The Path Of Cannon Fodder Counterattack – Chapter 60

Chapter 60 – Bertemu Lagi Dengan Lan Wei

“Jika dia bisa diyakinkan dan membiarkan Negeri Shao menjadi pengikut Negeri Mu, maka aku  bisa meluangkannya” Kaisar telah menyetujui pertanyaan Ling Xiao tanpa ragu sedikit pun.

Ling Xiao terkejut mendengarnya, sedikit tertegun.

Tapi Kaisar sudah berdiri, dia tidak mau membicarakan masalah ini lagi. Dia berjalan ke mejanya dan mengambil kuasnya, mulai memeriksa dokumennya, meninggalkan Ling Xiao di meja makan.

Ling Xiao mengerti apa yang dimaksud Kaisar dan tidak berani berbicara lagi. Dia hanya makan beberapa gigitan  tanpa mencicipi makanan lalu memanggil seseorang untuk membersihkan dan berjalan ke sisi Kaisar.

Kaisar menolak untuk memperhatikannya dan berkonsentrasi pada dokumen-dokumen di atas meja.

Ling Xiao sedikit gugup, meski Kaisar tidak menunjukkan bahwa dia tidak bahagia, fakta bahwa dia tidak ingin membicarakannya  merupakan pertanda  bahwa dia tidak bahagia.

Ling Xiao tidak berani memaksanya, jadi dia akan mencoba untuk memilih yang lebih baik. Dia diam-diam berjalan di belakang Kaisar dan dengan ringan menekan bahunya.

Kaisar berhenti sejenak lalu diam-diam menyetujui tindakan Ling Xiao. Dia menurunkan bahunya dan bersandar dengan nyaman  pada  kursi, membiarkan Ling Xiao lebih mudah mengakses pekerjaan.

Ling Xiao dengan hati-hati melayaninya. Dia menggunakan teknik dan kekuatan memijat yang disukai Kaisar, Kaisar perlahan menutup matanya.

“Setelah kamu pergi, tidak ada orang yang bisa melayani Zhen” Kaisar tampak mendesah saat mengatakan hal itu.

Ling Xiao merasa sedikit senang, dia menenangkan pikirannya dan dengan tenang berkata, “Selama Yang Mulia menyukainya”

“Seperti itu, Zhen sangat menyukainya.” Kaisar berbicara dan mengulurkan tangan untuk menariknya ke pelukannya, menyuruhnya duduk di pahanya, tatapan lembut menatap Ling Xiao, “Zhen menyukaimu dari atas ke bawah, satu-satunya untuk Zhen”

Nada Kaisar tiba-tiba menjadi kuat dan dia memegang dagu Ling Xiao, membuat Ling Xiao mendekatinya, “Kamu harus tahu siapa pemilikmu, mengerti?”

Dengan matanya yang menyipit menatap Ling Xiao, sebuah aura mengerikan dan bermartabat yang dipancarkan dari matanya, menekan Ling Xiao ke titik ia tidak dapat bernapas. Dengan panik, dia mengangguk.

Kaisar sedikit menahan auranya saat melihat dan melepaskan Ling Xiao.

Ling Xiao buru-buru keluar dari pelukan Kaisar dan berlutut di depannya.

Kaisar berdiri, “Berdirilah, Zhen tidak suka kamu selalu berlutut. Mulai saat ini, kamu tidak perlu seperti ini di depan Zhen”

Dengan kata-kata itu, Kaisar melewati Ling Xiao dan menuju ke luar, namun berhenti di pintu masuk. Dia sepertinya  ingat sesuatu saat dia berhenti dan berkata pada Ling Xiao dengan membelakanginya, “Ling Xiao, kamu orang yang cerdas, jangan mencoba menyentuh garis bawah lagi”

Seolah-olah dia takut ancaman kata-kata itu tidak cukup, Kaisar berhenti sejenak dan melanjutkan, “Selama kamu  patuh, Zhen bisa menjadikanmu  orang yang paling bahagia di dunia ini”

Dengan kata-kata itu, dia pergi tanpa melihat ke belakang.

