Rebith Of MC – Chapter 11

Chapter 11 – Merapikan Ruang

Penerjemah Inggris : https://shenhuatranslations.wordpress.com/

Penerjemah Indo : norkiaairy

Editor : Chin

Sudah jam 9 malam sekarang. Setelah meninggalkan rumah sewaan, Huo Zaiyuan tidak segera mencoba mencari tempat lain untuk menetap. Sebaliknya, dia berkeliling di toko-toko jalanan, mengunjungi masing-masing sekali sebelum membeli topi bisbol hitam. Baru setelah itu dia mencari penginapan sementara.

Karena perintah penangkapan konyol itu dikirim militer, fotonya sudah beredar melalui internet. Meskipun foto itu foro lama, penampilannya tidak mengalami banyak perubahan sejak dia berusia dua belas tahun sampai sekarang. Dia kehilangan lemak bayinya, tentu saja, dan beberapa titik poin wajahnya matang, tapi hanya itu saja. Orang bisa dengan mudah mengatakan bahwa dia mirip dengan foto itu. Akan sangat menjengkelkan jika seseorang berhasil mengenalinya sekarang. Paling tidak dengan topi menutupi wajahnya, dia tidak akan dikenali dengan sangat cepat.

Setelah itu, Huo Zaiyuan berulang kali mengintai daerah tersebut sebelum menemukan hotel termurah. Hotel yang sedikit lebih baik mengharuskan seseorang untuk menghabiskan minimal seratus dolar semalam, tapi saat ini, dia menemukan penginapan cukup murah, dua puluh dolar semalam. Dengan harga yang murah seperti itu, kondisi ruangan itu benar-benar lusuh. Tapi syukurlah dia tidak pernah memikirkan tidur di tempat tidur yang disediakan di tempat pertama (tempat tidur bagus). Begitu pintu tertutup di belakangnya, dia langsung memasuki ruang antar dimensi.

Karena melihat surat perintah militer dan dengan tergesa-gesa keluar dari rumah kontrakan, dia membuang semuanya ke tempat itu tanpa mengaturnya. Sekarang dia memasuki ruang dan melihat-lihat, wajahnya jatuh.

Tempat tidur, lemari, meja, kursi dan bahkan pakaian dan sepatunya yang tak terhitung jumlahnya, yang dia habiskan begitu lama hingga akhir hari kemarin sekarang berantakan dalam tumpukan besar.

“Ah…” Sambil mendesah, Huo Zaiyuan hanya bisa menerima takdir dan mulai mengatur semuanya lagi.

Sudah ada tempat tidur bambu yang agak nyaman di rumah bambu kecil. Belum lagi, ada tempat tidur yang ia gunakan di rumah kontrakannya dan tempat tidur dari rumah keluarga Huo yang ia bawa kembali. Karena dia tidak membutuhkan keduanya, dia membiarkan mereka ke satu sisi di luar rumah bambu untuk sementara.

Dia baru saja berpikir untuk melakukannya di dalam hatinya ketika sesuatu membuatnya  tercengang, kilatan cahaya mengelilingi kedua tempat tidur. Perabotan menghilang dari tumpukan dan muncul kembali di area rumput di samping rumah bambu, tertumpuk rapi satu sama lain.

“Woah, jadi ruang ini bahkan memiliki kemampuan seperti ini …” Melihat kedua ranjang itu, Huo Zaiyuan berseru takjub.

Kini, menggerakkan furnitur yang lebih besar dan lebih berat terbukti jauh lebih mudah dan menghemat waktu. Dalam waktu tidak lebih dari setengah jam, hampir semuanya telah ditempatkan dengan memuaskan di mana dia menginginkannya. Besok pagi, dia akan menjual kedua tempat tidur dan meja belajar ke toko bekas. Lemari pakaian dan meja dapur  akan dia tinggalkan untuk keperluan pribadi. Karena dirinya sudah memutuskan untuk belajar memasak sendiri, dia perlu membeli kompor dan peralatan dapur untuk ditempatkan di meja dapur.

Sedangkan untuk tumpukan pakaian, dia telah merencanakan untuk menjual sebagian besar dari mereka, tapi sebelum dia mendapatkan tempat ini. Sekarang, tampaknya lebih baik untuk menjaga semuanya karena dia akan membutuhkan pakaian ganti sampai dia memiliki tempat untuk mencuci pakaian kotor. Yang dia bisa jual sekarang adalah barang yang tidak sesuai lagi dengannya, atau tidak sesuai selera.

Dengan rencana yang matang, Huo Zaiyuan menggali langsung ke tumpukan pakaian, memilah-milahnya dan menyusun yang ingin disimpan di lemari pakaian. Di antara berbagai kain, ia menemukan beberapa selimut, ia tidak merencenakan untuk menjualnya. Meskipun ia tidak mengalami hari yang dingin dalam setengah tahun ia bertahan dari kiamat, tidak ada salahnya menjaga mereka di tempat ini. Siapa tahu, mungkin mereka akan berguna suatu hari nanti. Bagaimanapun, tidak ada kejadian yang tidak mungkin.

Butuh beberapa saat, tapi akhirnya, dia menyelesaikan semuanya. Lelah, dia menuju ke tempat tidur bambu dan langsung tertidur. Saat dia dengan tegas menarik diri ke pelukan Morpheus (masuk alam mimpi), Huo Zaiyuan tidak memperhatikan langit di ruangnya secara bertahap menggelap, bintang-bintang berkelap-kelip di atas saat malam menjelang.

Angin sepoi-sepoi berhembus melewati tempat itu, dan lingkungan yang biasanya sepi dan tidak bergerak berangsur-angsur menjadi hidup, persis seperti dunia nyata di luar.

Satu tanggapan untuk “Rebith Of MC – Chapter 11

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s