The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 32

Chapter 32 – Perdana Menteri Kehilangan Kekuatan

Editor : norkiaairy

Proofreader : Chin

Di dalam Istana Ning Xuan.

Seorang tabib tua berlutut di hadapan Kaisar, gemetar karena takut saat dia ingin melaporkan keadaan Ling Xiao.

“Yang Mulia, Steward Ling tidak terluka parah. Itu hanya luka ringan, jadi tolonglah tenang Yang Mulia”

Wajah Kaisar tenang mendengar kata-katanya, aura sombong di tubuhnya perlahan-lahan redup. Tabib kekaisaran diam-diam menarik napas lega saat itu dan melanjutkan kata-katanya, “Hanya saja, Yang Mulia, Steward Ling membutuhkan sekitar dua bulan untuk memulihkan kesehatan. Tidak peduli apa, gerakan berat harus dihindari, ini……….”

Tabib tua itu berhenti sejenak, memikirkan apakah dia harus terus berbicara atau tidak.

Kaisar mengangkat alis untuk bertanya saat melihat tabib tua itu tiba-tiba berhenti.

Tabib tua itu merenung saat dia melihat tindakan itu, kemudian dia berbicara, “Dalam dua bulan, agar luka itu tidak terbuka lagi, sebaiknya jangan melakukan apapun di kamar tidur”

Kaisar mengangkat alisnya, wajahnya tidak terbaca saat dia menatap tabib tua itu. Tidak ada yang bisa menjelaskan apakah dia senang atau marah.

Dengan sangat hati-hati, tabib kekaisaran menurunkan kepalanya.

Kaisar menatapnya acuh tak acuh, “Pergilah”

“Baik” Tabib kekaisaran dengan hormat berdiri kemudian pergi.

Ling Xiao tersenyum mendengar kata-kata tabib tua itu. Di dalam hatinya, dia memberi acungan jempol pada tabib kekaisaran.

Bahkan jika cedera ini tidak menghilangkan Mo Qi, paling tidak bisa membantunya menunda dan mendapatkan lebih banyak waktu di istana kekaisaran.

Kaisar melambaikan tangan dan menyuruh pelayan pergi sebelum mengambil obat di atas meja dan berjalan ke sisi tempat tidur Ling Xiao.

“Yang Mulia…” Ling Xiao cepat-cepat menghilangkan senyumannya dan berusaha bangkit.

Dengan wajah yang tidak dapat dia ungkap, Kaisar menatapnya, dan tiba-tiba menuangkan obat itu ke mulutnya sendiri sebelum membungkuk dan meraih dagu Ling Xiao, menempelkan bibirnya ke bibirnya.

Terkejut, mata Ling Xiao melebar, dia benar-benar bingung.

Saat Kaisar begitu dekat dengannya, dia bisa melihat setiap perubahan ekspresinya. Dengan mata setengah terbuka, mata hitam yang mempunyai daya tarik itu menyebabkan orang lain menatap mereka. Tapi pandangan Kaisar termenung, melepaskan perasaan bahwa dia bisa melihat melalui seseorang dan memahaminya sepenuhnya.

Jantung Ling Xiao melonjak cepat, tatapan tajam Kaisar seakan mencoba melihat melalui dirinya, dan itu membuatnya menjadi panik.

Dia tidak bisa untuk tidak curiga jika Kaisar bisa melihat tipuannya dalam melukai dirinya sendiri.

Berpikin tentang hal ini, Ling Xiao tiba-tiba menutup mata. Dia merasa bahwa jika dia melakukan hal itu, dia bisa menghindari tatapan selidik Kaisar.

Kaisar tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat penampilan kasim itu tampak lucu. Matanya tertutup rapat, dan tubuhnya terentang kencang, seolah dia siap menerima hukuman.

Tarikan kecil ditarik ke mulutnya saat dia membungkuk dan mengangkat kepalanya lebih tinggi, melepaskan semua obat ke dalam mulutnya.

Si kasim kecil dengan patuh menerima dan menelannya.

Tindakan patuh seperti ini menyenangkan hati Kaisar, kemudian berpisah dari bibir Ling Xiao, Kaisar dengan ringan mencium keningnya.

Merasakan kehangatan lembab di keningnya, jantung Ling Xiao melonjak kemudian dia dengan perlahan membuka matanya.

Wajahnya berwarna merah tua sekarang , ekspresinya menarik dan unik. Sedikit air mata yang diprovokasi, Kaisar menghapus air mata yang basah sedikit saat bibirnya terbuka untuk menghirup udara segar, sama sekali tidak sadar betapa menariknya gerakan kecil ini.

