The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 36

Chapter 36 – Butuh Asisten Setia

Editor : norkiaairy

Proofreader : Chin

Berdasarkan apa yang dikatakan Lan Wei, Fu Yujun dan Mo Qi sudah bersama selama dua hari terakhir. Lan Wei telah melihat penampilan perselingkuhan mereka sepanjang waktu?

Itu tidak mungkin! Ling Xiao memilah ini dalam pikirannya. Lan Wei sangat memperhatikan Mo Qi, bagaimana dia bisa membiarkan Mo Qi dan Fu Yujun bersama?

Berpikir sejauh ini, Ling Xiao tiba-tiba berhenti saat adegan Mo Qi dan Fu Yujun berpelukan di dalam pikirannya.

Pada saat itu, Lan Wei bersembunyi di belakangnya… tapi dia tidak terburu-buru seperti dia menahannya…

Ling Xiao mulai merenungkannya.

Dua hari terakhir ini, sesuatu yang tidak diketahuinya pasti terjadi pada Lan Wei.

Pikiran acak bergejolak dalam pikiran Ling Xiao.

Lan Wei tidak menyadari pikiran kacau Ling Xiao.

Tiba-tiba, Lan Wei berkata, “Mo Qi telah mengikat dirinya dengan Fu Yujun….”

Saat Lan Wei mengatakan itu, matanya penuh dengan kebencian yang padat. Dia benar-benar telah menghabiskan seluruh kekuatannya untuk mencintai Mo Qi, tapi Mo Qi tidak setia, tidak jujur, maupun tulus. Tidak peduli aspek mana dari dirinya, dia bukan Mo Qi yang dia kenal. Lan Wei akhirnya tahu bahwa dia telah dibohongi.

Dia juga mencengkeram pedangnya erat-erat, ingin membalas dendam atas kebohongan, pengkhianatan, dan eksploitasi (pemanfaatan yang sewenang-wenang) yang dia jalani, tapi…….

Pada saat ini, pikiran Lan Wei sangat jelas. Dia mengerti bahwa dia tidak bisa membunuh seseorang di istana. Karena Rumah Perdana Menteri sudah kehilangan kekuasaan, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menyeret keluarganya.

Namun, dia tidak bisa pasrah untuk pergi begitu saja. Akibatnya, dia tinggal selama dua hari dan tiba-tiba menjelaskan banyak hal. Selain itu, dia telah berkeliling lebih jauh….

Memikirkan hal itu, Lan Wei berkata, “Fu Yujun akan menggunakan alasan untuk meminta Kaisar berjalan-jalan dan membiarkannya melewati istana Dingin, sehingga Mo Qi bisa menarik perhatian Kaisar. Fu Yujun juga berencana menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta Kaisar menikahinya. Jika rencana ini berhasil, Mo Qi akan memisahkan diri dari Istana Dingin dan menjadi seseorang yang akan dilindungi Fu Yujun”

“Dengan kata lain, jika mereka berhasil, maka kamu tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk melawan Mo Qi. Titik akupuntur pada dirimu juga akan hilang secara alami”Lan Wei melirik Ling Xiao saat dia berbicara.

Ling Xiao melebarkan matanya karena terkejut, Lan Wei … dia masih memilih untuk melindungi Mo Qi?

Karena pernyataan itu, dia tidak bisa membiarkan Mo Qi bebas.

Ling Xiao menggertakkan giginya dan berjuang untuk bergerak, namun tubuhnya menolak untuk menanggapi.

Ling Xiao menggigit bibir bawahnya erat-erat, melotot membenci ke arah Lan Wei.

Dia tidak bisa membunuh Mo Qi, lalu apa gunanya dia hidup?

Dengan Ling Xiao di depannya, tatapannya yang marah dan penuh dendam melotot padanya seperti binatang kecil yang mengalami luka parah dan juga merintih untuk keluar dari keranjang. Jantung Lan Wei bergetar, kemudian dia mencoba untuk membujuknya lagi, “Kamu tidak perlu bereaksi begitu buruk, Kaisar jelas mengetahui segalanya. Dia tidak akan mentolerir Mo Qi. Kamu tidak perlu membuat Kaisar tidak bahagia dengan pergi jauh mengorbankan hidupmu sendiri”

Lan Wei juga berpikir dengan jelas mengenai hal ini. Mo Qi akan menuai apa yang telah dia tabur cepat atau lambat. Dia hanya tidak perlu melakukan apapun, jika dia melakukan sesuatu dan melibatkan ayahnya, maka itu akan sia-sia.

