15P 7H 6SM – Chapter 12 (Pardon)

English Translate : Btsnamjoonie

Editor : FirstPersonNarrator

 Indo Translate : norkiaairy

Editor : Chin

– STAR’S POV –

Bagaimanapun, aku berpura-pura tidak ada yang terjadi, aku berpose seolah-olah aku tidak sedikit pun merasa khawatir, tanganku berkeringat saat pergi menemui pamanmu dan dengan keras bertanya :

“Hei, saudaraku, kemana keponakanmu, kenapa aku belum menemuinya?”

“Ah, dia! Pamanmu sibuk sampai mati, dia sedang mengatur pemandangan”

Jantungku berdegup lebih cepat dan semakin cepat, hampir habis semua kesabaranku dan meraih paman dan raungan yang menyedihkan, “Ya, dia, bagaimana kabarnya?”

“Dia pergi ke rumah neneknya di Nanjing. Haizz, kehidupan anak itu normal, saudara ipar kakakku tidak menoleransinya.”

Kupikir aku hampir terserang kata-kata ini dan dilemparkan ke atas danau, dengan bodoh aku terus bertanya:

“Apakah …… itu? Dia …… kapan dia pergi?”

“Dia belum pergi tapi dia akan segera, mungkin dua hari lagi, kalau tidak hari ini maka besok, aku sudah lupa hari yang benar, akhir-akhir ini aku terlalu sibuk ……”

Jantungku mulai berdetak kencang lagi. Belum terlambat. Kali ini, percayalah padaku, aku akan menemukanmu dan tidak pernah membiarkanmu pergi..

Tuhan, tolong beri aku kesempatan untuk menebus diriku sendiri..

**

Suatu pagi di sebuah bangunan penghunian biasa, seorang anak laki-laki berjalan keluar memegang tas travel besar, tidak ada yang mengirimnya ke bawah, hanya seorang pria paruh baya yang mengatakan sebuah kalimat:

“Hati-hati, dan ingatlah untuk menelepon ke rumah.”

“Ya.”

Anak laki-laki dengan patuh berjanji untuk tidak menangis, dia berusaha menahan tas besarnya saat dia menuruni tangga.

Kamu tidak akan pernah tahu betapa bahagianya aku melihatmu, setelah tinggal dan menunggu di sini selama dua hari..

Secara naluriah aku bergegas meraihmu dan tas besarmu, sebelum kamu sempat mengenaliku, aku memasukkanmu ke dalam mobil yang aku pinjam dari teman dan melesat pergi..

Pada saat itu, aku hampir mengira aku adalah seorang pahlawan yang mengambil kembali kekasihku dari seorang perampok, namun kenyataannya, aku baru saja menghentikanmu  sebelum naik kereta api ke selatan..

Pada awalnya, kamu sangat terkejut, kamu segera mengenaliku dan diam-diam duduk di sebelahku, aku melihatmu melalui perangkat  untuk memuaskan keserakahan dan tertekan untuk mengetahui bahwa pada saat aku tidak melihatmu, kamu telah kehilangan berat badan dan juga menjadi lebih gelap..

Setelah mobil berhenti, aku tidak dapat menahan diri dan menghadapi wajah yang telah muncul dalam mimpiku beberapa kali, aku menciummu dengan ganas, kamu meresponku secara positif, aku  dapat merasakan kerinduan dan keinginanmu untukku, kamu mencariku untuk sebuah titik itu tak kalah dengan milikku..

Kelembutan seperti madu manis memenuhi hatiku yang kering, aku memelukmu erat-erat dan merasakan kamu  gemetar setelah aku menahanmu lebih kuat, Di telingamu yang halus aku memikat dan membujukmu..

“Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku …… bisakah kita …… memulai lagi …… Maafkan aku ……”

Kamu gemetar lebih keras, seperti sepotong daun yang akan jatuh, kamu menyembunyikan kepalamu di pakaianku dan menolak mengangkatnya, bagian depan kerahku berangsur-angsur menjadi basah …………

Reaksimu, meski dalam rentang yang bisa aku bayangkan, atau beri tahu apa yang harus dilakukan..

Aku tidak berani mencoba mengangkat kepalamu, aku harus terus menepuk-nepuk bahumu dengan lembut, dengan lembut mencium rambut harum halusmu, dari waktu ke waktu aku akan menggunakan jariku untuk menghapus air mata di wajahmu yang terasa sakit dan membakarku..

Aku ingin menggunakan semua bahasa tubuh yang aku pikirkan untuk mengungkapkan perasaanku kepadamu dengan harapan bahwa kamu akan memaafkanku, berharap kamu setuju dan berjanji bahwa kita akan memulai masa depan yang indah..

Aku sangat licik..

Sebenarnya, aku tahu kamu akan memaafkanku..

Karena kamu mencintaiku..

Sama seperti aku sekarang, aku mencintaimu, tidak, bahkan mungkin lebih dalam dari ini..

Satu tanggapan untuk “15P 7H 6SM – Chapter 12 (Pardon)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s