The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 31

Chapter 31 – Ketika Menjadi Favorit

Editor : norkiaairy

Proofreader : Chin

Kulit si kasim kecil itu terlihat berwarna putih pucat, butiran keringat menghiasi dahinya, menunjukkan wajah yang diam-diam menahan rasa sakit.

Hati sang Kaisar dicekam olehnya, dia mengalihkan tatapannya ke bawah, melihat ke mana dia ditikam di bahu. Luka itu masih mengalirkan darah. Ling Xiao menggunakan tangan kanannya untuk memegang luka itu, tangannya juga berlumuran darah.

Darah mengalir di lengannya, berkelok-kelok seperti sutra. Itu mencolok dan indah, namun tidak sedap dipandang.

Kaisar berjalan maju melihat itu dan membungkuk untuk membawa kasim lemah ke  dalam pelukannya.

Semua orang terkejut dan berlutut di tanah.

Pengurus Kasim ini (Ling Xiao) adalah orang pertama yang mampu membuat Kaisar membungkuk meskipun statusnya pelayan.

Semua orang tetap rendah, mereka merasa sedikit takut dengan Steward Ling di dalam hati mereka.

“Pergilah cari tabib kekaisaran” Wajah dingin Kaisar mengatakan hanya satu baris, yang diterima oleh Xiao Lizi yang berada di sampingnya. Dengan kepalanya rendah, dia dengan hormat bangkit dari posisi bungkuknya, dan bergegas pergi.

Ling Xiao tertegun melihat pemandangan di mana-mana berlutut dan merasakan pelukan Kaisar. Tubuhnya agak kaku dan ketakutan muncul di dalam hatinya.

Dia tahu bahwa Kaisar tertarik padanya, tapi melihat bagaimana Kaisar bertindak di depannya, Ling Xiao akhirnya menyadari betapa pentingnya dia di hati Kaisar.

Sementara dia ketakutan, dia juga mengerti bahwa ini adalah hal yang baik baginya. Setidaknya tindakan melukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan akan memungkinkan rencana selanjutnya berjalan lebih lancar. Sambil memikirkan itu, Ling Xiao dengan lemah berbicara.

“Yang Mulia… hamba ini baik-baik saja, jangan khawatir”

Mendengar kata-kata menghibur Ling Xiao, Kaisar meliriknya dan diam-diam mengerutkan bibirnya sebelum membawanya. Dia dengan dingin berkata pada orang-orang di belakangnya, “Tangkap pembunuh itu tidak peduli apapun”

“Baik” Tentara kekaisaran yang sedang berlutut menerima perintah tersebut.

Ling Xiao bergegas menarik lengan baju Kaisar saat melihat ini dan memotongnya, berbisik, “Yang Mulia, pembunuh ini berusaha menyelamatkan Gadis Xiu Mo di Istana Dingin. Pelayan ini sengaja mendengar rencana mereka dan menderita karenanya”

Sejak dia melakukan pengorbanan besar kali ini, dia tidak hanya harus mendapatkan Kaisar untuk menangkap si pembunuh, dia juga harus memastikan Mo Qi tidak bisa melepaskan diri dari masalah ini sehingga Kaisar akan dengan kejam menghilangkan Mo Qi bersama dengan yang lainnya.

Jika tidak, luka yang dideritanya akan menjadi hal yang sia-sia.

Namun, ketika Kaisar mendengarnya, dia menatap Ling Xiao. Tatapan tajam itu membuat Ling Xiao takut, dan dia menutup mulutnya.

Kaisar berkata, “Ini, Zhen akan memastikan kamu mendapatkan keadilan, jadi periksakan lukamu dengan benar untuk Zhen”

Dengan kata-kata itu, Kaisar membawa Ling Xiao dan pergi ke Istana Ning Xuan.

Pelukan Kaisar benar-benar hangat dan erat, seperti saat dia tidak sadarkan diri sebelumnya. Pelukan ini menyebabkan Ling Xiao merindukannya dan juga membuatnya merasa nyaman.

Dia membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu, tapi untuk saat ini dia tidak ingin menghancurkan keadaan lembut singkat ini.

Selanjutnya, menurut kata-kata Kaisar, tidak sesederhana tentang lukanya, jadi akan sia-sia jika dia mencoba berkata lagi.

Memikirkan hal ini, Ling Xiao diam-diam tenggelam dalam pikirannya dan dengan patuh bersarang di pelukan Kaisar.

**

Di luar istana perjamuan.

