(18+) Private Garden – Chapter 4.2

(21+) mohon kebijakan buat para pembaca!

*****

– 6 bulan yang lalu –

Pertama kali bertemu dengannya, saat itu adalah musim panas…

Setelah gairah dengan kekasihnya selesai, Xu Wenyuan baru selesai mandi dan pergi ke dapur untuk mendapatkan air dingin dari kulkas, setelah selesai minum, bel pintu berbunyi.

Ding Dong! Ding Dong!

Xu Wenyuan perlahan meletakkan gelas kosong di atas meja, tidak berniat untuk membuka pintu.

Si kekasih yang masih mandi di kamar mandi berkata dengan suara keras kepada Xu Wenyuan setelah mendengar bel berbunyi, “Wenyuan, bisakah aku merepotkanmu untuk melihatnya?”

Xu Wenyuan tidak menjawab, tapi tidak menolak, diam-diam pergi untuk membuka pintu.

Setelah membuka pintu, dia melihat seorang pria yang berkeringat.

Saat pintu terbuka, pria itu menunjukkan senyumnya yang sopan, tapi saat melihat pria tampan dengan tubuh bagian bawah terbungkus handuk, senyumannya jelas berubah kaku, tapi segera dia terus tersenyum tanpa terkecuali.

“Aku Ke Yiming, salesman dari Huasheng Electrical Appliance Co Ltd. Apakah kamu Mr. Xia? Aku mengirimkan AC yang kamu beli di mall perusahaan kami, sekarang ada di lantai bawah. Sebelumnya telah memberitahukan kepadamu, apakah kau mau memasang AC-nya sekarang?”

Pada waktu itu, saat itu siang hari, saat matahari adalah yang paling beracun di musim panas, wajahnya (YM) yang merah berkeringat terbakar sinar matahari, keringat meluncur di pipi satu per satu, beberapa mengembun di dagunya, dan beberapa menyelinap langsung ke lehernya. Dia (YM) sesekali mengambil saputangan untuk menyeka keringatnya, tapi keringat mengalir lebih cepat dari gerakannya. Sinar matahari menyinari langsung ke arahnya, dia (YM) terlihat lelah, tapi senyumannya yang berdedikasi (profesional) tetap ada di wajahnya.

Pandangan Xu Wenyuan telah terpaku pada wajahnya, saat melihat itu mulutnya (XU) kering menelan air liur, tidak tahu kenapa, baru saja sebelumnya minum air tapi dia mulai merasa tidak nyaman dengan kehausan.

Tapi dia (XU) tidak ingin minum air putih, dia ingin menggunakan bibirnya untuk menahan keringat di wajahnya (YM), bertanya-tanya seperti apa rasanya, bagian bawah tubuh yang sempat puas hanya beberapa waktu lalu terasa panas lagi.

“Itu …”

Dia (YM) merasakan ada yang tidak beres dengan tatapannya (XU), dengan hati-hati membuka mulutnya dengan curiga.

“Permisi …”

“Wenyuan, mengapa kamu selalu berdiri di luar, siapa yang ada di luar?”

Si kekasih yang telah mandi tiba-tiba memeluknya dari belakang, dan kemudian mencondongkan setengah kepala.

Melihat dua pria yang intim dan setengah telanjang itu membuat pria yang di luar rumah tertegun, tapi langsung merasa tidak sopan dan dengan cepat menemukan ekspresi terkejut.

“Hei, orang tidak di-kenal, siapa kamu?”

“Aku salesman dari Huasheng Electric, Ke Yiming, aku mencari Mr. Xia Jingxia.”

“Aku pemilik rumah, tapi tidak ada orang yang bernama itu di sini. Apakah kamu mengetuk pintu yang salah?”

“Yi?” Pria itu tampak terkejut dan melihat ke nomor rumah di sebelahnya. “Bukankah ruangan ini nomor 709 di lantai 7, Gedung B?”

“Oh memang benar ini adalah lantai 7, tapi bukan Gedung B, di sini Gedung A.”

“Ah, ini … aku benar-benar … aku sangat menyesal, aku telah mengetuk pintu yang salah, aku minta maaf telah mengganggu keduanya, aku akan pergi.”

Pria itu merasa sangat menyesal, dan pergi setelah membungkuk kepada mereka untuk meminta maaf.

“Lihatlah dia berkeringat deras, pasti sudah terbakar matahari untuk gedung yang salah …” Kekasih Xu Wenyuan menutup pintu sambil bergumam, Xu Wenyuan melihat ke suatu tempat untuk menghalangi garis penglihatan.

Si kekasih memeluk Xu Wenyuan lagi, dia menjatuhkan ciuman satu per satu di tubuhnya. Tidak lama kemudian, dia terkejut saat mendapati tubuh bawah Xu Wenyuan telah mengeras.

“Bukankah baru saja melakukannya?” Si kekasih mengangkat kepalanya dan tersenyum, “Stamina-mu sangat baik.”

Setelah berbicara, kekasihnya mencium bibirnya.

