The Path Of Cannon Fodder Counterattack – Chapter 44

Chapter 44 – Jujur Dan Terbuka

Editor : norkiaairy

Proofreader : Chin

Rasanya seperti dia tidak mengenal lelah dan puas, dia terus memeluk Kaisar, menciumnya dalam-dalam.

Lidah dan mulut mereka beradu, pernapasannya menjadi berat tapi dia tetap tidak melepaskan Kaisar.

Melihat Ling Xiao seperti ini, Kaisar mengerutkan kening dan segera menghentikan ciumannya, napasnya juga agak kacau. Dia tidak menyangka bahwa obat ini akan menjadi kuat. Kaisar menatap mangkuk kosong di atas meja, wajahnya murung.

Keberanian Selir Ran ini sangat besar!

Karena merasa tidak puas di tinggalkan Kaisar, Ling Xiao mengangkatnya ke tubuhnya. Kaisar menggunakan satu tangan untuk meraih dua pergelangan tangan Ling Xiao dan menekannya di atas kepalanya, mengulurkan tangan ke pinggang Ling Xiao. Dia membungkuk di atasnya, menggunakan sedikit kekuatan untuk memegang dagu Ling Xiao.

Ling Xiao mengerang karena ketidaknyamanan, matanya sedikit terbuka.

“Yang Mulia… Yang Mulia…” Ling Xiao dengan nada dungu memanggilnya, panas di tubuhnya membuatnya gelisah, tubuhnya memohon untuk dinyamankan. Bagian bawah tubuhnya terasa gatal yang tiada bandingannya, dia berharap bisa menemukan sesuatu untuk digosok.

Ling Xiao dengan tidak tertahankan berjuang dan mengerang, bagian bawahnya sudah menunjukkan tenda kecil.

Ling Xiao kebetulan melihat ke bawah dan melihat kondisi tubuh bagian bawahnya, terkejut, pikirannya mulai sadar dan tergesa-gesa menyilangkan kakinya. Dia dengan hati-hati menyembunyikan benda tegak itu di antara kedua kakinya. Tapi siapa yang tahu bahwa di bawah tindakan ini, hal itu secara tak terduga lebih menghibur dan mulai membengkak lebih jauh lagi.

Hal tak terduga lainnya adalah mengikuti perasaan itu, tubuhnya juga lemas dan dia hanya bisa terengah-engah karena perasaan menyegarkan itu.

Ling Xiao menggigit ujung lidahnya , menahan perasaan ekstasi ini, hanya bisa menebak-nebak, apa yang terjadi dengan tubuhnya? Mengapa sangat sensitif?

Menatap wajah Ling Xiao yang penuh dengan kecurigaan, Kaisar menyipitkan matanya dan dengan ramah menjawab pertanyaan Ling Xiao.

“Sarang walet yang baru saja kamu makan, disiapkan oleh Selir Ran khusus untuk Zhen”

Apa?

Makanan selir harem dikirim untuk Kaisar di tengah malam?

Ling Xiao diam-diam meratap dalam kesedihan, dia tidak tahu akan terjadi begini saat Kaisar memberinya makanan.

Apa yang paling ingin dilakukan Selir Ran adalah mengirim makanan yang mengandung obat-obatan kepada Kaisar di malam hari. Di masa lalunya, Ling Xiao pernah melihatnya beberapa kali saat dia mendapatkan informasi tentang Kaisar.

Kaisar di masa lalunya tidak pernah makan apapun dari Selir Ran. Ling Xiao pernah bertanya-tanya apakah Kaisar tahu tentang trik kotor si Selir dan tidak repot-repot memperhatikannya.

Kenyataan menunjukkan bahwa itu benar-benar seperti ini. Kaisar telah menggunakan fakta bahwa dia mencoba memberi obat kepadanya dan membuat Selir Ran kehilangan kekuatan.

