FENG MANG – Chapter 112

Chapter 112 – Menghitung Kamu Kuat

Dalam perjalanan dari pintu masuk ke lift, beberapa orang bertanya kepada Han Dong: “Anakmu?”

Tidak bisa menyalahkan apa yang orang lain katakan, XinXin memang membuat orang memiliki perasaan yang sangat mirip dengan Han Dong. Contohnya, dari yang di temukan Wang Zhong Ding, ikal ekor kecil, soket mata yang dalam, dan kadang-kadang lidah panjang yang suka menjilat bibir.. Jika mereka menemukan lebih banyak, Han Dong dan XinXin sama-sama berjalan dalam tidur dan mempunyai enam jari.

Setelah tiga orang berulang kali mengajukan pertanyaan yang sama, XinXin akhirnya merasa tak tertahankan, kemarahann tersentak kembali.

“Kamu yang anaknya!”

Hei! Han Dong menyeringai, apa maksudmu? Laozi tidak membencimu, kamu yang pertama kali menarikku lebih dulu!

(Laozi digunakan dalam kemarahan, karena penghinaan atau sebagai pertunjukan kesombongan. Saya yakin banyak yang telah melihat ungkapan ini, yang diterjemahkan menjadi ‘Saya, ayahmu’ atau ‘aku, ayahmu’)

Di lift, Han Dong baru saja menekan tombol lantai, tapi XinXin dengan cepat langsung menekan angka dimana kantor Wangzhong Ding berada.

Han Dong perlahan menatap kepala kecilnya, bercanda mengatakan: “Tidak buruk, kamu juga tahu di mana kantor ayahmu”

XinXin bergaya seperti Wang Zhongding, menghadap ke atas, “Perhatikan kata-kata dan perbuatanmu, di perusahaan itu tidak bisa menyebutkan kata-kata ayahku dua kata, harus mengatakan Tuan Wang”

Han Dong merasa senang, ini benar-benar putra Wang Zhongding ah, lihatlah contoh ini sangat kuat… Namun, ada sesuatu yang XinXin tidak terlihat seperti ayahnya, karena tangan memiliki enam jari kecil dan meringkuk dua ikal kecil benar-benar tidak memainkan peran ayahnya. Merasa seperti membawa temperamen Han Dong dalam menafsirkan Wang Zhongding, perasaan yang tak dapat dijelaskan.

Setibanya di kantor Wang Zhongding, XinXin pertama kali bergegas masuk ke sana, cepat-cepat mengambil alih sofa. Saat Han duduk duduk, dia segera mendorong Han Dong turun.

“Kenapa tidak membiarkan aku duduk? Sofanya begitu besar” Tanya Han Dong.

XinXin dengan wajah mungilnya berkata, “Jaga jarak”

Han Dong mendengar nada ini dari XinXin, segera mengerti bahwa dia telah mengakui dirinya, mencoba untuk bertanya, “Mengapa aku harus menjaga jarak?”

“Aku tidak ingin membuat Tuan Wang salah paham”

Han Dong bertanya, “Salah paham apa? Salah paham aku adalah ayah kandungmu?”

Dada kecil XinXin melesat kencang, “Jika ayahku mendengar ini, maka kamu akan menderita”

“Silakan beritahu Tuan Wang” Han Dong mengingatkan dengan buruk.

Tiba-tiba pipi XinXin berubah merah panas, dan mulut kecil itu bergerak untuk waktu yang lama sebelum dengan enggan berkata: “Menghitung kamu kuat”

(Artinya : seperti – terlihat seperti mengerikan; terlihat kuat, menganggap kamu cukup berani)

Han Dong tertawa ‘haha’, anak ini terlalu lucu. Han Dong ingin menciumnya tapi tidak bisa, XinXin sangat waspada terhadap jenis serigala seperti dia, Han Dong telah di dorong oleh tangannya yang kecil.

Han Dong berubah dingin, bahkan ayahmu tidak bisa menahanku, dan kamu ingin bertarung denganku…

Jadi, Han Dong mengeluarkan permen gula dari sakunya, di bawah sorot mata XinXin, dia memasukkan ke dalam mulutnya.

Wajah XinXin segera layu, bibirnya yang kecil terjepit meremas kencang, dia jelas ingin makan tapi menolak untuk mengatakannya, benar-benar sama seperti Wang Zhongding.

Han Dong sengaja menjulurkan lidahnya menjilati lingkaran di bibirnya, dan berkata samar, “Bibirku juga manis!”

Han Dong berpikir dalam hatinya, ‘Haizi, paman meremehkanmu, kamu mengambarkan kue dengan kecanduan, melihat kemampuanmu lebih kuat dari ayahmu, masih ada beberapa gambaran dari ayahmu, hanya bisa membayangkan rasanya saja!

