FENG MANG – Chapter 121

Chapter 121 – Mengambil Pertunjukan

Wang Zhongding bisa saja melepas celana renang Han Dong, dan membersihkan cat di pantatnya secara langsung, sehingga ini lebih sesuai dengan gaya perilakunya yang konsisten.

Namun, dia memilih cara yang sama seperti Han Dong.

Jari-jari yang kasar meraba-raba di tepi celana renang Han Dong, perlahan-lahan menarik semua bagian belakang celana ke telapak tangan, akhirnya memasukkan ke celah pantat, hingga menciptakan bentuk seperti celana dalam (underwear).

Terdiam untuk waktu yang lama.

Sebuah gambar melintas di dalam otak : Han Dong sedang meremas dengan kedua tangannya ke bagian bawah celananya, menarik bolak-balik di antara celah tengah. Ekspresi wajah Han Dong, dibandingkan dengan Wang Zhongding benar-benar lebih buruk dari yang terburuk semacam ini ……

Gambar ini baru saja muncul, binatang jantan Wang Zhongding tiba-tiba mengangkat kepalanya dengan ganas.

Namun untuk saat ini tentu saja tidak bisa menjadi estrus [1].

[1] estrus : mendesak keinginan atau heteroksesual hubungan.

Dia masih mempertahankan garis dasarnya, dan juga tidak ingin mengambil keuntungan ketika orang mengalami kesulitan [2], meskipun Han Dong sangat menyambut hal ini.

[2] di novel : 趁人之危 bahaya seseorang – sebuah idiom yang berarti mengambil keuntungan / memanfaatkan keadaan ketika orang mengalami kesulitan.

Wang Zhongding masih menuangkan sabun pembersih ke tangannya, mulai mengoleskannya pada dua buah pantat Han Dong yang bengkak.

Hasilnya saat dioleskan, celana renang Han Dong menjadi basah, beberapa gambaran basah yang menggoda melompat ke pikiran Wang Zhongding lagi.

Untuk menahannya, dia melepaskan celana renang Han Dong.

Akibatnya, Han Dong berbalik untuk berbaring telentang, postur tubuhnya persis sama dengan yang di lihat Wang Zhongding pada saat mengalami ‘tekanan hantu’.

[Note] : tekanan hantu / kelumpuhan tidur – bagi yang lupa, silakan baca chapter 113.

Tentu saja, ini adalah posisi tidur kebiasaan Han Dong.

Satu kaki ditekuk, satu kaki terbentang, dan kedua kaki dipisahkan oleh sudut yang besar. Bagian-bagian pribadi semuanya terpapar, menyoroti keliaran dan kegilaan tak terkendali yang sangat disukai Wang Zhongding di dalam hatinya.

Tidak bisa menahan lagi, seperti seekor kuda yang terbebas dari tali kekang, dan berlari liar seperti orang gila di padang rumput.

Wang Zhongding menggigit leher Han Dong.

Sebenarnya, dia hanya pria biasa, tidak kurang lebih baik dari pria manapun. Alasan mengapa dia begitu tertutup selama bertahun-tahun, itu bukan tidak berwarna, dan tidak tertangkap mata.

Jari-jari Han Dong membungkus rambut Wang Zhongding, setengah sadar dan setengah mimpi membuat napas terengah-engah.

Setelah itu semua di luar kendali!

Wang Zhongding dengan kasar mengisap leher dan telinga Han Dong. Sentuhan dan antusiasme telah mengkhianati keadaan pikirannya yang tertekan.

Sejak kapan ini dimulai?

Dari Han Dong menggunakan lidahnya untuk bercanda, ingin menjilati seperti ini ~ lalu menjilati seperti itu? [Chapter 41.]

Atau sejak dia tidur sambil berjalan ke tempat tidurnya, membuat kaki dan tangannya terjerat?

Atau sejak dia mengambil foto yang cantik dan seksi itu?

Pengambilan foto burung besar itu?

Atau karena penampilan tubuh Han Dong yang sesuai muncul di depannya……..

Kapan pun itu dimulai, Wang Zhongding dengan jelas menyadari bahwa dia terobsesi dengan orang ini.

Mungkin dia sudah memahaminya, tapi dia tidak bisa melepaskan kebanggaan dan kesombongannya yang biasa. Tidak dapat menerima orang yang suka marah dan tidak cocok, atau bahkan orang yang sepenuhnya berkomitmen.

Han Dong dalam keadaan linglung, kesadaran yang tidak jelas, dan menanggapi antusias dengan naluri tubuhnya.

Wang Zhongding melepaskan emosinya yang sebenarnya lebih tidak bermoral, lidahnya tergelincir dari lehernya ke dadanya, dan tiba-tiba dia teringat kalimat yang dikatakan Han Dong ‘Putingku sangat sensitif’ …

Pada saat itu tatapannya dingin, tapi sekarang menghisap dan menggigit, bahwa api panas dari mata mereka jelas tertulis : Aku hanya ingin melihat apakah kamu benar-benar memiliki sensitif …..

Han Dong juga memenuhi harapan, menarik kepala Wang Zhongding dengan kedua tangan memaksanya untuk mendorong lebih keras, mulutnya mengerang terputus-putus, “Gatal…. um….. gatal……”

Demikian pula, teguran perilaku Han Dong yang kusut dan menggeliat di ruang ganti, sekarang benar-benar mengubah wajahnya.

Aku hanya ingin membuatmu gatal, semakin kamu merasa gatal dan tidak tahan, semakin kamu berjuang, semakin aku menyukainya….

Tiba-tiba, ketukan di pintu terdengar, benar-benar mengganggu atmosfer gila ini.

