The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 13

Chapter 13 – Serangan Tidak Terduga

Editor : norkiaairy

Proofreader : Chin

“Pengurus, pelayan kecil itu jatuh sakit” Seorang kasim kecil berkata pada Steward Xu.

Steward Xu terkejut dan berdiri, sambil mengerutkan kening, bertanya, “Sakit parah?”

Kasim itu mengangguk, “Ya, pelayan ini baru saja pergi dan melihat-lihat. Dia terbaring di tempat tidur setengah mati”

“Kamu yakin?” Steward Xu mengangkat alisnya.

Si kasim kecil itu berulang kali mengangguk, “Hamba yakin”

“Kamu menyuruhku untuk pergi ke sana dan melihat apa yang sedang terjadi, jadi pelayan ini pergi. Pelayan ini berjalan ke ambang pintu dan memanggilnya, tapi tidak ada jawaban, jadi pelayan ini masuk tanpa izin. Dia hanya terbaring di sana, terlihat seperti sedang sekarat”

“Steward Xu, haruskah kita pergi dan mendapatkan obat untuknya?” Si kasim kecil bertanya.

“Tidak” Steward Xu langsung menolak gagasannya dan tidak bisa menahan tawanya dengan bodoh, “Ini benar-benar surga yang membantuku”

Dia dengan ceria tertawa dua kali dan memerintahkan, “Tanpa seizinku, tidak ada siapapun yang diizinkan memberi obat pada Ling Xiao”

Si kasim kecil terkejut sejenak dan kemudian langsung menundukkan kepalanya dalam pengertian, menjawab dengan taat.

Steward Xu dengan sinis menyipitkan matanya, “Kamu bisa pergi”

“Baik”

Sambil menatap ke belakang kasim kecil itu, Steward Xu dengan santai menyibakkan pakaian.

Baru-baru ini, Kaisar sangat mempercayai Ling Xiao yang telah lama dia tidak sukai. Hanya saja dia tidak memiliki informasi apapun yang bisa dia gunakan untuk melawan Ling Xiao. Selain itu, Kaisar tidak mudah dibodohi, jadi dia tidak berani melakukan apapun.

Tapi sekarang, Ling Xiao telah jatuh sakit dengan sendirinya.

Jika seseorang meninggal karena sakit, maka tidak bisa melemparkan kesalahan pada siapapun.

Steward Xu tertawa jahat..

Kaisar merasa bahwa dua hari terakhir ini sangat aneh. Pakaiannya terasa longgar, termasuk ikat pinggangnya, dan sarapannya terasa ada yang salah. Bahkan berlatih dengan pedangnya terasa ada yang salah juga.

Dia mengerutkan kening dan melihat sekeliling sekali sebelum dia menemukan bahwa dia kekurangan salah satu kasim kecilnya yang sebelumnya selalu membantunya dengan penuh perhatian.

Dia sedikit mengerutkan kening dan menatap Steward Xu, bertanya, “Di mana Ling Xiao?”

Steward Xu terkejut sejenak. Di dalam hatinya, dia telah menemukan solusi dan dia menundukkan kepalanya dengan hormat, berkata, “Yang Mulia, pelayan kecil itu merasa kedinginan dan sudah dua hari berlalu. Hambamu takut dia akan menularimu, jadi hambamu menyuruhnya untuk beristirahat di kamarnya”

Kaisar mengangkat alis, jadi Steward Xu segera menambahkan, “Hambamu sudah menyuruh orang merebus obat untuknya, hambamu khawatir dia tidak bisa hadir untuk Yang Mulia sementara waktu ini”

“Apakah ini serius?” tanya Kaisar dengan bibir mengerucut.

“Ini tidak dianggap serius, hanya saja butuh sedikit waktu baginya untuk pulih” Steward Xu memberi hormat.

Kaisar dengan ringan menghela napas, “Pilih ginseng seratus tahun untuk dia gunakan dan dapatkan tabib kerajaan untuk melihat kondisinya”

Steward Xu merasa cemas dan terdiam beberapa saat. Dia tidak mengira Kaisar menganggap kasim kecil itu, Ling Xiao, sama pentingnya, dan kecemburuan di hatinya semakin meningkat. Namun, dia masih mengenakan tampilan hormat dan setuju, “Baik Yang Mulia”

Jeda sedikit perhatian dari Steward Xu menarik perhatian Kaisar, dan Kaisar menatapnya, matanya mencari.

