The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 25

Chapter 25 – Surat Pemberantasan

Editor : norkiaairy

Proofreader : Chin

“Jika kamu ingin aku untuk membantumu, aku dapat melakukannya” Ling Xiao memikirkan sebuah rencana saat dia meletakkan umpannya.

Kegembiraan melayang di wajah Mo Qi, dan dia dengan cepat merangkak mundur, melihat ke atas dengan wajah yang tertutup ungu, tatapannya saat menatap Ling Xiao penuh dengan harapan.

Ling Xiao dengan ringan meliriknya, “Ada sebuah kondisi, kamu harus membantuku dengan sesuatu…”

Mo Qi bertanya dengan cemberut dan penuh kebencian, “Apa lagi yang kau ingin aku bantu?”

Ling Xiao melirik sekilas dan bertanya, “Apa kau akan melakukannya atau tidak?”

Mo Qi mengepalkan giginya, “Aku akan melakukannya”

“Bagus sekali” Ling Xiao tersenyum puas.

Di dalam Rumah Tangga Perdana Menteri, kekhawatiran berkeliaran seperti awan suram.

Tuan Muda Lan Wei telah ditemukan tidak sadarkan diri di pintu masuk rumah beberapa hari yang lalu.

Perdana Menteri dengan cepat menyuruh orang membawa Lan Wei ke dalam rumah dan menemukan tabib terbaik negeri itu untuk melihatnya.

Namun, Lan Wei belum pernah terbangun dari keadaan tidak sadar.

Perdana Menteri berjaga di kamar Lan Wei, rambutnya menjadi putih karena khawatir karena melihat wajah putih Lan Wei yang pucat saat berbaring di tempat tidur. Dia berulang kali menghela napas dan menggelengkan kepalanya.

Lan Wei memiliki bekas luka bakar di tubuhnya dan bajunya juga sudah compang-camping, seolah-olah dia sedang berada dalam api besar. Dari apa yang dia dengar beberapa hari terakhir ini, hanya ada satu tempat yang telah terbakar dan merupakan tempat tinggal Pengurus Kasim. Mereka juga menemukan jubah pakaian Kasim yang disulam mencakup Lan Wei saat dia ambruk di depan rumah.

Ini adaah tanda-tanda yang jelas bahwa Lan Wei berada di Istana Kekaisaran dua hari ini!

Tapi sebelum Lan Wei pulang, Perdana Menteri ingat bahwa dia sangat bersemangat dan mengatakan kepadanya bahwa dia baru saja akan pergi untuk menghibur dirinya sendiri selama dua hari.

Ini sangat lucu.. dia pergi untuk menghibur dirinya di Istana Kekaisaran.. dan bahkan kembali dengan jubah Pelayan Kasim dan juga terluka!

Perdana Menteri memiliki pikiran untuk mencela anaknya, tapi Lan Wei masih belum terbangun sejauh ini. Akibatnya, dia hanya bisa menelan semua omelannya, bahkan jika dia punya sepuluh juta kata-kata.

Melihat wajah pucat Lan Wei, Perdana Menteri merasa sangat tertekan. Dia mempertimbangkan untuk tidak memprotes ketidakadilan, tapi dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada Lan Wei di tempat itu.

Selanjutnya, Pelayan Kasim selalu berada di harem dan tanpa izin dari Kaisar tidak ada yang bisa masuk.

Hal ini memaksa Perdana Menteri untuk tidak berani mempublikasikannya.

Dia tidak punya pilihan selain menyebarkan kabar bahwa Lan Wei jatuh sakit setelah terakhir kali mengunjungi istana dan tidak bisa keluar.

Sedangkan untuk apa yang telah terjadi, dia tidak punya pilihan selain menunggu anak laki-laki yang menyebabkan masalah ini terbangun.

Perdana Menteri berdiri di sisi tempat tidur, menatap Lan Wei dengan cemas, mendesah panjang dan bersandar di ujung tempat tidur.

“Tuan” Seruan lembut dari seorang pelayan tiba-tiba bergema dari pintu masuk.