Fu Yujun melihat ke arah yang ditinggalkan oleh Kaisar Negeri Mu  mbersamaan dengan peningkatan penjaga yang jelas. Dia diam-diam memikirkannya, mengusap dagunya saat dia melihat sekeliling.

“Pangeran, begini……………..”

Perjamuan sudah berakhir, kasim yang mengikuti Fu Yujun dengan sembunyi mendesaknya untuk pergi.

Fu Yujun mengangkat alisnya. Dengan tatapan sekilas ke arah yang ditinggalkan Kaisar Mu, dia sedikit tersenyum dan mengikuti kasim  kecil itu bersama anak buahnya.

Kembali ke kediamannya.

Fu Yujun sedang mondar-mandir di kamarnya, tidak peduli apa, dia tidak bisa menyingkirkan tarian yang menakjubkan dari perjamuan di dalam pikirannya. Dia tak bisa melupakan bayangan indah itu di balik layar kapas.

Dia sedang berpikir, bakat apa yang membuatnya bisa menari seperti itu?

Seperti apa tampangnya?

Fu Yujun sangat memikirkannya, hatinya  seolah-olah sedang digigit semut. Keduanya sakit dan gatal, sangat sulit untuk ditanggung.

Ketika penari itu pergi, sosoknya membuat dia  rindu.

Dengan perlindungan Kaisar Negeri Mu terhadapnya, Fu Yujun tahu bahwa dia seharusnya tidak memikirkannya, namun dia tidak dapat mengendalikan diri untuk mengingat perjamuan tersebut. Berkali-kali dia diam-diam bertanya tentangnya, tapi selain Kaisar Mu, semua orang juga tidak tahu.

Karena Kaisar Negeri Mu bermaksud menyembunyikan penari itu sejak awal, banyak pertanyaan dari Fu Yujun disingkirkan dengan beberapa kata.

Akibatnya, Fu Yujun belum bisa mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penari itu.

Tapi semakin Kaisar mencoba menyembunyikannya, semakin banyak Fu Yujun berniat mencaritahu.

Dia benar-benar ingin tahu identitas sebenarnya penari itu!

Tok.. tok.. tok..

Dari pintu terdengar ketukan.

Fu Yujun kembali sadar dan berjalan kembali ke meja, kemudian duduk. Sambil menuang secangkir teh, dia berteriak ke pintu, “Masuklah”

Salah satu yang masuk adalah seorang pria berpakaian coklat, kepalanya juga dibungkus dengan kain coklat, kulitnya gelap dan kumisnya berbentuk seperti 八.

Saat dia masuk, dia berlutut di depan Fu Yujun dan memberi hormat sekali.

Fu Yujun mengangguk dan membiarkannya berdiri. Pria ini adalah salah satu pelayannya, namanya Xiao Feng. [1]

[1] namanya berarti ‘Seperti puncak gunung’

“Apakah kamu mendapatkan informasi?”

Xiao Feng tahu sedikit bela diri dan juga tahu bagaimana menyamarkan diri. Dia halus dan cekatan. Fu Yujun menyuruhnya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi malam ini di istana kekaisaran.

“Pangeran, bawahan ini sudah mendapatkan informasi” Xiao Feng memiliki ekspresi bangga saat dia melanjutkan, “Malam ini, ada seorang pembunuh di istana Negeri Mu”

“Pembunuh?” Fu Yujun mengangkat alis saat itu, “Aneh juga, jika ada seorang pembunuh, mengapa Kaisar segera pergi ke suatu tempat yang sangat berbahaya?”

Xiao Feng bergegas menjelaskan, “Pangeran tidak tahu, tapi alasan mengapa Kaisar bergegas, karena tempat si pembunuh muncul terdapat seorang kasim”

Fu Yujun terkejut saat mendengar jawabannya, dengan sedikit keraguan, dia berpikir beberapa saat sebelum bertanya, “Apakah ada sesuatu yang istimewa dari kasim itu?”

Xiao Feng menjawab, “Bawahanmu tidak yakin, tapi ada desas-desus yang mengatakan bahwa dia adalah Permaisuri Raja Pertama Negeri Mu”

“Permaisuri Laki-laki?” Mata Fu Yujun terdesak, sedikit tercengang, “Tidak, kasim itu juga tidak bisa dihitung sebagai laki-laki. Aku juga tidak mengharapkan Kaisar Negeri Mu memiliki selera seperti ini”

Dia tidak hanya menyembunyikan kecantikan misterius dan luar biasa, dia bahkan memiliki seorang kasim di sisinya. Kaisar Negeri Mu itu, gayanya yang hati-hati tak terduga sangat tidak biasa.

