Rebith Of MC – Chapter 47

Rebirth of MC

Terjemahan Indonesia oleh @norkiaairy dari Kenzterjemahan.

Chapter 47 – Meninggalkan Distrik Militer

Tiga orang pergi meninggalkan gedung distrik militer. Saat sekelompok orang itu masuk, mereka segera membersihkan semua zombie di jalan, karena itulah merek (tiga sekawan) tidak bertemu dalam perjalanan mereka. Keluar dari distrik militer melalui gerbang depan, Huo Zaiyuan melihat beberapa truk besar yang diparkir di depan, dan juga kendaraan off-road yang cukup bagus.

“Mobil ini tidak terlalu buruk.” Long Zhanye mengangkat tangan untuk menepuk mobil. “Sebuah produk Hara [1], tidak dimodifikasi.” Dengan kata lain, ini tidak terlalu tahan lama, tapi tetap saja lebih baik daripada tidak sama sekali.

[1] Jelas merek mobil buatan. Penulis ingin membuat lebih jelas.

“Little Qing, masuk ke mobil ini dulu. Aku akan pergi memeriksa truk-truk lain. Lihat apakah ada gunanya mengambil beberapa barang.” Huo Zaiyuan melihat Li Qing, lalu menuju ke truk, diikuti oleh Long Zhanye, yang segera menyiapkan pistolnya untuk berjaga-jaga.

Membuka pintu mobil dan naik ke jok belakang, dia melirik ke jendela dan menatap Huo Zaiyuan, yang saat ini membuka pintu truk. Memanggil, dia bertanya. “Mengapa tidak  mengendarai truk-truk itu juga?”

“Truk-truk ini tidak praktis dan akan menjadi target.” Mata Huo Zaiyuan bersinar saat kompartemen barang terbuka, melanjutkan perjalanan masuk.

Dia segera muncul lagi, memegang dua kotak besar mi instan serta makanan – beberapa barang dan kembali ke kendaraan off-road. Sebagai anak cepat tanggap, Li Qing segera membuka pintu mobil sebelum Huo Zaiyuan tiba dalam jangkauan, memegangnya lebar sehingga temannya bisa meletakkan barang di jok belakang.

“Aku akan keluar dan membantu juga.”

“Tidak dibutuhkan. Duduklah di dalam dan biarkan tubuhmu beristirahat. Aku  sendiri sudah cukup.” Ada banyak makanan yang tersimpan di dalam kompartemen truk, jadi tujuannya adalah meletakkan segala sesuatu ke dalam ruangnya. Saat ini, selain Long Zhanye, dia tidak berencana untuk membiarkan orang lain tahu tentang ruang interdimensionalnya. Tentu saja, ini bukan karena dia tidak mempercayai sahabatnya.

“Baiklah kalau begitu.”

Di dalam truk pertama, Huo Zaiyuan menemukan beras, tepung, mi instan, air mineral dan banyak makanan ringan. Jelas bahwa orang-orang itu menggunakan truk kedua sebagai tempat peristirahatan mereka. Di dalam, dia menemukan beberapa bantal, selimut dan pakaian. Huo Zaiyuan mengerutkan kening sedikit. Meskipun dia tidak suka menggunakan apa yang telah digunakan orang lain sebelumnya, tetap saja menempatkan mereka semua ke dalam ruangnya pada akhirnya. Bagaimanapun, selama kiamat, ada kemungkinan barang bekas ini akan berguna di masa depan. Truk ketiga berisi setumpuk pipa baja, pisau potong, pedang, dll. Membawa sebagian ke mobil hitam, dia menyimpan sisanya.

“Long ge, kamu belum makan apa-apa sejak pagi ini. Silakan makan dulu. Aku akan menyetir dan Little Qing akan memberi arahan.” Masuk ke kursi pengemudi, Huo Zaiyuan memutar kunci kontak, menghidupkan mesin.

Melewati beberapa mie instan dan beberapa paket makanan ringan ke Long Zhanye yang duduk di kursi penumpang, Li Qing bergeser keatas sampai dia berada tepat di belakang kursi pengemudi agar bisa melihat jalannya lebih jelas dan memberi petunjuk pada temannya.