Perdana Menteri sedikit melirik ke luar dan berkata, “Masuklah”

Pelayan datang dari luar, membawa sebuah surat di tangannya dan diserahkan ke Perdana Menteri, “Tuan, sebuah surat dari istana. Mereka bilang itu untuk Tuan Muda Lan Wei”

Perdana Menteri mengulurkan tangan untuk menerima surat itu, sebuah kerutan di wajahnya. Di istana, siapa yang akan mengirim surat ke Lan Wei?

Sambil memikirkan itu, Perdana Menteri membuka surat itu dan seluruh wajahnya berubah. Dia tiba-tiba menyimpannya dan bertanya kepada pelayan itu, “Di mana orang yang mengirimnya?”

“Mereka sudah pergi” Pelayan itu dengan hormat menjawab.

“Lalu ada orang lain yang melihat surat ini?” Tanya Perdana Menteri.

Pelayan itu menggelengkan kepalanya, “Begitu aku mendapatkannya, aku langsung membawanya ke Tuan dan tidak membiarkan orang lain melihatnya”

Perdana Menteri mengeluarkan napas pada apa yang dia katakan dan merasa tenang, melambaikan tangannya, “Baiklah, kamu bisa pergi!”

Menunggu pelayan laki-laki itu pergi, Perdana Menteri sekali lagi melihat ke balik surat itu, kerutannya memburuk dan menghitam.

Pada saat itulah orang di tempat tidur bergerak dan perlahan membuka matanya. Saat melihat ini, ekspresi marah Perdana Menteri mendarat di sosok Lan Wei yang sedang terjaga.

Dengan bingung, Lan Wei melihat ayahnya, hatinya tenang.

Dia dengan kasar memanggil sekali, “Ayah..”

“Apakah aku telah kembali?” Lan Wei terbatuk dan melihat berkeliling ke sekelilingnya saat dia berusaha bangkit.

“Kamu beruntung bisa kembali kali ini!” Perdana Menteri dengan dingin menertawakannya.

Lan Wei terkejut tapi dia tahu kali ini dia telah mendapat masalah. Dia berjuang dan berlutut di depan ayahnya, “Ayah, anakmu tahu kesalahannya.”

“Kamu tahu kesalahanmu? Kamu sebutkan kesalahan ini!” Perdana Menteri melemparkan surat yang ada di tangannya di depan Lan Wei, kemarahan di wajahnya memuncak.

Lan Wei terkejut, dia tidak mengerti sehingga dia mengambil surat itu dan membacanya. Setelah itu dia tertegun dengan matanya melebar, “Ayah… ini…….”

“Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya! Jangan mendekati gadis Mo Qi itu, dia tidak memiliki niat baik, dia sama sekali tidak cocok untukmu! Tapi kamu tidak mendengarkan dan lihat bagaimana kamu berakhir! Bahkan mencoba membunuh Ling Xiao untuknya, hanya karena dia bilang dia tidak senang dengan Ling Xiao! Dan pada akhirnya kamu terluka parah!”

“Aku… aku… bukan, ayah….” Lan Wei mengerutkan kening dan mencoba menjelaskan, hatinya merasa ragu. Tulisan tangan ini tidak salah lagi, Qi Qi, tapi kenapa dia menulis surat ini?

Dia telah disekap selama dua hari oleh Ling Xiao, namun surat ini mengatakan bahwa dia telah bersamanya..

Dia benar-benar ingin membantunya pergi  untuk mengancam Ling Xiao, namun mengapa Qi Qi mengatakan bahwa itu semuanya salah? Apakah dia takut menerima kesalahan dari ayahnya?

“Kamu bahkan membuat kesepakatan untuk pergi bersamanya? Bagus.. sangat bagus. Lan Wei, untuk mengambil risiko keselamatan Rumah Tangga Perdana Menteri hanya karena seorang wanita, terlepas dari orang tuamu yang berambut abu-abu dan tua! Kamu.. Kamu sangat baik!”

Perdana Menteri sangat marah, dengan gemetar menunjuk ke arah Lan Wei dengan tatapan berduka dan meratapi.

Rasa bersalah meledak dalam kesadaran Lan Wei, dia berpikir untuk membawa Mo Qi dan melarikan diri ke tempat yang jauh, tapi Mo Qi telah menolaknya, tidak seperti surat yang mengatakan bahwa mereka telah setuju untuk pergi..

