ABO Cadets #Volume I – Chapter 13

Chapter 13 – Rencana Untuk Bergaul Dengan Teman Sekamar

Lin Yuan tidak terlalu membenci Caesar.

Sebaliknya, Caesar sangat tampan, memiliki senyum yang anggun, dia tidak memandang rendah orang lain, dia adalah pembawa damai, dan pembawa makanan. Bahkan jika Lin Yuan merasa tidak nyaman, tidak baik untuk membanting pintu pada orang itu.

Perlawanan awal Lin Yuan terhadap Caesar benar-benar karena reaksi tubuhnya yang aneh membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Tapi setelah makan obat yang diberikan ibunya, tubuhnya telah kembali normal, aura Alpha dari tubuh Caesar yang kuat seharusnya tidak menimbulkan dampak yang terlalu banyak. Hanya saja … melihat matanya yang dalam membuat Lin Yuan merasa tidak nyaman lagi.

Lin Yuan mengundang Caesar ke kamarnya, menunjuk bangku dan berkata, “Duduklah di sini.”

Caesar duduk di bangku itu, meletakkan buah bintang lima di atas meja, dan menatap Lin Yuan, “Mau coba beberapa?”

Lin Yuan menggaruk kepalanya, “Ah …….”

Dia selalu memiliki nafsu makan yang besar sejak kecil, saat kecil, dia biasa mencuri kue Lin Yao, dan dipukuli sampai habis saat dia tertangkap basah. Melihat buah yang aneh ini, Lin Yuan secara alami merasa sangat penasaran, dengan hati-hati dia berjalan ke arah Caesar, mengambil buah bintang lima dan bertanya, “Bagaimana cara memakannya?”

Caesar tersenyum dan mengambil buah itu dari tangannya, “Aku akan mengajarimu.”

Jari-jari ramping anak laki-laki itu bergerak ke tengah buah bintang lima dan dia menariknya dengan lembut, cangkang perak yang keras itu langsung terbuka dengan sebuah lubang kecil, Caesar mengembalikan buahnya ke Lin Yuan, “Kupas kulitnya dari sini, lalu makan daging bagian dalamnya.”

“Oh.” Lin Yuan mengambil alih buah itu, dengan hati-hati mengupas kulitnya setengah jalan dan menjulurkan lidahnya untuk sedikit merasakannya. Rasa manis dan asam tiba-tiba memenuhi mulutnya, rasanya hampir seperti buah kesukaannya, stroberi, tapi rasanya lebih asik dan enak dibandingkan buah stroberi.

“……. ini enak!” Lin Yuan membuat evaluasi rasa kemudian selesai memakan buah itu. Kemudian dia mengambil yang lain, mengupasnya dan makan. Kemudian dia mengambil yang lain lagi, dan dengan cepat menelannya.

Satu dua tiga empat…

Caesar, “…………” Mengapa pria ini makan seperti tupai?

Hobby, “…………” Tuan lupa meninggalkan satu untukku!

Buah bintang lima hanya seukuran telapak tangan anak kecil, untuk makanan Lin Yuan, semua buahnya cukup untuk satu porsi. Lin Yuan mengabaikan Hobby dan mata Caesar yang rumit, dan menghabiskan semua buahnya. Dia menahan diri dari menjilati bibirnya dan menatap Caesar, “Buah ini adalah spesialisasi Cepheus? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya.”

Caesar mengangguk dan berkata, “Buah ini hanya tumbuh di Plante Starfield. Pohon buahnya berwarna perak dan putih, dan buah bintang lima bersinar di malam hari, jadi sepertinya pohon itu ditutupi bintang.”

Lin Yuan penasaran, “Kedengarannya keren, aku ingin melihatnya.”

“Mungkin ada kesempatan di masa depan,” Caesar berhenti sejenak, “Baiklah, aku masih punya banyak produk spesial dari Planet Cepheus, kamu tertarik?”

“………. Masih ada lagi?”

Melihat matanya yang berkilau itu, Caesar tidak bisa menahan senyum, “Ayolah, lihat sendiri.”

Dia tiba-tiba merasa bahwa campur tangan dengan makanan itu adalah ide yang bagus.

Misalnya, ketika membujuk seorang ‘tukang makan’, seribu kata tidak seefektif dengan beberapa buah.

Caesar membawa Lin Yuan ke ruang makan. Brian sedang makan malam, matanya yang hitam tampak sangat suram. Saat melihat Lin Yuan, dia tersenyum dan melambaikan tangan, “Hai teman sekamar! Aku belum memperkenalkan diri, kan? Namaku Brian, seorang mahasiswa Teknik Militer … oh benar, maaf aku mengusap rambutmu terakhir kali. Itu hanya karena kamu terlihat sepertiku …”

Batuk‘ .. Caesar dengan cepat terbatuk dan memberi pandangan sekilas kepada Brian.