Mata Kaisar menjadi gelap saat dia menatapnya, bibirnya mengerucut.

“Terima kasih Yang Mulia…. mmhmm……”

Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Kaisar sekali lagi mengunci bibir Ling Xiao dengan bibirnya. Itu berbeda dengan sebelumnya saat Kaisar memberi obat melalui mulut ke mulut.

Ini berbeda!

Saat menyerbu mulut Ling Xiao, Kaisar mencoba menarik lenguhan dari mulut si kasim kecil seolah-olah itu adalah madu abadi.

“Mm … mmh … Yang … mm …”

Ling Xiao mengerang, dipenuhi dengan kesenangan dan rasa sakit.

Ciuman ini terlalu kuat, terlalu sombong, bahkan tidak memberinya kesempatan untuk bernafas. Rasanya seperti ikan yang keluar dari air, lemah dalam pelukan Kaisar, hanya bisa tunduk pada tuntutan orang lain, dan juga hampir tercekik.

Ling Xiao merajut alisnya, tanpa daya untuk berjuang.

Merasakan perjuangan Ling Xiao, sang Kaisar memindahkan ciumannya dari bibir ke lehernya. Ling Xiao gemetar saat lehernya yang rapuh dicium oleh kehangatan yang basah. Rasanya seperti telah ditempatkan di dalam air panas, karena panas yang mengambang hebat muncul.

Ling Xiao terengah-engah, kesadarannya mulai menjadi kabur. Bagian bawah tubuhnya membengkak. Tidak bisa menahan diri untuk meraihnya agar lebih nyaman. Namun, saat berpaling, betisnya mengetuk sesuatu yang lain.

“Haah …”

Erangan Kaisar membersihkan pikiran Ling Xiao, sambil melebarkan matanya yang berair, dia buru-buru mengencangkan kakinya untuk menyembunyikan adiknya. Sekali lagi, dia menatap Kaisar tak berdaya dan frustasi.

Kaisar mengerutkan kening. Memperhatikan ekspresi wajahnya, sepertinya dia menahan diri sendiri, merasa agak kesal.

Setelah beberapa lama, Kaisar akhirnya bangkit dan mendesah berat. Berbalik untuk melihat Ling Xiao, dia berkata, “Cederamu benar-benar memilih waktu yang tepat untuk terjadi”

Jantung Ling Xiao melonjak ketakutan saat dia bertanya-tanya apa maksud Kaisar.

Melihat hal itu, Kaisar duduk di samping meja dan minum secangkir teh.

Ling Xiao menunduk, bertanya-tanya apakah sebaiknya dia mengatakan sesuatu.

Kemudian, sebuah laporan dari komandan tentara kekaisaran tiba, Meng Qi, datang dari pintu masuk.

“Yang Mulia, si pembunuh telah tertangkap”

Ling Xiao terkejut. Bukankah Lan Wei memiliki seni bela diri yang bagus? Bagaimana dia bisa tertangkap begitu cepat …

“Awasi dia di luar” kata Kaisar.

“Baik” Meng Qi menjawab.

Kaisar berdiri, bersiap untuk keluar.

Merasa terkejut, Ling Xiao langsung berteriak, “Yang Mulia”

Terlihat jejak kekhawatiran, disertai keraguan. Hati Kaisar melunak saat melihat dan berjalan di depannya, mengusap rambutnya, “Zhen akan kembali dengan cepat, jadi baik dan istirahatlah disini”

“……….” Dengan hati penuh pertanyaan, Ling Xiao mendongak.

Bukankah Kaisar ingin menanyakan bagaimana seluruh peristiwa itu terjadi? Dia adalah saksi mata masalah ini!

Ling Xiao tidak dapat mengendalikan diri saat memikirkan hal itu dan bertanya, “Yang Mulia… Yang mulai tidak akan bertanya pada pelayan ini?”

Kaisar berhenti sejenak, dengan santai dan ringan menjawab, “Tidak perlu”

Ling Xiao terkejut.

Apa maksudnya? Apakah Kaisar… sudah tahu segalanya?

Sementara dia tercengang, Kaisar tiba-tiba berbalik, dan Ling Xiao dengan cepat mengendalikan ekspresinya, menutupi keheranan di matanya.

Kaisar menatap Ling Xiao dengan tajam, dengan serius berkata, “Untukmu, Zhen hanya ingin menanyakan satu hal. Pikirkanlah dengan jelas sebelum menjawabnya”

Saat Ling Xiao mendongak, Kaisar sudah pergi, meninggalkan pertanyaan.

“Mengapa kamu selalu menargetkan Mo Qi?”

Tertegun, Ling Xiao terbaring di tempat tidur.