Pada tatapannya, Steward Xu menegang.

Kaisar melihat dan merasa ada yang tidak beres, tiba-tiba berkata, “Zhen akan pergi bersamamu”

“Tidak …” Steward Xu secara refleks menolak. Ketika Kaisar menatapnya, Steward Xu segera membungkuk dan menjelaskan, “Maksud pelayan ini adalah bahwa Yang Mulia sebagai hak istimewa kerajaan. Bagaimana bisa pergi ke tempat pelayan tinggal? Apalagi pelayan itu sakit. Jika dia menginfeksi, itu tidak akan baik sama sekali”

Kaisar tidak mengatakan apa-apa, dan Steward Xu berlutut di depannya, “Meminta Yang Mulia untuk berpikir tiga kali tentang tubuh naga Yang Mulia”

“Berdirilah” Kaisar menatap Steward Xu selama beberapa saat sebelum membuka mulutnya.

Steward Xu berdiri dengan gemetar karena ketakutan, dia bertanya, “Kalau begitu, haruskah pelayan ini pergi dan mendapatkan tabib kerajaan untuk pelayan kecil sekarang?”

“Hm” Kaisar mengangguk dan Steward Xu membungkuk saat dia pergi.

Kaisar menatap punggungnya, wajahnya dingin.

Bahkan, orang yang telah merawatnya sampai dia tumbuh dewasa akan berbohong.

Sepertinya dia sudah tua.

Meninggalkan garis penglihatan Kaisar, Steward Xu mengeluarkan ginseng seratus tahun dari gudang dan menghentikan langkahnya, menggelapkan wajahnya yang keriput.

Kaisar tanpa diduga akan bertanya tentang anak itu, Ling Xiao. Dia bahkan memberinya ginseng seratus tahun dan memanggil tabib kerajaan untuk merawatnya.

Semakin Steward Xu memikirkannya, semakin dia merasa cemburu. Seorang pendatang baru yang tidak penting bisa membuat Kaisar merindukannya. Jika dia tetap tinggal, pasti akan menjadi masalah di masa depan.

Saat pikirannya berjalan seperti ini, Steward Xu tidak bisa lagi duduk diam.

Membawa seratus tahun ginseng, dia berbalik dan pergi ke kamar Ling Xiao.

Di dalam ruangan, Steward Xu berdiri di samping tempat tidur Ling Xiao.

Ling Xiao pusing dan apa yang dia lihat tampak samar, tapi dia masih bisa sedikit melihat bayangan seseorang. Di lihat dari bayangannya, dia bisa menebak bahwa itu adalah kasim yang selalu mengenakan awan bordir merah, Steward Xu.

Segera setelah dia mengenalinya, dia tidak ingin memulai pembicaraan.

Sudah dua hari. Tidak ada yang datang ke kamarnya, dan tidak ada yang membawanya air atau makanan. Awalnya dia sakit, tapi sekarang tubuhnya bahkan lebih lemah.

Karena Ling Xiao tidak ingin mati dalam keadaan lemahnya saat ini, dia hanya bisa melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan kekuatannya sedikit demi sedikit saat dia menunggu penyakitnya membaik. Lalu dia bisa keluar dan mengambil air. Dia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk memperhatikan Steward Xu.

Namun, Steward Xu tidak akan melepaskannya.

“Ling Xiao, apa kau tahu apa yang ada di tanganku?”

Steward Xu membalik kotak yang halus di tangannya, dan memamerkan padanya.

Ling Xiao menelan air liurnya, membasahi tenggorokannya yang kering.

“Ini adalah seratus tahun ginseng yang dianugerahkan oleh Kaisar, meskipun itu untukmu” Steward Xu tertawa jahat, “Faktanya adalah bahwa ini menjadi milikku sekarang”

“Bukan hanya beberapa hal ini, tapi setelah kamu meninggal, aku akan mendapatkan lebih banyak lagi karena Kaisar hanya memiliki aku untuk melayaninya”

Ling Xiao mengerutkan kening, apa yang dikatakan Steward Xu?

“Ling Xiao, kamu, seorang kasim kecil ternyata sangat pintar. Jika kamu benar-benar setia kepadaku, aku juga tidak akan memiliki hati untuk mengambil langkah ini, kamu tahu?”