Brian segera menelan ‘barang kesayangannya yang kikuk’ dan dengan cerdik mengubahnya menjadi, “Kamu terlihat seperti sepupuku! Aku merasa sangat dekat denganmu saat melihatmu!”

Caesar, “………..”

Caesar selalu tahu bahwa Brian tidak memiliki kata ‘kebijaksanaan’ dalam kosa katanya.

“Halo.” Lin Yuan mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Brian, tersenyum dan berkata, “Aku Lin Yuan.”

Brian baru saja membelai kepalanya dan Lin Yuan ingin segera meninjunya. Tubuhnya dalam keadaan aneh, jadi secara naluriah dia takut berada di dekat Alpha dan bereaksi berlebihan.

Kini saat retrospeksi, Lin Yuan juga merasa sangat malu. Brian baru saja menyentuh kepalanya, mungkin untuk hanya main-main. Karena mereka adalah teman sekamar dan harus tinggal bersama selama tiga tahun, Lin Yuan tidak ingin membuat hubungan mereka terlalu kaku.

Lin Yuan mengungkapkan ‘membiarkan yang berlalu menjadi berlalu‘, lalu tersenyum kepada Brian.

Untungnya, Brian tidak menyimpan dendam, dia memakai tangan Snow yang mengantarkan mata hitam dan terus makan dengan ceria.

Caesar menarik bangku untuk Lin Yuan dan menunjuk ke tumpukan makanan di atas meja, “Ini adalah makanan khusus yang dikirim orang tuaku, aku tidak bisa memakan semuanya sendirian. Semua lemari dapur penuh, semua orang bisa mengambil apa yang mereka sukai.”

“…….” Lin Yuan melihat semua makanan aneh itu dan menelan ludah.

Hobby dengan senang hati mengulurkan cakarnya dan langsung menyambar sekotak keju kesukaannya.

Lin Yuan merasa malu dengan keberanian Hobby. Untungnya, Caesar tidak keberatan, dengan lembut dia menyentuh telinga Hobby dan berkata, “Ini keju favorit Gera. Ada banyak di sini sehingga kamu bisa bebas untuk mengambil sebanyak yang kamu suka.”

Lin Yuan menatap Hobby, yang sedang merobek kemasan keju, lalu memberi Caesar rasa malu sambil tersenyum, “Terima kasih.”

Caesar tersenyum dan berkata, “Kita teman sekamar sejak sekarang, kita tidak harus bersikap sopan satu sama lain.”

Lin Yuan tiba-tiba merasakan, kenapa senyum Caesar tampak lebih menawan dari sebelumnya?

Tapi dia benar, mereka memang teman sekamar, meski dia tidak ingin menyinggung Alpha berdarah murni ini, temperamen Caesar dan Brian baik, mereka tidak sombong dan dominan, jadi …….

Jadi tidak apa-apa untuk bergaul dengan mereka dan menjadi teman, bukan?

Memikirkan hal ini, Lin Yuan merasa lega, dia tidak perlu berjalan di atas kulit telur di sekitar kedua Alpha ini. Jadi Lin Yuan terus-menerus mengambil beberapa makanan menarik dari atas meja, mendongak dan tersenyum, “Kalau begitu aku tidak akan terlalu sopan!”

Caesar berkata, “Terima kasih kembali. Jangan ragu untuk mengambil lebih banyak.”

Lin Yuan dengan senang hati memeluk setumpuk besar makanan dan berjalan kembali ke kamarnya.

Ketika punggungnya menghilang di balik pintu, Brian menurunkan suaranya dan dengan penuh pertimbangan bertanya, “Hei, Caesar, kenapa kamu tiba-tiba sangat baik padanya? Mencoba membelikannya makanan?”

Caesar melirik mata hitam Brian, “Karena aku tidak ingin dipukuli setiap hari ah.”

Brian, “…………..”

Caesar tersenyum, dan menunjuk ke pintu kamar Snow, “Karena kita akan tinggal bersama selama tiga tahun, apakah kamu tidak berpikir kamu perlu memperbaiki hubunganmu dengan teman sekamarmu?”

Brian, “……………”

Tiga menit kemudian, Brian memegang sekotak buah bintang lima dan dengan lembut mengetuk pintu Snow, dia tersenyum dan berkata, “Snow, kamu didalam? Apakah kamu menginginkan buah? Ini adalah buah bintang lima dari kampung halamanku, aku bawa beberapa untuk kamu coba!”

Pintu terbuka..

Brian membeku..