Kaisar sudah tahu tentang tipu muslihat Selir Ran di masa lalu. Bahkan jika ingin mengalahkan Ling Xiao sampai mati, dia tidak akan percaya bahwa Kaisar tidak tahu ada obat yang ditambahkan ke sarang burung walet!

Dia tahu ada obat di dalamnya, namun masih diberikan kepadanya?

Bukan, bukan karena dia tahu ada obat di dalamnya sehingga dia memberi makan semuanya tanpa tersisa satu gigitan.

Kaisar bertekad untuk memenangkannya hari ini!

Ling Xiao menggertakkan giginya, dia merasa krisannya mengencang, memiliki perasaan tragis bahwa dia tidak akan menjaga integritasnya.

Yang membuatnya lebih buruk adalah pikirannya menunjukkan adegan yang tidak seharusnya, dan tubuhnya menjadi lemas, pinggangnya lemas. Rasanya seperti dia mengalami kebahagiaan, ada perasaan nyaman menyebar ke seluruh tubuhnya.

Pikirannya tiba-tiba membawa harapan samar tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

Terkejut, Ling Xiao bergegas menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran itu. Tapi siapa yang tahu dengan gerakan itu, kulitnya akan bergeser ke tempat tidur dan sekali lagi memberinya rasa lemas dan kedinginan.

“Hmmm……” Ling Xiao menggigit bibir bawahnya, mencegah erangannya keluar saat alisnya terjalin erat saat dia mengalami kenikmatan fatal.

Kaisar melihatnya, matanya menggelap pada kasim di bawahnya. Wajahnya seperti persik, matanya penuh dengan gairah, meluap dengan pesona, setiap gerakannya tampak menarik.

Tangannya yang menahan tangan Ling Xiao mengencang, membuat Ling Xiao menangis kesakitan, matanya menatap sedih pada Kaisar.

Kaisar mengatupkan bibirnya dan dengan dingin berkata, “Zhen merasa kasihan pada lukamu dan memberimu kesempatan terakhir. Jujurlah dengan Zhen, dan Zhen akan segera memanggil tabib untuk menyingkirkan obat itu di dalam dirimu. Zhen juga akan dengan lembut menunggumu. Mana yang kamu pilih?”

Ling Xiao membuka matanya karena terkejut. Arti kata-kata Kaisar, berarti bahwa dia tidak hanya menginginkannya, dia juga ingin dia jujur? Tidak membiarkan dia pergi sama sekali?

Dua pilihan yang dia berikan padanya, dia ingin mendapatkan keduanya?

Ling Xiao menggigit bibirnya, Kaisar ingin mendapatkan keduanya, tapi dia juga tidak mau memberikan keduanya.

Melihat keheningan Ling Xiao, Kaisar menatapnya dan mendekatinya, dengan lembut meninggalkan ciuman di bibirnya.

Ling Xiao melompat dari aksinya tapi hanya merasakan sentuhan ringan bulu yang membawa kelimpahan dan kejelasan. Itu sangat tak tertahankan sehingga dia berharap seseorang akan dengan kejam menciumnya dan dengan tidak sengaja memanjakan dirinya. Dia menanggung sensasi yang sulit dan mengangkat kepalanya, menggigit bibirnya erat-erat agar bisa menghentikan erangan tanpa henti yang mengalir keluar dari dirinya.

Kaisar menyipitkan matanya, meraih dagu Ling Xiao dan diam-diam bertanya, “Bagaimana dengan itu? Sudahkah kamu memikirkannya?”

Hawa nafas dari Kaisar mendarat di pipi Ling Xiao yang sensitif, dan kenikmatan mengalir melalui ereksinta. Ling Xiao menggertakkan gigi, menahannya, sementara pikiran batinnya seperti binatang kecil yang lapar dan haus, ingin mendapatkan lebih banyak.

Sebelumnya, Ling Xiao tidak pernah berpikir bahwa Kaisar begitu tampan. Dengan tertekan, dia membuang wajahnya, tidak berani menatap Kaisar lagi.