Ling Xiao mengendurkan napas dan menahan jantungnya yang melompat, bangkit dari tanah. Dia melihat sosok Kaisar yang sudah pergi, kemudian  menundukkan kepala, merenung.

Kata-kata terakhir Kaisar barangkali adalah inti hatinya saat ini.

Itu benar-benar menurunkan banyak. Ling Xiao menghela napas sedih.

“Tuan Muda” Seruan untuknya tiba-tiba datang dari pintu masuk.

Ling Xiao mendongak,  menemukan pelayan berpakaian kokoh menunggu di pintu, dia mengangkat alisnya.

Seorang pelayan berjalan masuk dan memberi hormat kepadanya, “Tuan Muda, Yang Mulia menyuruhku membawamu ke penjara tahanan, mengunjungi Pangeran Kedua Negeri Shao. Apakah kamu ingin pergi? ”

Dia tercengang. Kaisar mengizinkannya pergi mengunjungi Fu Yujun? Dan bahkan ada pembantu yang membawanya ke sana?

Ling Xiao menatap pelayan itu dengan curiga, bertanya dengan tidak percaya, “Kaisar membiarkanku mengunjungi tempat Fu Yujun berada?”

Pelayan itu tersenyum dan mengangguk, tapi menahan diri untuk tidak memutar matanya saat melihat Ling Xiao masih tidak terlihat yakin, “Apakah ini bukan yang kamu inginkan Tuan Muda?”

Ling Xiao terdiam, dia juga tidak ingin pergi mengunjungi Fu Yujun. Dia hanya berharap Fu Yujun bisa hidup, lagipula, dia memiliki persahabatan dengannya. Ditambah lagi, pria itu juga berbakat, sayang sekali kalau harus mati.

Karena Kaisar telah setuju, maka dia harus pergi dan berbicara beberapa patah kata dengannya.

Dengan memikirkan hal itu, Ling Xiao mengerutkan bibirnya dan melambaikan tangannya, “Pimpinlah jalan”

“Baik”

Pelayan itu memberi hormat, berbalik dan berjalan di depan Ling Xiao.

Fu Yujun ditahan di penjara Negeri Shao, dan tempat Ling Xiao berada di Hopeful Spring Tavern Negeri Shao. Jika dia ingin pergi ke penjara, dia harus membawa kereta ke sana.

Dan pelayan itu sudah menyiapkan kereta di depan pintu masuk, menunggu Ling Xiao keluar.

Ling Xiao melangkah keluar, dan yang dia perhatikan bukanlah apa yang disiapkan pelayan untuknya, kereta cantik Kaisar yang sering digunakan, tapi orang yang berlutut di pintu masuk. Itu adalah seseorang yang tidak bisa dia kenal lagi – Hong Ye.

Hong Ye berlutut di depan Hopeful Spring Tavern, wajahnya tanpa bekas warna. Penampilannya yang penuh keputusasaan dan kehilangan, dan tubuhnya yang gemetar menunjukkan bahwa dia jelas tidak memiliki kemampuan fisik untuk terus bertahan.

Ling Xiao mengerutkan kening saat melihat,  kebingungan di wajahnya. Dia ditangkap oleh Hong Ye dan dibawa ke Kaisar pada akhirnya, seharusnya dia melakukan pelayanan yang luar biasa, namun tidak, dia berlutut seperti dia telah melakukan kesalahan.

Ling Xiao benar-benar tidak mengerti.

Ling Xiao ingin berjalan mendekat dan bertanya, tapi pelayan di samping melihat, dengan hormat memberi hormat kepadanya dan berkata, “Tuan Muda, jika kamu tidak pergi ke penjara sekarang, itu akan menjadi gelap segera. Silakan naik kereta”

“Tidak perlu terburu-buru” Ling Xiao menatap langit lalu menggelengkan kepalanya, ingin berjalan melewati pelayan menuju Hong Ye.

