ABO Cadets #Volume I – Chapter 12

Chapter 12 – Kemunculan Kartu Kristal Misterius

Sementara itu, Galaxy Cepheus, Planet Starfield, Istana Kerajaan Lacey.

Bangunan itu mirip dengan gereja-gereja Eropa di zaman purba. Ada susunan bangunan putih murni yang terhuyung. Sebuah bangunan tinggi memiliki ukiran bendera Galaksi Cepheus yang megah dan pentagonal, bendera tersebut merupakan bagan ruang dari semua bintang Cepheus, berkedip dan bersinar terang. Bintang-bintang buatan itu bergabung dengan bintang-bintang yang sebenarnya jauh, bercampur dengan galaksi yang luas.

Dalam keheningan malam istana berdiri dengan kokoh, dari waktu ke waktu para Garda Kerajaan mengenakan seragam putih murni. Di benteng terbesar di kedalaman istana, karpet merah terbentang dari pintu masuk ke kedalaman bangunan, menuju tahta tinggi yang indah. Seorang pria setengah baya dengan fitur wajah yang dalam duduk di atasnya, memegang tablet ringan miniatur, dia melihat tablet dengan ekspresi serius.

– Trent Watson , raja ketujuh Kerajaan Lacey.

[1] Trent Watson – MTL sangat suka bermain-main dengan nama. Terjemahannya selalu aktif. Yang ini terdengar seperti namanya jadi penerjemah menyimpannya. Pinyin adalah ‘te lan de’.

Pada saat ini, bola platina tiba-tiba terbang di depan Trent, sebuah suara lembut melompat keluar: “Yang Mulia, Presiden Bank Kerajaan Mr. Lexington mengirim permintaan video rahasia, apakah kamu ingin menerimanya?”

Lexington?

Trent meletakkan tablet ringan miniatur di tangannya, lalu meletakkan tangannya dengan lembut pada bola dan dengan lembut berkata, “Terhubung secara online.”

Setelah verifikasi kata kunci sidik jari berhasil, layar proyeksi virtual segera diproyeksikan.

Di layar seorang pria tua berjenggot putih segera muncul, dia adalah Presiden Bank Kerajaan. Pria itu meletakkan tangan kanannya dengan lembut di atas posisi hatinya dan sangat tertunduk pada Yang Mulia Trent. Dia dengan hormat berkata: “Yang Mulia.”

Pada layar proyeksi yang sangat realistis, seolah-olah orang lain benar-benar hadir di ruangan itu.

Trent mengangguk kepadanya, “Apa yang terjadi?”

Lexington menjawab dengan hati-hati, “Yang Mulia, kamu ingin sistem perbankan memantau sepenuhnya penampilan kartu kristal itu. Karena sambungan terputus saat berlayarnya pesawat ruang angkasa, bank tersebut baru saja menerima laporan tentang kartu kristal ini.”

Trent yang selalu tenang mengangkat alisnya, dia berdiri dari takhta dan berkata: “Ceritakan detailnya.”

Lexington segera melaporkan informasi rinci: “5 Januari pukul 03:11, kartu kristal ini digunakan di kabin 73 pesawat ruang angkasa Pearl B, jumlah yang dikeluarkan adalah delapan koin kristal, pembeliannya adalah dua kotak kue.”

“………..” Trent terdiam beberapa saat, “Apakah ada video pembelian itu?”

“Ya” Lexington menggunakan jaringan untuk mengirimkan rekaman video. “Kartu kristal itu digunakan di terminal untuk pesawat ruang angkasa antar bintang, di robot cerdas No 7158. Inilah video waktu itu, tolong periksa, Yang Mulia.”

Video itu segera dikirim, Trent membuka file video.

Di pesawat ruang angkasa di sebuah kabin, seorang pria muda berambut pendek melihat daftar makanan di dada robot, menggaruk kepalanya dia bertanya: “Apa yang lezat?”

Suara pemuda itu terdengar sangat jelas. Sepasang matanya yang hitam menatap daftar yang aneh lagi, lalu dia memasukkan jari-jarinya ke dalam kue pedas, “Aku menginginkan ini.” Kemudian dia membayar dengan kartu itu, mengeluarkan dua kotak kue, dan tersenyum ke arah robot itu, “Terima kasih!”

7158 berkata, “Terima kasih, selamat tinggal, semoga perjalananmu menyenangkan!”