Gerakan Ling Xiao ini seperti penolakan dari sudut pandang Kaisar. Wajahnya menjadi dingin dan kemarahan muncul di dalam hatinya, suasana di sekelilingnya benar-benar berubah, berubah menjadi brutal, sangat mengerikan..

Dia menggunakan lebih banyak dorongan dan menyebabkan lebih banyak rasa sakit pada Ling Xiao.

“Sepertinya kamu ingin melawan Zhen tidak peduli apa” Kaisar dengan dingin tersenyum dan merobek pakaian luar Ling Xiao, tidak ada kelembutan di matanya dan hanya ada kemarahan.

“Zhen menghargaimu dan mengasihanimu, jadi Zhen memberimu cukup waktu dan kesempatan, tapi kamu tidak mengerti bagaimana menghargai mereka”

Melihat garmen atasnya terbebas, dia terkejut sejenak sebelum berjuang dengan keras. Rahasianya masih tersembunyi di celananya, bagaimana dia bisa membiarkan Kaisar melakukan ini?

Hati Ling Xiao menjadi bingung. Dengan kulitnya terbuka telanjang, tubuhnya memberikan reaksi jujur ​​pada sentuhan kaisar, sehingga menimbulkan benjolan kecil yang gemetar. Kehangatan panas menyebar ke sekujur tubuhnya, paru-parunya seolah-olah selalu kekurangan oksigen, menyebabkan dia menarik napas rakus.

Dia ingin menjauh dari sentuhan Kaisar, namun tubuhnya secara tidak sadar memenuhi gerakannya.

Ling Xiao terengah-engah untuk bernapas, kesadarannya sedikit demi sedikit memudar, sementara hasrat di dalam dirinya menjadi semakin kuat.

Tenggelam dan mengambang di bawah kegembiraan, dia samar-samar mendengar kata-kata Kaisar, “Ling Xiao, apakah kamu percaya bahwa banyak hal di istana tidak bisa disembunyikan dariku?”

Pikiran Ling Xiao terguncang dan seluruh tubuhnya mendingin, menghilangkan panas yang terbakar. Alasannya juga kembali. Karena Kaisar mengatakannya seperti itu, apakah itu berarti dia sudah tahu segalanya?

Mungkin, dia sudah tahu segalanya! Dia pernah berkata, dia hanya memiliki satu pertanyaan ke arahnya, mengapa dia sangat membenci Mo Qi.

Semua tingkah laku dan perbuatannya di dalam istana diketahui Kaisar, itulah satu-satunya alasan mengapa dia hanya memiliki pertanyaan ini untuknya.

Bukankah Kaisar selalu menyukai hal ini? Mengetahui semuanya namun tetap diam. Menunggu sampai dia harus berurusan dengan orang itu sebelum dia mengungkapkan semuanya. Dia memperlakukan Lan Wei seperti ini, memperlakukan Mo Qi seperti ini, dan juga memperlakukan Rumah Tangga Perdana Menteri seperti ini. Dan sekarang Kaisar juga akan memperlakukan dia seperti ini…..

Ling Xiao menggertakkan giginya, dia tetap diam dan memejamkan mata. Karena dia sudah tahu segalanya, lalu apa lagi yang harus dia jujuri? Apakah Kaisar menginginkan pikiran sejujurnya?

Hal-hal itu, bagaimana dia bisa mengatakannya?

Ketika Kaisar menyelesaikan kata-katanya, dia hanya melihat ekspresi Ling Xiao tidak bergerak sama sekali.

Ling Xiao terbentang di tempat tidur, terengah-engah dengan napas dan diam yang tidak normal. Hatinya sangat rumit, tiba-tiba, dia merasakan kesejukan di bawah, kesunyian Kaisar dan akhirnya menyadari bahwa celananya telah di lepas, memperlihatkan segalanya.

Terkejut, Ling Xiao menjepit kakinya, tapi sudah terlambat, karena Kaisar sudah melihat rahasianya….

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder Counterattack – Chapter 44

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s