Snow jelas baru saja mandi, rambut platinumnya dengan lembut jatuh di telinganya, rambutnya masih basah kuyup, tubuhnya yang ramping terbungkus mantel mandi dan seiris kulit putihnya yang sangat putih terbuka. Beberapa air jatuh dari rambutnya dan mengalir di tulang rawannya yang halus, meluncur ke arahnya ……

Brian menatap kosong ke arah Snow.

Snow memandangi buah bintang lima itu dan berkata ringan, “Aku tidak suka buah ini, terlalu manis, terima kasih.”

Pintu ditutup dengan lembut..

“……” Brian menyentuh hidungnya dan berjalan dengan frustrasi kembali ke ruang makan, dia menatap Caesar dan mengeluh, “Mengapa dia sangat membenciku? Aku bersumpah aku melihat ekspresi benci di wajahnya. Tatapan matanya mengatakan bahwa dia berharap setidaknya aku berada tiga meter darinya sepanjang waktu!”

Caesar dengan tenang berkata, “Apa dia tidak memberitahumu ini saat dia meninjumu? Itu karena dia aneh sekali.”

“………” Kata-kata Caesar langsung menusuk Brian. Brian yang ‘ternoda’ menderita pukulan berat dan dengan muram kembali ke kamar tidurnya.

Kamu menghindariku karena aku kotor, kan? Baiklah kalau begitu! Snow!

Suatu hari aku akan membawamu …

Itu saja … begitulah …

Dia membayangkan anak laki-laki berwajah dingin yang tersiksa, berpegangan erat padanya, wajahnya yang merah terengah-engah, menangis, memohon untuk melepaskannya … Brian tidak tahan untuk tidak tersenyum puas.

Sesaat kemudian, senyum Brian tiba-tiba menegang!

Tunggu sebentar!

Fantasi ini nampaknya agak cabul?

Ya Tuhan! Mengapa aku memiliki pikiran berbahaya seperti tentang anak laki-laki Beta? Aku pasti sudah makan terlalu banyak buah sehingga otaknya tiba-tiba diracuni?

*****

Jadi, gagasan Brian yang tidak bisa dijelaskan membuat dia gelisah.

Snow yang telanjang dan berantakan bahkan muncul dalam mimpinya, wajahnya yang dingin memerah karena memeluknya erat-erat, dengan terengah-engah memanggil namanya, dia hanya ……. terlalu menggoda!

Brian dengan penuh semangat mencium tubuh pria itu (Snow), meninggalkan bekas ciuman yang tak terhitung jumlahnya di kulit putih pria itu, dia juga berpikir dengan cabul: Snow yang memerah terlihat sangat bagus, tubuhnya juga super bagus, pinggangnya langsing, dan kakinya lurus dan panjang …

Di akhir mimpi, Snow tiba-tiba mengepalkan tinjunya dan dengan tak berperasaan menekan wajah Brian, dia dengan dingin berkata, “Teman sekelas Brian, aku orang aneh yang suka kebersihan, tolong menjauhiku.”

Brian, “………..”

Brian yang terbangun mencengkeram matanya yang masih sakit dan berlari ke kamar mandi untuk mandi air dingin, membasmi hasratnya. Kemudian, dengan ekspresi suram seperti dunia telah berakhir, dia duduk di ujung tempat tidurnya dan menundukkan kepala.

Sialan, aku benar-benar bermimpi basah, dan ini tentang teman sekamarku yang baru!

Apakah dunia benar-benar telah berakhir?

Setelah beberapa lama, Brian memain-mainkan jam biru langit di pergelangan tangannya, menekan sebuah tombol kecil dan berbisik, “Biru Kecil, keluar!”

“………..”

“Keluar! Apakah Kamu ingin aku menggunakanmu untuk memo?”

“………..”

Sebuah lubang itu akhirnya menyala dan dengan enggan menjadi robot cerdas yang memiliki kepala lebih tinggi dari Brian. Dia menggantung kepalanya dan dengan lembut berkata, “Bisakah kamu mengganti namaku?”

“Tidakkah kamu berpikir ‘Biru Kecil’ adalah nama untuk baju baja (armor) sebuah mesin besar yang sangat disayangkan?”

Brian mengangkat alis, “Mengapa kamu tidak puas? Kamu adalah robot debut-ku, aku memeras otak-ku untuk memberimu nama yang bagus!”

“…………”

Apakah nama ‘Biru Kecil’ bagus? Apakah karena seluruh tubuhku biru, jadi kamu memanggilku Biru Kecil?

Baju baja kedua Brian berwarna merah dan diberi nama Merah Kecil. Yang ketiga berwarna kuning, diberi nama Kuning Kecil. Yang keempat berwarna hitam dan putih ……. diberi nama Zebra.