Setelah video singkat itu selesai, Trent terdiam beberapa saat, lalu dia berkata pelan, “Lacak detil tentang orang ini segera.”

“Baik, Yang Mulia..”

Semua orang yang naik pesawat ruang angkasa akan terdaftar dengan informasi yang rinci selama pemeriksaan keamanan, masing-masing kabin dan tempat duduknya secara langsung berhubungan. Proses trading di pesawat ruang angkasa juga direkam oleh kamera inframerah yang terpasang di mata robot cerdas, itu adalah salah satu sarana untuk memastikan transaksi aman.

Sangat mudah untuk memeriksa informasi penumpang di pesawat ruang angkasa di era komunikasi mutakhir saat ini.

Lexington segera menemukan informasinya dan mengirimkannya ke Trent.

– Lin Yuan, 18 tahun, pria Beta, dari Planet Rennes, Galaksi Cigar.

Pada tanggal 5 Januari dia naik Pearl 731 pesawat ruang angkasa, pada sore hari tanggal 18 Januari dia keluar di Galaksi Bear, Planet Tentara Patah (Broken Army). Kemudian dia melapor ke Akademi Militer San Romia untuk masuk. Dia adalah seorang mahasiswa jurusan militer, diuji dengan 300 poin, tanda penuh.

Trent melihat informasi itu dan sedikit tidak senang.

Lexington dengan gugup bertanya: “Yang Mulia, kartu Kristal kapasitas tidak terbatas ini telah hilang selama 19 tahun, bagaimana Bank Kerajaan menghapus yurisdiksinya?” [2]

[2] Yurisdiksi : kekuasaan mengadili; lingkup kuasa kehakiman; peradilan

“Tidak.” Trent melihat dari proyeksi di Lexington dan dengan lembut berkata, “Ini izin-ku, kamu tidak perlu mengeluarkannya. Terus pantau catatan konsumsi kartu kristal ini, siap laporkan kepadaku atas permintaanku.”

Lexington sekali lagi meletakkan tangan kanannya di dalam hatinya dan dengan hormat membungkuk ke arah Trent: “Baik, Yang Mulia!”

Komunikasi berakhir. Trent baru saja duduk di takhta saat bola perak melintas lagi.

“Yang Mulia, Marsekal Rosen telah meminta telepon!”

Trent tidak merespon, dia hanya meletakkan tangannya langsung di area sensor sidik jari.

Di layar proyeksi potret Rosen segera muncul. Seperti biasa, wajahnya yang tampan tidak berekspresi, matanya tenang tanpa ombak. Bahkan saat menghadapi Kaisar dia tidak sombong atau rendah hati.

Pria berseragam itu seperti batu keras yang telah melewati banyak badai.

Rosen mengenakan sarung tangan putih di tangan kanannya. Dia meletakkannya di pinggiran topinya dan memberikan nasehat standar hormat kepada Trent.

– Dia selalu memberi hormat militer kepada Yang Mulia, bukan upacara kerajaan yang diharapkan.

Bertahun-tahun yang lalu, ketika Trent masih menjadi pangeran, mereka belajar di Akademi Militer San Romia. Trent adalah senior paling dihormati Rosen dan Ling Yu.

Inilah etiket antara tentara.

Wajah Trent sedikit terasa hangat, dia membalas salam dan dengan lembut berkata, “Rosen, apa kau kembali?”

“Ya, tuan,” jawab Rosen “Aku menerima perintah penarikan darurat dan kembali.”

Inilah sebabnya mengapa Korps Kemuliaan terjadi di dekat galaksi Cigar. Trent baru saja memberi perintah penarikan darurat kepada Korps Kemuliaan, tapi dia tidak mengira Rosen akan bertemu, di tengah pembajakan, Vlademir dalam perjalanan pulang. Jadi dia bisa dengan mudah menyelamatkan orang-orang di pesawat luar angkasa antar bintang.

Rosen berhenti sejenak, lalu bertanya: “Penarikan darurat dari Yang Mulia untuk Korps Kemuliaan, apakah ini terkait dengan perayaan ulang tahun ke 700 pembentukan Kekaisaran?”

Trent mengangguk dan berkata, “Perayaan ini termasuk parade besar. Aku takut federasi akan mengambil kesempatan bermain di asrama kita. Dengan kamu di sini aku secara alami lebih yakin. Biarkan Bayh mengawasi latihan militer dan perlombaan armor. Tinggallah di ibu kota, setelah akhir perayaan kau bisa kembali.”