(孩子 Haizi – Anak – panggilan orang tua ke anak kesayangan)

(Menggambarkan kue dengan kecanduan – terlihat baik baik saja dengan menggunakan pemikiran untuk menghibur diri sendiri)

Han Dong mengambil sepotong permen gula lagi, dan ketika tiba saatnya XinXin berpikir itu gilirannya, Han Dong kembali menjatuhkan ke mulutnya lagi. Dengan fasih berkata: “Mulutmu secara otomatis akan mengeluarkan rasa manis, dan paman tidak mengizinkanmu pergi”

(Paman tidak mengizinkanmu pergi – semacam kayak ‘paman tidak akan memberikannya padaku’)

Lidah XinXin terulur dan diam-diam menjilat bibirnya sendiri, wajah kecil itu jelas mengungkapkan sedikit kekecewaan.

Melihat Han Dong memakan permen gula satu demi satu, XinXin akhirnya tidak bisa menahan lagi, membuka mulutnya mengingatkan, “Asupan gula harian tidak boleh melebihi 10 gram”

“Apa yang kamu katakan adalah asupan untuk anak-anak, aku adalah orang dewasa”

XinXin melanjutkan dengan mengatakan, “Asupan dewasa menyerap 0.5 gram dari 1kg, maksimal hingga 70 kg, jadi tidak boleh lebih dari 35 gram, paman telah makan begitu banyak, itu sudah melewati batas”

Han Dong sengaja meletakkan tangannya di samping telinga, berpura-pura tidak mendengarnya dengan jelas.

“Apa yang kamu katakan dan berapa banyak?”

XinXin mengulangi dengan suara keras.

“5 gram? Lalu aku belum mengatasinya” Han Dong terus membodohinya.

XinXin mengungkapkan ekspresi yang ambruk, “masing-masing 0,5 gram per kilogram, bukan 5 gram!”

Han Dong mengambil kesempatan untuk bergerak melewatinya, menempelkan telinganya ke mulut XinXin.

“Kamu mengatakannya lagi!”

XinXin berteriak dengan keras di telinga Han Dong, Han Dong mendengarkan tiba-tiba berbalik. XinXin tanpa pertahanan, Han Dong dengan cepat mencium mulutnya.

Akibatnya, XinXin belum sempat mengeluh, Han Dong yang pertama kali mengeluh.

“Hei, aku seharusnya tidak menciummu, itu kehilangan, permen gula itu mengalir ke mulutmu, dan sekarang tidak lagi merasa manis”

Selesai mengatakan itu, Han Dong sengaja menggelengkan kepalanya, membuat ekspresi depresi dan penyesalan.

XinXin bergegas mengambil kesempatan saat Han Dong tidak melihatnya, dengan lidah kecil untuk menjilati bibirnya, itu manis, dan akhirnya manis itu tiba-tiba berubah dari kerugian menjadi defisit.

(Defisit – Kekurangan)

Han Dong menaruh sepotong ke dalam mulut, dan tentu saja Xixi mengincar mereka.

XinXin berbicara dengan Han Dong, saat berbicara dengan sengaja berbicara dengan suara yang sangat pelan, sehingga Han Ding tidak bisa mendengarnya, memberinya kesempatan untuk menyergapnya. Kemudian memanfaatkan Han Dong yang tidak memperhatikan, diam-diam menjilat bibirnya, sepasang ekspresi wajah yang didapatnya.

Di bagian ketiga, Han Dong sengaja tidak melewatinya, melambaikan tangannya dan berkata: “Jongkok terlalu melelahkan, tidak mendengarnya bahkan melupakannya”

XinXin tidak mau turun dari sofa, diam-diam pindah ke samping untuk memindahkan pantatnya.

Jadi, Han Dong sangat alami duduk di sampingnya.

Setelah menembus lapisan pertama penghalang komunikasi, Han Dong menatap wajah XinXin. Menemukan bahwa cinta pertamanya masih sangat muda, jadi mereka mulai dari bergandengan tangan.

“Kamu sekarang di taman kanak-kanak?”

XinXin mendengus tak peduli, “Apakah itu kelas yang bagus?”

Han Dong tersenyum: “Aku tahu salah satu rahasiamu”

“Rahasia apa?” XinXin merasa gugup.

Han Dong berkata: “Ada seorang gadis di kelasmu yang menyukaimu”

Mata XinXin yang kecil segera berbalik, Tapi bukan semacam hati nurani yang bersalah seperti bayangan Han Dong, sebaliknya, XinXin menjawab dengan sombong, “Jadi, apa? Aku tidak menyukainya”

“Mengapa kamu tidak menyukainya?” tanya Han Dong.

XinXin hanya merasa lucu, “Bagaimana mungkin pemimpin kelompok besar sepertiku ini bisa menyukai anggota tim?”