Ling Xiao menggertakkan giginya dan berkata dengan suara serak, “Apa yang ingin kamu katakan pada akhirnya?”

“Uh …” Steward Xu menyeringai, “Kamu tidak mengerti? Tidak apa-apa meski kamu tidak mengerti, karena aku akan menjelaskannya kepadamu”

“Kaisar mengirimku untuk menjagamu”

Ling Xiao terkejut dan mengerutkan kening.

Steward Xu dengan tegas berkata, “Di istana ini, satu atau dua orang kasim yang meninggal karena penyakit bukanlah hal yang aneh. Aku telah melaporkan kepada Kaisar bahwa kamu terinfeksi flu. Setelah ini, aku akan membuat laporan kepada Kaisar, mengatakan bahwa tubuhmu lemah dan tidak dapat menanggung penyakitnya. Akibatnya, kamu tidak akan pernah pulih lagi”

Ling Xiao tahu bahwa dia telah terbaring dingin selama dua hari terakhir ini. Di dalam hati Steward Xu ingin membunuhnya, tapi dia ingin agar dirinya binasa sendirian. Namun, dia tidak tahu bagaimana dia bisa memprovokasi dirinya sampai sejauh ini, yang bahkan Steward Xu tidak menunggunya mati sendiri, tapi malah langsung membunuhnya.

Membunuhku, lalu menipu Kaisar? Bahkan mengatakan bahwa aku meninggal karena penyakit?

Tidak mungkin, dia tidak bisa hanya duduk dan menunggu kematian seperti ini!

Ling Xiao dengan lemah mencoba bangkit. Tepat ketika dia memikirkan bagaimana dia bisa melarikan diri, sekelompok orang tiba-tiba masuk.

Mendengar itu adalah teriakan seorang kasim – “Yang Mulia telah tiba”

Mata Ling Xiao berubah cerah, melihat Kaisar berpakaian hitam memimpin kasim saat dia masuk, diikuti oleh sekelompok kasim dan pelayan istana.

Melihat ini, dia tidak tahu mengapa, tapi hati Ling Xiao segera tenang.

“Yang Mulai … Yang Mulia …”

Melihat Kaisar, kaki Steward Xu sudah menjadi lembut dan dia berlutut di depan Kaisar, memberi penghormatan.

Dia tidak tahu berapa banyak kata-katanya yang didengar oleh Kaisar, tapi tubuhnya gemetar tanpa henti, dan dia bahkan tidak dapat berbicara lagi.

Kaisar diam-diam menatapnya, tiba-tiba bertanya, “Steward Xu, sudah berapa tahun kamu melayani Zhen?”

Steward Xu menundukkan kepalanya, “Hambamu merawat Yang Mulia sejak Yang Mulia berusia lima tahun”

“Lima tahun…..” Kaisar berkata dengan suara keras, “Kalau begitu, kamu harus tahu betul bagaimana temperamen Zhen”

Steward Xu menatap kosong dan Kaisar melanjutkan, “Zhen paling benci kecurangan”

Steward Xu terkejut, dia mengerti dalam hatinya bahwa semua yang dia katakan didengar oleh Kaisar dan dia tidak dapat menahan diri untuk lebih panik dalam pikirannya. Dia telah gemetar ketakutan selama bertahun-tahun dan tidak pernah menipu Kaisar tentang apapun. Hanya sekali ini saja.

Dengan memikirkan hal ini dan itu, dia buru-buru berkata, “Hambamu tidak menipu Yang Mulia, hambamu benar-benar melayani untuk Yang Mulia”

Kaisar tidak mengakuinya dan Steward Xu mengepalkan giginya, pandangannya menyapu pada Ling Xiao yang berada di tempat tidur. Dalam usaha untuk mengalihkan kesalahan, dia berkata, “Itu dia!”

Steward Xu, “Yang Mulia, itu dia! Ling Xiao yang menipu orang-orang dengan kebohongan, dengan sengaja menyebabkan pelayan tua ini sekarang mengucapkan kata-kata itu. Yang Mulia, pelayan tua ini di fitnah!”

Steward Xu menunjuk Ling Xiao, yang sangat pusing sehingga dia bahkan tidak bisa melihat dengan jelas, saat ini dia hanya terbaring di tempat tidur.

Kaisar mengerutkan alisnya, tatapannya yang tak tergoyahkan sedikitpun langsung diarahkan ke Steward Xu.

