The Paternity Guard – Bab 1

Bab 1 – Ying ShiQi (Bayangan ke-17)

Di tengah malam hari.

“Bang–“, seorang wanita terlempar keluar, dan tubuhnya terjatuh ke tanah dengan pakaiannya yang berantakan, dia di seret menjauh, keheningan dipulihkan di halaman.

Saat Ying ShiYi (Bayangan ke-11) dan Ying Shi’Er (Bayangan ke-12) yang berbaring di atas atap saling pandang satu sama lain, bisa terlihat ada keraguan di mata mereka masing-masing, namun, masalah sang Master bukanlah sesuatu yang pelindung bayangan (Shadow Guard) bisa terlibat di dalamnya, semakin sedikit orang yang tahu, maka itu semakin baik.

Tapi, Ying ShiQi (Bayangan ke-17) yang bersembunyi di sebuah pohon besar, tidak berpikir demikian, dia menghitung dengan jarinya, ini adalah wanita yang menemani tidur (semacam pelacur) yang dilemparkan keluar oleh Master-nya. Sungguh, itu benar-benar dilempar keluar, orang-orang mengatakan bahwa Master-nya tidak kenal ampun (kejam), dan bahkan memperlakukan para wanita-nya dengan brutal seperti itu, tidak mengherankan jika begitu banyak orang di danau dan di sungai yang mengatakan bahwa Master-nya adalah tokoh yang berpengaruh untuk sebuah peristiwa besar -_-|||

Tapi, situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan baru-baru ini menjadi lebih intens, setidaknya beberapa hari yang lalu beberapa wanita yang menemani tidur itu mampu bertahan hingga sepersepuluh dari waktu satu dupa [1], dan itu segera dilemparkan ketika baru pertama kali masuk! Apa yang terjadi pada Master-nya? Apakah dia sudah bosan dengan para wanita ini?

[1] satu dupa : sekitar 30 menit.

 

Tapi, semua orang mengatakan bahwa Master-nya tidak menyukai wanita, tidak peduli betapa cantik atau jeleknya di mata sang Master, jadi kesimpulan di atas tidak valid, jadi sebenarnya apa yang terjadi? Ying ShiQi (Bayangan ke-17) mencengkeram kepalanya yang sudah cukup kacau, menatap pintu yang tertutup rapat di depan dengan ekspresi bingung, di dalam pintu, cahaya lilin yang semula menyala, kini benar-benar padam, Master-nya telah pergi tidur ….

***

Ying ShiQi memikirkan hal ini sepanjang malam, hingga pintu kamar Master-nya terbuka keesokan harinya. Dia untuk sementara memindahkan pikiran ini di belakang kepalanya, dan memulai aktivitas sehari-hari sebagai pengawal bayangan.

Xing Bei-Ming bangun dan melakukan aktivitas seperti biasanya, berlatih beladiri, makan sarapan pagi, dan kemudian mendengarkan laporan dari para bawahannya, hal berikutnya telah di atur oleh Pengurus Rumah Tangga, Cheng Bo.

Pergi keluar untuk menangani orang-orang seni beladiri yang berurusan dengannya, atau pergi berkeliaran ke sekitar kota untuk mendapatkan udara segar, atau dia akan mengunjungi beberapa undangan dari kenalan-nya untuk datang mengunjungi rumah mereka….. di antara semua hal-hal itu, dia tidak memiliki ketertarikan.

Sebagai penguasa benteng ‘TianXia YiDi’ (Artinya- Pertama Di Dunia), Xing Bei-Ming telah melalui hidupnya dengan pemberontakan keluarga semasa kanak-kanak, dan tahun-tahun remaja-nya telah dihabiskan berkeliaran di seluruh dunia untuk bertahan hidup, proses sulit untuk menjadi terkenal dan mendirikan benteng TianXia YiDi. Dalam melewati proses ini, dia hampir telah merasakan semua hal, seperti dikhianati, disingkirkan (ditolak), kebencian, putus asa, berharap, bahagia, persahabatan, dan kepuasan untuk menerima kompensasi …

Karena itu, dia merasa bosan …

Xing Bei-Ming yang merasakan kebosanan mulai melihat segala sesuatu yang tidak menyenangkan, terutama para wanita yang menemani tidur itu, satu demi satu, dengan tampilan kelembutan, lemah dan tidak berdaya seperti Xi Shi [2], itu benar-benar membosankan! Sepanjang hari mencoba memikirkan cara untuk menyenangkannya, sekarang dia merasa bosan, dan bagaimana bisa tidak ada yang melihatnya? Tapi itu adalah sekelompok orang egois yang hanya berpikir untuk diri mereka sendiri! Xing Bei-Ming sangat marah hingga dia melemparkan mangkuk bubur di tangannya, lalu bangkit dan pergi.