Kaisar sudah mencurigainya dalam aspek itu. Tidak, lebih tepatnya Kaisar sudah menyimpulkan bahwa dia menargetkan Mo Qi.

Karena seperti ini, maka dia benar-benar tidak punya alasan untuk bertanya. Selama Kaisar tahu bahwa dia menargetkan Mo Qi, semua jawaban atas pertanyaan bisa ditebak dengan karakter Kaisar yang tajam.

Jadi, pertanyaan Kaisar, bagaimana seharusnya dia menjelaskannya?

Apa yang paling dibenci Kaisar adalah kebohongan. Akibatnya, dia tentu saja tidak bisa terus berbohong.

“Seret orang ini keluar. Dan juga, panggil Perdana Menteri dan Lan Wei”

Suara Kaisar menggema dari pintu masuk. Ling Xiao memegangi lukanya dan diam-diam mengintip dari balik pintu.

Dia melihat seorang tentara kekaisaran menyeret seorang pria yang tidak sadarkan diri. Pakaian yang dikenakannya warna biru, tapi bukan Lan Wei. Sebaliknya, itu adalah seseorang yang sama sekali asing.

‘Pembunuh’ ini menggantikan Lan Wei!

Ling Xiao mengerutkan kening.

Dia kemudian melihat Kaisar bersama dengan Xiao Lizi pergi ke arah perpustakaan istana.

Sepertinya Kaisar juga tahu bahwa orang ini bukanlah ‘pembunuh’ sejati. Bukan hanya itu , dia bahkan tahu masalah ini berhubungan dengan Lan Wei. Itu sebabnya mengapa dia memanggil Perdana Menteri dan Lan Wei…

Kaisar tahu lebih banyak dari yang dia bayangkan.

Ling Xiao merasa bahwa meskipun dia telah menyembunyikan masalahnya dengan sangat baik, kenyataannya, Kaisar sudah tahu keseluruhan kebenaran…

Dia menurunkan kepalanya karena depresi, dengan linglung melihat adik kecilnya yang sudah mulai tenang. Apakah Kaisar juga mengetahui hal ini?

Tidak, tidak mungkin!

Ling Xiao menggeleng, tidak mungkin Kaisar mengetahui hal ini. Jika dia tahu, tidak mungkin dia tidak melakukan apa-apa. Ini mungkin rahasia terbaiknya yang tersembunyi.

Ling Xiao berulang kali menghibur dirinya sendiri. Jangan panik! Jangan Panik!

**

Dalam Perpustakaan Istana ~

Kaisar dengan dingin menatap pasangan ayah anak yang gemetar karena ketakutan. Setelah waktu yang panjang, mereka diizinkan berdiri.

Perdana Menteri dan Lan Wei terus menunduk.

Kaisar menatap keduanya untuk waktu yang lama sebelum berbicara, “Perjamuan malam ini, mengapa Perdana Menteri tidak membawa Lan Wei untuk berpartisipasi di dalamnya?”

Dengan keringat mengucur deras, Perdana Menteri menjawab, “Yang Mulia, tindakan anak laki-laki ini terlalu impulsif dan takut dia akan membuat kekacauan, jadi hambamu meninggalkannya di rumah”

“Begitukah?” Kaisar dengan enteng memberi Xiao Lizi lirikan.

Menangkap lirikan Kaisar dan mengerti, Xiao Lizi membawa jubah biru dengan kedua tangan di depan.

Kaisar melihat pakaian itu dan berkata, “Zhen melihat Lan Wei menyukai pakaian biru, jadi Zhen sedikit tertarik dengan pakaian ini”

Xiao Lizi menyerahkan pakaian kepada Lan Wei, dia mengambilnya dengan tangan gemetar. Dia memiliki hati nurani bersalah, keringat merembes dalam pakaiannya.

Dia meletakkan pakaian di tanah dan melihat ada bintik-bintik merah, itu adalah darah!

Selain itu, pakaian luar inilah yang baru saja dia lepas untuk melarikan diri dari kejahatan tersebut, diberikan ke penjaga kekaisaran di aula istana samping.

Dengan ketakutan, Lan Wei mengangkat kepalanya untuk melihat Kaisar, hanya untuk melihat tatapan dingin Kaisar yang memerhatikannya dengan penuh perhatian.

Kelopak matanya melonjak saat dia tahu bahwa Kaisar sudah mengetahui kebenaran, jadi dia menghadap Kaisar saat dia membungkuk dan bergegas untuk menjelaskan, “Yang Mulia…”

Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba dia sadar bagaimana dia tidak bisa mengatakan apapun. Dia hanya bisa menahan kata-katanya dalam diam, tubuhnya gemetar.