Setelah mendengarkan suara Steward Xu, dia menghela napas sambil memejamkan mata saat mengundurkan diri dan membuka mulutnya, “Xu Qishan, bertahun-tahun lamanya, tidak lagi layak tinggal di pihak Zhen. Hari ini, dia dikeluarkan dari jabatannya dan diasingkan dari istana. Namun, karena telah melayani dan merawat Zhen selama dua puluh tahun, ini adalah kasus khusus dan mengizinkannya kembali ke rumah dengan jubah sutra [1]”

[1] Kembali dalam kemuliaan

“Yang Mulia… Yang Mulia?” Steward Xu tercengang, menatap Kaisar seolah tidak percaya. Dia telah melayani Kaisar selama bertahun-tahun hanya untuk dipecat seperti ini? Sepanjang hidupnya dia menjadi kasim, tidak ada tempat yang masih menjadi tempat asalnya ….

Wajah Steward Xu berubah abu-abu seperti kematian.

Kaisar berbalik, tidak lagi memandang Steward Xu, “Bawa dia keluar”

“Baik” Dua orang kasim dari belakang maju dan menyeret Steward Xu yang tak bernyawa.

Setelah Steward Xu dipecat, Kaisar datang ke hadapan Ling Xiao. Dalam pikirannya, Ling Xiao tahu bahwa dia harus bangun dan memberi hormat, tapi dengan kepala yang keruh dan tubuhnya yang lemah, saat dia bangun, dia terjatuh. Kejatuhan yang satu ini menyebabkan dia benar-benar kehilangan kesadaran.

Saat terbangun lagi, Ling Xiao merasa jauh lebih baik. Tenggorokannya tidak lagi terasa sangat kering, dan perutnya tidak lagi terasa kosong. Tampaknya saat dia tidak sadar, seseorang telah memberinya makan dan memberinya sesuatu untuk diminum.

Namun, pemandangan yang dia lihat sekarang bukan miliknya. Sekarang dia berada di sebuah ruangan cantik yang jauh lebih besar dari yang dia tinggali. Ketika dia berbalik dan duduk, dua orang kasim segera masuk ke sisi Ling Xiao dan memberi hormat.

“Steward Ling, bagaimana keadaanmu?”

Mendengar kalimat ini, Ling Xiao merasa terkejut. Dia berkedip dan melihat dua kasim kecil di depannya yang bersikap cukup hormat.

“Apa yang kalian berdua panggil sekarang?”

Dua orang kasim itu menanggapi dengan hormat, “Steward Ling”

Melihat wajah Ling Xiao yang penuh dengan kebingungan, yang lebih pandai di antaranya menjelaskan kepadanya, “Begini.. Yang Mulia telah memberimu posisi sebaga pengurus kasim”

Pengurus Kasim?

Ling Xiao terkejut, “Lalu bagaimana dengan Steward Xu?”

“Steward Ling, Steward Xu telah dihapus dari posisinya dan diusir dari istana”

Ling Xiao tiba-tiba menyadari bahwa dia memiliki sedikit kesan akan hal ini. Steward Xu mengatakan banyak hal di depannya dan bahkan ingin membunuhnya. Pada akhirnya, dia tertangkap basah oleh Kaisar dan semuanya terungkap.

Ini memberi Kaisar alasan untuk menyingkirkannya dari posisinya.

Karena posisi Steward dikosongkan, satu-satunya yang berada di pihak Kaisar selain Steward Xu adalah dirinya sendiri, jadi dia dengan mudah dipilih untuk menggantikan Steward Xu dan melompat ke posisi Pengurus Kasim dalam waktu singkat. Itu juga mengapa dia mendapatkan kamar barunya.

Ling Xiao melihat ke sekelilingnya. Tempat ini benar-benar jauh lebih baik dari yang dia miliki sebelumnya. Tempat tidurnya memiliki tirai, meja dan kursi terbuat dari marmer, dan sekelilingnya dihiasi berbagai hiasan. Bukan hanya ruangannya saja, meja itu juga ada penerangan. Dia akhirnya tidak harus secara acak meraba-raba dalam kegelapan lagi.

Ini terlalu beruntung!!

Dia sengaja menempatkan salah satu musuh terbesarnya, dipromosikan, dan bahkan punya rumah untuk ditinggali.

