

Sementara dia tertidur, Sekka merasa bahwa tubuhnya dikelilingi oleh sesuatu yang besar. Dicampur dengan bisikan, suara berdebar bisa terdengar di punggungnya. Dia terlalu nyaman, jadi dia sepertinya jatuh tertidur seperti itu.

Namun, dia langsung membuka matanya saat dia menyadari bahwa dia benar-benar dirangkul dari belakang. Suara gemercik air naik dengan momentum gerakannya.

“……….”

“Apakah kamu sudah bangun?”

Pemilik lengan itu adalah Kishoh. Dia berusaha, tetapi dia tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan lengan pria itu. Itu membuat Sekka sadar bahwa kejadian baru-baru ini bukanlah mimpi.

“Ini……..”

Suara yang dia kira berasal dari sungai sebenarnya adalah suara air panas yang mengalir ke bak mandi. Kamar mandi yang diselimuti oleh uap putih diterangi oleh cahaya lilin, dan itu lebih lebar dan megah daripada yang Sekka telah gunakan belum lama ini. Namun, tidak ada ornamen yang terbuat dari permata dan batu

“Ini kamar mandi pribadi Kaisar. Zhen sudah membubarkan semua orang, jadi.. kecuali jika dipanggil, tidak ada yang akan masuk.”

{Note : Zhen– sudah aku ubah jadi Zhen, bagi yang belum tahu kalau Zhen adalah cara Kaisar memanggil dirinya sendiri, biasa terdapat dalam novel China, dan tolong jangan laporkan aku pada penerjemah inggrisnya, mengganti tanpa izin, wkwk aku masih ngincer buat izin novel dia yang lain untuk kedepannya. Daftar project dia selanjutnya kayaknya 18+ wkwk #mesum.}

Dikatakan secara implisit untuk tidak khawatir tentang tubuhnya yang terlihat, Sekka mendapatkan kebenaran bahwa Kishoh mengetahui rahasianya. Pada saat yang sama, ada sebuah pertanyaan yang muncul. Apa yang akan dilakukan pria ini dengan dia, seseorang yang bertahan hidup dengan berdandan sebagai kakak perempuannya sendiri?

“Tolong biarkan aku pergi.”

“Kamu orang yang dingin. Zhen menikmati-nya sendiri isi hati kita, jadi bukankah seharusnya kita dianggap dekat sekarang?”

Kishoh melepas lengannya saat dia tertawa kecil dengan sugestif.

Sekka terkejut ketika dia berbalik untuk mengajukan keluhan. Dia telah samar-samar menebaknya, tetapi mereka berdua telanjang bulat.

Tubuh pria yang tak kenal takut itu terlihat dalam nyala lilin. Itu benar-benar berbeda dari tubuh ramping dan langsing Sekka.

Bahu tegap dan dadanya yang lebar memiliki otot yang luar biasa, dan otot-otot perutnya padat seperti jika mereka diasah. Beberapa bekas luka ringan bisa terlihat pada kulit kecokelatannya.

Dia telah dilanggar dan ditaklukkan oleh tubuh ini. Lebih jauh, itu membuatnya merasakan kenikmatan yang tak tertahankan. Sesudah itu, seperti pikiran bodoh dengan sendiri datang ke garis depan pikirannya, Sekka mengalihkan pandangannya. Meskipun afrodisiak telah digunakan, itu bukan alasan.

Putingnya yang membengkak yang telah dimainkan secara paksa telah berdenyut, dan bagian dalamnya yang telah ditembus oleh benda ganas itu berkali-kali terasa mati rasa. Hanya dengan terkena tatapan Kishoh, sebuah sensasi seperti api yang dipasang di bawah kulitnya telah menyebar di atasnya.

Apakah dia sangat rentan terhadap keinginan? Kishoh yang telah menarik kesenangan dari tubuh ini adalah hal yang menakutkan, tetapi yang paling menakutkan adalah dirinya sendiri yang dengan senang hati menikmatinya.

“Kamu harus puas dengan ini. Kamu bisa menghukumku sesuka hati-mu.”

“Sepertinya kamu benar-benar ingin mati.”

Kishoh berseru kecewa, seolah-olah berpikir bahwa Sekka telah berubah menjadi diri sendiri karena rahasianya terungkap. Dia mengulurkan tangannya dan menggenggam rahang Sekka.

“…Apakah kamu…”

Merengut saat dia dipaksa untuk menatap, dia melihat wajah Kishoh yang lebar.