[2] 西施 Xi Shi : salah satu tokoh dari empat wanita tercantik Tiongkok di penghujung Zaman Musim Semi dan Gugur. Dikatakan bahwa Xi Shi selalu menaruh tangan di dadanya sepanjang waktu dan mengerutkan kening karena sakit di hatinya.

 

Pengurus Rumah Tangga, Cheng Bo, memberi isyarat kepada gadis kecil yang berdiri di sampingnya itu untuk mengambil dan membersihkan sisanya, kemudian dia mengikuti Xing Bei-Ming keluar dari pintu.

Cheng Bo membalik buku di tangannya dan bertanya dengan hati-hati: “Zhuzi [3], hari ini adalah perayaan ulang tahun putri ketiga Keluarga Lin Mengzhu [4], dan Lin Mengzhu mengundang-mu untuk datang ke perayaan itu, bagaimana kamu ingin membalasnya?”

[3] 主子 : Zhuzi – Master / Tuan.

[4] 盟主 : Mengzhu : Pemimpin / mengacu pada pemimpin sebuah aliansi atau sekutu (?)

 

Xing Bei-Ming mengerutkan kening, “Ulang tahun? Aku merasa ulang tahun anak Shuzi itu membosankan, mengapa aku harus pergi ke sana? Tidak pergi!”

Cheng Bo mengangguk, menarik sebuah garis besar melewati ‘Ulang Tahun putri ketiga Keluarga Lin Mengzhu’ dalam sebuah buku kecil dan kemudian menutupnya.

Xing Bei-Ming mengerutkan kening lagi. “Itu keseluruhan untuk hari ini?”

Cheng Bo mengangguk, “Ya, Zhuzi, hanya itu untuk hari ini.”

Xing Bei-Ming merasa tidak senang, Cheng Bo mengamati ekspresinya, menundukkan kepalanya, “Zhuzi, aku mendengar bahwa Perahu Pertunjukan Zui Mi baru-baru ini merekrut beberapa seniman berbakat, tidak hanya itu terlihat bagus, sembilan dari sepuluh orang mengatakan bahwa itu menyenangkan, Zhuzi, bagaimana……”

Berbicara tentang itu, dia juga berharap itu akan bisa menyenangkan untuk Master-nya. Xing Bei-Ming menghentikan langkah kakinya, “Cheng Bo, memimpin jalan.”

Di danau Yue Ming, sebagian besar dari semua perahu telah di pesan pribadi oleh penduduk di Kota Yueming. Pertunjukan Zui Mi itu adalah sesuatu yang terbaik, hanya satu karakter ‘Zui’ dan satu karakter ‘Mi’ cukup untuk menunjukkaan keseluruhan pemandangan di perahu itu. Aroma memabukkan dan bubuk wangi yang masih tersisa sudah cukup untuk membuat orang seperti berada di surga yang manis.

Ketika Xing Bei-Ming memasuki perahu itu, suara bising dari perahu itu segera sepi, nama Xing Bei-Ming sebagai penguasa benteng ‘XianTai YiDi’ di kota Yue Ming siapa yang tidak tahu? Pemilik perahu segera bergegas untuk menyapanya, berjabat tangan, “Xing BaoZhu [4], sangat senang melihat kamu ada di sini hari ini, silakan duduk!” 

[4] 堡主 : BaoZhu – Pemilik / Penguasa Benteng.

 

Dengan tangan kirinya menunjuk ke posisi semula, dimana ada beberapa pejabat dan pedagang terkenal di perahu ini, yang sekarang di tambah Xing Bei-Ming telah tiba, tempat perahu dia akan menjadi terkenal.

Tidak ada yang mengira Xing Bei-Ming bahkan tidak memberi pemiliknya pandangan, setelah melihat keseluruhan di sekitar perahu, tidak menemukan apapun yang menjadi daya tarik untuknya, “Apakah kamu pemilik dari perahu ini? Dimana seniman berbakat yang paling terkenal?”

 

“Ah?” Pemilik perahu itu tertegun sejenak, dan kemudian dia segera bereaksi, “BaoZhu sedang berbicara tentang Shui Xiu’er? Ini, berbicara logis tentang kedatangan BaoZhu, semua seniman yang dipanggil tidak akan berani untuk mengatakan sebaliknya, bagaimanapun, Shui Xiu’er bukan orang biasa, dia yang memutuskan terakhir untuk dirinya sendiri dengan siapa dia ingin menemani, meskipun aku adalah pemilik perahu, aku tidak mampu untuk menyinggung perasaannya, BaoZhu, pastikan untuk menyelamatkanku kali ini!”

