Private Garden – Chapter 2.2

Sebulan yang lalu, Xu Wenyuan membuat dirinya menunggu satu bulan penuh untuk mulai mengambil tindakan.

Xu Wenyuan adalah tipe orang yang berpikir akan sepadan dengan waktu menunggu, dan dia akan dengan sengaja menunggu sebulan karena percaya bahwa hal itu mutlak diperlukan untuk melakukannya.

Xu Wenyuan sangat mementingkan penampilan dalam berpakaian, dia tahu pentingnya kesan pertama, oleh karena itu, dia secara khusus pulang ke rumah setelah menempuh perjalanan panjang, mengenakan pakaian santai dengan warna yang sangat ringan. Setelah berganti pakaian, yang muncul di cermin adalah tampilan yang menarik, tanpa kehilangan rahmat dan gaya pria tampan.

Dia berhenti untuk membeli seikat bunga biru saat mengemudi melalui toko bunga.

Bunga yang kecil, buketnya juga kecil, terlihat imut, tanpa kehilangan kelembutan.

Nama bunga ini disebut musim semi (Catharanthus Roseus), melambangkan untuk pertemanan baru, tapi juga cinta yang baru.

 

Pria jangkung seperti Xu Wenyuan yang memegang seikat buket panjang 15 cm, mengira itu lucu, tak terduga tapi sangat kontras. Ditambah dengan kegembiraan di wajahnya yang meluap, sehingga wanita di sekitar yang telah melewatinya berbalik melihat kembali, dengan enggan untuk pergi.

Setelah beberapa saat, Xu Wenyuan berdiri di depan gedung apartemen yang tampaknya biasa. Dia tidak terburu-buru membunyikan bel pintu, tapi pertama menyesuaikan penampilannya, pastikan ekspresinya terlihat lebih serius, sebelum menekan bel pintu.

Karena dia sudah mencari seseorang untuk ditanyakan sebelum datang, maka dia tahu bahwa pada saat ini orang itu pasti berada di dalam ruangan, jadi meski bel pintu tidak merespon untuk waktu yang lama, dia bertekun untuk terus menekan.

Dianggap sebagai orang yang tidak mengabaikan usaha yang sungguh-sungguh, setelah bel pintu terus berdering hampir lima menit, akhirnya terdengar pintu dibuka, dan segera, dari pintu yang terbuka, Xu Wenyuan melihat wajah yang suram –

Saat orang di dalam ruangan melihat dengan jelas siapa yang berdiri di luar, terlepas dari hal lain, langsung menutup pintu, untungnya gerakan mata Xu Wenyuan merespon cepat, sepatu tepat waktu menempel di pintu, sehingga pintunya tidak tertutup.

“Kamu salah tempat, Shaohua sudah pindah!”

Tidak bisa menutup pintu, pria itu dengan enggan menarik pintu sedikit terbuka, dengan nada buruk berbicara dengan Xu Wenyuan.

“Aku datang untuk menemukanmu.”

“Apa?”

Melihat pria itu tertegun, Xu Wenyuan berkata kepadanya dengan serius, “Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”

“Apa yang terjadi?” Pria itu mengerutkan kening.

“Kamu, tidak membiarkanku masuk?” Xu Wenyuan mengangkat dagunya ke arah dalam, mengingatkan pria itu tentang tugasnya sebagai pemilik rumah.

Meskipun pria itu tidak bermaksud untuk memperlakukan Xu Wenyuan sebagai tamu, tapi dia terlalu eye-catching (menonjol-menarik) dan berdiri di koridor akan mengantarkan orang yang lewat untuk menunggu dan melihat, dan kemudian mereka akan menjadi pusat perhatian semua orang. Pria itu berpikir sejenak, hanya menarik kunci rantai ke bawah (pengaman pintu yang biasanya di apartemen atau hotel), membuka pintu untuk membiarkan Xu Wenyuan masuk.

Setelah memasuki ruangan, Xu Wenyuan melihat sekeliling ruangan yang tidak besar, cahaya yang relatif gelap, tapi sangat rapi untuk membuat orang merasa nyaman.

Setelah pria itu membawa Xu Wenyuan ke dalam ruangan, membiarkan dia duduk di sofa dan masuk ke dapur sendiri. Setelah beberapa saat, pria itu menaruh secangkir teh mengepul di atas meja di depan Xu Wenyuan.

