The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 24

Chapter 24 – Rencana Balas Dendam

Editor : norkiaairy

Proofreader : Chin

Tatapan Ling Xiao juga membangkitkan perhatian He Baolin. Dia melihat ke arah Ling Xiao dan tiba-tiba berdiri saat melihat dengan jelas bahwa itu adalah dia.

Ling Xiao menyayangkan bahwa dia tidak bisa lagi terus menyaksikan adegan Mo Qi dipukuli dan tanpa terburu-buru bangkit. Dia menepuk-nepuk debu dari pakaiannya dan menghampiri He Baolin untuk memberi sopan santun yang pantas.

Tatapan He Baolin begitu rumit saat dia melihat Ling Xiao, ingin mengatakan sesuatu, tapi ragu-ragu. Pada akhirnya, dia dengan dingin membungkuk dan menghentakkan kakinya sekali, lalu berbalik untuk pergi dengan orang-orangnya.

Ling Xiao mengerutkan kening pada sosok punggungnya.

Sepertinya masalah tentang Kaisar yang menghadiahinya, itu tidak hanya diketahui oleh tiga Imperial Highness..

Ini He Baolin juga punya pikiran sendiri.

Namun, He Baolin selalu merasa takut. Meskipun Ling Xiao masih menjadi pelayan dengan jabatannya sebagai Pengurus Kasim, tapi dia telah menerima bantuan Kaisar.

Tidak hanya itu, dia juga telah menerima segala macam keistimewaan dari Kaisar yang  menunjukkan bahwa dia bukan hanya seorang Pelayan Kasim sederhana di hati Kaisar.

He Baolin tidak berani untuk memprovokasi Ling Xiao saat dia berada di posisi itu.

Dengan demikian, dia langsung membawa orang-orangnya dan pergi.

Ling Xiao membuang muka, tapi saat menoleh ke belakang, tiba-tiba Ling Xiao melihat Mo Qi yang menyedihkan dengan ingus dan air matanya mengalir saat dia melemparkan dirinya ke pelukannya.

Ling Xiao buru-buru menghindar dan memandangnya dengan jijik, bertanya, “Gadis Xiu Mo, apa yang kamu lakukan?”

“Ling Xiao ~” seru Mo Qi.

Ling Xiao menatapnya mengejek.

“Ling Xiao, mereka semua menggertakku di mana saja!” Mo Qi terisak-isak, namun saat dia membuka matanya, matanya berseri-seri.

Ling Xiao melihat itu dan mencibir, “Mo Qi, aku selalu ingin memberitahumu sesuatu”

Setelah mengatakan itu, dia mendekati Mo Qi dan melanjutkan dengan nada membenci, “Aktingmu benar-benar buruk”

Mo Qi terkejut dari tangisannya dan ternganga secara spontan. Dia menggertakkan giginya dan dengan benci melotot pada Ling Xiao, tatapannya penuh dengan keengganan.

“Mengapa kamu bisa mendapatkan bantuan Kaisar? Mengapa kamu bisa bercampur dengan istana ini seperti ikan yang kembali ke air? Kenapa kamu tidak membantuku? Kenapa!”

Karena dia melihat bahwa Mo Qi tidak mau lagi berakting dan langsung menatap Ling Xiao dengan wajah penuh cemburu. Dia juga sangat membenci Ling Xiao karena tidak membantunya.

“Aku menyesal! Ling Xiao, seharusnya aku tidak membiarkanmu masuk istana!”

“Ha!” Ling Xiao menertawakan apa yang dia katakan, “Sayang sekali sudah terlambat!”

“……” Mo Qi melotot pada Ling Xiao dengan tangan terkepal, akhirnya berkata, “Aku ingin kamu membantu, akankah kamu membantuku atau tidak!”

Ling Xiao menyeringai sekali.

Mo Qi menggigit bibirnya, “Jika kamu tidak membantuku, aku akan memberitahu Kaisar tentang rahasiamu!”

Ling Xiao memutar matanya saat mendengarnya. Dia pikir Mo Qi akan menjadi matang  setelah mengalami kemunduran saat ini, tapi dia tidak menyangka dia tetap bodoh seperti sebelumnya.

“Terlepas dari bagaimana kamu tidak dapat melihat Kaisar, bahkan jika kamu mampu, pada saat kamu memiliki pikiran ini, Perdana Menteri tidak akan membiarkanmu pergi” Matanya yang dingin menatap Mo Qi.

Mo Qi terintimidasi oleh pandangan Ling Xiao yang jahat dan mundur selangkah. Dengan tangan terkepal, dia  berkata, “Apakah kamu  ingin bertaruh? Taruhan apakah aku akan hidup atau tidak untuk memberi tahu rahasia ini kepada Kaisar?”

Ling Xiao melirik Mo Qi, wajahnya penuh penghinaan, “Lakukan apa yang kamu inginkan. Jika kamu bisa melakukannya, maka aku akan menunggunya”

Ling Xiao pergi melewati Mo Qi setelah dia menyelesaikan kata-katanya. Melihat ancamannya tidak berhasil melawan Ling Xiao, Mo Qi hanya melihat sosok punggungnya saat dia pergi.

Ling Xiao adalah satu-satunya kesempatan baginya. Satu-satunya kesempatan untuk meninggalkan Istana Chu Xiu, tempat sampah ini!