Bahkan sebagai mesin tanpa emosi, dia benar-benar ingin menangis bersimpati untuk saudara laki-lakinya. Dibandingkan dengan Yang Mulia Trent ‘Raja Singa‘, Marsekal Rosen ‘Naga Hitam‘, Jendral Lin Yu ‘Suzaku‘ …….

Suzaku – Burung Vermilion, wali burung di Selatan dan salah satu dari Empat Simbol rasi bintang Cina.

Biru kecil, merah kecil, kuning kecil adalah nama baju baja (armor) terlalu memalukan!

Di tengah pertarungan, para pejuang mulai memanggil mekanisme mereka, lalu kamu mendengar dia berteriak keras, “Keluarlah Biru Kecil..”

Tidakkah orang lain akan tertawa terbahak-bahak saat mendengarnya?

Meskipun dia hanya seorang insinyur kelas D, dan karena Brian baru berusia 13 tahun saat dia berhasil, dia tingkat rendah dan memiliki kekurangan yang jelas, jadi dia tidak bisa digunakan untuk pertarungan dan hanya bisa tinggal dengan Brian sebagai robot pintar (alias pengasuh full-time). Tapi Biru Kecil merasa bahwa dengan seorang tuan seperti itu, dia benar-benar ingin memegangkan saudara baja dan tangisnya!

Brian tidak peduli dengan kerusuhan batin armornya, dia tersenyum dan berkata, “Aku akan menjadi pembuat mesin terbesar di Kekaisaran, sebagai robot pertama yang aku buat secara pribadi, kamu seharusnya merasa terhormat!” Dia melirik kunci laser dengan sisi tempat tidurnya, “Jika begitu buruk aku kapan saja bisa membongkarmu.”

“……….” Biru Kecil dengan taat menunduk, “Tuan, apakah ada sesuatu yang kamu butuhkan untukku?”

Brian menyentuh hidungnya dan berkata dengan malu-malu, “Batuk, aku butuh statistik. Berapakah probabilitas seorang pria Alpha yang jatuh cinta dengan pria Beta pada pandangan pertama?”

CPU Biru Kecil segera mulai mengumpulkan statistik, dia mengumumkan hasilnya, “Tuan, probabilitas kejadiannya sangat rendah, bisa dikatakan tidak mungkin, probabilitas yang tepat adalah 0,00001%.”

Brian merasa lega, dia langsung tersenyum santai, “Oh, bagus, dengan probabilitas rendah seperti itu jelas tidak mungkin terjadi padaku. Aku akan kembali tidur. Kamu bisa masuk kembali.”

“………….”

“Omong-omong, bantu aku dengan mata hitam sialan ini.”

“………….”

Si hitam yang kurang tidur kembali tertidur, akhirnya dalam suasana hati yang baik, dan tidur kurang nyenyak.

Ketika dia bangun keesokan harinya, dia mandi dan berjalan keluar pintu, dan kebetulan bertemu Snow yang sedang keluar dari kamarnya.

Snow mengenakan celana biru tua hari ini, celananya membungkus kakinya yang lurus. Dia juga mengenakan kemeja putih sederhana, sebuah kancing terbuka menunjukkan lehernya yang putih. Kemejanya dilipat ke dalam celananya, dan pinggangnya diikat dengan sabuk hitam, membuat tubuhnya yang ramping dan simetris terlihat tanpa cela.

Snow berpegangan pada jas kedokteran putih yang harus dipakainya. Bahkan baju dan berpakaian celana sederhana ini bisa membuat mata Brian menyala.

Sungguh … sangat baik …

Meski dia sedikit kurus, pinggangnya ramping dan kakinya yang panjang membuat apapun yang dia kenakan terlihat bagus ah!

Saat Snow menatapnya, Brian tidak bisa menahan diri untuk sedikit tersipu setelah mengingat mimpi semalam. Dia menggaruk rambut keemasannya, tersenyum dan berkata, “Snow … kamu bangun lebih awal?”

Snow berjalan melewatinya, berhenti dan mendongak, kemudian dengan tenang berkata, “Ini jam 7:50, sudah hampir terlambat.”

Lalu dia berjalan melewati Brian, berbalik dan berjalan keluar pintu.

“………….”

Brian melihat ke bawah pada jam tangannya.

Aku sangat terlambat!

Brian harus melewatkan sarapan pagi dan dengan terburu-buru mengenakan seragamnya.

Menyamar sebagai arloji di pergelangan tangannya, Biru Kecil tidak bisa untuk tidak bingung, Haruskah aku memberitahu tuan, saat dia melihat Snow, detak jantungnya tiba-tiba meningkat pesat?

Eh, lupakan saja, mungkin detak jantung tuan memang seperti itu? seperti IQ-nya yang tidak normal.

Iklan

Satu tanggapan untuk “ABO Cadets #Volume I – Chapter 13

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s