Berpikir, Fu Yujun mengejek dan menggelengkan kepalanya dengan jijik.

“Kalau begitu, si pembunuh mencoba membunuh kasim itu?”

Ketika dia memikirkan orang yang sangat tidak biasa seperti Kaisar Negeri Mu, nada suara Fu Yujun menjadi lebih tidak diperhatikan.

Xiao Feng menjawab, “Tidak Pangeran, si pembunuh malam ini datang ke istana tidak untuk membunuh seseorang, dia ada di sana untuk menyelamatkan seseorang”

“Menyelamatkan?” Fu Yujun mengangkat alisnya.

Cukup menarik!

Xiao Feng memikirkannya sedikit sebelum bertanya, “Pangeran…, apakah kamu masih ingat keindahan mengamuk pada perjamuan kemarin?”

Fu Yujun mengangguk, wanita itu benar-benar menyebabkan keributan besar di jamuan makan. Bahkan jika dia ingin melupakannya, itu sulit dilakukan.

Xiao Feng melanjutkan, “Si pembunuh yang  coba untuk di selamatkan adalah dirinya”

Fu Yujun mengangkat alisnya dengan takjub, siluet tertentu muncul dalam benaknya sekaligus…

Pria berpakaian biru dari jamuan malam kemarin jelas memiliki hubungan yang tidak biasa dengan wanita itu. Dia tampaknya adalah anak Perdana Menteri Negeri Mu, Lan Wei.

Dia yang mencoba menyelamatkan wanita itu dari api, kan?

Fu Yujun termenung. Kemudian dia mendengar kelanjutan Xiao Feng, “Pembunuhnya bertemu dengan kasim itu secara tidak sengaja, dan dalam keadaan panik, kasim itu di tikam. Setelah dia ditikam, itu membuat khawatir Kaisar Negeri Mu”

Fu Yujun kembali memikirkannya dengan informasi tambahan. Bagaimana mungkin seorang pembunuh bisa menyelinap masuk ke istana kekaisaran yang dijaga. Mengizinkan seorang kasim yang bahkan tidak memiliki kekuatan untuk mengikat pelarian seekor ayam? Dan bahkan membuat alarm bagi Kaisar Negeri Mu?

Fu Yujun dengan serius memutar-mutar cangkir teh di kepalanya, sedikit tersenyum, “Sepertinya, istana Negeri Mu ini sangat menarik”

Xiao Feng mengangguk setuju dengan kata-katanya, lalu berkata, “Pangeran, bukan hanya itu, Xiao Feng ini juga pernah mendengar  hal menarik lainnya”

“Ceritakan tentang itu” Fu Yujun berkata dengan penuh minat.

Xiao Feng tersenyum, “Xiao Feng mendengar wanita itu tidak sengaja menimbulkan masalah lain”

“Dia tidak sengaja menimbulkan masalah lain? Lalu?” Fu Yujun menganggapnya menggelikan, sulit membayangkan bahwa wanita itu tidak melakukannya dengan sengaja, lalu apa yang akan dia lakukan?

Xiao Feng menjawab, “Aku mendengar bahwa wanita itu mencoba untuk mendapatkan bantuan dari Kaisar Negeri Mu, karena itu, dia mencoba menemukan seorang penari untuk menggantikannya dan beralih tempat dengan mereka di akhir pertunjukan untuk mencuri pujian”

Fu Yujun terkejut, berpikir bahwa wanita ini adalah orang yang kurang ajar.

Xiao Feng melanjutkan, “Tapi, pada akhirnya, penari yang harusnya bertindak tidak muncul. Dengan demikian, dia gagal dalam perjamuan itu”

“Apa yang dipikirkan adalah pada malam berikutnya, yaitu malam ini, penari itu muncul…..”

Fu Yujun terkejut saat mendengarnya dan tiba-tiba berdiri, “Kamu mengatakan bahwa penari itu adalah penari siluet yang menarik napas semua orang?”

Xiao Feng menunduk dan menjawab, “Kemungkinan besar”

Fu Yujun tenggelam dalam pikirannya. Setelah beberapa saat, dia menoleh dan bertanya, “Siapa nama wanita malam itu?”

Xiao Feng menjawab: “Mo Qi, dia pernah menjadi Gadis Xiu di Negeri Mu”

Mo Qi?

Fu Yujun memikirkan nama ini, sebuah ide terbentuk dalam pikirannya.

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 31

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s