“Jadi untuk mengatakan, jadi hanya perwakilan yang pantas untuknya?”

Han Dong sedang bercanda saat mengatakannya itu, tidak menyangka XinXin benar-benar diam, wajahnya kecilnya mulai mengarungi.

Han Dong menatap lurus ke atas, tampaknya keuntungan tak terduga ah!

“Kamu belum menjawabku, apakah hanya perwakilan yang layak untuknya?”

XinXin berkata, “Aku tidak berani menyukainya”

Han Dong langsung bertindak seperti saudara laki-laki yang intim (dekat), dengan hati-hati menyerang pikiran anak yang tidak bersalah.

“Aku tahu bahwa ada wakil tim dia antara kamu dan dia, jadi kamu terlihat seperti, kamu ragu-ragu….”

Awalnya XinXin tidak ingin berbicara banyak, tapi akhirnya berani untuk berbicara di bawah bimbingan Han Dong.

“Wakil tim ingin bersaing adil denganku, tapi dia lebih tinggi dari aku, lebih besar dari aku, dan aku takut kalah darinya”

Han Dong menepuk paha kecil XinXin dan berkata, “Mengapa kamu membandingkan dengan tubuh? Kamu harus membandingkan dengan kekuatan”

XinXin tampak tertekan, “Kekuatanku tidak lebih baik”

“Itu tergantung pada bagaimana kamu membandingkannya, dibandingkan dengan mengangkat meja, dibandingkan dengan mengangkat bangku, tentu saja tidak dengan itu. Sebaiknya ambil lebih dari botol, untuk melihat siapa yang mengambil lebih banyak. Kamu memikirkannya, dia hanya bisa menjepit tanganmu empat, kamu bisa menjepret lima”

XinXin melirik enam jarinya, ya, ah, metode ini terlihat bagus!

Han Dong mengedipkan matanya, “Bagaimana? Ayahmu tidak bisa memikirkan ide bagus ini kan?”

XinXin memberi Han Dong tatapan kagum, paman benar-benar hebat, ayahku berkata memiliki enam jari itu bagus, tapi selama bertahun-tahun, tidak mengatakan apa yang bagus, paman adalah orang pertama yang membuat enam jari terlihat bagus!

Setelah beberapa saat, Wang Zhong Ding kembali.

Sebuah wajah kecil mengungkapkan kegembiraannya.

Wang Zhong Ding melihat anaknya gembira, suasana hatinya juga jauh lebih tenang, mata melihat Han Dong lebih lembut dari biasanya.

“Baiklah, ayah dan anak bermain bersama, aku pergi dulu” Han Dong bergegas keluar.

Di dalam ruangan hanya tersisa keduanya, ayah dan anak.

Wang Zhongding menemukan kertas pembungkus permen di tempat sampah, segera melemparkan pandangan ke XinXin, bertanya, “Apakah kamu memakan semua permen gula ini?”

XinXin menggelengkan kepalanya, “Aku tidak makan apapun, paman kuncir ekor yang makan”

Wang Zhongding tidak pernah berani meninggalkan banyak permen gula di rumahnya karena XinXin akan mencuri makan dari waktu ke waktu. Bahkan dia tidak bisa mengendalikan mulut anaknya, bagaimana bisa Han Dong melakukannya?

“Kamu benar-benar tidak memakannya?” Wang Zhongding bertanya lagi.

XinXin menjawab lebih yakin dari biasanya, “Tidak”

Wang Zhong Ding melihat XinXin sepertinya tidak berbohong, dan kemudian bertanya, “Apakah dia sengaja tidak memberi kamu makan atau kamu mengambil inisiatif untuk tidak makan?”

“Aku mengambil inisiatif untuk tidak makan”

Wang Zhongding terkejut dengan kelakuan XinXin saat ini, bahkan lebih terkejut dengan sikap positif Han Dong.

XinXin melihat sepotong yang tersisa di meja, bergegas ke arah Wangzhong Ding, wajah kecil menoleh.

“Daddy, kamu lihat”

Wang Zhongding segera berkata, “Sekarang sudah malam, tidak bisa makan lagi”

“Ini untuk Daddy” kata XinXin.

Wang Zhong Ding khawatir jika dia tidak makan dan XinXin akan mencuri makan, jadi dia dengan enggan memasukkan ke dalam mulutnya.

XinXin melihat dia makan dan berkata, “Daddy, coba jilat bibir daddy, akan ada kejutan tak terduga”

Wang Zhongding mencoba menjilat, hasilnya XinXin dengan cepat bergegas mencium mulut Wang Zhong Ding.

Wang Zhong Ding tidak melihat tindakan nakal anaknya itu, tapi ekspresi wajahnya tertekan, menatapnya.

Kamu benar-benar membodohi orang…..

Iklan

Satu tanggapan untuk “FENG MANG – Chapter 112

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s