Rosen mengangguk, “Baik.”

Diam sejenak, akhirnya Trent berkata, “Sudah larut, pertama pulang untuk beristirahat. Setelah tiga hari aku akan memanggilmu ke istana bersama para jenderal lainnya. Kita akan melakukan diskusi rinci tentang latihan militer.”

Rosen memberi hormat dan berbisik: “Ya, tuanku.”

Pria itu tampan dan acuh tak acuh, postur menghormatinya sangat teliti sehingga bisa digunakan sebagai bahan ajar mahasiswa militer. Matanya dingin dan tak bernyawa sejak tahun dimana Ling Yu pergi. Dia menjadi seperti ini, berwajah tanpa ekspresi, seperti robot mobile.

Trent menatapnya tajam, menarik tangannya dan memutuskan video call itu.

*****

Di luar jendela ada bintang-bintang di langit malam, dan bintang jatuh sesekali. Mereka melihat malam yang gelap itu.

Dalam migrasi kosmik yang panjang, bintang jatuh telah menjadi salah satu kejadian paling umum. Bahkan masyarakat umum pun sangat jelas mengenai kondisi pembentukan hujan meteor. Para ilmuwan bahkan bisa menciptakan hujan meteor, namun masih ada beberapa orang tua yang teringat akan legenda kuno tentang meteor.

Seperti Ling Yu. Dia selalu percaya bahwa jatuhnya meteor adalah simbol kelalaian seseorang. Kehidupan manusia seperti sebuah meteor, terang satu saat kemudian dengan cepat menghilang di alam semesta yang luas.

Rosen telah menjelaskan kepadanya secara rinci: “Jatuh meteor adalah hasil debu kosmonot dan meteor yang terbakar di atmosfer karena gesekan yang kuat, berakibat pada deru.”

Ling Yu telah melambaikan tangan dengan jijik dan berkata, “Begitulah bentuknya. Kamu terlalu banyak mekanik dan ilmiah. Kamu tidak akan mengerti arti legenda itu.”

Rosen: “…”

Pada saat itu, mereka belajar bersama di akademi militer, pertengkaran mereka yang terus-menerus berangsur-angsur berubah menjadi persahabatan yang kuat.

Sebagai senior mereka, Trent melihat kedua pria itu sebagai saudara laki-laki kecil.

Jika Ling Yu bukan Omega, jika tentara tidak mengirim Korps Malam untuk menyerang Bintang Nami, jika penghambat Ling Yu tidak tiba-tiba gagal di medan perang ……. Itu tidak akan terjadi, Rosen tidak akan menjadi tiruan zombie tanpa emosi.

Selama bertahun-tahun dia berulang kali menyarankan pernikahan kepada Rosen, tapi setiap kali dia akan menolak karena alasan sibuk dengan perang. Trent tahu bahwa Rosen telah mendirikan batu nisan di kebunnya, dan hatinya terkubur di bawahnya.

Trent mengerutkan kening saat dia teringat akan bocah itu dalam video tersebut.

Rambut anak laki-laki itu hitam seperti tinta, matanya tampak bersih dan senyum di wajahnya cerah. Dia memberikan perasaan yang hidup dan hangat.

– Lin Yuan.

Dia merenungkan namanya sedikit, lalu berpaling ke komunikator cerdas. Dia meletakkan tangannya di sensor dan memerintahkan: “Segera hubungkan ke perangkat komunikasi Pangeran Caesar. Ada yang ingin kukatakan padanya.”

“Baik, Yang Mulia!” Komunikator mulai berputar, menunggu koneksi.

Akademi Militer San Romia, asrama mahasiswa A13.

Caesar, yang sedang menyelesaikan makan malamnya, tiba-tiba mendapat permintaan komunikasi dari istana kerajaan. Ada kode permintaan alfanumerik lima belas karakter yang sudah dikenal … itu adalah kode komunikasi khusus milik Yang Mulia.

Caesar segera meletakkan piringnya dan kembali ke kamarnya. Dia mengunci pintu, menarik tirai naungan tebal, dan membuka komunikator.

Seorang pria yang akrab muncul di layar proyeksi, Caesar dengan hormat bertanya: “Ayah? Kamu ingin melihatku?”