Itu semua karena Ling Xiao! Bajingan itu, bahkan jika aku berubah menjadi hantu, aku tidak akan membiarkannya pergi.. Lan Wei mengutuk dalam hatinya.

“Yang Mulia … ini …” Perdana Menteri juga pernah melihat pakaian itu dan sangat ketakutan.

Lan Wei pernah mengalami kecelakaan saat dia menyelinap ke istana Kaisar, bahkan melukai Ling Xiao, menyebabkan Kaisar terkejut. Dia baru saja tahu tentang masalah itu. Sebelumnya, ketika dia mendengar kabar bahwa pembunuh telah dieksekusi, dia menarik napas lega. Namun, tanpa terduga, dirinya dan Lan Wei dipanggil …

Sekarang, Perdana Menteri masih bergantung pada harapan bahwa itu adalah suatu kebetulan, dan Kaisar tidak mengetahuinya. Tapi sekarang, dia hanya mencoba menipu dirinya sendiri. Sambil meringkuk di lantai, dia mengulangi ucapan kepada Kaisar, “Yang Mulia, kasihanilah! Anak laki-laki ini hanya khilaf sesaat, hanya khilaf sesaat!!”

“………” Pandangan Kaisar terasa dingin saat dia menatap kedua orang itu, kemudian dia berjalan ke arah Lan Wei, berkata, “Beruntung bagimu karena cederanya tidak serius. Jika tidak, kamu bahkan tidak punya kesempatan untuk berada di sini”

Lan Wei menggigit bibirnya, tidak berani mengangkat kepalanya. Dia hanya bisa menekan kepalanya ke lantai es yang dingin, sejauh mungkin membuat postur tubuhnya sangat rendah.

Kaisar berbalik dan berjalan kembali ke tempat duduknya, “Perdana Menteri sudah tua bertahun-tahun, diganggu dengan banyak penyakit di masa tuanya, dan sering sakit. Melihatnya seperti ini, Zhen tidak tahan dan mengizinkannya kembali ke rumah lamanya. Zhen khawatir tidak ada yang merawatnya dalam perjalanan pulang, jadi Zhen juga mengizinkan anaknya untuk mengikutinya”

Perdana Menteri merasa takut, Kaisar akan menyingkirkan posisinya dan dia tidak dapat menahan tangisnya, “Yang Mulia, hambamu telah melayanimu selama puluhan tahun dan telah banyak mencurahkan perhatian ke pengadilan. Yang Mulia tidak bisa melakukan ini, kembali saat mantan Kaisar……….”

“Zhen adalah Putra Langit sekarang!!” Kaisar memotong kalimat Perdana Menteri kemudian memerintahkan Xiao Lizi, “Tarik mereka ke luar”

Perdana Menteri tersungkur di lantai saat mendengarnya, merasa sudah putus asa.

“Yang Mulia!” Lan Wei akhirnya membuka mulutnya dan merangkak ke depan, “Yang Mulia, masalah ini hanyalah kesalahan subjek ini dan tidak ada hubungannya dengan ayah. Meminta Yang Mulia untuk menghukum subjek ini dan memaafkan ayah”

Kaisar dengan dingin tersenyum mendengar kata-katanya dan memberi tahu Xiao Lizi untuk menyuruh orang agar menyeret Perdana Menteri yang menyedihkan itu.

Menunggu sampai dia tidak dapat lagi melihat sosok Perdana Menteri, Kaisar berjalan ke arah Lan Wei dan mengabaikannya, “Apa kamu tahu seberapa besar kesalahanmu menyelinap ke istana kekaisaran dan mencoba melakukan pembunuhan?”

Lan Wei dengan kepala rendah menjawab dengan suara gemetar, “Ke……kesalahan besar yang melibatkan sembilan generasi keluarga”

Kaisar dengan dingin menyatakan, “Jika bukan karena pelayanan Perdana Menteri selama bertahun-tahun dan jika kamu tidak menerima perintah mantan Kaisar – mengakibatkan mereka memperlakukan Zhen, ayah dan anak, Zhen juga tidak akan membiarkanmu pergi hari ini”

Setelah kata-kata itu, Kaisar tidak ingin melihat Lan Wei lagi dan melambaikan lengan bajunya, memberi isyarat agar mereka pergi.

Lan Wei membuka mulutnya, ingin memanggil Kaisar, namun rasanya seperti tulang ikan tersangkut di tenggorokannya.

Karena kesalahannya, dia menyebabkan ayahnya yang tua ikut terseret kedalamnya…

Iklan

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 32

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s