Meskipun dia tahu bahwa Ling Xiao sekarang bukanlah orang yang sama yang menghargai dan melindunginya, dia tetap tidak bisa membiarkannya pergi!

Karena ancamannya tidak bekerja, lalu………..

Mo Qi tiba-tiba bergegas maju dan memeluk Ling Xiao dari belakang.

Ling Xiao bergetar dan meraih tangannya, dengan dingin berbalik, “Apa yang kamu lakukan? Gadis Xiu Mo, apakah kamu lupa bahwa setelah Kaisar membalik piringmu, kamu sekarang adalah wanita Kaisar. Apakah kamu lupa itu?”

Mo Qi melihat ke atas dan dengan heran tersenyum, “Masalah seperti ini, selama kamu  tidak membicarakannya dan aku tidak membicarakannya, bagaimana Kaisar bisa tahu? Ling Xiao ~ aku selalu tahu niatmu, kamu menginginkaku? Selama kamu membantuku, aku bisa memberikan segalanya untukmu. Hatiku, diriku.. tubuhku.. aku bisa memberikan semuanya untukmu”

Mo Qi sedikit menyisihkan pakaian di pundaknya saat dia berkata begitu dan membuka bahunya yang harum. Wajah Ling Xiao juga benar-benar gelap gulita, wajahnya jelek seperti dia memakan seekor lalat, dan dia tiba-tiba menyingkirkan Mo Qi, mengutuknya, “Pelacur!”

Setelah didorong ke tanah, dengan penampilannya yang babak belur dan kelelahan serta rambutnya yang berantakan yang menutupi sebagian wajahnya, dia tampak lemas dan pucat. Tidak menunjukan adanya kecantikan.

Dia mulai terisak-isak, air matanya jatuh saat dia memasuki situasi yang malang.

“Ling Xiao, apakah sangat sulit bagimu untuk membantuku? Jika kamu membantuku, aku akan selalu mengingatmu.. Hanya sekali, hanya satu kali ini oke?” Mo Qi menangis dan berkata, “Kudengar Penatua Lin berbicara beberapa hari yang lalu tentang bagaimana beberapa tamu mulia datang dari negara tetangga. Kaisar akan mengadakan perjamuan di Imperial Garden dan bermaksud agar kita menunjukkan bakat mulia kepada seorang bangsawan. Selain ketiga selir itu, kami semua wanita harus mempersiapkan semacam bakat untuk ditunjukkan”

Ling Xiao terkejut. Dia memang ingat hal ini. Itu terjadi dalam kehidupan terakhirnya dan diatur oleh Steward Xu.

Tapi dalam masa ini, Steward Xu telah pergi, jadi harus melalui dia. Meski begitu, dia belum pernah mendengar apapun tentang hal itu. Sebaliknya, orang-orang yang mendengar tentang itu adalah Mo Qi dan Penatua Lin.

Ling Xiao mengendalikan dirinya sendiri. Berita yang mereka dapatkan seharusnya berasal dari Perdana Menteri dan baru diputuskan oleh Kaisar. Jadi barangkali hal itu belum sampai kepadanya.

Sementara dia berpikir begitu, dia menunduk menatap Mo Qi dan bertanya, “Jadi, kamu  ingin aku membantumu menunjukkan bakat?”

Inilah yang dilakukan Mo Qi di masa lalu, dan juga di masa ini, Mo Qi juga dengan keras menganggukkan kepalanya, “Penampilanku telah rusak akhir-akhir ini, dan aku juga tidak memiliki bakat apa pun yang dapat aku  andalkan. Perjamuan adalah satu-satunya kesempatanku, tapi jika aku mengandalkan diri sendiri, aku tidak dapat melakukannya. Ling Xiao, tolong aku, kamu adalah seorang mahasiswa seni dan bakatmu selalu luar biasa. Meskipun kamu seorang pria, kamu pasti punya jalan, kamu selalu yang paling pintar”

Ling Xiao mengatupkan bibirnya. Memang benar bahwa dalam masa hidupnya yang terakhir, dia telah menggunakan caranya sendiri untuk membantu Mo Qi.

Dalam hidup ini, dia benar-benar tidak punya alasan untuk membantunya.

Namun.. Ling Xiao mengepalkan tangan. Mo Qi telah membuat banyak kesalahan di istana Kaisar, jika memang ada orang lain, mereka pasti sudah meninggal ribuan kali sekarang. Meski begitu, Mo Qi masih hidup dan sehat saat ini.

Yang lebih tak terduga adalah meskipun Kaisar sadar sepenuhnya bahwa Mo Qi dan Lan Wei saling menyampaikan surat dengan sentimen yang tidak jelas dan tidak diketahui satu sama lain, dia masih memutuskan untuk menjaga  Mo Qi. Bahkan Rumah Tangga Perdana Menteri hanya mengalami hukuman kecil.

Hal ini menyebabkan Ling Xiao sangat terkejut. Terakhir kali Ling Xiao juga memikirkan berapa banyak yang harus dia lakukan agar Mo Qi dipaksa untuk melakukan bunuh diri atas perintah dan tidak meninggalkan noda pada dirinya pada saat yang bersamaan.. tapi dia sama sekali tidak dapat memikirkannya dengan baik.

Namun, sekarang kesempatan itu telah datang.

Iklan

2 tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 24

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s