Pelayan itu melihat dan membloknya lagi, memberi hormat, “Tuan Muda, tolong naik kereta”

Suara pelayan itu membawa sedikit ketegasan, mengejutkan Ling Xiao. Ling Xiao menatapnya dan menyadari bahwa penampilan wanita ini memiliki banyak semangat heroik. Wajahnya membawa dingin yang tak bisa dia tolak.

Ling Xiao menaikkan alisnya dan mengerti bahwa ini adalah perintah Kaisar, untuk tidak mengizinkannya mendekati Hong Ye. Dia melanjutkan langkahnya  seolah-olah tidak ada yang terjadi dan dengan patuh naik ke kereta.

Pelayan itu terkejut  dan menarik napas. Dia menoleh ke arah kulit putih Hong Ye, menggelengkan kepalanya dan mengikuti Ling Xiao naik kereta.

Pergerakan pelayan itu tidak luput dari mata Ling Xiao. Ling Xiao memperhatikannya dan menduga bahwa pelayan  ini akrab dengan Hong Ye dan dia meletakkan sebuah rencana dalam pikirannya.

Dia membawa pelayan itu ke kereta dan menyusupkan jalan di depan aktingnya yang ramah, “Melihat pakaianmu, kamu tidak terlihat seperti pelayan biasa”

Pelayan itu berhenti sejenak lalu menjawab dengan kepala tertunduk, “Tuan Muda, bawahan ini adalah penjaga rahasia Tuan”

“Penjaga rahasia?” Ling Xiao tidak pernah mendengar tentang Kaisar yang memiliki penjaga rahasia di masa lalu, jadi dia tercengang.

Dia menatap pelayan itu seperti sedang menatap sesuatu yang langka. Pelayan merasa tidak enak saat di tatap dan bergeser sedikit, “Tuan Muda, mengapa kamu melihat bawahan ini seperti itu?”

“Tidak, aku juga tidak pernah mengira akan ada penjaga rahasia wanita” Ling Xiao secara acak mengeluarkan sebuah alasan.

Pelayan itu tampak sedikit tidak bahagia saat mendengarnya dan menjawab, “Tuan pernah mengatakan bahwa pria dan wanita sama, apa yang bisa dilakukan pria, seorang wanita juga bisa melakukannya”

Ling Xiao terdiam, pelayan  ini salah mengerti bahwa dia mencemooh wanita, dia buru-buru menjelaskan, “Maksuku bukan, maksudku…”

“Baiklah, Tuan Muda, kamu tidak perlu menjelaskannya kepada bawahan ini. Kamu milik Tuan dan juga Tuan bawahan ini. Jika ada pertanyaan, silahkan bertanya”

“……”

Seperti yang diharapkan dari salah satu orang Kaisar, wawasannya benar-benar tajam dan individualitasnya cukup menyegarkan.

Ling Xiao diam-diam menyetujui di hatinya, terus terang bertanya, “Apakah Hong Ye juga penjaga rahasia?”

“Hong Ye?” Pelayan itu berhenti sejenak dan menjawab, “Dia … adalah penjaga rahasia, sedikit berbeda dari bawahan ini”

Ling Xiao terperangah dan terus bertanya, “Bagaimana bedanya?”

Pelayan itu mendengar dan berkata sedikit canggung, “Tuan Muda, bukankah lebih baik bertanya kepada Tuan tentang itu?”

“……” Ling Xiao bahkan lebih terperanjat, menatap pelayan itu dengan penuh pertanyaan, “Kamu tidak bisa mengatakannya?”

Pelayan itu menundukkan kepalanya dan memberi hormat, “Maafkanlah Tuan Muda”

Ling Xiao mengerutkan bibirnya dengan sedih saat menjawab dan bertanya dengan sudut pandang yang lain, “Hubungan apa yang kamu  miliki dengan Hong Ye? Apakah kalian berdua akrab satu sama lain?”

Pelayan itu menggelengkan kepalanya, “Kami baru bertemu beberapa kali saat kami keluar dalam misi yang sama”

“Pelayan ini bertanggung jawab atas masalah rahasia, Hong Ye ditempatkan oleh Tuan di Negeri Shao untuk mendapatkan informasi. Kami tidak begitu akrab satu sama lain”

“Jadi seperti itu” Ling Xiao mengangkat sebelah alisnya. Lalu mengapa pelayan ini menatap Hong Ye dengan wajah menyesal saat ini?