Berbalik dengan mulus dari posisi parkir mobil, Huo Zaiyuan manuver kendaraan off-road perlahan untuk menghindari memukul truk-truk besar saat ia melajukan mobil ke gerbang baja. Fakta bahwa orang-orang itu tidak repot-repot menutup gerbang depan setelah mengemudi  adalah sebuah kesalahan besar, yang hanya berfungsi untuk mempercepat kematian mereka. Saat mobil hitam itu keluar dari distrik tersebut, beberapa zombie sudah mulai berjalan. Menginjak pedal gas, Huo Zaiyuan melajukan mobilnya dengan cepat.

Karena dia tahu bahwa tak lama kemudian, pangkalan militer ini akan dikelilingi oleh zombie. Jika dia tidak pergi dengan cepat, mereka akan menemui lebih banyak masalah.

Distrik militer kota Z terletak di pinggiran timur, sedangkan rumah dimana ibu Li Qing tinggal di pinggiran utara, vila pribadi agak terpisah dari daerah pemukiman normal lainnya. Mengatakannya sudah dekat, memang tidak begitu, tapi untuk mengatakannya jauh, seberapa jauhkah hal itu? Tapi, menurut kecepatan kemudi Huo Zaiyuan, dibutuhkan setidaknya satu jam bagi mereka untuk mencapai tujuan mereka. Selain itu, Long Zhanye mengambil kesempatan ini untuk membimbingnya dalam memperbaiki teknik mengemudinya.

Memasuki pusat kota sekali lagi setelah bersembunyi di distrik militer selama sepuluh hari, seseorang dapat melihat betapa malangnya seluruh tempat itu. Bangunan terbakar, kendaraan saling menabrak, noda darah di sana-sini. Dari waktu ke waktu, beberapa zombie mulai keluar dari jalan-jalan sampingan gelap dan lorong-lorong di mana sinar matahari tidak bisa menembus …

Melihat zombie-zombie itu, rasa khawatir terlihat di mata Li Qing. “Little Yuan … katakan, apa yang terjadi dengan dunia ini? Apakah akan terus seperti ini di masa depan?”

Kiamat… jika dia tidak menyaksikannya dengan matanya sendiri, dia hampir tidak akan mempercayainya. Tapi bagaimana dia tidak bisa mempercayainya sekarang saat melihat semuanya  tepat di depannya?

“Aku juga tidak tahu.” Genggaman Huo Zaiyuan di roda kemudi mengencang, bibir mengerucut.” Tapi sekarang, bertahan adalah hal yang paling penting.”

“Ya.” Li Qing mengangguk setuju, lalu menggigit bibirnya. “Aku tidak tahu apakah ‘dia’ baik-baik saja …”

“Tsk … bukankah kamu bilang kalian berdua sudah putus jadi bukan urusanmu lagi? Kenapa kamu tiba-tiba khawatir sekarang?” Huo Zaiyuan mendengar kata-kata gumamannya dan bertanya dengan nada sedikit jengkel.

“Aku – aku hanya berkata!” Wajah pucat merah padam, Li Qing teriak membela diri.

“Kamu juga belum memberi tahuku, bagaimana kalian bisa putus?”

Li Qing dan pacarnya saling mengenal selama tahun pertama mereka di SMP, dengan cepat jatuh cinta bersama. Selama enam tahun terakhir, keduanya tidak dapat dipisahkan, sampai-sampai Huo Zaiyuan sering menertawakan mereka dan memanggil mereka kacang kembar.

“Dia bertunangan dengan putri walikota.” Li Qing menyatakan dengan ceroboh. “Itu juga bagus. Ini kiamat sekarang, tapi keluarganya kaya, jadi dia akan baik-baik saja, kan?”

“Idiot.”

Ketika Long Zhanye, yang duduk di kursi penumpang, puas mendengarkan percakapan dan tidak mengganggu, mendengar “putri walikota” dua kata ini, alisnya terangkat, dengan jelas menunjukkan bahwa dia sedikit terkejut dengan sesuatu.


 

<< Rebith Of MC Chapter 46

Iklan

2 tanggapan untuk “Rebith Of MC – Chapter 47

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s