“Steward Ling” Seseorang memanggil dari ambang pintu. Ling Xiao berbalik, berdeham sebelum berteriak, “Masuklah”

Segera, lebih dari selusin pelayan dan kasim berjalan melewati ambang pintu berturut-turut, semuanya memegang kain, perak, atau membawa ramuan obat-obatan berharga. Semua dibagi rata di antara dua baris antara mereka.

Si kasim kecil muda yang memimpin, memimpin di depan Ling Xiao dan memberi hormat, “Steward Ling, semua ini dianugerahkan kepadamu oleh Kaisar”

“Untukku?” Ling Xiao ingin bangun dari tempat tidur, dan kedua orang kasim dari sebelumnya langsung berjongkok untuk membantunya memakai sepatunya.

Ling Xiao tidak dapat bereaksi untuk dilayani seperti ini. Namun, ketika dia bangun dari tempat tidur dan melihat-lihat kain, perak, dan ramuan obat-obatan berharga ini, dia tidak dapat menahan diri untuk tidak merasa terheran-heran.

Aku tidak sedang bermimpi, kan?

Mengapa Kaisar tiba-tiba begitu baik padaku?

Ling Xiao menepuk-nepuk wajahnya. Karena sedikit merasa sakit, jadi semua ini pasti nyata.

Si kasim melihat wajah Ling Xiao yang terheran-heran, diam-diam tersenyum, “Steward Ling, jangan takut, ini semua nyata”

“Kamu tahu apa yang aku pikirkan?” Ling Xiao menatap kasim kecil itu, wajah orang itu halus dan cantik, seluruh wajahnya lembut dan muda. Ternyata umurnya masih remaja.

Kasim kecil itu tersenyum dan berkata, “Steward Ling, semuanya tertulis di wajahmu”

“Begitukah?” Ling Xiao menurunkan nadanya dan sedikit menyentuh wajahnya. Si kasim kecil melihat Ling Xiao sedikit tidak bahagia, dengan cepat mengalihkan topik, “Steward Ling, ini sebenarnya adalah hadiah Kaisar untukmu”

“Kompensasi?” Ling Xiao mengangkat sebelah alisnya.

Kasim kecil itu mengangguk dan menjelaskan, “Pelayan ini sebelumnya menemukan banyak hadiah Yang Mulia berikan kepadamu di kamar Steward Xu. Ketika Yang Mulia melihat itu dan melihat kamarmu yang sederhana dan kasar, dengan hanya dua set pakaian, dia tahu bahwa kamu telah dianiaya dan sekali lagi memberi hadiah kepadamu”

Ling Xiao mengangkat kepalanya, akhirnya dia memahami semuanya dengan jelas. Jadi, itulah yang terjadi, dia baru saja bertanya-tanya bagaimana bisa Kaisar tiba-tiba menjadi sangat baik kepadanya.

Itu karena dia telah bertahan dan memberikan semua ganjarannya kepada Steward Xu. Dengan kata lain, tipuannya melukai dirinya sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuhnya…

Meskipun rencana pahit ini belum terpapar dan masih berlanjut sampai pada tujuan membalas dendam kepada Steward Xu, namun hal itu masih belum sengaja dipecahkan dan memberinya banyak manfaat sebagai hasilnya.

Ling Xiao merasakan kepingan perak di piring dan tersenyum jahat, waktu untuk penyakitnya ini cukup bagus.

Melihat bahwa Ling Xiao tidak lagi mengatakan apa-apa, si kasim kecil itu membungkuk dan berkata, “Kemudian, pelayan ini akan kembali melaporkannya kepada Kaisar”

“Tunggu..” Ling Xiao menghentikannya dan kasim itu dengan hormat berhenti di depan Ling Xiao. Ling Xiao melihat sida-sida muda itu naik turun. Tidak hanya temperamennya sangat bersih, dia tidak memiliki atmosfer kasim sialan semacam itu, dan senyumannya terlihat sangat malu. Itu tidak seperti jenis licik dari istana, tapi ada sedikit cahaya yang merata di matanya. Orang ini seharusnya tidak bodoh, Ling Xiao dengan puas mengerucutkan bibirnya, “Siapa namamu?”

Si kasim kecil terkejut dan menjawab dengan patuh, “Pelayan ini bernama Xiao Lizi”

Ling Xiao bergumam, “Xiao Lizi”

“Hamba ini menjawab”, jawab Xiao Lizi.