Trent dengan tenang menjawab, “Ini adalah pertama kalinya kamu keluar dari istana. Bagaimana sekolah militer, apakah kamu terbiasa dengan itu?”

Caesar berkata, “Tidak apa-apa.”

Trent terdiam beberapa saat, lalu dia bertanya: “Caesar, teman sekelasmu, apakah ada seseorang bernama Lin Yuan?”

Caesar mengangguk, “Ya, dia teman sekamarku.”

“Nilai-nilainya sama dengan milikmu. Seharusnya tidak mudah baginya sebagai anak dari keluarga sipil. Jelas bahwa dia adalah orang yang sangat berbakat dan pekerja keras,” Trent berhenti sejenak, lalu dengan lembut berkata,” Ikutilah dia, aku pikir banyak yang bisa kamu pelajari darinya.”

“…….” Meski hatinya sangat bingung, Caesar masih mengangguk dengan sungguh-sungguh.

Trent melanjutkan: “Juga, jangan gunakan identitas pangeran-mu untuk menggertak teman sekelasmu. Aku tidak ingin mendengar berita negatif dari kepala sekolah. Kamu adalah anak Alpha-ku, jadi belajarlah dengan serius dan dapatkan hasil terbaik. Jangan membuatku kecewa.”

Caesar segera meletakkan tangan kanannya di atas hatinya dan segera memberi hormat: “Ya, ayah.”

Setelah telepon berakhir, Caesar masih ragu.

Ayah yang secara khusus menyebutkan Lin Yuan, apakah potensi Lin Yuan begitu besar sehingga ayahnya pun terkesan? Apakah dia ingin merekrutnya untuk kekaisaran di masa depan, atau untuk pengawal pribadi, jadi dia secara khusus menginstruksikannya untuk menjalin hubungan yang baik dengan Lin Yuan?

Tentu saja, biarpun ayahnya tidak menginstruksikannya, Caesar tetap berusaha bersahabat dengan teman sekamarnya. Bagaimanapun, mereka akan tinggal di asrama selama tiga tahun, jika hubungan mereka buruk, tidak ada yang bisa diuntungkan.

Masalahnya bukan karena dia ingin mengandalkan jati dirinya untuk menggertak Lin Yuan, tapi Lin Yuan yang menghindarinya.

Memikirkan anak landak bertubuh kecil dan mata waspada, Caesar selalu merasa sangat bingung – dia tidak ingat melakukan apapun untuk menyinggung Lin Yuan? Jadi mengapa dia selalu memandangnya seperti dia bisa menyerangnya kapan saja?

Apapun alasannya, hubungan yang kaku ini tentunya harus ditingkatkan.

Lin Yuan, Snow ……. Dua orang bermusuhan yang tinggal di asrama tidak akan menyenangkan.

Sambil memikirkan hal ini, Caesar kembali ke kafetaria, mengambil beberapa buah bintang lima dan berjalan ke pintu kamar Lin Yuan. Dengan lembut dia mengetuk dan memeriksa: “Lin Yuan, kamu didalam?”

Lin Yuan memeluk Hobby saat menonton film, saat dia mendengar suara yang tidak dikenalnya, dia tidak bisa menahan cemberut lagi.

Mengapa orang ini mengetuk pintuku lagi?

Apa teman sekamar ini menjengkelkan! Aku belum memprovokasimu, mengapa kamu selalu datang untuk memprovokasiku ?!

Lin Yu menghentikan video tersebut, bangkit dan sedikit membuka pintu: “Ada apa?”

Bocah tampan itu tersenyum ramah, “Mau buah?”

“…….” Lin Yuan melirik buah berujung lima bintang yang membentuk benda-benda di tangannya. Dia dengan kaku bertanya, “Ini ……. apa itu?”

Caesar tersenyum dan menjelaskan: “Ini disebut buah bintang lima, ini spesialisasi dari Planet Starfield. Aku membawa banyak bersama barang bawaanku, cobalah beberapa.”

Caesar menatap Hobby yang meringkuk di lengan Lin Yuan dan menambahkan, “Hobby juga harus menyukai buah ini.”

Hobby langsung menganggukkan kepalanya, meraih satu tangan dari tangan Caesar dan mencengkeramnya erat-erat di kaki tangannya.

“…………..”

Hobby si pengkhianat sekali lagi berhasil mengundang pangeran ke kamar tidur tuannya.

Satu tanggapan untuk “ABO Cadets #Volume I – Chapter 12

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s