“Zhen akan menerimamu ke Istana Dalam sebagai permaisuri Zhen [1].”

[1]. kata yang digunakan adalah 妃. Dari apa yang aku simak adalah peringkat di bawah Permaisuri, tapi aku bisa salah, karena belum jelas sistem peringkat apa yang digunakan dalam novel.

“………….”

Permaisuri? Istana Dalam? Dia mungkin salah dengar. Dia tidak bisa memahami kata-kata Kishoh.

“… apa, itu bodoh … aku …”

“Bukan wanita?”

Menyelesaikan pikiran Sekka yang tanpa sadar, Kishoh tersenyum lebar dengan bibirnya yang agak sarkastik. Karena ekspresi ini, dia salah paham dengan fakta bahwa pria itu menyadari bahwa dia adalah seorang hermafrodit (seperti lady-boy/banci). Sekarang juga, Sekka merasa pria itu sedang menggali fakta bahwa meskipun dia bukan wanita, dia juga bukan pria normal.

“Jika kamu tidak mengungkapkannya sendiri, fakta bahwa kamu adalah pangeran tidak akan diekspos. Karena, bagaimanapun juga, semua orang kecuali Zhen telah ditipu.”

Itu tampak seperti tidak ada orang kecuali Kishoh yang tahu. Namun, kebenaran ini tidak membawa kedamaian pikiran untuk sementara.

“Bukan itu masalahnya …! Yang ingin aku katakan adalah……”

“Awalnya, di Yoh ada contoh dari leluhur Kaisar yang memiliki selir laki-laki [2] di Istana Dalam. Sejauh yang Zhen ketahui, itu adalah masalah sepele apakah kamu seorang pria atau wanita.”

[2. 寵 童 -Jepang mengatakan ini adalah kata yang digunakan untuk para lelaki bangsawan yang akan pergi ke medan perang untuk membantu meringankan kebutuhan seksual mereka. Dalam konteks ini bisa diterjemahkan sebagai seorang pria favorit.]

Saat dia menyatakan dengan sombong, Kishoh melepaskan tangannya dari rahang Sekka. Melihat Sekka mundur seketika, dia menutup matanya sebagian dengan senyum aneh.

“Beberapa hari yang lalu, para pembantu dekat Zhen berbicara tentang Putri Shungetsu yang memasuki Istana Dalam. Apa yang mereka katakan, itu akan disesalkan untuk kecantikan pertama di daerah pedalaman untuk menghabiskan sisa hidupnya dikurung di sebuah biara. Orang-orang memberi nasihat, sama sekali tidak berpikir bahwa sang putri bisa menjadi seorang lelaki.”

“Tapi, bagaimanapun,” Kishoh melanjutkan dengan ekspresi seorang negarawan (ahli kenegaraan) yang cerdas.

“Untuk menundukkan Ka, ada kebutuhan untuk segera memahami hati orang-orangnya. Cara terbaik untuk melakukan itu adalah menerima Putri Shungetsu yang dipuja oleh warga sebagai permaisuri. Jika kita menikah dengan bahagia (secara harmonis), orang-orang di Ka tidak akan segan.”

Tidak pernah, tidak peduli apa yang terjadi, mustahil baginya untuk menikah dengan pria ini dengan bahagia. Sekka mengangkat sudut matanya dan cemberut pada Kishoh.

“Apa yang kamu katakan adalah bahwa demi Yoh menyalip Ka untuk berjalan dengan lancar, aku akan dibuat untuk terus berpura-pura menjadi kakak perempuanku?”

“Benar! Hal-hal yang dapat Zhen gunakan, Zhen akan gunakan semuanya, itulah gaya Zhen.”

Kishoh menegaskan tanpa sedikit pun rasa malu.

“Para pejabat yang tersisa yang berencana memulihkan Ka mungkin akan mencoba menggunakan Pewaris Kekaisaran Putri Shungetsu sebagai spanduk. Jika kamu dikurung di Istana Dalam, kontak dengan pihak-pihak seperti itu dapat dihentikan. Kebijakan terbaik adalah memetik sumber masalah sebelum tumbuh.”

“Jika kamu khawatir tentang pemberontakan, daripada membuatku dikurung seperti burung, bukankah lebih mudah jika kamu membunuh-ku?”