Mengapa Qi Qi menulis surat semacam ini pada saat seperti itu? Apakah dia mencoba membuat janji dengannya untuk pergi?

Mata Lan Wei melirik sebelum mendengar Perdana Menteri berkata, “Lan Wei, marilah kita perjelas. Kamu tidak bisa menyentuh Mo Qi sebelumnya, dan kamu sekarang kamu tidak dapat menyentuhnya lagi! Piringnya telah dibalik oleh Kaisar, bahkan jika Kaisar tidak menyentuhnya seumur hidupnya, dia masih wanita Kaisar. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa kamu ubah!”

“Apakah sudah jelas?” Perdana Menteri mengatakan dengan jelas dan berat.

Lan Wei menggertakkan giginya dan mengendalikan penglihatannya, terlihat ragu di wajahnya.

Perdana Menteri menatapnya dan tiba-tiba mengerti. Dia mundur dua langkah, wajahnya merah karena marah, “Anak yang kuangkat secara pribadi selama tujuh belas tahun ini sangat tidak terhormat!”

“Ayah……” Lan Wei bergumam lembut, kepalanya rendah dan matanya merah.

Perdana Menteri merasa kesal karena dia gagal memenuhi harapannya, berbalik dan berjalan langsung keluar ruangan. Dia menutup pintu dan mengeluarkan perintah, “Minta beberapa orang lagi di sini agar berjaga-jaga untuk Tuan Muda. Jangan biarkan dia keluar bahkan setengah langkah melewati pintu”

“Baik Tuan”

Lan Wei menatap sejumlah penjaga yang padat di luar pintunya dan tanpa daya dengan lemah bersandar di tempat tidur. Surat itu adalah tulisan tangan Mo Qi, tapi tidak ada yang tertulis dalam surat itu, bahkan kalimat tentang setuju untuk pergi bersamanya juga tidak jelas.. dia tidak benar-benar berusaha untuk pergi bersamanya, bukan? Seluruh surat ini menunjuk Ling Xiao sebagai pelakunya. Apakah ini berarti Qi Qi berpihak pada Ling Xiao?

Apakah ini untuk mengingatkannya agar tidak menaruh dendam terhadap Ling Xiao dan tidak menggunakan kekuatan Perdana Menteri untuk membalas dendam terhadap Ling Xiao?

Mengapa? Dia telah menerima aib semacam itu.. dan dia hampir meninggal kali ini.

Lan Wei memejamkan matanya. Begitu dia memejamkan mata, pemandangan dimana Ling Xiao bergegas masuk ke dalam api untuk menyelamatkannya terngiang-ngiang, dan dia langsung membuka matanya, mengepalkan tinjunya dan menghancurkannya di atas tempat tidur karena kebencian.

Ling Xiao yang sedang memikirkan Lan Wei saat ini kembali ke Istana Ning Xuan dalam suasana hati yang baik.

Satu surat Mo Qi membantunya memecahkan masalah yang sulit.

Satu surat ini akan benar-benar bisa  mengalihkan perhatian Perdana Menteri ke anaknya dan Mo Qi.

Karena surat ini, Lan Wei untuk sementara tidak bisa membalas dendam padanya. Bagaimanapun, dia sangat mencintai Mo Qi sehingga jika Mo Qi ‘memamerkan bahunya’ kepada seseorang, dia tidak akan membalas dendam terhadap mereka.

Ling Xiao tertawa dalam suasana hati yang baik, sepertinya Mo Qi masih menggunakan beberapa hal jika dia memanipulasinya dengan benar.

Ling Xiao berkeliaran di sepanjang perjalanan kembali ke Istana Qin, mendorong pintu ke kamarnya terbuka dengan kedua tangan dan berjalan dengan saksama.

Namun, begitu dia masuk, dia melihat ada orang yang duduk di sana.

Jubah hitam dengan bordir sutra emas, rambutnya disisir rapi tanpa benang yang lepas, dan tampilan yang jernih dan tampan yang mengusung suasana yang serius.

Orang itu adalah orang yang seharusnya berada di Imperial Study, Kaisar!

Senyuman Ling Xiao menjadi kaku dan lututnya lemas. Dia secara spontan berlutut di tanah di depan Kaisar dan memberi hormat, “Panjang umur Yang Mulia!”

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 25

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s