Ling Xiao memutar matanya saat mendengarnya. Jika Kaisar itu bisa ditebak, mungkinkah Mo Qi masih hidup sampai sekarang?

Wajah Ling Xiao yang penuh penghinaan menyebabkan jantung Lan Wei terjatuh.

Dia mengulurkan tangan lagi, menusuk beberapa titik lagi, dan Ling Xiao merasakan embusan rasa kantuk.

Ling Xiao mencoba untuk tetap membuka matanya, tapi dia hanya bisa samar-samar melihat sosok Lan Wei. Dia mengerutkan kening, bertanya-tanya mengapa dia tiba-tiba mengantuk, saat dia mendengar suara Lan Wei di dekat telinganya.

“Aku menusuk titik tidurmu, jadi tidurlah. Saat kamu terbangun besok pagi, semuanya akan berakhir. Jangan salahkan aku untuk ini. Tuan Muda ini akan pergi sekarang dan hanya berharap, ketika aku kembali ke istana, kamu tidak akan dirubuhkan seperti setumpuk tulang”

Titik tidur?

Ling Xiao menggelengkan kepalanya, berjuang keras, tapi itu tidak efektif. Melihat itu, Lan Wei menghela napas dan berpaling, “Jangan berjuang, cukup tidur.. Hiduplah dengan baik. Tunggu aku kembali, aku masih punya sesuatu untuk ditanyakan kepadamu.. kenapa kau……”

Ling Xiao tidak mendengar kata-kata setelah itu dengan jelas, karena dia sudah tidak bisa lagi melawan rasa kantuk itu dan tertidur.

Keesokan harinya, saat dia terbangun, kamarnya sudah bersih dari tanda-tanda sosok Lan Wei. Ling Xiao bangkit, merasa terkejut dan berlari keluar, menakut-nakuti para pelayan dan kasim di luar yang berjaga-jaga.

Ling Xiao mengerutkan kening dan memandang sekeliling, menarik seorang pelayan untuk bertanya “Izinkan aku bertanya, kemarin malam ketika Kaisar dan Fu Yujun bersama, apakah Mo Qi………”

Berbicara sampai kata ini, Ling Xiao berhenti sejenak dan merajut alisnya. Jika dia bertanya seperti ini, akan sangat jelas bahwa dia banyak memperhatikan Mo Qi. Dengan begitu banyak orang hadir, jika ada sesuatu yang masuk ke telinga Kaisar, maka itu akan mengerikan.

Ling Xiao menutup bibirnya erat-erat dan melepaskan pelayan kecil itu.

Aku benar-benar terlalu terburu-buru….

Ling Xiao memejamkan mata, memaksa dirinya untuk membersihkan pikirannya.

Begitu dia dibebaskan, pelayan itu langsung jatuh ke tanah, berlutut dan menggigil ketakutan.

“Apa yang terjadi?” Sebuah suara tiba-tiba datang dari pintu masuk, dan Ling Xiao mendongak.

Mengenakan pakaian kasim, kocokan ekor kuda di tangannya, dan wajah lembut yang penuh kekaguman, Xiao Lizi, yang telah berada di sisi Kaisar selama beberapa hari. Melihat itu dia, Ling Xiao mengangkat alisnya.

Xiao Lizi juga melihat Ling Xiao dan segera menekuk pinggangnya, berjalan di depan Ling Xiao dan memberi hormat.

“Steward Ling”

Ling Xiao dengan santai meliriknya, lalu berbalik dan kembali ke kamarnya. Xiao Lizi mengikutinya, bertingkah seperti kekasihnya.

Ling Xiao memasuki kamarnya dan duduk di samping tempat tidur. Sementara itu, Xiao Lizi menekuk pinggangnya dan menunggu di depannya. Melihat kaki telanjang Ling Xiao, dia berlutut untuk membantunya memakai sepatu. Ling Xiao hanya bersandar di tempat tidur dan membiarkannya melakukan apa yang dia senangi.

Setelah dia membantu Ling Xiao mengenakan sepatunya, Xiao Lizi sedikit mengangkat matanya dan melirik wajah Ling Xiao, sambil bertanya, “Steward Ling, apakah pelayanannya tidak baik?”

