The Path Of Cannon Fodder Counterattack – Chapter 48

Chapter 48 – Jiwa Dari Orang Yang Telah Meninggal Belum Di sebarkan

Neigh……..

Kereta itu tiba-tiba bergoyang sekali dan segera berhenti.

Dari luar, terdengar suara para pelayan meminta instruksi yang bisa didengar.

“Pangeran, kita sampai penginapan”

“Baiklah” Fu Yujun menjawab dan mengangkat tangannya untuk menyeka darah dari mulutnya. Sambil memberi Ling Xiao lirikan sekilas, dia memimpin dan berjalan keluar.

Ling Xiao memegangi lukanya dan menyingkirkan tirai, ikut berjalan keluar.

Begitu dia turun dari kereta, dia melihat Fu Yujun menunggunya tidak terlalu jauh. Dia menatap kosong, lalu dengan keras dan perlahan berjalan, dia mengejar Fu Yujun.

Fu Yujun tiba-tiba mengangkat tangannya dan melemparkan botol kecil kepadanya. Ling Xiao menangkapnya dalam kebingungan dan melihatnya, rasanya aneh sekali.

Tapi ketika dia memikirkannya lagi, dia tidak merasakan kesan itu.

“Kaisar Negeri Mu menginginkanku untuk memberimu botol itu dan menyuruhku memberitahumu untuk merawat tubuhmu”

Sementara Ling Xiao bingung, Fu Yujun tertawa terbahak-bahak di depannya, ringan seperti bulu.

Ling Xiao terhuyung dan hampir terjatuh di tanah. Untungnya, Fu Yujun memiliki mata yang bagus dan dengan cepat mendukungnya, “Mendengar bahwa Kaisar Negeri Mu sangat memperhatikanmu, kamu hampir jatuh dalam kebahagiaan?”

Ling Xiao mengangkat kepalanya untuk melihat Fu Yujun, mulutnya berkedut. Mata Fu Yujun melihat bahwa dia bahagia?

Dia jelas ketakutan!

Sudah jauh dari harapannya bahwa Kaisar akan mengejarnya, yang bahkan lebih aneh lagi adalah bahwa Kaisar mengejar dan menyerah setengah jalan.

Ling Xiao sangat mengetahui Kaisar, Kaisar bukan orang yang tidak mengambil keputusan, jika dia sudah mengambil keputusan, dia tidak akan mudah mengubahnya.

Apa kesepakatan yang terjalin antara Fu Yujun dengan Kaisar sehingga Kaisar berhenti mengejar? Lalu, obat ini…..

Ling Xiao memegang erat obat itu dan menyembunyikannya di lengan bajunya. Obat ini jelas-jelas yang biasa dioleskan pada bagian pribadinya, awalnya dia tidak ingat, tapi yang dikatakan Kaisar, Ling Xiao ingat…..

Hanya saja, apa yang dipikirkan Kaisar ini? Kenapa dia bahkan menyuruh Fu Yujun untuk memberinya obat ini?

Mengapa sekarang, ketika dia telah dengan jelas meninggalkan istana, rasanya seperti Kaisar masih di sisinya….

Ling Xiao mengatupkan bibirnya, dengan lembut melepaskan dukungan Fu Yujun dan perlahan berjalan ke penginapan.

Memasuki penginapan, Ling Xiao langsung berdiri di lantai dua untuk membersihkan dirinya sendiri. Awalnya dia tidak tahu, tapi begitu dia melepaskan bajunya, dia melihat bahwa tubuhnya tertutup oleh bekas cupang, seluruh tubuhnya tercakup dalam jejak cinta yang kejam.

Namun, tubuhnya memang agak kuat. Dia berpikir bahwa dengan luka di tubuhnya dan diperlakukan seperti itu, dia tidak akan bisa merangkak bangkit dari tempat tidur. Tapi selain rasa sakit yang tak tertahankan saat pertama kali terbangun, dia perlahan membaik.

Hanya saja, meski area di baliknya sudah diolesi dengan obat pemberian Kaisar, itu masih sulit ditanggung. Duduk dan berdiri semua menyebabkan banyak rasa sakit.

Awalnya, dia akan tidur. Tapi siapa yang tahu bahwa setelah dia selesai membersihkan dirinya sendiri, Fu Yujun akan menariknya ke lantai bawah.

Ling Xiao juga tetap diam, dia membiarkannya. Sejak dia terlahir kembali, semua luka-lukanya sembuh dengan cepat.

Fu Yujun jelas sedang terluka, tapi dia masih seperti orang yang bebas dari cedera.

Dia merasakan keraguan Ling Xiao dan menjawab pertanyaannya, “Yang aku alami adalah luka dalam, bergantung pada istirahat dan tidak akan melakukan apapun”

Apakah itu baik-baik saja? Ling Xiao memutar matanya dan mengikuti Fu Yujun ke sebuah sudut jendela di lantai bawah. Fu Yujun memesan beberapa hidangan dan mulai menuangkan secangkir teh untuk Ling Xiao.

Ling Xiao mengangkatnya dan minum seteguk, lalu melihat Fu Yujun meletakkan dagunya di atas meja dan dengan penuh kasih saat mengamatinya, penglihatannya sangat menyentuh dan lembut. Semburan dingin menembus Ling Xiao dan dia menurunkan cangkir tehnya, dengan tidak nyaman bertanya kepadanya, “Mengapa kamu melihatku seperti itu?”