Xing Bei Ming tidak mengatakan apa-apa, tetapi pemilik perahu itu merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya, dia benar-benar tidak mampu menyinggung kedua belah pihak, sisi mana pun pasti akan membunuhnya! Cheng Bo maju selangkah dan menarik pria itu ke sampingnya, dia menggulung lengan bajunya sedikit dan memasukkan sesuatu ke telapak tangan pria itu, lalu dia menggumamkan beberapa patah kata di telinganya, “Biarkan aku memberitahu-mu LaoBan (Boss), Zhuzi kami hanya bertanya di mana orang itu berada, dan kamu jangan mengatakan hal lain yang tidak perlu.”

Pemilik perahu tertegun mendengar ini, brilian ah! Dia segera membawa mereka ke lantai dua, menunjukkan ke ruangan itu. Setelah itu, dia menyeka keringatnya, dan mengundurkan diri dari Xing Bei Ming, kembali ke lantai satu.

[Nampaknya Perahu di sini mengacu pada perahu besar / sebuah Kapal.]

 

Xing Bei Ming pergi ke ruangan yang di tunjuk oleh pemilik perahu, dan pintunya tidak tertutup rapat. Sebaliknya, itu meninggalkan sedikit celah kecil, dimana terdengar suara tertawa dari bagian dalam. Xing Bei Ming berhenti sejenak untuk mendengarkan, hanya untuk mendengarkan semburan tawa terbahak-bahak, itu bukan suara tawa dari seorang wanita, tapi itu adalah tawa seorang pemuda yang menyegarkan dan terdengar agak menggoda.

Mata Xing Bei Ming cerah dan semua emosi kesedihannya telah hilang. Cheng Bo memperhatikan Zhuzi-nya, merasakan sukacita. Dia segera maju ke pintu untuk menyelesaikan segalanya, tidak tahu yang tahu apa yang dia lakukan, tapi pada saat Xing Bei Ming melangkah de dalam, hanya Shui Xiu’er yang ada di dalam.

Cukup yakin, orang itu memiliki penampilan yang bermartabat dan indah tetapi tidak peduli bagaimana orang memandangnya, itu jelas seorang pria. Orang itu tidak menyapa mereka ketika mereka masuk, melihat cara Cheng Bo yang tidak datang dengan sopan, telah membuatnya kesal, ada jejak sedikit kemarahan di matanya.

Xing Bei Ming melambaikan tangannya dan Cheng Bo membungkuk dan menarik diri. Xing Bei Ming memandang Shui Xiu’er, tapi Shui Xiu’er hanya duduk di sana untuk merapikan dirinya, tanpa memperhatikan pria yang terus memperhatikan dia. Lalu sesekali melirik untuk melihat, setelah semua, kehadiran Xing Bei Ming cukup menarik mata banyak orang tanpa mengungkapkan status maupun identitasnya.

Ruangan itu sangat sepi, tetapi diskusi terbuka terjadi dari atap di atas meskipun tidak bisa didengar.

Ying ShiQi menarik sebuah tanda tanya besar di depannya, “Bagaimana situasinya saat ini, bisakah seorang pria juga melakukan pekerjaan sebagai seniman semacam ini? Bukankah Zhuzi-nya akan marah sekarang?”

Ying Shi’er membuat isyarat penghinaan padanya. “Kurangnya pengetahuan seperti itu, banyak orang terkemuka sangat menyukai pemandangan ini, mencoba bunga halaman belakang, memasang wajah yang begitu anggun, tapi diam-diam melakukan banyak hal buruk yang tidak terpikirkan! Shuzi tidak seperti kamu!”

Ying ShiQi menatap kosong ke arah dua pria itu ketika mereka dengan terampil menukar isyarat, sekali lagi dia mengangumi mereka. Dia tidak mengerti apa yang mereka katakan sama sekali, tapi isyarat bunga yang dia pahami, dia berpikir bahwa apapun yang di lakukan Master-nya dibawahnya terikat dengan bunga? Bunga macam apa?

Sementara Ying ShiQi sedang menyinukkan diri bertanya tentang hal-hal di sisi atap atas, di bagian bawah Xing Bei Ming berkata, “Tertawa.”

“Ah?” tidak hanya Shui Xiu’er, tapi ketiga pengawal bayangan di atas juga tercengang.


 

Translator Note :

[1] Pengawal bayangan di sini seperti pengawal yang bersembunyi, mungkin kayak ninja. Akan ada pemahaman yang lebih baik tentang tugas mereka kepada Master mereka di bab- bab berikutnya. (Pinyin- Ying Wei).

[2] Nama Ying ShiQi (shou shou) : namanya 17, Ying adalah nama belakang (yang merujuk dia pengawal bayangan), jadi nama aslinya adalah 17.

Iklan

18 respons untuk ‘The Paternity Guard – Bab 1

  1. Suzy berkata:

    Jarang banget ada novel china yg ada mpreg nya, soalnya setahu aku itu baru novel yg judulnya strongly pampered male wife. Tadi pas ngecek watty ada pemberitahuan, langsung cek, eh ternyata ada novel baru😍😍😍
    Suka kak❤❤

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s