Xu Wenyuan memeluknya, keinginan hati yang tak dapat dijelaskan membuatnya sulit dikendalikan, aroma tubuh si kekasih yang selesai mandi bukanlah yang dia inginkan, apa yang dia inginkan adalah sesuatu yang lain ……. yang bisa memadamkan kekacauan suasana hati ini ……

“Wenyuan..!?”

Xu Wenyuan tiba-tiba menekannya dengan kasar ke dinding, melepaskan handuk mandi, memasukkan tubuh bagian bawahnya yang telah membengkak ke dalam tubuh kekasihnya, dan kemudian berkedut hebat, seperti binatang liar, putus asa, tidak terkendali, menempati, melanggar.

“Ah … ah … Wenyuan ……”

Kekasihnya dimanjakan olehnya, Xu Wenyuan menatapnya, tapi melalui matanya yang dalam dia melihat orang lain, pria yang tersenyum mempersona oleh sinar matahari. Pada saat itu, udara terasa seperti garam (terasa asin), mungkin karena keringat yang diuapkan oleh sinar matahari dan kemudian terbang ke udara. Entah bagaimana, memberikan rasa haus, demam dan penglihatan kabur …

Pada saat itu, dia benar-benar menyadari apa yang disebut kegilaan.

Gila ingin mendapatkannya ….

Menempati dan melanggar ….

Membuat dia menjadi miliknya sendiri ….

Benar-benar gila ….

****************************************************

Lebih dari sekali, dari waktu ke waktu, dengan paksa untuk menempati, melanggar tubuh bagian bawah ini yang membuatnya gila.

“Um … um …”

Karena tidak patuh, dia (XU) mengikatkan tangannya (YM) ke sisi ranjang, awalnya ingin menggigit bibirnya untuk menahan suaranya tapi tidak lama suara itu lolos lagi. Bibir yang telah digigit olehnya menjadi bengkak dan berdarah.

Dia (YM) menatapnya dengan tatapan dingin yang pahit. Tanpa belas kasihan sedikit-pun menyerang ke dalam tubuhnya, lebih dalam dari sebelumnya, lebih dalam dan lebih dalam..

Bahkan dia sendiri lupa telah dilepaskan beberapa kali di tubuhnya, koridornya yang panas terbakar dipenuhi cairan tubuhnya, setiap kedutan akan mengeluarkan banyak cairan esensi, dengan dorongan yang patah, terdengar suara yang indah dan menggoda.

Setelah gelombang terakhir kekerasan, dengan kejang, dia sekali lagi menembak ke dalam tubuhnya.

Saat dia meninggalkan tubuhnya, dia sudah dalam keadaan setengah sadar, matanya sedikit terbuka, penglihatannya buram, tubuhnya lemas terbaring di ranjang yang dilapisi seprai putih.

Dia (XU) membungkuk untuk menutupi bibirnya yang berdarah, dengan menempelkan lidahnya masuk ke dalam mulutnya, dia menggulung lidahnya yang lembut dan mengisapnya, lalu menggigitnya dengan lembut dengan giginya, lalu melepaskan dan kembali memperlakukan bibirnya dengan cara yang sama sampai dia benar-benar puas.

Dia menemukan sebuah tali untuk memisahkan kakinya, dan mengikatnya pada tiang di kedua sisi ranjang.

Dia pergi dan kembali, memegang gelas di tangannya, penuh dengan es batu.

Dia meletakkan gelas itu di sisi tempat tidur, mengambil salah satu dari potongan es itu ke dalam mulutnya sendiri dan mengeluarkannya, memasukkan langsung ke mulut orang yang bibirnya telah digigit dan bengkak.

“Um …”

Rangsangan dingin tiba-tiba itu membuatnya ingin meludahkan es dari mulutnya, tapi dia (XU) menekuk dagunya dan memaksanya untuk menutup mulutnya.

Dia dengan enggan menahan es yang menyengat mulutnya, dia pikir dia akan terus melakukan ini sampai es mancair sepenuhnya, tapi hanya sekitar satu menit kemudian, potongan es di-ambil kembali olehnya (XU).

Stimulasi dingin dari leher telah meluas ke dada, rasa dingin yang dikeluarkan dari mulutnya sekarang turun ke tubuhnya, dan kemudian berhenti di putingnya, terus-menerus digosok di atasnya.

“Um …”

Es dingin –

Dia menggigil dan menggigit giginya menderita rangsangan ini.

Ketika putingnya di kedua sisi terasa membeku dan membengkak, es terus turun, turun … dalam lingkaran di sekitar pusar, dan tenggelam ke daerah yang gelap, mengikuti bentuk maskulin pria yang telah di-tembakan beberapa kali sebelum berdiri mencapai puncaknya.

“Um …. Ah ….”

Tempat yang paling sensitif dirangsang oleh dinginnya es, tubuhnya membanting dengan keras ke ranjang.

“Sangat bagus, kan?”

Suara seruan iblis di telinganya terdengar lembut dengan tawa yang dalam.

Satu tanggapan untuk “(18+) Private Garden – Chapter 4.2

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s