Terlepas dari itu menjadi nyawanya sendiri yang dipertaruhkan, Sekka berbicara tentang hal itu seperti itu adalah masalah orang lain. Kematian lebih disukai daripada memasuki Istana Dalam. Dia mengkhawatirkan pelayan dan prajuritnya, tetapi karena dia pernah memenuhi permintaan Kishoh, mereka mungkin tidak akan terlibat.

“Bunuh aku, bunuh aku, kau orang yang berisik.”

Tanpa ragu, Kishoh memperpendek jarak di antara mereka. Secara refleks mencoba melarikan diri, punggung Sekka segera bertabrakan dengan tepi bak mandi.

“Bukankah Zhen sudah memberitahumu? Kamu adalah mangsa Zhen. Zhen akan menempatkanmu di dalam Istana Dalam seperti kandang.”

Sepasang mata Kishoh memegang cahaya dalam yang bergejolak saat cahaya lilin bersinar dari belakangnya. Sekka merasa kedinginan, terlepas dari fakta dia berendam dalam air hangat.

“Untungnya, kompatibilitas Zhen juga sepertinya bagus.”

Kishoh tertawa dengan sugestif, mengatakan pengalaman itu meninggalkan rasa yang baik. Pipi Sekka menjadi hangat seperti mereka terbakar pada sindiran, mengingat kebodohan baru-baru ini.

“Aku akan memberitahumu sesuatu yang bagus. Benda yang Zhen gunakan untukmu bukanlah afrodisiak. Itu hanya minyak wangi.”

“…itu…”

Bohong, dia ingin mengatakan hal itu, tetapi suaranya tidak bisa keluar. Kishoh telah menggunakan minyak, bukan afrodisiak padanya, dan dia benar-benar kehilangan kepalanya atas kesenangan sejauh itu dan mengekspos sosok yang memalukan itu?

Tawa Kishoh semakin mendalam saat dia menatap sosok Sekka yang gemetar.

“Sekarang kamu tidak bisa mengatakan itu adalah kesalahan dari afrodisiak.”

“Biarkan aku pergi…!”

Kishoh menggerakkan lengannya, dan dia diangkat ke pangkuan pria itu, saling berhadap-hadapan. Tubuhnya, kelelahan karena jumlah seks yang berlebihan, tidak mampu melawan meskipun dia menimbulkannya.

“Tidak … tidak …, Berhenti …”

Tangan-tangan besar meraih pegangan pantatnya dan membentangkannya lebar-lebar. Krisan-nya yang dengan sengaja dilanggar belum mendapatkan kembali untuk kesederhanaannya.

“Aa …, Aa, Uu”

Menekan ujung bengkaknya ke lubang sempit yang mulai terbuka, lipatan-lipatan mengendur dan dia menyelinap masuk. Pembobolan berjalan lancar karena banyaknya sperma yang telah dipompa ke dalam dirinya dan ditinggalkan di sana.

“Hiii…..iii..”

Secara proporsional dengan berat badannya, dia ditembus lebih dalam. Saat kesadarannya mulai surut dari keterkejutan yang terasa seperti tertusuk dari bawah, Sekka membungkuk ke belakang sambil menggigil.

“Nah sekarang, biarkan Zhen mendengarkan kicauan-mu yang manis itu.”

Mencium dagu Sekka, Kishoh mulai bergerak.

“Aa, Aa, Tid … ak, air …”

Dia mengeluh tentang air yang masuk, tetapi Kishoh benar-benar tidak peduli. Kishoh memegang kedua gundukan daging itu dengan erat, dan menggosoknya dengan saksama seperti dia sedang melatih dorongan kekerasan yang kuat. Kesenangan yang menggoncangkan muncul ketika dinding-dinding lendir Sekka yang menempel pada tongkat yang digosok.

“AaAa, berhennnnn …, Aaa … nn”

Suara percikan menabrak telinganya, ketika air berguncang dengan irama dorongan pria itu.

Dia membenci ini … Tapi meski membenci…………..

Mustahil baginya untuk memasuki Istana Dalam sambil berpura-pura menjadi sang putri. Dia tidak bisa melakukannya. Ketika dia mencoba untuk memprotes, bagian laki-laki yang dimasukkan secara dalam mengaduk perutnya dan hanya suara genit yang bisa keluar dari bibirnya.

“Aa … Aaaa …”

Dalam sekejap dia didorong ke dalam jurang kesenangan.

Malam itu, tangisan Sekka dengan anggun berhamburan melewati Istana Gyokuyoh.

Iklan

2 tanggapan untuk “The Secret Night In The Inner Palace – Chapter 3.3

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s