Ling Xiao tersenyum sedikit dan kemudian bertanya setelah berpikir, “Di mana Kaisar?”

“Dia ada di Imperial Study sedang menangani urusan pemerintahan” Xiao Lizi menjawab.

Ling Xiao mengusap dagunya dan berpikir, “Tunggu sebentar”

Mengatakan itu, dia berbalik untuk mengenakan pakaiann sebelum keluar.

“Steward Ling, kamu …” Xiao Lizi terkejut.

Ling Xiao tersenyum dan berkata, “Aku akan pergi bersamamu untuk menemui Kaisar”

Ketika melihat Kaisar, dia mengingat sebuah peringatan.

Meski dia tidak mau mengakuinya, dia benar-benar telah diselamatkan karena Kaisar telah datang pada saat yang tepat.

Jika Ling Xiao benci, dia akan membalas dendam. Jika diberi anugrah, dia akan membalas rahmatnya. Kebaikan Kaisar kali ini, dia akan mengingatnya.

Sementara dia memikirkan ini, dia memimpin dan berlutut. Xiao Lizi di belakangnya juga mengikutinya.

Kaisar mengangkat kepalanya, melihat kedatangan Ling Xiao, dia merasa sedikit takjub.

“Kamu sudah bangun?”

Ling Xiao menunduk, “Aku telah menerima perhatian Yang Mulia”

Kaisar mengatupkan bibirnya dan berkata, “Berdirilah, Xiao Lizi, kamu bisa pergi lebih dulu”

“Baik” Si kasim di belakangnya membungkukkan tubuhnya dan pergi.

Ling Xiao berdiri dan berjalan dengan langkah cepat tapi kecil di depan Kaisar, “Hambamu akan membantumu menggiling tinta”

“Biarkan saja saat kau sudah lebih sehat”, Kaisar melirik Ling Xiao sekilas, “Bagaimana keadaanmu?”

“Sudah lebih baik” Ling Xiao menjawab, “Penyakit pelayanmu cepat datang dan juga akan pergi dengan cepat”

Kaisar berkata, “Aku memberi hadiah kain kepadamu, biarkan itu menambahkan beberapa potong pakaian”

Ling Xiao terkejut sejenak, Kaisar mengkhawatirkanku?

Dia tidak bisa tidak merasa agak tergerak dan hatinya terasa hangat.

“Terima kasih banyak atas perhatian Yang Mulia”

Kaisar mengangguk sedikit dan membungkukkan kepalanya untuk berkonsentrasi pada urusannya sendiri, sedikit mengabaikan Ling Xiao.

Ketika dia selesai, dia melihat Ling Xiao masih berada di depannya, dia menatapnya dan bertanya, “Ada apa lagi?”

Ling Xiao mengatupkan bibirnya sebelum berlutut, “Hambamu di sini untuk berterima kasih kepada Yang Mulia atas bantuannya”

“Terima kasih Yang Mulia untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Terima kasih Yang Mulia untuk menghargai pelayan yang satu ini. Terimakasih Yang Mulia untuk hadiah yang begitu banyak untuk pelayan yang satu ini” Ling Xiao berbicara sambil berlutut.

Meski kulit si kasim kecil itu pucat, sikapnya sangat baik, terutama saat dia mengucapkan kata-kata itu sekarang. Ekspresinya secara implisit menjadi lembut, seolah-olah dia telah melepaskan cangkangnya, membuatnya sangat terang di mata seseorang.

Kaisar menatap, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak terganggu dan meletakkan barangnya di tangannya saat dia berkata, “Berdirilah, tubuhmu tidak sehat. Tidak perlu terlalu sopan”

Ling Xiao mendengar ini dan berdiri saat Kaisar berkata, “Karena kamu telah mencantumkan kebaikan Zhen, maka cepatlah pulih untuk membantu Zhen bekerja”

“Baik, pelayanmu akan mengingatnya” jawab Ling Xiao.

Melihat keadaan lelah orang kecil di depannya, dia berkata, “Jika tidak ada hal lain, kamu bisa pergi dan beristirahat”

“Pelayanmu akan menarik diri” Ling Xiao juga tahu tentang keadaan tubuhnya dan tidak memaksakan diri, membungkukkan kepala dan pinggangnya dengan hormat sebelum pergi.

Iklan

Satu tanggapan untuk “The Path Of Cannon Fodder’s Counterattack – Chapter 13

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s