“Daddy…” Itu suara XinXin.

Wang Zhongding tidak bisa berkata-kata, bukankah anak itu sudah pergi ke sekolah? Bagaimana bisa kembali?

“Daddy, apakah kamu di dalam?” XinXin bertanya lagi dengan ragu, dan nada suaranya terdengar lebih menyedihkan.

Jadi, Wang Zhongding mengenakan mantelnya, mendinginkan panas di wajahnya, ketika dia keluar, dia masih merupakan pria sejati di depan XinXin.

“Kenapa kamu kembali?”

Sopir itu berkata dengan nada menyesal di sampingnya, “Aku tidak ingin kembali saat berada di pertengahan jalan, tapi aku harus kembali, aku sudah meneleponmu tapi tidak ada yang menjawab.”

Faktanya, ponselnya berada di luar, pendengaran Wang Zhongding yang begitu kuat tidak bisa mendengarnya saat itu.

“Baiklah, aku tahu.”

Setelah sopir pergi, Wang Zhongding melihat ke arah XinXin dan bertanya, “Kenapa kamu kembali?”

“Aku takut daddy dan paman ekor kuncir akan membicarakan hal-hal yang mengubah aku.” kata XinXin merasa dirugikan.

Sebagai imbalan untuk perdamaian, Wang Zhongding membiarkan anaknya menggunakan alasan ini untuk bolos sekolah? Tapi hari ini, dia dalam keadaan tidak normal, tidak mencela beberapa kata yang menghibur.

“Tidak peduli apapun, tidak peduli apa yang akan berubah, aku adalah ayahmu tidak akan ada yang pernah berubah.”

XinXin tampak lega, bertanya, “Apakah paman ekor kuncir itu adalah orang yang baik?”

Jika itu ditempatkan ke waktu sebelumnya, Wang Zhongding tanpa berpikir akan mengatakan : Bukan orang yang baik!

Tapi sekarang hanya bisa memberikan jawaban yang samar-samar, “Semuanya memiliki dua sisi, kita tidak bisa mendefinisikan apakah seseorang itu baik atau buruk.”

XinXin sepertinya mengerti dan bertanya lagi, “Lalu kapan daddy akan membiarkan dia pergi?”

“Membantu orang untuk membantu sampai tuntas, setidaknya menunggu luka-lukanya membaik.”

“Ketekunan!” XinXin memegangi tinju kecil.

[Note] Ketekunan : 堅持不懈 – yang berarti komitmen yang teguh; untuk bertahan tanpa henti; atau terus berjalan sampai akhir.

Wang Zhongding mengangguk, “Ya, ketekunan.”

XinXin tampaknya telah benar-benar mengesampingkan emosi negatif dan berlari ke tas sekolahnya sendiri.

Wang Zhongding bertanya, “Bisakah kamu kembali ke sekolah sekarang?”

Tidak terduga XinXin hanya mengeluarkan kuas dari tasnya dan meletakkannya di atas meja tulis. “Tidak, aku akan tinggal bersama daddy.”

“Apa yang ingin kamu lakukan denganku?” Wang Zhongding mengerutkan kening.

XinXin berkata, “Aku tidak ingin meninggalkan daddy menderita sendiri. Jika aku pergi, akan meninggalkan daddy dan paman ekor kuncir di rumah. Daddy membenci paman ekor kuncir, aku tidak akan meninggalkan kalian sendirian.”

Wang Zhongding akhirnya berkata: “Aku tidak membencinya.”

Tanpa diduga, XinXin menunjukkan ekspresi yang sama seperti saat Wang Zhongding pertama kali mengajarinya, dan nada suaranya pun sama. “Daddy, kamu membiarkannya berbohong, dia terutama licik (menipu).”

Wang Zhongding tahu bahwa dia tidak akan bisa menjelaskannya untuk sementara waktu, takut akan menembak kemampuan mental XinXin, “Aku tidak akan tinggal dirumah, aku akan pergi ke perusahaan, kali ini kamu ingin pergi ke sekolah?”

“Kalau begitu aku tidak bisa pergi, hanya ada dia sendirian yang ditinggal di rumah? Aku akan mengawasinya, dia sangat suka makan permen gula, bagaimana jika dia menipu untuk mencuri permen gula di rumah?”

Wang Zhongding menarik napas dalam-dalam dan berkata: “Sebuah dinding yang menutupi permen gula bisa dibeli untuk satu rumah, apakah dia perlu mencurinya?”

Akibatnya, XinXin kembali mengikuti garis Han Dong.

“Tidak takut pencuri akan mencuri, hanya takut pencuri untuk berpikir.” [5]

[5] sama seperti secara harfiah dijelaskan : kewaspadaan dapat perlahan-lahan dicerna seiring waktu sehingga terlupakan. Takut akan ketidaktahuan tentang pencuri, artinya  hati memiliki intuisi bagi si pencuri, tapi tidak tahu siapa dirinya? Kapan akan datang? Apa yang akan dicuri?

Dengan kata lain, jika pencuri ingin mencuri barangmu, itu akan dicuri cepat atau lambat.

_______________________

Translator Note : 搶戲 Mengambil Pertunjukan / Merebut Pertunjukan – juga di kenal sebagai mengaduk pertunjukan. Ketika aktor tampil di atas panggung, terlepas dari alur ceritanya maupun karakternya, dia selalu memamerkan dirinya sendiri. Itu tidak hanya menganggu permainan orang lain, tetapi juga merusak suasana keseluruhan panggung.

Iklan

Satu tanggapan untuk “FENG MANG – Chapter 121

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s