“Aku berpikir, kamu benar-benar berbeda saat dirimu berada di istana” Fu Yujun tersenyum melihat Ling Xiao, matanya bahkan tidak berkedip seperti sedang menatap barang langka, penuh kejutan menyenangkan.

Ling Xiao tidak bisa menahan tatapannya dari berkedut, dan bertanya, “Apa yang berbeda?”

“Di istana, aku pernah melihatmu beberapa kali. Kamu selalu gemetar, hati-hati dan serius. Meski menarik, itu tidak mencolok. Setelah kamu keluar dari istana, lihatlah dirimu, dibagian mana dirimu masih terlihat seperti pelayan?”

Ling Xiao mengangkat alisnya, tatapannya pada Fu Yujun saat dia berkata, “Sejak awal aku bukan pelayanmu”

“Ya” Fu Yujun tersenyum ringan, “Identitasmu sekarang tidak sederhana”

Kilatan cahaya menerpa mata Fu Yujun saat dia mengatakan itu, cahaya itu kebetulan terlihat oleh Ling Xiao dan dia bertanya dengan curiga, “Apa maksudmu?”

“Sudahkah kalian melihat pengumuman itu? Kaisar kita akan memilih seorang Permaisuri Raja!” Suara seorang pria tiba-tiba berlalu dari meja sebelah.

Ling Xiao tertegun. Kaisar akan memilih seorang Permaisuri Raja?

Perhatiannya beralih dari Fu Yujun ke meja depan sejenak.

Tiga pria muda duduk di sana, semuanya mengenakan pakaian katun polos. Seorang pria mengangkat cangkir tehnya dengan dua orang lainnya duduk di depannya, penuh keheranan di wajah mereka. Yang berbicara adalah orang yang sedang mengangkat cangkir.

Ling Xiao menatapnya dan mendengarkannya.

Pria itu berkata, “Bulan berikutnya, akan menjadi hari dimana Kaisar memilih seorang Permaisuri Raja. Kaisar akan membebaskan kita pajak selama satu tahun!”

“Ini adalah hal yang baik” Salah seorang pria itu mendengar bahwa mereka dibebaskan dari pajak dan tidak bisa menahan senyum.

“Ini berkat Permaisuri pertama Negeri Mu” Seorang pria lain menyela, “Aku ingin tahu siapa orang yang menjadi favorit Kaisar?”

“Hm… kurasa namanya Ling Xiao” Satu pria menjawab saat dia teringat.

Ling Xiao mendengar dan hampir melempar cangkir teh. Dengan wajahnya yang takjub, dia kemudian melihat Fu Yujun sedang tersenyum menggodanya.

Ling Xiao menenangkan kepalanya dan menatap Fu Yujun yang sama sekali tidak terkejut, menggertakkan giginya, “Kamu sudah tahu?”

“Kaisar Negeri Mu telah mengatakan hal itu sebelumnya” Fu Yujun meminum tehnya, “Dia… benar-benar bertekad untuk membawamu kembali”

Ling Xiao terdiam dan Fu Yujun menyandarkan dagunya sambil mengamatinya.

Perhatian pelayan kecil ini serius di wajahnya, penampilannya yang menjengkelkan dengan kepala yang tergantung ke bawah tidak semarak seperti sebelumnya.

Fu Yujun mengatupkan bibirnya, menghiburnya, “Kamu tidak perlu terlalu khawatir, aku tidak berpikir bahwa saat kamu berada di Negeri Shao, dia masih bisa merebutmu kembali”

“Merebut?” Mulut Ling Xiao bergetar.

Apakah aku sebuah barang?

Ling Xiao menyeringai, karena sekarang dia berada di luar istana, dia juga tidak perlu tinggal di samping Fu Yujun. Dia lebih menyukai rencana pertama….

“Benar, mereka lupa mengatakan sesuatu. Kaisar mengumumkan ke seluruh negeri, bahwa Pengurus Kasim Ling yang berani berbohong kepadanya sudah dieksekusi” Fu Yujun tiba-tiba berkata.

Ling Xiao sekali lagi mendongakkan kepalanya karena terkejut.

Mati? Bukankah aku adalah Pengurus Kasim Ling? Aku dieksekusi?

Tapi bulan depan Kaisar akan mengangkatnya sebagai Permaisuri Raja?

Apa yang Kaisar rencanakan?

Ling Xiao menundukkan kepalanya, rambutnya menutupi ekspresinya, membuat Fu Yujun tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya saat ini.

“Pangeran..” Tiba-tiba, seruan lembut terdengar dari telinganya, suaranya begitu familiar sehingga membuatnya tidak berani mempercayainya. Dia tiba-tiba mendongak, tatapannya berakar dari mana suara itu berasal.

Sebuah tubuh berpakaian pink, sikap manis dengan tampilan cantik dan tatapan menggoda. Itu adalah seseorang yang sangat dia kenal sehingga dia tidak bisa lagi mengenalnya, orang yang sudah mati- itu Mo Qi!

Ling Xiao tiba-tiba berdiri, wajahnya penuh rasa tidak percaya, “Kamu.. kamu..”

Dia menunjuk Mo Qi, tidak dapat mengatakan apapun untuk waktu yang lama. Mo Qi tiba-tiba meraih tangannya, mendekati telinganya dan dengan lembut tertawa, “Ini aku, Ling Xiao. Aku telah kembali dari dunia bawah!”

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder Counterattack – Chapter 48

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s