15P 7H 6SM – Chapter 3 (Progress)

English Translate : Btsnamjoonie

Editor : FirstPersonNarrator

Indo Translate : norkiaairy

Editor : Chin

Kekasih…

Aku tidak tahu bagaimana dia mendefinisikan kata itu…

Alasan mengapa orang tersebut menemukanku, tentu saja dengan tujuan untuk ‘mengalami hidup’…

Apakah dia egois?

Ya…

Bagaimana seharusnya aku menggambarkan seorang pria yang setuju dan sangat gembira?

Bodoh! Itu adalah kata yang paling tepat…

Mengenai homoseksual, seperti semua orang yang bekerja keras untuk keluar dari sekolah film, di matanya… Itu hanya sebuah kata kerja, kamu memerlukan dua kata benda untuk membuat kata kerja dan tidak lebih.

(Dalam bahasa Cina, dua kata kerja bisa digunakan untuk membuat kata benda)

Sederhana dan tidak penting…

Tapi menjadi pasangan dengan orang dari jenis kelamin yang sama, orang itu dengan jelas menunjukkan sikap agak ragu.

Atau untuk mengatakannya, sedikit pengecualian, sampai sekarang sudah dua minggu sejak kami mulai ‘berkencan’..

Tindakan yang paling intim adalah pelukan, tapi juga pelukan yang kaku.

Dia sedang membaca naskah Lan Yu sementara manajernya saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan orang-orang di Hong Kong, tapi sejak awal sampai akhir dia tidak dapat menemukan perasaan bahwa Lan Yu telah pergi ke Han Dong, walaupun aku digunakan sebagai latihan, tidak ada yang bisa diperoleh, hal ini membuatku merasa tidak nyaman dan tak bisa dijelaskan.

Hari ini dia jelas-jelas sudah selesai bekerja lebih awal, tapi dia tidak pulang, dia mengundang sekelompok aktor dan beberapa awak panggung dengan usia yang sama untuk menjadi liar.

Aku pulang ke rumah, seperti biasa, aku akan memasak makanan untuk dua orang, aku akan memasang pemanas air listrik, menuangkan panci besar teh wangi, dan duduk di ruang tamu untuk menyalakan televisi.

Jam 7, siaran berita dimulai..

Jam 8, siaran berita dimulai..

Jam 9, berita keuangan dan ekonomi dimulai..

Jam 10, berita malam dimulai..

Jam 11, berita olahraga telah berakhir..

Jam 12, berita hari itu telah selesai, dan dia tentu saja belum kembali.

Aku tidak tahu sudah berapa lama, tapi aku yakin dia tidak akan kembali malam ini, menghela napas dan mendukung tubuh untuk bangun, ingin memasukkan makanan ke dalam kulkas, aku mematikan pemanas air dan menghabiskan tehnya.

Terdengar suara pintu terbuka..

Leher dan mataku menegang saat melihat pintu yang terbuka, dia mabuk dan berjalan dengan malas.

“Kenapa kamu belum tidur?” Kata-kata yang dia katakan membuatku sadar.

“Bukan apa-apa, aku tidak bisa tidur nyenyak. Apakah kamu masih ingin makan sesuatu? Apakah kamu ingin mandi atau minum air dulu?”

“Hei……”

“Apa?”

“Boy …… ada masalah … apa kamu … seorang homoseksual?” Benar saja, dia mabuk dan berbicara dengan lidah yang besar.

“Ya.. Aku, dan aku menyukaimu” Dia tidak akan mengingatnya, aku harus mengatakan kebenaran tentang apa yang telah menghambat emosiku.

“Hehe …… aku sudah… sudah tahu…”

Kakinya terhuyung, aku dengan cepat membantunya, dia memanfaatkan kesempatan itu dan jatuh ke pelukanku, tingginya lebih dari 180cm dan akibatnya, kami terjatuh ke lantai bersama-sama, kami terjerat dalam posisi yang sangat ambigu..