Merenungkan hal itu, Ling Xiao mengajukan pertanyaan lain, “Lalu mengapa Hong Ye sedang berlutut saat ini?”

Pelayan itu bingung dan bertanya dengan terkejut, “Tuan Muda, kamu tidak tahu?”

“……” Ling Xiao terdiam, apakah seharusnya dia tahu?

Pelayan itu tidak bisa menahan tawa terlepas dari dirinya sendiri. Dengan segera menyadari bahwa dia melupakan tingkah lakunya, dia menoleh ke samping dan menjawab, “Hong Ye tidak mematuhi perintah Tuan”

“Tidak taat?” Ling Xiao bingung.

Pelayan itu menjelaskan, “Tuan telah memberi Hong Ye perintah untuk mengembalikan Tuan Muda sebelum perang”

Seolah-olah dia takut Ling Xiao salah paham padanya, dia buru-buru menambahkan, “Ini untuk melindungi Tuan Muda. Saat perang dimulai, kamu terserang kecelakaan dan terluka. Inilah alasan mengapa Tuan menginginkan Hong Ye untuk membawamu kembali lebih dulu, tapi….”

Pelayan itu berhenti sejenak dan dengan sangat serius berkata, “Hong Ye tidak mematuhi perintah Tuan, sebaliknya, membiarkan Tuan Muda melakukan apa yang diinginkan, menyebabkan Tuan Muda jatuh ke dalam kondisi berbahaya beberapa kali… Tapi mungkin dia tidak tahu bahwa Tuan Muda  memiliki bakat seperti itu. Tidak hanya membiarkan Tuan Muda melakukan apa yang di inginkan agar tidak melukai diri sendiri, hal itu juga memungkinkan Tuan Muda untuk berhasil …. dalam … menyelamatkan Pangeran Negeri Shao. Jadi rencana pertama Tuan gagal”

“Tunggu …” Ling Xiao mengerutkan kening, “Kamu bilang apa tadi?”

Pelayan itu menjawab, “Hong Ye sebenarnya telah membatalkan ikatan pada tubuhnya  sejak lama. Dan tali itu tidak mengancamnya, jika dia menginginkannya, dia bisa saja mengembalikan Tuan Muda”

Mendengar pelayan tersebut berbicara,  menyebabkan mata Ling Xiao melebar karena terkejut.

“Jadi dia membiarkan aku bergabung dengan tentara? Agar aku bisa terluka dan bahkan..mati?” Tanya Ling Xiao, dia akhirnya sadar.

Pelayan itu terdiam, berpikir sejenak sebelum menjawab, “Tuan Muda, yang terbaik adalah menjaga jarak dari Hong Ye. Dia menyimpan motif yang tidak diketahui ke arahmu, jika kamu tidak begitu cerdas, mungkin kamu  adalah salah satu dari mayat-mayat itu”

Ling Xiao dilanda kedinginan yang kuat.

Dia memiliki beberapa ketidakpercayaan di dalam hatinya. Hong Ye ini sebenarnya sangat baik padanya saat dia berada di Fu Yujun.

Sering kali, dia akan sangat tulus dengan kekhawatirannya.

Mengapa dia menginginkannya mati? Apakah dia membencinya?

Ling Xiao menginginkan lebih banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, tapi  kereta tiba-tiba berhenti. Pelayan itu sepertinya tahu pikirannya dan melarikan diri dengan melepaskan gerbong kereta, dia memberi hormat pada Ling Xiao, “Tuan Muda, kita sudah sampai”

Ling Xiao tidak berdaya, dia hanya bisa turun dari kereta.

Menunggu di belakang kereta bukan hanya pelayan saja, tapi juga seorang pemuda berpakaian biru dengan semangat tinggi- Lan Wei..

Iklan

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder Counterattack – Chapter 60

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s