Rebith Of MC – Chapter 18

Chapter 18 – Enam Bulan

Penerjemah Inggris : https://shenhuatranslations.wordpress.com/

Penerjemah Indo : norkiaairy

Editor : Chin

Sebenarnya tidak banyak penduduk di desa pegunungan ini, dengan hanya 12 rumah tangga. Namun, jumlah buah dan sayuran yang dihasilkan sangat besar. Kubis, selada, daun bawang, melon musim dingin, labu, apel, lengkeng, nanas, anggur, semangka … berbagai tanaman benar-benar membuat Huo Zaiyuan tercengang. Tentu, tidak setiap jenis buah dan sayuran telah mencapai masa panen mereka,  karena itulah dia berniat untuk tinggal di sini selama periode tertentu untuk membeli beberapa barang saat mereka pertama kali matang.

Pada saat yang sama, dia belum melupakannya di dalam ruangnya, dia memiliki banyak bibit berbeda. Mengenai dirinya yang belum pernah bertani sebelumnya dan tidak memiliki pengalaman, dan berada di sini, dia bisa meminta bimbingan dari warga desa.

Begitu kepala desa tahu bahwa Huo Zaiyuan akan tinggal di desa sementara waktu, kepala desa segera mencari rumah dengan halaman besar yang saat ini tidak dihuni. Karena pemilik sebelumnya pindah ke kota lama, rumah tersebut telah kosong untuk sementara waktu. Di bawah arahan kepala desa, penduduk desa menyibukkan diri dengan membersihkan dan menyapu seluruh tempat, memungkinkan Huo Zaiyuan tinggal di sana.

Bersama penduduk desa, dia menghabiskan  sore hari berjalan-jalan di perkebunan. Ketika itu selesai, dia kira-kira tahu rumah tangga mana yang memiliki buah dan sayuran apa, dan dari mulut penduduk desa, telah mendapat gambaran bagus tentang berapa banyak biaya masing-masing produk. Dengan mengambil buku catatan dari ranselnya, dia mulai menulis daftar, lalu memberikan secarik kertas ke kepala desa.

Setelah melihat buah dan sayuran yang tertulis dalam daftar, kepala desa dan penduduk desa sangat bahagia.

~~~

Sudah setengah tahun sejak Huo Zaiyuan memutuskan untuk tinggal di desa. Dalam enam bulan ini, dia tidak hanya membeli berbagai jenis buah dan sayuran yang tumbuh dalam empat musim, dia juga berhasil mendapatkan banyak barang dan telur. Sedangkan untuk air, dia mengisi wadah plastik dengan air tawar yang diambil dari sumur dalam di desa tersebut, dan belajar menanam berbagai biji dan pohon buah-buahan. Di bawah beberapa bimbingan, dia belajar memasak juga. Benar-benar bisa dikatakan bahwa dia sangat diuntungkan dari masa inap ini.

Dibandingkan dengan sebelumnya, ketika harus buru-buru kemana-mana untuk membeli barang-barang penting, Huo Zaiyuan menghabiskan banyak waktu di desa tersebut. Dalam waktu enam bulan ini, dia hampir menembus tingkat pertama. Seluruh tubuhnya terasa seolah telah meninggalkan tubuh fana, menjadi lebih luar biasa.

Setiap hari, selain bermeditasi untuk mempraktikkan seni Tao, dia menghabiskan lebih banyak waktu untuk memanen kulit pohon persik dan mengukirnya untuk menciptakan jimat. Setelah setengah tahun berlatih, dia sedikit mengerti bagaimana menerapkan arus energi spiritual yang hangat di tubuhnya, dan menurut ” Mysterious Nine Dragon’s Heaven”, dia belajar bagaimana mengukir jimat dan bagaimana memanfaatkannya secara efisien dalam pertempuran.

“Xiao Yuan [1].”

[1] Note : Di penerjemah inggris sendiri menggunakan little yuan karena di chap sebelumnya kak shenhua dah terlanjur mengetiknya dan kakak tertua untuk panggilan seme…tapi airy akan menggunakan xiao untuk panggilan HZY dan temen2nya dan gege (panggilan untuk kakak laki2) untuk  seme aka gong, biar lebih enak gitu hehehe

Jujur..penerjemah suka tipe uke macam kek gini….pinter masak buat cuamih~ dan bbrpa temennya ntr…+ dia juga bisa bertempur….dan dia beserta temen2nya juga mendapatkan banyak adegan action. Jadi ga cuman fokus pada 2 karakter utama.

Saat Huo Zaiyuan duduk bersila di ruangnya, mengukir jimat kayu persik di tangannya dengan penuh perhatian, sebuah teriakan keras terdengar dari luar ruangan. Pergerakan jeda tangannya, menyebabkan jimat seukuran koin untuk mengeluarkan asap dan hancur menjadi debu halus.

Meski hanya menyia-nyiakan sepotong kayu, tapi karena masih memiliki setumpuk besar yang ditumpuk di samping rumah bambu, dia tidak membawa kekesalan di dalam hatinya. Begitu dia bangkit, dia sudah keluar dari tempat itu.

“Shuozi gege (anak laki-laki tua penjual kubis), apakah ada sesuatu yang penting?” Huo Zaiyuan membuka pintu dan  menemukan pemuda yang gagah dengan sikap sederhana dan jujur berdiri di sana.

“Begini…. Hari ini adalah hari terakhir tahun ini. Kepala desa telah mengumpulkan semua penduduk desa untuk makan bersama. Ayah mengirimku datang untuk memanggilmu dan pergi bersama-sama.” Melihat pemuda kecil dan atraktif tepat di belakang pintu, Shuozi tidak dapat menahan debaran hatinya.

“Makan bersama ditempat umum …” Ekspresi Huo Zaiyuan berubah sedikit demi sedikit, sebelum kembali ke tatapan tenang dan teduh. Lalu dia berkata, “Tapi … aku bukan penduduk desa ini.”

Dalam enam bulan ini, mungkin karena terbiasa sendiri, atau karena berkultivasi, dia merasa kepribadiannya telah mengalami beberapa perubahan. Keadaan mentalnya menjadi lebih tenang dan pendiam, dan dia mulai merasa bahwa berkultivasi tanpa henti atau mengukir tanpa henti sebenarnya adalah tugas yang sangat menenangkan dan bagus untuk melewatkan waktu.

“Xiao Yuan, kamu adalah penyumbang desa kami. Jika bukan karenamu waktu itu, jalan gunung desa tidak akan segera dibersihkan dengan cepat.” Wajah Shuozi tampak sedikit tersipu. “Juga … jika kamu tidak datang, maka kepala desa akan datang untuk mengundangmu langsung.”

“Eh … baiklah.” Huo Zaiyuan mengangguk setuju, tatapannya melewati kepala Shuozi ke tempat berkumpulnya orang-orang, para penduduk desa saat ini dalam suasana hati yang senang. “Aku juga akan mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang.”

“Kamu akan pergi?” Shuozi berteriak kaget.

“Itu benar. Sudah setengah tahun, sekarang saatnya aku berangkat. Ayo pergi.” Berjalan perlahan melewati Shuozi, Huo Zaiyuan benar-benar melihat tatapan sedih yang muncul di mata pria yang lebih tinggi itu.

Satu tanggapan untuk “Rebith Of MC – Chapter 18

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s