Meskipun pria itu tidak menyambutnya, tapi dia masih melihat Xu Wenyuan sebagai tamu dan menyiapkan teh untuknya, yang membuat Xu Wenyuan menelan bibir bawahnya. (tindakan dimana kita menggigit bibir bawah.)

“Oh, ya, ini hadiah.”

Xu Wenyuan mengambil buket kecil itu dan menyerahkannya pada pria itu.

Pria itu tertegun sejenak, lalu menatap buket bunga kecil yang tampilannya biru muda, berkata dengan otentik, “Kamu memberi-ku bunga?”

Aku berasumsi mungkin ukuran bunganya seperti ini (15cm) :

 

“Hanya hadiah.” Xu Wenyuan menjelaskan posisinya.

“Tapi kamu tidak perlu memberiku bunga? Kita tidak dalam hubungan seperti itu.”

“Oh, maafkan aku, aku hanya ingin membeli ini sebelum aku datang.” Xu Wenyuan tersenyum minta maaf, tangan yang terulur sama sekali tidak berniat untuk ditarik kembali, membiarkan buket bunga kecil itu tergantung dalam kesendirian.

Pria itu terdiam beberapa saat, berpikir jika dia tidak menerimanya akan nampak terlalu tidak baik, diam-diam mengambil buket bunga kecil itu dari tangan Xu Wenyuan, lalu berbalik ke dapur untuk melakukan sesuatu. Ketika dia keluar, buket biru kecil itu diletakkan dengan tenang di sebuah toples kaca berisi air, sementara dia meletakkan toples kaca itu dengan bunga langsung di tengah meja kopi.

Suasana di antara mereka agak kaku dan membosankan, tapi ketika seikat bunga biru cantik diletakkan di tengah meja kopi, tidak tahu mengapa udara sepertinya melonjak.

Penemuan ini cukup memuaskan bagi Xu Wenyuan, dia berpikir membawa buket bunga ini adalah ide yang sangat bagus.

“Baiklah, apa yang ingin kamu katakan pada akhirnya?”

Pada saat ini, pria itu memecahkan suasana tenang di antara mereka.

Xu Wenyuan menyesuaikan mood yang berubah, dia melihat pria yang duduk berhadapan dengannya, penampilan pria yang bernama Ke Yiming ini tidak terlalu menonjol. Dia tipe pria yang tampan, jika di-lihat sepintas tidak ada kesan, tapi semakin banyak kamu melihatnya, semakin kamu merasa dia sangat spesial. Akhirnya, kamu mungkin tidak bisa mengembalikan tatapanmu.

“Apa yang kamu pikirkan melihat orang lain seperti itu?” Pria yang menatapnya dengan enggan menyela pandangannya, “Malam itu juga di bar, dengan mata yang nampak ingin memakan orang melihat Shaohua … itu seperti memanggil api besar, benar-benar ingin memberi-mu pukulan.”

Xu Wenyuan mengembalikan pandangannya, menunjukkan senyuman dangkal.

“Apa maksudmu dengan mata yang nampak ingin memakan orang?” Xu Wenyuan tiba-tiba mengerti hal yang sama seperti sebelumnya, berkata dengan suara rendah, “Ah bagaimana mengatakannya ……. tapi, aku hanya melihat satu orang dengan cara ini, hanya ada satu.”

Ekspresi Xu Wenyuan berangsur-angsur menjadi dalam. Ke Yiming yang duduk di depannya menatapnya untuk beberapa alasan,Β  tidak tahu mengapa merasa dingin.

“Kedatanganku saat ini, hanya untuk memberitahumu satu hal.”

Xu Wenyuan berhenti sejenak sampai memastikan bahwa Ke Yiming mendengarkan kata-katanya dengan seksama. Dia berkata dengan suara rendah, “Aku yang telah mengirim surat anonim kepadamu.”

Saat udara terasa kaku, Ke Yiming sudah lama merespon, dia mengalihkan pandangannya ke tubuh Xu Wenyuan, dan kemudian menatap pria yang selalu membawa senyuman di-bibirnya.

“Apa yang kau … bicarakan?” Ke Yiming tidak bisa mempercayainya.

“Aku tahu kamu telah mendengarnya.” Ekspresi Xu Wenyuan santai, tapi tidak ingin mengatakannya lagi.

“Kenapa kamu melakukan ini?”

“Untuk memberi tahumu tentang warna sejati Chu Shaohua, untuk … membuat kalian berdua putus.”

