Rebith Of MC – Chapter 19

Chapter 19 – Berangkat

Terjemahan indo oleh norkiaairy dari http://www.kenzterjemahan.com

***

Tidak banyak orang yang tinggal di desa pegunungan kecil, tapi pesta tahunan bersama ini membuat Huo Zaiyuan merasa hangat di lubuk hatinya. Sejak ibunya meninggal dunia dan dirinya meninggalkan rumah dengan keadaan memberontak, sampai ayahnya mengalami kecelakaan mobil dan pembagian warisan keluarga antara ibu tiri dan saudara tirinya, Huo Zaiyuan merasa sendirian di dunia ini. Sampai akhirnya dia tinggal sementara di sini.

Orang-orang di desa ini jujur ​​dan ramah, memperlakukannya seperti anggota keluarga. Kapan pun ada hiburan atau makanan lezat untuk dinikmati, mereka tidak lupa mengajaknya ikut. Tinggal di sini selama enam bulan hampir membuatnya melupakan kekhawatiran dan kepahitan masa lalunya, bahkan masa sulit sebelum kematiannya di kehidupan sebelumnya.

“Xiao Yuan ah, karena kamu sudah memutuskan untuk pergi, maka sebagai kepala desa, aku tidak akan menyia-nyiakan nafas untuk mendesakmu tinggal. Tapi, pada hari kamu ingin kembali ke desa ini, semua orang pasti akan menyambutmu kembali.” Duduk di samping Huo Zaiyuan, kepala desa menepuk pundaknya, diikuti oleh paduan suara penduduk desa.

“Terima kasih semuanya.” Sudut bibirnya terangkat dengan senyum samar, embusan kehangatan membanjir ke dalam hatinya, mata Huo Zaiyuan perlahan-lahan melihat satu persatu orang-orang yang duduk bersama di meja makan.

Pesta tahun ini sangat riuh dan penuh obrolan, berlanjut dari siang sampai pukul sembilan malam. Baru saat itulah penduduk desa satu persatu pergi, dan Huo Zaiyuan kembali ke rumah yang telah dia tinggali untuk sementara waktu. Pada saat ini, Shuozi melenggang.

“Xiao Yuan.”

“Shuozi Ge, apakah kamu ingin membicarakan sesuatu denganku?” Memalingkan kepalanya untuk melihat Shuozi, alisnya tampak berkilau seperti air di bawah sinar rembulan.

“Itu … eh … setelah kamu meninggalkan desa, pastikan untuk menjaga diri sendiri. Hati-hati dalam segala hal yang kamu lakukan.” Bergumam untuk sementara, Shuozi, seperti biasa, masih tidak berani mengakui perasaannya untuk Huo Zaiyuan.

“Terima kasih,” kata Huo Zaiyuan pelan, mengerucutkan bibirnya seolah berpikiran dalam. Setelah beberapa saat, dia membuka mulutnya. “Shuozi Ge, apakah kamu mempercayaiku?”

“Tentu saja.” Shuozi tidak begitu mengerti mengapa Huo Zaiyuan tiba-tiba mengajukan pertanyaan ini, tapi dia dengan tegas mengatakan tanpa berpikir.

“Baiklah. Lalu aku akan mengatakan langsung, kamu harus mengingatnya.” Ekspresi Huo Zaiyuan terlihat sungguh-sungguh.

“Terus, aku pasti akan ingat.”

“Pikirkan cara untuk meyakinkan desa agar mulai menyimpan lebih banyak makanan dan air di rumah mereka, besi, alat pemukul, pisau. Apapun jenis senjata yang bisa mereka dapatkan. Saat April mendekati di tahun 2012, mereka tidak harus meninggalkan desa pegunungan lagi. Jika mungkin, sebelum bulan April tiba, akan lebih baik memikirkan cara untuk menutup jalan menuju desa.” Kata Huo Zaiyuan lembut dan ringan, Shuozi tidak mengerti, tapi entah mengapa, hatinya mulai merasa tidak tenang

“Ke- kenapa?” Pisau? Tutup jalan? Ini adalah masalah besar ah!

“Kamu hanya perlu melakukan apa yang kukatakan dan semuanya akan baik-baik saja. Aku harap lain kali aku bisa datang ke tempat ini, aku masih bisa melihat senyum jujur ​​dan keramahan warga desa.” Tidak menjelaskan apapun kepada Shuozi, Huo Zaiyuan berbalik dan masuk ke rumahnya.

Sambil menatap pintu yang tertutup, sekilas keraguan muncul di mata Shuozi. Tidak lama kemudian, dia juga berbalik dan pergi.

Di tengah malam, Huo Zaiyuan membawa ranselnya di bahu dan mendorong pintu rumah sementaranya. Karena penyempurnaan tubuh dan kekuatan spiritualnya, dia masih bisa membersihkan semuanya dengan jelas di malam hari. Langkah kakinya ringan seperti udara, tidak menghasilkan suara. Dia menggunakan total satu jam untuk kecepatan mengelilingi desa. Menghitung di dalam hatinya, jimat kayu persik yang sedikit berkilau jatuh dari tangannya pada setiap intervensi sembilan langkah, memasuki tanah setelah sebuah aplikasi kecil dari kekuatan spiritual darinya.

Begitu jimat terakhir ditusuk ke bumi, seluruh desa pegunungan, dan juga lapangan terbuka di pinggirannya, bersinar serempak, cahaya keperakan yang berkedip melewatinya sekejap mata. Sekalipun hanya sebentar, agak jelas bahwa ada lapisan penghalang yang melindungi hamparan tanah ini.

Akhirnya, Huo Zaiyuan melihat satu kilometer terakhir dari desa di pegunungan kecil itu sebelum pergi tanpa menoleh lagi.

Dia telah melakukan segalanya dengan kekuatannya untuk memberikan keamanan ke tempat itu. Dia benar-benar berharap saat kiamat tiba, Array Penolak Jahat akan cukup untuk melindungi tempat ini dan semua orang di dalamnya.

Iklan

Satu respons untuk “Rebith Of MC – Chapter 19

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s