Mata Ling Xiao melintas, melirik semua orang yang berlutut di luar dan sedikit menggelengkan kepalanya. Tepat saat dia hendak berbicara, dia melihat ekspresi bertanya di wajah Xiao Lizi dan dia menjadi dingin, “Apa? Apakah kamu masih memiliki keluhan tentang bagaimana aku memberi ceramah kepada pelayanku?”

Setelah mendengar apa yang dikatakan, Xiao Lizi bergegas menurunkan kepalanya, “Pelayan ini tidak berani”

“Kamu tidak berani?” Ling Xiao menyeringai, “Apa yang kamu lakukan sekarang?”

Xiao Lizi memohon pengampunan, gemetar ketakutan, bahkan tidak berani mengangkat kepalanya.

Xiao Lizi berkata, “Aku tahu kejahatanku, mohon di maafkan”

Hal itu membuat Ling Xiao berulang kali menggelengkan kepalanya.

Dia mendesah saat melihat Xiao Lizi yang sedang berlutut dan mengangkat dagunya, memaksa Xiao Lizi untuk menatap wajahnya, “Xiao Lizi, kau sudah lama berada di antara aku dan Kaisar. Kamu harus jelas tentang emosi kita sekarang, kamu tahu bahwa Kaisar tidak menyukai pelayannya menyelidiki pemikirannya, dan juga tidak menyukai pelayannya untuk meminta pengampunan sementara tidak jelas mengenai hal utama. Aku juga sama tidak menyukainya”

Xiao Lizi memikirkan penampilannya sendiri sekarang dan mulai berkeringat dingin.

Saat melihat ini, Ling Xiao berkata enteng, “Atau, mungkin, kamu berpikir bahwa saat ini aku tidak memiliki hak atau kekuasaan, jadi tidak perlu dipertimbangkan?”

Wajah Xiao Lizi tampak sangat pucat, dengan bibir gemetar, dia buru-buru menjelaskan, “Pelayan ini pasti tidak memiliki niat seperti itu, kamu, Steward, saat ini adalah favorit Kaisar. Ini adalah sesuatu yang diketahui semua orang di istana, jadi bagaimana pelayan ini berani bersikap tidak hormat kepada Steward Ling”

“Itu sudah cukup!” Ketika dia mendengar Xiao Lizi menyebutkan kata ‘favorit’, suasana hati Ling Xiao hancur, dan dia membuat Xiao Lizi mengernyit, menginterupsi penjelasannya.

Xiao Lizi tidak lagi berani mengatakan apapun sambil berlutut di tanah. Ling Xiao berjalan ke meja dan menuang secangkir air putih. Minum seteguk, kemudian berkata, “Bicaralah, apa yang ingin kamu laporkan kepadaku saat ini?”

Xiao Lizi mendengarnya dan ekspresinya menjadi bahagia, dia tahu bahwa Ling Xiao tidak lagi menegurnya. Dia bergegas bangkit dan dengan hormat menjawab, “Steward Ling, sesuatu terjadi di tempat Kaisar kemarin”

Ketika Xiao Lizi menyebutkan kata ‘kemarin’, mata Ling Xiao melirik dan dia meletakkan cangkir tehnya, berbalik untuk melihat Xiao Lizi dan bertanya, “Apa yang terjadi?”

Dia berdoa di dalam hatinya bahwa hal itu tidak terjadi seperti apa yang dikatakan Lan Wei. Namun, hal-hal tidak pernah pergi sebagaimana mereka menginginkannya.

“Tadi malam, Pangeran Negeri Shao mengundang Kaisar untuk melihat bunga-bunga dan mereka melewati Istana Dingin. Mendengar suara nyanyian yang manis, mereka pergi mencari suara dan tak terduga menemukan bahwa itu adalah suara Mo Qi, yang Kaisar kunci di Istana Dingin. Kemudian, Fu Yujun mengatakan bahwa penampilannya tidak ada taranya dan suaranya manis. Karena tergerak, dia ingin meminta Kaisar untuk membiarkan dia membawa Mo Qi bersamanya”

“………” Ling Xiao mengerutkan bibirnya, jadi jika berbicara tentang iblis, iblis benar-benar akan datang.

“Tapi, Kaisar tidak setuju” Xiao Lizi tiba-tiba berkata dengan gembira.

Ling Xiao mengangkat alis dengan takjub.

Iklan

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 36

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s