“Kenapa?” Jawabannya bahkan lebih mengejutkannya.

Xu Wenyuan melebarkan senyumnya di wajahnya. Dia berkata: “Kamu salah paham, hari itu di bar, orang yang aku lihat sama sekali bukan Chu Shaohua, tapi kamu yang bersama Chu Shaohua.”

Ke Yiming seperti orang bodoh, tanpa reaksi apapun, nampaknya kata-kata Xu Wenyuan telah melampaui apa yang bisa dia pahami.

“Sejak awal aku sudah berencana untuk membuat kalian putus, tapi aku tidak mengharapkan Chu Shaohua untuk menjadi semudah yang aku pikirkan. Sebenarnya, aku tidak ingin menulis surat untuk memberitahumu, tapi kamu terlalu mempercayainya, dan bahkan dia berada di-luar bercinta dengan orang lain selama hampir tujuh bulan, masih tidak meragukannya. Karena itu, aku harus menulis surat untuk memberitahumu bahwa Chu Shaohua mengkhianati-mu.”

Setelah mendengar kata-kata Xu Wenyuan, untuk waktu yang lama Ke Yiming berdiri dan dengan marah meneriakinya, “Ini menyenangkan? Menurutmu apakah ini menyenangkan? Memikat pacar-ku untuk pergi tidur denganmu, dan kemudian berpura-pura bersikap baik untuk menulis surat tanpa nama padaku, setelah kami putus, dan mengatakan semua telah direncanakan oleh-mu sambil tersenyum! Kamu pikir ini menyenangkan, kan? Melihat orang lain bermain dalam rencana-mu sangat menyenangkan….. kamu bajingan!”

Ke Yiming bergegas mendekati Xu Wenyuan, sambil mengepalkan tinjunya dengan agresif memukul wajah Xu Wenyuan, membuat wajahnya diputar di satu sisi.

Setelah pukulan, wajah Ke Yiming memerah karena amarah dan berdiri di depannya sambil terengah-engah, Xu Wenyuan perlahan-lahan membalikkan wajahnya beberapa saat kemudian, kali ini, pipinya telah membengkak, darah meluncur turun di sudut mulutnya.

Xu Wenyuan menarik saputangan dari sakunya, tanpa perasaan diam-diam menyeka darah merah itu.

Ketenangannya membuat Ke Yiming tersinggung, begitu marah Ke Yiming tidak tahu bagaimana melampiaskannya.

Melihat ke arahnya, Ke Yiming selangkah demi selangkah mundur, tujuh menit terakhir kesal dengan marah untuk duduk kembali ke posisi awal mereka.

“Sialan, kau sialan.” Ke Yiming mencengkeram rambutnya seperti orang gila, “Tinggalkan aku dan keluar dari sini sebelum aku membunuhmu!”

Sambil meletakkan saputangan di sakunya, Xu Wenyuan berdiri.

“Aku tahu kau enggan bertemu denganku lagi, tapi aku harus memberitahumu satu hal.” Sebelum pergi, Xu Wenyuan berkata kepada Ke Yiming, yang tenggelam dalam kesedihan. “Mulai hari ini, kamu tidak bisa melepaskan diri dariku.”

Ke Yiming menghentikan tindakannya sampai dia mendongak untuk melihat wajah Xu Wenyuan, dan mendengarnya berkata begitu.

“Permainan berburu baru saja dimulai.”

Xu Wenyuan, yang tersenyum seperti setan, meninggalkan kalimat ini dan berpaling. Sebelum menutup pintu tertutup oleh belakang-tangannya, ekspresi Ke Yiming yang mengintip dari ambang pintu, terlihat heran.

***

Spoiler : Chapter 3 ~ (18+)

“Bajingan, lepaskan aku…….”

“Apa yang ingin kamu lakukan?”

Xu Wenyuan tidak menjawab, membawanya dari kursi dan meletakkannya di sofa, melepas sabuk di pinggangnya dan melepas celananya bersama celana dalamnya.

“Kamu tidak tahu apa yang ingin aku lakukan?”

8 tanggapan untuk “Private Garden – Chapter 2.2

  1. Aku bangga tebakanku benar,, 😁😁😁
    Sempat berpikir klo sampe tetap brg si jalang bukan Yiming aku tdk sanggup nerusin baca

    Tidak sabar baca chap depanπŸ˜‰πŸ˜‰

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s