Napasnya membawa aroma minuman keras yang hangat saat meniup leherku, membuatku merasa mati rasa, bahkan anggota tubuhku menjadi mati rasa, aku mencoba mendorongnya menjauh tapi dia meraih tanganku dan menekannya lebih kuat, “Bagaimana menjengkelkan… aku kesal, kamu tahu aku tidak bisa berpikir, aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya… Ajari aku… kamu mengajari aku… pria dan pria… kamu mengajari aku……”

Aku terkejut, membiarkan dia mengoceh kata ‘mengajari aku’ berulang kali, ketika kekosongan di dalam otakku terbengkalai, aku memeluknya erat dan dengan berani mencium dadanya yang padat, bergumam berapi-api saat menjawabnya, “Baiklah, aku akan mengajarimu dengan baik”

Keesokan paginya di lantai yang keras, berserakan dengan pakaiannya dan pakaianku, pakaian yang tersebar tersiram spermanya dan spermaku, dan darahku..

Setengah selesai, dia bersikeras untuk memasukiku, aku tidak berencana untuk menolaknya karena aku dikalahkan.

Sehubungan dengan hal ini, tentu saja, ini adalah pertama kali untuknya dan juga diriku, karena pemandangan yang luar biasa itu dipenuhi oleh darah ketika aku berpikir bahwa rasa sakit yang dalam dan berdenyut tidak akan pernah berakhir, akhirnya dia menggeram dan jatuh ke tubuhku, aku dapat memenuhi keinginanku saat dia pingsan.

Keesokan harinya aku terbangun dan dikelilingi oleh bau asap rokok bintang tujuh yang sudah tidak asing lagi.

“Apakah kamu baik-baik saja?” Dia mengatakan sambil melemparkan puntung rokok ke asbak.

Tenggorokanku sangat sakit, aku hanya bisa tersenyum padanya menandakan bahwa aku baik-baik saja. Bahkan jika ada suatu masalah, tidak apa-apa, aku akan berpura-pura..

Dia terdiam tapi tiba-tiba mengulurkan tangan untuk menggosok rambutku, tangannya berhenti di depan wajahku, dia tertawa, “Mengapa wajahmu begitu lembut? Sangat menarik”

Dengan patuh aku membiarkan dia menindasku, aku ingin menggunakan lidahku untuk menjilat tangan besarnya, dia meraih rahang ku dan mengangkat wajahku, menatapku dengan saksama, aku mencoba menghindari tatapannya, dia tiba-tiba menarikku ke pelukannya dan menahanku , menepuk punggungku seperti bayi, mataku gagal memenuhi harapan saat mereka menjadi basah.

Saat aku bersembunyi di pelukannya, ada campuran rokok dan parfum, aku memejamkan mata.

Tidak mengatakan apa-apa sama sekali.

Sesuatu telah berubah, aku tahu dan aku yakin dia tahu juga.

Dia masih terus-menerus ingin memahami perasaan Lan Yu, membuatnya menjadi cemas, aku bersandar di kakinya, mendengarkannya berkata dengan pahit, “Di mana di dunia ini kamu bisa menemukan orang seperti itu? Penulis ini benar-benar memiliki keberanian untuk menulis ini, orang yang tidur di dalam lingkaran tidak terhubung ke buku. Saat ini, untuk memfilmkan pertunjukan yang bagus adakah orang yang begitu mencintai sehingga mereka bersedia membayar harga yang besar ini? Menipu orang, benar-benar menipu orang!”

Aku Berdiri dan menatapnya dengan sungguh-sungguh, “Ada, aku seperti itu terhadapmu”

Dia tercengang, tidak tahu bagaimana menjawabnya.

Sejak hari itu aku tidak pernah menyembunyikan gairahku, bagaimanapun juga, aku mencintainya dengan tulus, karena aku tahu bahwa aku tidak dapat memiliki harapan yang berlebihan, itulah mengapa aku tidak ingin memikirkannya..

Dia menciumku dengan tenang seperti yang kuinginkan dan dengan hati-hati mengisap bibirku, aku mencari sentuhannya dengan haus, dia ragu tapi masih dengan lembut menaatiku, ciuman sore itu berangsur-angsur terisi dengan gairah sensual..

Bunga mekar dan layu, segala sesuatu harus melalui sebuah proses..

Aku hanya orang biasa, mampu memiliki proses mekar semacam ini-aku sudah puas.

Iklan

Satu respons untuk “15P 7H 6SM – Chapter 3 (Progress)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s